
Siva dan Erza perlahan membuka mata, ketika mereka terbangun oleh suara berisik yang ada di dalam kamar penginapan mereka. Dan seketika terkejut karena Raynor sekarang bersama dengan seorang wanita berambut merah yang sedang dia baringkan di lantai.
"Nona Sua, aku akan membuka baju mu."
"Tolong berhati-hati, rasanya masih sakit ketika kau sentuh."
"Tentu saja, aku adalah lelaki yang selalu bersikap lembut kepada semua wanita. Kecuali jika kau berniat membunuhku. "
Anggapan Erza jika Raynor membawa seorang wanita lain untuk bersenang-senang, segera saja dia menarik pedang yang tergeletak di sebelah ranjang. Meski pun jelas Erza tidak ada niat membunuh, hanya ingin memukulkan pedang itu ke kepala Raynor.
Di saat Erza mengayunkan pedang di tangan, Raynor segera menghindar karena dia sudah merasakan langkah kaki Erza dari belakang.
"Apa yang kau lakukan, apa kau ingin membunuhku Erza." Bertanya Raynor.
"Harusnya aku yang bertanya. Apa yang kau lakukan, kenapa main buka-bukaan baju dengan wanita lain." Teriak Erza dengan marah.
"Ini ada alasannya, kau jangan marah."
Erza melihat jika kondisi wanita berambut merah yang tergeletak di lantai terbilang cukup parah. Ada banyak luka sayatan di sekujur tubuh dan itu membuat Erza diam.
"Siapa dia ?." Kini Erza bertanya.
"Dia Serin Sua, aku bertemu dengannya di hutan semalam."
"Tunggu kenapa kau pergi ke hutan ?." Kini Siva lah yang bertanya.
"Aku mencari tempat untuk bermeditasi." Jawab Raynor .
Erza menerima penjelasan Raynor. Dia membawa Serin Sua untuk melakukan pengobatan karena luka yang di derita Serin Sua benar-benar serius. Terlihat jelas daging yang tersayat besar oleh tebasan pedang melebar dibagian punggung putih mulus.
Seharusnya bagi seorang ahli beladiri tingkat lord tempur luka tebasan pedang seperti itu masih bisa di sembuhkan oleh dirinya sendiri dengan mempercepat proses penyembuhan menghubungkan tenaga dalam.
Tapi Energi tenaga dalam Serin Sua seakan menolak untuk melakukan penyembuhan, Raynor hanya berpikir satu hal, itu adalah efek khusus dari serangan pedang milik Hazard Lue.
Raynor pun mengeluarkan energi pengobatan untuk di sentuhan langsung ke luka, tapi kepulan energi hitam muncul ketika energinya masuk ke tubuh Sua.
"Ternyata pedang yang Hazard Lue itu gunakan untuk melukai mu adalah senjata iblis, sehingga memiliki racun sebagai penolakan terhadap energi di tubuh manusia." Ucap Raynor menjelaskan.
Senjata iblis, itu cukup membuat mereka terkejut, dimana bahan utama pembuatan senjata iblis adalah tulang dari ras iblis dan mengandung energi hitam yang seperti racun.
"Apakah itu buruk ?." Siva penasaran.
"Sebenarnya iya, sangat buruk, jika terlalu lama di biarkan, kau akan kehilangan semua energi tenaga dalam meski melakukan meditasi atau pun menyerap kristal energi, lambat laun energi iblis yang masuk di tubuhmu akan merusak inti kehidupan hingga akhirnya kau akan mati."
"Apa tidak bisa di sembuhkan, Raynor ?." Serin Sua merasa khawatir.
"Bisa saja."
"Bagaimana caranya ?."
"Dengan menggunakan energi suci."
Tersenyum pahit Serin Sua mendengar jawaban Raynor...."Kau bercanda, energi suci tidak dimiliki oleh sembarang orang, bahkan di dunia ini hanya ada enam pengguna energi suci yaitu para penjaga enam benua besar, dan yang terdekat adalah kaisar pedang naga Elonel."
Senyum Raynor melengkung di wajah, jelas itu membuat Serin Sua bingung, dimana kondisinya mustahil di sembuhkan tanpa bantuan kaisar pedang naga, tapi Raynor terlihat begitu senang.
"Itulah kenapa ada keberuntungan kau bertemu denganku." Ucap Raynor.
__ADS_1
"Memang apa yang membuatku beruntung.... Tunggu apa kau kenalkan dari Kaisar pedang naga itu." Sua berasumsi.
