
Berita tentang tragedi yang menimpa desa Maresha sudah terdengar di telinga seluruh penduduk kerajaan Losborn, termasuk ketiga klan utama lainnya perihal kematian Rezar.
Hanya segelintir orang yang tahu jika Rezar mengasingkan diri dan hidup di desa terpencil agar tidak terlihat mencolok, namun setiap klan memiliki sumber informasi terpercaya untuk mengetahui kenyataannya.
Salah satunya adalah Klan serigala hitam, dimana mereka bersaing dengan klan harimau merah dalam segala aspek, entah itu soal pencapaian bisnis, kekuatan generasi muda atau pun hal sepele seperti banyaknya hewan peliharaan yang mereka miliki.
Tidak mau kalah satu sama lain.
Di dalam kediaman Klan serigala hitam, para petinggi mengadakan pertemuan untuk membahas soal kesempatan mereka meruntuhkan kekuasaan klan harimau merah.
Tiga belas petinggi klan sudah berkumpul di dalam ruangan dan memperhatikan satu orang yang berdiri sebagai pemimpin klan serigala hitam membuka pertemuan.
"Niger bagiamana dengan tugas yang aku berikan." Ucap sosok pemimpin klan dengan menunjuk ke arah lelaki di ujung meja.
Niger pun berdiri dan memberi penjelasan.
"Aku sudah mengirimkan orang menuju desa Maresha untuk memastikan informasi yang kita dapat. Dan memang benar jika desa Maresha sudah hangus terbakar."
"Lantas bagaimana dengan kematian Rezar, apa itu benar adanya."
"Belum sempat orang kita mencari tahu tentang kematian Rezar, pasukan kerajaan tidak mengijinkan siapa pun untuk memasuki desa."
Salah seorang petinggi klan mengendus dengan kepala menggeleng lemas.
"Raja Sura memang memiliki hubungan baik dengan klan harimau merah, ditambah lagi dengan kepahlawanan Rezar saat menyelamatkan kerajaan, karena itu dia masih menutupi informasi tentang Rezar."
"Tapi sampai kapan dia seperti ini, sebaik apa pun menyembunyikan bangkai, suatu saat pasti tercium baunya." Niger membalas tanggapan petinggi itu.
Sosok lain memberi jawaban atas ungkapan Niger, dia bernama Oigur... "Aku sedikit memahami tindakan Raja Sura, dia tahu jika berita ini diketahui oleh orang luar, kekacauan besar akan terjadi di kerajaan Losborn."
"Sepertinya raja Sura takut, kerajaan lain akan kembali menyerang, jika tahu pahlawan mereka sudah mati."
"Aku pun berpikiran hal yang sama."
Beberapa petinggi menunjukkan ekspresi mengejek karena tindakan dari raja Sura, meskipun itu dilakukan demi menjaga kedamaian kerajaan Losborn.
__ADS_1
"Setiap kerajaan di wilayah timur ini tahu seberapa kuat sosok Rezar, karenanya mereka masih menahan diri untuk tidak mengumandangkan deklarasi perang." Oigur tetap memberi tanggapan positif dan bersikap netral.
Sedangkan Niger tersenyum dengan maksud lain dan berkata.
"Jika memang seperti itu, kita hanya perlu berpura-pura tidak tahu, dan mulai menghancurkan dominasi klan harimau merah secara perlahan."
"Itu ide yang bagus, aku yakin saat ini klan harimau merah dalam kondisi tidak baik-baik saja, dan kita bisa mendapatkan keuntungan dari kematian Rezar." Pemimpin klan setuju untuk jawaban Niger.
Tapi di sisi lain, Oigur merasa tidak bersemangat menanggapi setiap ucapan Niger.
"Aku tidak yakin semua akan mudah."
"Bicara apa kau Oigur, paling tidak percayalah bahwa kita mampu mengalahkan bisnis mereka."
"Ingatlah, bisnis klan Harimau Merah berada di tangan Regar dan dia pula yang membawa kemakmuran sampai sekarang."
"Aku tidak bisa memungkirinya, tapi untuk langkah pertama, kita singkirkan klan harimau merah dalam pertandingan empat klan utama tiga bulan lagi."
