
Melihat Sania berjalan keluar dari gerbang, pakaian merah bercorak putih, rambut hitam yang terikat kebelakang, termasuk sedikit riasan diwajahnya, memberikan dampak kepada Raynor hingga dia tidak bisa berkata-kata.
Jika sebelum pergi Sania ingin mandi untuk bersiap-siap terlebih dahulu, Raynor mengakui bahwa Sania yang belum mandi dan hanya menggunakan pakaian santai sudah memancarkan keindahan luar biasa, kini setelah menunjukkan diri dengan kecantikan yang mampu membuat seluruh kerajaan di wilayah timur ini berperang demi mendapatkan Sania.
Sania bingung melihat tatapan Ray yang memperhatikannya dengan serius.
"Ray ?."
Tidak ada jawaban.
"Ray ?."
"Maaf.... Apa kau sudah siap ?."
"Tentu saja, tapi apa pakaianku tidak terlihat bagus."
"Aku pikir tidak juga, sejak awal kau sudah sangat cantik, jadi apa pun yang kau gunakan akan terlihat pantas."
Satu tamparan keras melayang di punggung Raynor dan Sania tersipu malu mendengar pujiannya.
"Jangan mengatakan hal itu, aku jadi teringat hal yang tidak menyenangkan."
"Oh Apa itu ? Apa kau di lamar seseorang saat dia melihat kecantikan mu." Balas Raynor dengan tertawa, tentu itu hanya sebuah lelucon yang dia ucapkan.
Tapi Sania terdiam, wajahnya merah padam dan memalingkan wajah untuk bersembunyi.
"Eh, Apa itu benar terjadi ?." Kembali Raynor bertanya.
"Itulah sebabnya aku jarang sekali pergi ke tempat ramai atau mengikuti pertemuan empat klan." Balas Sania dengan wajah kesal.
"Aku seakan bisa mengerti jika mereka ingin melamar mu."
"Memang apa yang kau mengerti Ray, aku hanya ingin menikah dengan orang yang aku cintai saja, tapi seenaknya sendiri orang-orang itu mengajukan lamaran, aku tidak perduli jika mereka adalah orang penting." Semakin kesal Sania membahasnya.
"Baiklah, baiklah, kau tidak perlu semarah itu Sania."
__ADS_1
"Lupakan saja, sebaiknya kita pergi." Sania pun segera menarik tangan Raynor.
Tapi tidak bisa dipungkiri, jika Raynor mengagumi kecantikan milik Sania, dan itu benar-benar mampu membuat seorang penguasa tertinggi terpesona.
Di dalam ingatan Raynor yang Davendra lihat, mereka hanya bertemu sebanyak satu kali dimasa lalu dan itu ketika dia berumur 7 tahun. Setelah sepuluh tahun berselang, perubahan dari Sania sungguh menjadi kecantikan luar biasa dan mampu membuat sang penguasa tertinggi sekali pun takjub.
Raynor berjalan mengikuti kemana Sania pergi, tujuannya sudah pasti tempat perdagangan kota kerajaan Losborn, disana menyediakan berbagai macam kebutuhan dari bahan makanan, perabot rumah tangga, peralatan bertani, hewan peliharaan, Ramuan, artefak, senjata, pakaian dan masih banyak lagi.
"Ray kenapa kau mendadak mengajakku ke tempat perdagangan, apa kau membutuhkan sesuatu."
"Akan sangat membosankan jika aku pergi seorang diri, jadi aku pikir mengajakmu untuk ikut adalah pilihan yang tepat."
Pada kenyataannya, Raynor memiliki alasan lain, yaitu dia tidak tahu dimana tempat perdagangan kota Losborn dan juga khawatir akan tersesat ketika pulang. Karena itu dia memilih meminta Sania untuk menemaninya.
Meski Raynor adalah sosok Davendra seorang penguasa tertinggi di alam semesta atas dia sangat buruk untuk mengingat arah.
Di dalam perjalanan, setiap mata tertuju kepada Sania, dan Raynor tidak lebih sebagai pelengkap saja, bahkan dianggap seperti perusak pemandangan karena menggangu keindahan yang mereka lihat.
"Sebelumnya maaf atas perlakuan dari kakak Furan."
"Tidak masalah, ini hanya seperti menemani saudaramu bermain, tapi tetap saja aku tidak habis pikir, kenapa dia ingin berteman dengan Darnu."