"Tidak, bukan, untuk apa juga aku berkenalan dengan orang tua dengan julukan norak seperti itu." Balas Raynor.
"Lalu apa ?, Jangan katakan kau juga memiliki energi suci, itu mustahil."
"Sebegitunya kah kau tidak percaya denganku." Lemas Raynor menanggapi sikap Sua.
Meski Serin Sua tidak percaya, tapi Erza bisa memahami kenapa dia tidak percaya kepada Raynor, untuk banyak alasan Raynor bukan orang meyakinkan untuk menyombongkan diri.
"Nona Sua, cobalah sedikit memercayai lelaki ini, meski wajahnya meragukan tapi dia bisa membuat keajaiban." Erza coba meluruskan.
"Apa sebegitu terpaksa nya kau untuk percaya dengan ku Erza."
"Bukan tidak percaya, tapi kau memang tidak terlihat meyakinkan." Balas Erza.
"Baiklah." Serin Sua mengangguk.
Serin Sua mempersiapkan diri, dia segera mengosongkan energi tenaga dalam yang tersimpan di tubuhnya, ini dilakukan agar ketika energi suci di masukan kepada Sua, itu bisa di serap sempurna.
Raynor membuka segel gerbang pertama langit surgawi, ledakan cahaya kuning keemasan menyebar ke seluruh ruang kamar. Tekanan aura luar biasa membuat Erza, Serin Sua dan Siva merasa gemetar, tapi itu sudah Raynor tekan hingga batas terkecil dari kekuatan penguasa tertinggi.
Raynor meletakkan tangannya di atas luka, energi suci mulai melapisi tubuh Serin Sua,
Sensasi penuh kesakitan saat Raynor mencoba memecahkan efek racun energi hitam, dia menggigit bibir untuk bertahan, bahkan tangan Sua pun dengan kuat mencengkram pinggang Raynor.
Teriak Raynor dimana cengkram Serin Sua terus menarik celana Raynor..."Nona jangan tarik nanti celanaku lepas."
Tapi Serin Sua hanya perduli dengan sakit yang dia rasakan, terus saja menarik celana Raynor hingga terdengar suara sobekan.
"Kan sobek, aduh, celana baru lagi."
Raynor tidak perduli dengan celannya yang sudah sobek dan akan copot oleh tangan Sua. Setelah beberapa nafas, Kilauan emas terangkat dari dalam luka Serin Sua, gadis itu pun mulai bernafas lega.
Perasaan nyaman dan hangat benar-benar mengisi kekuatannya kembali.
Energi suci selesai menarik paksa energi hitam hingga lenyap. Setelah semua selesai, barulah Raynor memberi energi pengobatan untuk mengembalikan kondisi luka agar tertutup rapat.
Dalam beberapa nafas kondisi tubuh Serin Sua kembali seperti semua, bahkan tidak tampak ada luka bekas perkelahian yang dia terima sebelumnya.
"Raynor terimakasih atas bantuan ini, aku mungkin akan tewas jika tidak bertemu denganmu." Kata Serin Sua.
"Sama-sama, ini lah gunanya aku tersesat." Jawaban Raynor membuat Serin Sua sedikit tertawa.
"Ya kau benar, aku mulai berpikir jika tersesat ternyata memiliki sebuah keuntungan." Erza tersenyum cerah untuk rasa sakit yang telah hilang.
Serin Sua jelas merasa senang, dia tidak mengikuti keinginan Lan Wereng untuk memprotes kebijakan guru Gundira dengan membawa Raynor ke sekte teratai api.
Jika itu terjadi, maka secara langsung dia ingin menjadikan Raynor sebagai musuhnya.
Karena saat Sua melihat segala hal yang di miliki oleh Raynor, memang pantas guru Gundira berniat mengangkat Raynor sebagai pilar utama. Dia sangat kuat dan bisa menggunakan bermacam kemampuan yang tidak biasa.
*******
Raynor sudah mengirimkan surat, perihal Serin Sua kepada Guru Gundira.
Tidak perlu menunggu waktu lama, hanya berselang seperempat hari guru Gundira sudah hadir di depan pintu dan masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu.
__ADS_1
"Suaaaaa, kau baik-baik saja." Teriak Gundira.
"Jangan berisik guru, dia sudah baik-baik saja, aku sudah menyembuhkan semua luka Sua." Balas Raynor menutup mulut orang tua itu.
