
Seperti yang Raynor janjikan, dia kini mengajarkan beberapa hal kepada Aslan.
Di dalam ruang kerja Aslan, Raynor memberi beberapa catatan yang akan diajarkan kepada Aslan, itu hanya sebagaian kecil dari pengetahuannya dalam rangkaian formasi prasasti.
Tapi bagi dunia antah berantah ini, sedikit yang penguasa tertinggi miliki adalah sesuatu diluar pengetahuan semua orang.
Penuh dengan keseriusan Asalan menerima penjelasan Raynor, dia memang seorang jenius, meskipun cukup sulit memahaminya karena semua pengetahuan Aslan seperti diputar balik oleh Raynor.
"Rangkaian formasi sendiri hanya sebuah jalur, dimana kita bisa membentuk sesuka hati selama paham dengan prinsip dasar cara kerjanya." Ucap Raynor.
Aslan mengangguk paham...."Aku baru menyadarinya, jika selama ini kita hanya belajar mengikuti peninggalan para leluhur, sehingga kita tidak bisa berkembang untuk menciptakan rangkaian formasi lebih sederhana."
"Itu benar, semua yang Shaman di dunia ini terlalu berbelit-belit, banyak jalur yang tidak perlu dan hanya membuat keefektifan artefak berkurang."
Raynor memberi dua contoh rangkaian formasi api, dimana artefak yang dilekatkan rangkaian itu akan menghasilkan efek api sebagai serangan.
Perbedaan jelas terlihat, dimana rangkaian yang Raynor buat sangat sederhana, hanya memiliki tiga jalur pembentukan, sedangkan rangkaian yang dimiliki dunia antah berantah, lebih dari enam jalur pembentukan.
Selesai semua yang Raynor harus jelaskan kepada Aslan, tapi dia tidak melupakan satu hal untuk disampaikan.
"Tapi ada satu hal harus kau ingat, ada rangkaian formasi yang tidak boleh kau buat." Tegas Raynor memberi peringatan.
Sedikit Aslan takut..."Apa itu guru."
"Rangkaian pengorbanan jiwa."
"Aku baru mendengarnya, memang kenapa dilarang ?." Balas Aslan.
Raynor kembali menjelaskan... "Itu karena rangkaian formasi ini, mengambil kehidupan orang lain untuk mendapat semua kekuatan mereka."
Ketika rangkaian pengorbanan jiwa terbentuk di tubuh seseorang, maka energi kehidupan mereka akan di serap habis.
"Tidak, aku tidak akan membuatnya."
"Baguslah kalau kau mengerti."
Dari pemahaman penguasa tertinggi, rangkaian formasi pengorbanan jiwa adalah milik dari ras iblis, dimana para iblis menggunakan jiwa manusia untuk diberikan kepada raja mereka.
**********
Kerajaan Soran, ruang singgasana.
__ADS_1
Tujuh orang berjalan masuk untuk menghadap ke seseorang yang kini sedang duduk menyanggah dagunya.
Mereka segera berlutut sebagai bentuk penghormatan kepada sosok lelaki itu, dia tidak lain dan tidak bukan adalah raja kerajaan Soran ke tujuh, Greedan Soulland.
"Kami memberi hormat kepada sang raja." Ucap jendral Zernad yang berada di barisan depan.
Di ikuti oleh enam orang lain yang ada di belakangnya. Requel sebagai wakil dari Zernad dan lima saudara Xin.
"Kenapa kalian kembali dengan kegagalan atas tugas yang sudah aku berikan." Bertanya sang Raja dengan suara cukup tenang.
Semakin Zernad menunduk bahkan bersujud...."Aku memohon ampun atas kegagalan ini tuan ku, raja Greed. Aku telah salah menilai kekuatan kerajaan Losborn...."
"Jangan banyak bicara, katakan kenapa kau bisa gagal, Zernad." Tegas ucapan Raja Greedan.
Hanya dengan mendengar suara Raja Greedan Soulland jiwa jendral Zernad bergetar merasakan takut luar biasa hingga tidak ada keberanian mengangkat kepalanya.
"Nyatanya, rencana yang aku buat bersama bandit Taring Hitam diketahui oleh musuh, sehingga mereka mengatur siasat agar menjebak kami semua." Coba Zernad menjelaskan.
"Jadi kau melimpahkan kesalahan itu kepada para bandit Taring Hitam."
"Aku tidak melempar kesalahan tuanku, tapi memang jika Dorondo tidak mengirim orang-orang untuk membunuh seseorang, sehingga rencana ku di ketahui oleh mereka, seharusnya kemenangan sudah di depan mata."
"Jangan banyak alasan." Kini suara raja Greedan Soulland keras menggema di seluruh ruang singgasana.
