
Setelah pertandingan berakhir, Raynor kembali ke kamar dan melihat Jun sudah duduk dengan sikap biasa. Seakan tidak memiliki rasa bersalah karena menggoda Qiu Nan yang notabenenya adalah kekasih Jun, Raynor pun segera duduk di atas ranjang untuk beristirahat.
"Hebat sekali kau bisa menang melawan Qiu Nan, Raynor." Ucapnya dengan tenang selagi mata fokus di depan.
"Hanya sedikit keberuntungan." Jawab Raynor.
"Keberuntungan mu terlalu besar, sehingga aku sendiri merasa malu karena mungkin bersaing denganmu." Jun tertawa pahit.
Meski pun Jun mencoba untuk tetap bersikap santai, tapi Raynor bisa merasakan suasana canggung dimana Jun lebih banyak diam dari biasanya dan tertawa dengan terpaksa.
Bahkan tanpa perlu menembak raut wajah, Raynor bisa tahu kerumitan hati Junaidi itu, jika sebenarnya dia tidaklah sedang membaca buku karena matanya melirik ke sana kemari dengan wajah terlihat gugup.
"Saudara Jun. Apa ada yang salah ?." Balik Raynor bertanya.
Menggeleng kepala Jun...."Tidak.... Tidak ada apa yang salah."
"Kalau begitu, apa kau sedang belajar cara membaca buku dengan terbalik ?."
Jun semakin terkejut, dia kelabakan memutar bukunya secepat mungkin... "Ya kau benar, aku lebih suka membaca dengan terbalik."
"Lalu kenapa kau membaliknya."
Bingung untuk menjawab, Jun semakin terpaksa ketika tertawa.
Raynor tersenyum sendiri melihat tingkah lelaki ini, sangat jelas jika Jun sedang gundah gulana memikirkan soal Qiu Nan yang dimana semua orang tahu, kemenangan Raynor menjanjikan dia mengajak Qiu Nan jalan-jalan.
"Katakan saja apa yang kau pikirkan." Ucap Raynor kepada Jun untuk jujur.
"Baiklah.... apa kau benar-benar berniat mengajak Qiu Nan pergi saat libur." Jun seakan pasrah kepada Raynor.
Dia tidak mungkin berharap lebih, di dunia ini mereka yang kuat, merekalah yang mendapat segalanya, termasuk wanita, dan Jun sadar, dia kalah oleh Raynor untuk bersaing perihal Qiu Nan.
"Soal itu... Aku tidak memiliki waktu, jadi apa kau bisa menggantikan ku." Balas Raynor.
Seakan bingung, Jun kembali bertanya...."Tunggu ?... Apa ?."
"Aku sudah memiliki janji dengan Erza dan Siva, jadi aku tidak bisa pergi dengan Qiu Nan."
"Aku tidak paham apa maksud mu."
__ADS_1
"Apa kau terlalu sibuk berlatih dan belajar, jika benar, Aku akan batalkan saja." Jawab Raynor agar Jun tidak pura-pura tuli.
Seketika itu Jun berdiri dengan cepat. Dia menarik tangan Raynor sebelum pergi keluar, tatapan mata penuh semangat dan dua tangan mencengkram erat pundak Raynor, Jun segera menjawab....
"Tidak, tidak, tidak, aku mau, aku akan menggantikan mu. Tapi apa kau yakin. Ada banyak orang di luar sana menginginkan untuk jalan dengannya, sedangkan kau memberikan kesempatan itu kepadaku ?." Berkata Jun penuh harapan.
"Kau yang lebih pantas, karena kalian adalah sepasang kekasih, apa mungkin kau lebih rela jika Qiu Nan pergi dengan orang lain ?."
"Tentu saja tidak." Tegas jawaban Jun.
"Kalau begitu jangan banyak tanya, pergi dan perjelas hubungan kalian."
"Terimakasih Raynor, aku akan membalas kebaikan mu." Jun membungkuk hormat.
"Kau bisa melakukannya nanti."
Jun adalah sosok ramah, pekerja keras dan berhati besar, ketika pertama kali Raynor memasuki kamar asramanya, pertemuan dengan Junaidi sangatlah ramah, dia menjelaskan semuanya, dari jadwal pelatihan, peraturan-peraturan dan segala macam yang diperlukan sebagai murid sekte teratai api.
Seperti inilah Raynor, dia selalu membalas seseorang dengan setimpal, jika mereka baik tentu Raynor tidak ragu membantu mereka, tapi ketika mereka buruk di matanya, jangan harap Raynor akan berbaik hati.
Beranggapan jika lelaki macam Raynor adalah teman yang suka menusuk dari belakang, ternyata tidak, syarat Raynor kepada Qiu Nan diberikan kepada dirinya. Senyum sumringah tergambar jelas di wajah Jun, dia merasa terberkati karena mengenal sosok Raynor.