Tentu ada keuntungan dalam pertandingan empat klan utama, dimana setiap penduduk begitu mengagumi klan harimau merah karena mereka selalu menjadi yang terbaik diantara semua klan.
Tapi ketika generasi muda klan serigala hitam bisa mengalahkan klan harimau merah, nama mereka dikagumi oleh semua orang, dan bisnis penjualan ramuan dan artefak bisa meningkat pesat.
"Saat pertandingan empat klan utama akan berlangsung, panggil semua generasi muda kita untuk kembali dari pelatihan di sekte teratai api, kita tunjukkan kepada semua orang di kerajaan Losborn, bahwa ini adalah awal kebangkitan klan serigala hitam." Seakan pemimpin klan mendeklarasikan diri untuk menyetujui rencana Niger.
"Baik ketua." Dia pun tersenyum puas.
Diantara semua petinggi yang menginginkan kehancuran terhadap klan harimau merah, hanya satu orang tidak menyukai atmosfer penuh kebencian ini.
Dia adalah Oigur, seorang petinggi klan yang bertanggung jawab untuk mengatur keperluan dalam pembuatan ramuan. Di satu sisi dia memang menginginkan kemakmuran keluarganya, tapi di sisi lain, dia bukan orang yang membenci klan harimau merah.
Beranjak pergi dari ruang pertemuan, Oigur lebih memilih untuk duduk sendirian di teras rumah dan menyalakan tembakau dalam pipanya.
Asap terhembus ke atas dan hilang ditiup oleh angin malam, tapi tidak lama Oigur berdiam diri, seorang lelaki datang untuk menyapa.
Dia hanyalah seorang pengikut klan, bukan sosok penting seperti keturunan langsung atau anak para petinggi.
__ADS_1
"Tuan Oigur, kenapa anda diluar sendirian, bukankah para petinggi masih membicarakan sesuatu di dalam."
"Aku merasa pusing, disini aku bisa mencari udara segar." Jawab Oigur lemas.
"Mungkin karena tuan terlalu banyak bekerja."
"Aku rasa begitu." Dia tidak bisa mengatakan isi pikirannya.
"Sebaiknya paman lebih banyak beristirahat, kami semua akan kerepotan jika tuan sakit."
Oigur tersenyum dan menepuk pundak lelaki muda yang berdiri di sampingnya.
Sebagai seorang penanggung jawab dalam penyediaan bahan baku pembuatan ramuan, Oigur adalah sosok penting yang tidak bisa digantikan oleh orang lain.
"Tapi untuk sekarang aku merasa pusing, pusing memikirkan nasib klan ini di masa depan."
"Bukankah klan kita memiliki banyak Generasi muda berbakat, aku yakin masa depan klan ini akan semakin kuat."
"Karena bakat itulah yang membuatku pusing, terkadang semakin tinggi manusia berdiri, mereka lupa bahwa kaki masih berpijak di atas tanah."
"Aku tidak tahu apa yang tuan Oigur bicarakan."
"Ya, kita tidak lebih sebagai seorang manusia, entah setinggi apa pun pencapaian yang di dapat, banyak orang lupa kalau kita tetaplah manusia."
Hanya sedikit perbincangan antara Oigur dan orang yang tanpa sengaja bertemu untuk mengobrol. Namun setelah lelaki itu pergi karena mendapat panggilan, Oigur kembali melamun.
Terbayang di dalam ingatan Oigur ketika di pandangan mata hanya melihat kobaran api menyala membakar rumah-rumah klan serigala hitam.
Teriakan semua orang berlarian pergi untuk menyelamatkan diri ketika kejaran pasukan kerajaan Soran, semua itu adalah gambaran ketika perang terjadi belasan tahun yang lalu.
Apa dilakukan Oigur saat itu, hanya berlindung di kediaman Klan serigala hitam dengan puluhan penjaga melawan serangan musuh.
"Jika saat itu Rezar tidak datang, aku yakin semua orang di rumah ini sudah menjadi mayat." Oigur tersenyum penuh makna.
Dia menertawakan dirinya sendiri.
__ADS_1
Bagaimana mungkin dia mencari keuntungan dari kematian orang lain, terlebih lagi, orang itu adalah sosok pahlawan yang telah menyelamatkannya.
"Untuk pertama kalinya aku merasa telah salah karena lahir di keluarga ini."