The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
seperti lelucon


__ADS_3

Sania cukup tertarik melihat kedekatan putri Siva dengan Raynor, dimana dia tahu bahwa orang sekelas putri mahkota seperti Siva sangat menjaga jarak kepada siapapun.


Dia sendiri bisa dibilang dekat dengan Siva, sebagai sesama teman perempuan, sesama putri dari salah satu klan utama, sesama orang yang dikatakan memiliki kecantikan luar biasa dan selalu mendapat masalah soal lelaki.


"Raynor sejak kapan kau mengenal putri Siva." Sania bertanya.


"Soal itu... Pertemuan antara aku dan Siva sangat rumit dan juga unik."


"Begitukah, aku ingin tahu ?." Terlihat bahwa Sania benar-benar berantusias.


Raynor sedikit menceritakan tentang pertemuan dengan Siva, dimana ketika dia harus melawan dua serigala merah yang hampir membunuhnya. Saling berebut untuk mendapatkan batu jiwa binatang iblis, mendengar semua keluhan Siva tentang segala hal, dan berpisah dengan cara yang tidak menyenangkan.


"Kau tahu Nia, gadis muda ini lebih banyak mengeluh soal kotor atau pun serangga, aku tidak habis pikir kenapa putri raja sampai bermain di tengah hutan." Senyum Raynor jelas mengejek Siva.


Tiba-tiba saja Siva menginjak kaki Raynor sebagai tanda ... "Raynor jangan bicara seenaknya."


"Aku tahu, tentu aku tidak akan menceritakan kejadian di sungai." Bisik Raynor.


Wajah Siva merah dia tentu ingat dan merasa malu... "Kau..."


Tapi telinga Sania benar-benar tajam..."Eh, di sungai, apa yang kalian lakukan di sungai, aku ingin tahu."


"Putri Sania tolong jangan bertanya soal itu dan kau Raynor kenapa mengatakannya." Jawab Siva dengan senyum pahit.


"Aku belum mengatakan apa pun."


Bisa dilihat jika hubungan Siva dan Sania memang akrab, bukan hal aneh karena ayah mereka pun saling berteman baik.


Tidak akan ada orang yang menyangkal, ketika Sania dan Siva ada di satu tempat, seakan keindahan sekitar redup oleh kecantikan mereka berdua.


"Tapi putri Siva... Kenapa anda di hutan sendirian ?."


Siva terkejut mendengar pertanyaan Sania...."Itu karena ?."


Raynor sadar jika Siva pun menghindari pertanyaan Sania, dia tahu putri mahkota sedang kebingungan sekarang, karena tidak mungkin dia mengatakan kalau pergi kehutan sendirian adalah untuk mendapat pengakuan dari ayahnya.


"Oh ya Nia, jangan panggil aku putri, bukankah kita teman sejak kecil." Siva mengalihkan pertanyaan Sania.


"Itu benar, bukan begitu Siva." Raynor pun mengiyakan.

__ADS_1


"Kau pengecualian, kau yang harusnya panggil aku putri."


"Kenapa ?, Bukankah kita juga teman."


"Karena kau selalu menganggap ku seperti gadis tidak berguna dan sejak kapan kita berteman." Balas Siva kesal.


"Memangnya salah jika kita adalah teman seperjalanan, meski pun sepanjang jalan kau hanya merengek dan mengeluh, aku sampai bosan mendengar semua ocehanmu."


Tidak ada bantahan dari Siva, bagaimana pun jika bukan karena Raynor, dia sudah tewas dimakan oleh serigala merah di hutan Jatilowa.


"Tapi aku tidak tahu jika kau sekarang berada di klan harimau merah." Bertanya Siva.


"Aku sendiri tidak tahu jika selama ini aku adalah bagian dari klan harimau merah, tiba-tiba saja saat berada di penjara kota Tegalasa paman Endru menjemput ku dan mengatakan 'kau anak dari keluarga utama' ."


Sania menghentikan ... "Tunggu aku lebih tertarik kenapa kau bisa di penjara."


"Hanya sedikit kesalahpahaman."


"Aku tahu, mereka mengira kau sudah berbuat jahat." Siva menambahkan.