"Sebaiknya kau tidak tahu saudara Jun." Jawab Raynor.
"Kenapa bisa begitu ?."
"Karena semua terlalu rumit untuk di katakan."
"Baiklah kalau kau tidak mau menceritakannya, tapi ada satu hal yang masih membuatku bingung." Balas Jun bertanya hal lain.
"Apa itu ?."
"Kenapa kau menolak lencana pilar utama ?, Bukankah itu sangat menguntungkan."
Raynor menghembuskan nafas berat sebelum menjawab...."Apa pentingnya menjadi murid pilar utama ?."
"Bagiku itu sangat penting." Gumam Jun sendiri.
"Memang pilar utama bisa menjamin masa depan ku ?." Kembali Raynor bertanya.
__ADS_1
"Ya tidak juga.... Tapi jika kita mendaftar di pasukan kerajaan, tentu posisi penting yang akan kita dapat."
"Kau mau menjadi an*jing kerajaan, yang harus menurut apa kata majikannya ?, Bagiku hidup dalam kebebasan, berkelana kebanyak tempat dan menemukan tantangan yang bisa membuat kita semangat adalah hal menakjubkan."
Jun seakan paham apa yang Raynor katakan. Bagi para ahli beladiri menjadi sosok kuat dan mampu mengalahkan lawan adalah kebanggan untuk mereka.
**********
Sepuluh pilar utama datang ke tempat Qiu Nan. Mereka jelas tidak memiliki niat untuk menjenguknya setelah kalah melawan Raynor, karena bagi siapa pun di sekte ini, semua murid dianggap saingan, termasuk Qiu Nan.
Seorang lelaki berambut putih panjang, bertanya kepada Qiu Nan dengan suara yang tidak senang. Dia adalah Lan Wereng, pemimpin murid pilar utama di sekte teratai api.
"Apa yang ingin kau katakan setelah kalah melawan Raynor itu, Qiu Nan ?." Bertanya Lan Wereng mengintimidasi.
Tapi Qiu Nan tidaklah terpengaruh, dia hanya tersenyum mengejek dan menjawab...."Kenapa kau bertanya senior, harusnya kau sudah melihatnya sendiri jika aku kalah. Memang aku tidak terima, tapi kenyataannya dia benar-benar kuat."
"Mungkin benar dalam kemampuan rangkaian formasi prasasti dia sangat kuat. Tapi bagaimana dengan Keahlian beladiri ?. Bagaimana pun Raynor itu hanya seorang ahli beladiri tingkat raja tempur tahap awal." Ungkap Lan Wereng.
Sebagai murid pilar utama termuda, Qiu Nan tidak bisa mengatakan kalau ucapan senior nya salah. Hanya diam mendengarkan setiap perkataan dari senior itu.
"Itulah kenapa Raynor tidak berniat bertarung melawan mu dengan kemampuan beladiri. Karena dia tahu jika kemungkinan menang sangat mustahil. Tapi karena kekalahan mu, kekuatan pilar utama mulai di ragukan, para murid bagian dalam menjadi lebih berani untuk menantang kita."
"Kalau begitu, jika memang Senior merasa lebih kuat dari Raynor, kalahkan saja dia, dan tunjukan seberapa hebatnya dirimu." Qiu Nan memprovokasi Lan Wereng.
"Akan aku lakukan, tapi tidak untuk sekarang. Dia terlalu banyak mendapat perhatian dari ketiga guru besar, jadi akan ada kemungkinan ada satu orang pilar utama tersingkir." Balas Lan Wereng.
Bagi mereka semua posisi murid pilar utama adalah kehormatan yang sangat tinggi karena berada di bawah pengawasan langsung ketiga guru besar, Bahkan bagi guru pengajar tidak bisa seenaknya sendiri jika berhadapan dengan mereka.
Selain itu, sumber daya yang diberikan oleh sekte teratai api kepada pilar utama sangat menggiurkan. Mereka bisa memaksimalkan penyerapan energi demi meningkatkan kekuatan tanpa perlu merasa kurang.
Kehadiran Raynor di sekte teratai api ini membuat semua pilar utama khawatir, jika akan ada waktunya mereka digantikan.
"Senior Lan, bagaimana jika kita memerintahkan Jugo untuk menyingkirkan Raynor." Ucap salah satu kawannya dari belakang dengan berbisik.
"Itu ide yang bagus. Kita bisa memanfaatkan Jugo."
"Biar aku bicarakan kepadanya besok."
Semua murid pilar utama pun berjalan pergi meninggalkan ruang perawatan Qiu Nan. Dia tahu rencana yang ingin senior Lan Wereng itu lakukan. Karena nama Jugo adalah murid bermasalah dan nekad.
__ADS_1
Jugo seorang mantan murid pilar utama yang dikeluarkan oleh para guru besar karena dia sudah membunuh murid pilar utama lain.