Erat kepalan tangan raja Greedan menghantam kurai, gelombang energi luar biasa mampu membuat Zernad dan semua orang semakin jatuh untuk bersujud.
"Apa itu benar Xin Nian ?." Kini perhatian raja Greedan Soulland menghadap ke arah lelaki berambut panjang di belakang Zernad.
Tentu ada alasan kenapa raja Greedan bertanya kepada Xin Nian, dia adalah senjata andalan yang dimiliki kerajaan Soran, pasukan khusus sebagai kekuatan tempur terbaik.
"Aku malu mengakuinya, tapi aku dan Sena hampir tewas oleh sosok lelaki bernama Raynor itu." Jawab Xin Nian.
"Bagaimana mungkin kau dikalahkan, aku sudah memberikan kekuatan yang luar biasa agar mampu mengalahkan semua musuh-musuh kita."
"Tolong tuanku, beri aku kesempatan dan aku akan memberi kemenangan untuk anda." Xin Nian memohon ampunan.
Hembusan nafas panjang dan berat keluar dari mulut raja Greedan.
"Zernad dan kau Requel, kelar dari ruangan ini, biar aku bicara dengan mereka berlima." Perintah raja Greedan.
"Baik tuanku."
__ADS_1
Zernad merasa lega karena bisa pergi dari tempat raja Greedan dan lepas untuk mendapat hukuman atas kekalahan ini. Meski begitu, ada rasa penasaran kepada Xin bersaudara, dimana hubungan antara mereka dan sang raja cukup rahasia.
Dia mengerti jika kelima Xin bersaudara adalah pasukan khusus yang di bentuk secara langsung oleh raja Greedan, tapi asal usul dari mereka semua tidak ada yang tahu.
Kini hanya tinggal lima Xin bersaudara yang menghadap kepada Raja Greedan, tentu dari mereka semua merasakan takut jika harus menerima hukuman.
Raja Greedan berdiri, dia berjalan maju menghadap ke Xin bersaudara yang masih membungkuk hormat.
Kemarahan Raja Greedan terasa kuat...."Apa kalian semua tahu, seberapa aku membenci kerajaan Losborn untuk banyak waktu setelah kekalahan tujuh belas tahun lalu."
"Kami paham tuanku, tapi ..."
"Diam !!!, Aku belum selesai bicara."
Sontak Xin Nian dan empat saudara lain tidak berani angkat suara, mereka ditekan oleh kekuatan luar biasa dari aura gelap pekat yang membentuk bayangan wajah iblis di belakang tubuh sang raja Greedan.
"Aku pikir dengan terbunuhnya Rezar, kemenangan ada ditangan kita, aku bahkan menjual jiwaku sendiri kepada iblis agar bisa mampu menguasai daratan timur ini."
"Tuan, tolong biarkan aku menjawabnya." Seseorang pun angkat bicara, dia adalah Xin Tian, adik dari Xin Nian.
"Baiklah, katakan Tian, apa yang ingin kau jelaskan."
"Dia adalah putra Rezar, bernama Raynor, aku sendiri tidak menyangka jika ada kekuatan luar biasa di dalam tubuhnya dan itu mampu menghancurkan energi hitam milik kami."
"Jangan mengada-ada, energi hitam adalah yang terkuat di dunia ini, mustahil kalah melawan seorang bocah meski dia putra dari Rezar." Menolak raja Greedan percaya.
"Tapi itulah kenyataannya tuanku."
Lemas raja Greedan duduk kembali ke kursi singgasananya, dia mencoba menenangkan diri atas semua penjelasan yang diberikan oleh Xin Tian.
"Kita lupakan masalah ini, aku akan coba menerima kekalahan untuk sekarang, tapi bagaimana dengan Rangkaian formasi pengorbanan jiwa yang sedang kita persiapkan." Bertanya Sang raja untuk masalah lain.
Xin Tian menjawab dengan patuh ... "Semua berjalan lancar, hanya beberapa pertanyaan dari para penduduk soal penggalian tanah di sekitar kerajaan."
"Hiraukan mereka, katakan itu untuk irigasi pengairan lahan, aku ingin dua bulan kedepan semua sudah selesai."
"Tentu saja raja Greedan." Tidak ada bantahan dari Xin Tian atau saudaranya yang lain.
"Kalau begitu kalian semua keluar, dan kembali berlatih energi hitam ke klan iblis tanah neraka."
"Baik tuanku."
__ADS_1
Kini duduk raja Greedan seorang diri di atas kursi singgasana, tatapannya melihat ke arah langit-langit ruangan, dimana terdapat sebuah lingkaran simbol prasasti rumit tergambar.
"Setelah aku membangkitkan raja iblis, seluruh benua angin biru ini ada dalam genggaman tangan ku." Ucap raja Greedan menatap tajam ke atas.