The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
keras kepala


__ADS_3

Ruang singgasana raja Sura, istana kerajaan Losborn.


Suara pintu terbuka.


Seorang gadis cantik berjalan memasuki ruang tahta kerajaan Losborn, dia adalah Siva, anak perempuan satu satunya yang sangat disayangi oleh raja Sura.


Tapi melihat kehadiran Siva yang memasuki ruang singgasana secara mendadak membuat raja Sura sedikit khawatir.


"Siva sayangku, apa yang membuatmu datang kemari, apa kau kehabisan uang ?." Bertanya Sura yang melihat Siva berjalan mendekat dengan wajah kesal.


Siva terus berjalan hingga berada di depan kursi singgasana, Sura sebagai ayah yang sangat mencintai anak perempuannya, tentu merasa takut jika Siva marah atas hal apa pun.


Tapi jika persoalan tentang uang, barang mewah, hingga makanan mahal tidak kurang sedikit pun. Jadi bertanya Siva kekurangan uang, itu tidak mungkin terjadi.


"Kenapa ayah mendaftarkan aku ke akademi pedang suci tanpa sepengetahuan ku." Siva mengatakan alasan kenapa wajahnya tampak kesal.


"Siva, harusnya kau tahu, jika usiamu sudah cukup untuk mendapatkan pelatihan, jadi kau jangan menolak." Jawab Sura mengatakan alasannya.


"Tapi kenapa harus tempat yang jauh, aku ingin tetap disini, bukankah kita memiliki beberapa guru yang bisa melatihku."


"Kalau begitu bagaimana dengan sekte teratai api ?."


"Aku benci berlatih ditempat yang hanya menyanjungku karena putri seorang raja." Jawab kembali Siva dengan tegas.


Seakan Siva sudah bosan dengan perannya sebagai seorang putri raja, senyum terpaksa, berkata sopan dan menujukan keanggunan, itu semua dibuat-buat untuk menjaga reputasinya saja.


"Tapi Siva..." Randusa mencoba mengatakan alasan lain.


"Tidak ada kata tapi, aku tidak ingin masuk ke sekte teratai api atau pun akademi pedang suci." Siva memotong perkataan ayahnya, tanpa perduli dengan apa yang ingin dikatakan.


"Tapi...."


"Tidak, tetap tidak."


"Dengarkan ayahmu dulu." Berteriak Sura dengan nada keras, walau jarang terjadi tapi Siva langsung terdiam seketika itu juga.


"Baiklah." Siva terdiam tanpa sedikit pun melihat kearah ayahnya.

__ADS_1


Sura sedikit menyesal dengan tindakannya mengeluarkan suara keras, tapi itu sangat efektif untuk menghentikan sikap Siva yang tidak bisa diatur.


"Raynor akan masuk kedalam sekte teratai api, sedangkan Sania ada belajar di akademi pedang suci, apa kau tidak ingin berlatih agar tidak tertinggal dari mereka ?." Sura menyebutkan dua nama yang membuat Siva membuka mata dengan cerah.


Sura pun melirik Siva yang sudah tertarik dengan dua nama ketika dia sebutkan. tentu dia secara sengaja memiliki rencana lain, yaitu agar Siva menjadi lebih dekat kepada Raynor.


Hanya saja, Siva masih sungkan untuk mengungkapkan ekspresi wajah bahagianya, bagaimana pun dia adalah wanita yang bisa dengan mudah menerima keputusan dan memiliki harga diri tinggi.


Tapi dia tetaplah seorang ayah yang paham untuk sikap putrinya itu.


"Baiklah, karena kau memang tidak tertarik untuk masuk ke sekte teratai api atau pun akademi pedang suci, apa boleh buat, ayah akan batalkan pendaftaran mu." Ucap Sura dengan sedikit senyum untuk menggoda anak perempuan satu-satunya itu.


"Ja....." Siva yang ingin berbicara langsung berhenti, merasa jika dia mengikuti perkataan ayahnya, Siva hanya akan dianggap anak kecil.


"Weiz... Weiz... Kemarilah." Raja Sura memanggil pelayan setianya itu.


Dengan cepat Weiz berlari dari depan pintu dengan nafas berat karena terlalu lelah. ruang singgasana kerajaan Losborn miliki memang sangat luas dan itu membuatnya selalu sakit badan setelah berlari dari depan pintu masuk ke depan sang raja.