"Padahal akulah korbannya." Jelas Raynor kesal saat mengingatnya.


Dua gadis itu tertawa dengan puas ketika melihat ekspresi Raynor. Seakan menjadi pembalasan Siva dari semua yang dilakukan kepadanya.


"Tunggu, kau anak dari pahlawan besar." Siva bertanya.


"Ya itu benar, Aku saja tidak pernah tahu jika ayahku seorang pahlawan, aku pikir, keluargaku hanya hidup di desa terpencil sebagai petani, menggelikan bukan ?." Raynor tertawa.


Mendengar pernyataan Raynor tentang keluarganya, Siva ingat dengan tujuan kedatangannya di klan harimau merah, yaitu membatalkan pernikahan dengan putra seorang pahlawan yang pernah menyelamatkan kerajaan Losborn.


Wajah Siva merah merona, tapi dia pun bingung untuk memahami situasi yang begitu rumit di dalam pikirannya.


"Jadi kau...."


"Aku ? Kenapa denganku ?." Raynor merasa aneh dengan sikap Siva yang tiba-tiba saja berubah.


Di sisi lain...


Raja Sura yang duduk di sebelah ketua klan harimau merah melihat satu lelaki di bawa oleh Sania, dia tentu merasa adanya keakraban ketika membandingkan wajah lelaki itu dengan Rezar.

__ADS_1


"Dia adalah putra Rezar."


"Itu benar tuan Sura, dia bernama Raynor, dia juga sudah tinggal di klan harimau merah selama satu bulan." Balas Regar.


"Ayah dan anak benar-benar mirip." Raja Sura mengangguk paham karena dia sendiri mengenal baik sosok Rezar.


"Jika anda menilai dari penampilan memang Raynor dan Rezar sangatlah mirip, tapi ada yang berbeda diantara mereka."


"Benarkah, apa itu soal bakat Raynor."


"Tidak, dia sangat berbakat, tapi Oigur mengatakan jika Raynor memiliki sesuatu yang jauh lebih luar biasa daripada Rezar." Jawab Regar cukup serius.


"Hmmm biar aku yang memastikannya."


Raja Sura berdiri, dia pun berjalan mendekati Siva yang nyatanya sudah mengenal Raynor dan saling membicarakan banyak hal.


"Siva, aku tidak tahu kau sudah mengenal Raynor." Berkata raja Sura.


Siva hanya diam tanpa menjawab ucapan ayahnya, begitu juga Raja Sura sadar akan perubahan sikap dari anaknya.


Melihat kedatangan raja Sura, Sania segera membungkuk dan menarik baju Raynor untuk mengikuti, karena pada dasarnya jiwa penguasa tertinggi tidak ingin merendahkan diri kepada seseorang yang dia tidak kenal.


Tapi karena dia tidak nyaman ketika Sania memaksa dan jika tidak memberi hormat maka sama saja menghina kedudukan seorang Raja.


"Tuan raja, aku mengenal putri Siva karena kami sama-sama tersesat di hutan Jatilowa dan siapa sangka gadis itu adalah putri anda." Ucap Raynor yang coba bersikap sopan.


Tertawa raja Sura..."Sungguh takdir begitu menakjubkan, jadi kau adalah lelaki yang menyelamatkan nyawa Siva saat di hutan Jatilowa dan kau juga yang menyelamatkan Siva ketika ada orang berniat membunuhnya."


"Aku sungguh menyesal, tapi itu benar adanya Raja."


"Menyesal ?, Apa kau menyesal karena bertemu Siva." Jawab raja Sura.


"Tidak bukan seperti itu, aku menyesal karena tidak tahu bahwa dia adalah putri anda dan bersikap kurang sopan."


"Tapi sekarang kau sudah tahu kan ?.".


"Ya aku akan lebih menghormati putri Siva."


"Tidak perlu, karena pada akhirnya kalian akan menikah... Tapi itu juga, jika Siva menyetujuinya."

__ADS_1


Tidak ada yang tidak terkejut setelah mendengar pernyataan sang Raja, semua orang, semua keluarga utama, Sania, bahkan Raynor sendiri ikut terkejut.


"Eeeeeeehhhhhh."


__ADS_2