Melihat Serin Sua yang kini sedang duduk di atas ranjang dengan kondisi sehat walafiat, ketegangan di wajah Gundira pun akhirnya pudar.
"Sebenarnya apa yang kau lakukan Sua." Ucap Gundira dengan mendekat.
Ada keengganan untuk Sua menjawab..."Aku bertarung dengan Hazard Lue."
Kepala Gundira menggeleng tidak jelas...."Padahal sudah aku katakan, untuk tidak mencari masalah dengan mereka, kau masih belum cukup mampu melawan para anggota sekte iblis tanah neraka."
"Tapi Aku mendapat informasi tentang mereka."
"Jadi itu alasanmu sering pergi ke luar sekte."
"Ya guru maaf, aku benar-benar tidak bisa diam dengan semua dendam yang aku miliki kepada mereka." Balas Sua sedikit murung.
"Aku tahu, tapi melawan orang-orang itu kau bisa saja terbunuh."
"Itu sudah aku rasakan, jika tidak ada Raynor tentu aku sudah tewas." Tersenyum pahit Sua menjawab.
Gundira kembali menatap Raynor, jabatan tangan seakan memberi rasa terimakasih karena sudah menyelamatkan murid kesayangannya.
"Sungguh aku sangat berterimakasih Raynor, aku sudah menganggap Sua sebagai anakku sendiri, jadi aku tidak tahu bagaimana harus membalas kebaikan mu." Gundira benar-benar melihat kebahagiaan d wajahnya yang penuh keriput.
"Anggap saja ini sebagai hutang guru Gundira, mungkin di masa depan nanti aku ingin meminta bantuan anda."
"Ya aku akan coba membantu selama itu dalam kemampuan ku."
Tidak ada yang menyangkal jika Serin Sua adalah murid kesayangan Gundira, bahkan dia diperlakukan seperti seorang anak.
"Sebelumnya kau memiliki informasi tentang mereka, apa itu Sua." Bertanya Raynor.
"Ketika aku menyusup di istana kerajaan Soran, aku melihat ada tiga orang, Hazard Lue, Tsyuko dan Greedan, mereka membicarakan sesuatu, dimana dalam satu bulan Sekte iblis tanah neraka akan bergerak, mereka sudah bersiap membangkitkan kembali Iblis Azarto."
Gundira terdiam untuk sebuah keheningan yang tidak biasa, dia memang sudah tahu jika semua anggota sekte iblis tanah neraka dulu kini sudah kembali berkumpul. Tapi terlalu cepat dari perkiraan Gundira, dia merasa bingung dengan situasi terburuk ketika sekte itu menunjukkan diri di muka umum.
"Apa kau mengenal ketiga orang itu guru Gundira." Raynor bertanya serius.
"Hazard Lue, adalah pemimpin kelompok bandit Taring Hitam, Tsyuko seorang ahli beladiri yang hidup berkelana dan jelas Greedan raja kerajaan Soran." Gundira menjelaskan.
"Dari mereka semua siapa yang paling kuat, guru." Balas Erza bertanya.
"Tsyuko, dia adalah seorang ahli beladiri tingkat guru tahap akhir, tapi itu sepuluh tahun lalu, kemungkinan besar dia sekarang adalah seorang ahli beladiri tingkat saint suci."
Raynor merasakan paham, dia sedikit membandingkan dengan kekuatannya sekarang, dimana jika melawan Tsyuko haruslah membuka segel gerbang langit surgawi.
Gundira menepuk pundak Raynor tiba-tiba..."Raynor apa kau bisa melakukan sesuatu untukku."
"Apa itu guru Gundira ?."
"Aku ingin kau pergi ke daratan tengah untuk bertemu dengan kaisar pedang naga Elonel." Ucap Gundira memberi tugas kepadanya.
"Hmmm baiklah, tapi aku juga ingin anda menjaga semua anggota kelompok ASKAR didalam perlindungan anda guru." Jawab Raynor tanpa perlu ragu.
"Jangan khawatir soal itu, atas janjiku tidak akan ada hal buruk kepada mereka."
__ADS_1
"Aku cukup tenang untuk meninggalkan mereka sekarang." Balas Raynor.
Perjalanan Raynor kini akan berlanjut menuju daratan tengah, entah apa yang terjadi ketika pertemuan dengan kaisar pedang naga Elonel. Tapi itu juga yang diharapkan olehnya.