"Karena dulu sifat Darnu tidak seperti sekarang, dia adalah teman pertama Kak Furan tapi setelah bakatnya diakui oleh klan harimau merah, Darnu menjadi lebih sombong."
"Aku bisa mengerti... tapi aku merasa aneh kenapa selama satu bulan di klan, aku baru melihat kakakmu."
Erat genggaman tangan Sania semakin kencang, bahkan bisa Raynor lihat raut wajahnya menunjukkan ekspresi sedih.
"Sejak kecil kakak Furan memiliki kesehatan yang buruk, dia lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan dan kamar tidurnya saja."
"Ah sebabnya paman Regar melarang Furan untuk keluar kamar." Raynor merasa iba.
Raynor sekarang tahu kenapa Furan yang memiliki tenaga dalam di tingkat pembentukan jiwa namun kekuatannya sangat lemah. Paling tidak ketika Raynor menerima pukulan Furan itu bisa memberi rasa sakit namun itu tidak dia rasakan.
Kebaikan hati Sania memang sangat tulus untuk Furan, bahkan jika dilihat dari bakat, Sania adalah seorang anak yang dikaruniai bakat yang sangat tinggi. Mungkin ini juga alasan kenapa secara sengaja Sania menutupi kemampuan miliknya, itu semua agar Furan tidak merasa malu jika harus dibanding-bandingkan dengan sang adik.
__ADS_1
'Di usia enam belas tahun Sania sudah mencapai tingkat pemahaman bumi tahap awal, jika bakat Sania mendapat pengolahan dengan baik, kemampuannya akan sama seperti orang-orang di alam semesta atas.'
Raynor berpikir untuk memberikan sedikit pengetahuannya sebagai seorang penguasa tertinggi, karena itu akan membawa Sania ke tingkat lebih tinggi.
"Jadi kemana kita akan pergi Ray."
"Aku ingin mencari sebuah senjata yang bisa aku gunakan."
"Kalau begitu apa kita perlu pergi ke toko milik klan Garuda api atau klan naga langit."
"Hmmm tapi jika bisa aku lebih memilih untuk membuatnya sendiri di ahli tempa senjata." Jawab Raynor.
"Sangat sulit mencari ahli tempa senjata disini, karena semua senjata di dominasi oleh klan naga langit dan klan Garuda api."
"Apakah begitu ?."
"Tentu saja, membuat senjata kepada ahli senjata bukan hal mudah, selain harga yang mahal dan juga tidak sembarang orang bisa melakukannya, karena itu para ahli tempa gulung tikar, sekarang mereka lebih memilih bekerja dengan klan." Perjelas Sania untuk keinginan Raynor.
Padahal kenyataannya pedang yang dibuat langsung oleh ahli tempa memiliki kualitas diatas rata-rata senjata pertokoan, bahkan jika Raynor menggunakan bahan khusus maka itu bisa menjadi senjata yang luar biasa.
"Baiklah, aku pikir tidak ada salahnya jika melihat-lihat di toko klan Garuda api atau pun naga langit."
"Senjata di sana jelas tidak kalah baik, kau tidak akan menyesal." Balas Sania yang kembali menarik tanganku untuk segera pergi ke salah satu toko di tempat perdagangan.
Tapi setelah Raynor dan Sania pergi, sesosok wanita berjalan keluar dari toko pakaian, gadis cantik itu di kelilingi sepuluh pengawal yang membawa semua belanjanya.
Orang-orang melihat penuh kekaguman, karena bagaimanapun dia adalah anggota keluarga kerajaan Losborn dan putri dari ketua klan Garuda api.
Setiap orang mulai bercakap-cakap.
"Itu putri Siva, dia benar-benar sangat cantik."
"Jika aku diberi kesempatan untuk menjabat tangan putri Siva, aku rela tidak mandi seumur hidup."
"Aku pikir tidak perlu menjabat tangannya kau itu sudah jarang mandi." Balas orang lain yang berdiri di sampingnya.
__ADS_1
"Tapi tetap saja, aku merasa beruntung karena tinggal di kerajaan ini, karena sekarang aku bisa menyombongkan diri setelah melihat salah satu dari tiga kecantikan abadi."
Putri Siva dari klan Garuda api, putri Sania dari klan harimau merah dan Putri Dianda dari klan naga langit, ketiganya adalah kecantikan yang mampu membuat sebuah kerajaan runtuh.