Weiz mengatur nafas, bersiap menghadap dan segera membungkuk hormat, walau pun tampang seperti orang tua pada umumnya, tapi gaya Weiz di depan sang raja ibarat pasukan perang garis depan.


Siva atau pun sampai terdiam melihat bagaimana cara pelayan tua itu menghadap mereka.


"Kirimkan surat kepada sekte teratai api dan akademi pedang suci untuk pembatalan Siva menjadi murid mereka." Raja sura mengatakan tujuannya memanggil Weiz.


Siva terkejut jika ayahnya benar-benar membatalkan rencana untuk memasukan dia ke sekte teratai api, tapi seakan menjaga harga diri Siva tetap diam.


"Baik tuan." Jawab Weiz dengan nada serius dan siap berlari pergi untuk melaksanakan perintah Randusa.


"Tunggu pak Weiz." Siva menghentikan Weiz yang sudah pergi beberapa langkah.


"Baik putri Siva." Kembali Weiz datang dan membungkuk di depan Siva.


"Ah... Tidak, tapi..." Siva ragu-ragu.


"Kenapa Siva katanya tadi kau tidak ingin masuk kedalam sekte teratai api atau pun akademi pedang suci." Raja Sura semakin menggoda anaknya.


"Aku memang tidak mau." Mendengar perkataan ayahnya, Siva seakan kalah dan kembali keras kepala.

__ADS_1


Weiz kembali bersiap untuk pergi melaksanakan perintah Randusa.


"Tunggu Weiz." Raja Sura kembali memanggil namanya.


Berhenti kembali Weiz dengan wajah kesal dan lelah, bagiamana tidak, dia sudah bolak balik untuk membungkuk tanpa kejelasan atas perintah itu.


"Anakku, apa kau yakin tidak mau pergi ke sekte teratai api, aku sedikit khawatir jika di sana Raynor akan menemukan wanita lain dan melupakan mu." Ucap raja Sura.


"Tidak, ... Aku tidak mau." Siva tetap tidak mau menerima kenyataan.


Weiz yang sudah bosan mendengar drama antara ayah dan anak pun akhirnya angkat bicara.


"Tuan raja, putri Siva, jika sekali lagi aku harus pergi dan kembali, lebih baik aku loncat saja dari jendela agar lebih cepat ke lantai bawah." Weiz berkata yang merasakan sensasi menyakitkan di pinggangnya.


Raja Sura tersenyum pahit mendengar ucapan Weiz, tapi tahu jika Siva sangat keras kepala dia pun harus sedikit bersabar.


"Tapi ayah ...."


"Kenapa kau Siva, jika memang mau, katakan sekarang, jangan berbelit-belit." Sura memaksa Siva untuk tegas dalam keputusan yang dia pilih.


Ini pun menjadi sedikit pelajaran agar Siva tidak bersikap keras kepala dengan segala macam alasan.


"Baiklah jika ayah memaksa aku untuk masuk ke sekte teratai api, tidak ada pilihan lain, aku akan menurutinya." Jawab Siva dengan memalingkan wajah.


Siva menyetujui rencana untuk masuk kedalam sekte teratai api, tapi tidak ingin jika ayahnya menganggap kalau keputusan itu adalah karena Raynor.


'Eeehhh.... Punya anak kok ribet amat.' pikir raja Sura yang menyaksikan anaknya begitu sulit di atur.


Weiz bersiap untuk pergi, tapi sebelum jauh, dia pun berbalik kembali untuk bertanya...."Apa tidak ada permintaan lagi."


"Tidak ada, silakan kau kembali." Jawab Raja Sura mempersilakan kepada Weiz untuk undur diri.


"Baik tuan, kalau begitu aku akan pergi untuk memberitahu tentang pembatalan ke akademi pedang suci dan sekte teratai api." Kata Weiz dan pergi begitu saja.


Mendengar perkataan Weiz, Siva dan ayahnya terkejut bukan main, kemungkinan besar karena dia terlalu lelah setelah berkali-kali di panggil, membuat pikirannya kurang fokus dan salah pendengaran.


"Weiz tunggu !!!!." Siva dan Sura segera berlari cepat untuk mengejarnya.

__ADS_1


__ADS_2