The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
Pemandangan yang indah


__ADS_3

Renkarnasi bukanlah hal aneh di dunia beladiri, meskipun itu hanya Erza dengar dalam legenda. Tapi bagi mereka-mereka yang mampu mencapai tingkat immortal dan menapaki jalan keabadian, Renkarnasi adalah salah satu kemampuan untuk menghindar dari kematian.


Erza bisa menganggap bahwa Raynor yang kini dia temui sekarang adalah salah satu sosok immortal dalam legenda, itu menyakinkan dirinya tentang seberapa kuat Raynor di usia muda.


"Jadi tempat apa ini... tunggu, Bagaimana aku harus memanggil mu." Bertanya Erza karena dia hanya mengenal Raynor seperti apa yang dilihatnya di dunia nyata.


Tapi dalam dunia spiritual ini, sosok yang dia kenal sebagai Raynor adalah orang berbeda, lebih tepatnya hanya penampilan saja, sedangkan soal sifat itu sama saja.


"Panggil saja aku Raynor seperti biasa."


"Baiklah, terus ?."


"Tempat ini adalah dunia spiritual yang ada didalam jiwaku." Jawab Raynor.


"Lantas kenapa aku bisa masuk kedalam dunia spiritual milik mu."


"Soal itu...." Seakan ragu-ragu untuk Davendra menjawab.


Sekilas dia pun melihat sikap Erza yang menggunakan tangan untuk menutupi bagian dada dan diantara paha. Wajah merah penuh dengan kegelisahan ketika dia tahu bahwa Davendra menatapnya serius.


"Sebelum itu, apa kau tidak memiliki pakaian, aku tidak nyaman jika kau terus melihat kepadaku."


"Kenapa tidak ?, Itu pemandangan yang indah, tentu aku tidak ingin melewatkannya." Seratus persen Raynor serius.


"Kalau begitu berikan saja pakaianmu."


"Itu tidak bisa, pakaian yang aku gunakan sudah termasuk bagian dari gambaran jiwaku, kecuali jika aku melepaskannya sendiri, tapi pakaian ini akan hilang." Jawab Raynor.


"Ini memalukan kau tahu." Erza gelisah karena dia tahu jika Raynor memperhatikan setiap hal yang ditutupi olehnya.


"Santai saja, karena di dunia nyata kau pun sedang telan*jang, jadi tidak ada bedanya."


Erza terkejut... "Telanjang memang apa yang terjadi ?."


"Hal inilah yang ingin aku katakan kepadamu."


"Tentu kau harus mengatakannya, bagaimana bisa aku telan*Jang di sana."


Raynor tersenyum pahit..."Apa kau ingat hal terakhir yang kau alami."


"Ya aku ingat."


Erza mengangguk, dia tertebas pedang oleh orang berjubah dan kesadaran hilang saat Raynor datang menyelamatkannya.


"Kau kehilangan banyak darah, lukamu sangat fatal, kemampuan pengobatan ku tidak bisa menyelamatkan mu." Perjelas Raynor.


"Itu artinya aku sudah mati." Lemas Erza seakan pasrah.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak mungkin membiarkanmu mati, tapi aku harus meningkatkan energi tenaga dalam sebagai seorang pemahaman bumi, itu aku lakukan agar energi pengobatan ku semakin tinggi agar bisa menyelamatkan mu." Jawab Raynor dengan penuh keyakinan.


"Bagaimana caranya kau menerobos ke ahli beladiri tingkat pemahaman bumi."


Sedikit bingung Raynor untuk bicara..."Apa kau bisa berjanji untuk tidak marah dengan apa yang aku lakukan."


"Aku tidak akan marah, bagaimana mungkin aku marah kepada orang yang menyelamatkan ku dari kematian." Erza tentu memahami situasinya.


"Aku mengambil keper*awanan mu, dan menggunakan teknik meditasi gabungan jiwa agar aku naik ke tingkat lebih tinggi, sehingga bisa mengobati lukamu."


Erza terkejut, bingung, malu dan semua tercampur aduk di dalam pikiran, dia terbayang apa yang terjadi di dunia nyata, wajah merah karena tahu kegiatan apa yang sedang dilakukan Raynor.


"Katakan bagaimana cara untuk kembali." Erza bertanya dengan mengguncang tubuh Raynor.


"Itu sangat mudah, kau hanya perlu berkonsentrasi dengan niat kembali ke tubuh dan secara langsung kau akan berpindah kesadaran."


Mendengar penjelasan Raynor, Erza masih ragu-ragu untuk mengetahui kenyataan saat kembali ke tubuh sendiri, tentang bagaimana menanggapi perasaannya atau pun seperti apa nantinya sikap kepada Raynor.


"Baiklah, kemudian aku akan pergi, karena kita tidak mungkin melanjutkan hubungan ini." Berkata Erza.


"Sejak awal aku hanya berniat menyelematkan mu Erza, entah apa yang akan kau minta, aku tidak akan memaksamu." Jawab Raynor.


"Terimakasih, aku berjanji akan membalas kebaikan mu Ray."


Seketika tubuh spiritual Erza lenyap, dia telah kembali dalam kesadarannya sendiri, hanya saja Raynor tidak segera mengikuti Erza.


Bisa dipastikan meski menggunakan satu batu jiwa binatang iblis tingkat tinggi, itu tidak akan cukup mengisi danau sampai penuh.


"Aku tidak bisa bayangkan, seberapa banyak energi yang harus aku dapatkan untuk melangkah ke tingkat Dewa yang mulia." Davendra tersenyum pahit selagi melihat danau di hadapannya.


******


Kembali ke dunia nyata.....


Erza membuka mata, dan sosok Raynor ada di depannya tanpa ada satu kain pun menutupi tubuh mereka, sentuhan kulit bisa dia rasakan, termasuk di bagian bawah antara dua paha terganjal oleh sesuatu yang besar.


Memang benar jika luka yang dia terima sembuh total tanpa ada rasa sakit, dan masih terlihat juga ada banyak darah membasahi ranjang mereka.


Ketika Erza coba untuk membalik Raynor, bergerak melepaskan benda besar yang nyangkut diantara pahanya. Tapi tubuh Erza seperti tersengat petir, kaki menjadi lemas, kram dan kesemutan hingga tidak mampu berdiri.


Erza menjatuhkan tubuh kembali, tapi itu membuat benda besar milik Raynor menyelinap masuk lebih dalam, bahkan jika awal Raynor masih menahan diri dan memasukkan tiga perempat dari semua miliknya. Tapi sekarang ditelan habis oleh Erza.


"Apa ini, apa ini.... Apa ini.." Erza bingung karena barulah pertama kali dia melakukan bersama lelaki.


Erza merasakan ada hal aneh datang, dia gemetar dan tidak kuat untuk menahan sesuatu yang memaksa keluar dari aset pribadinya.


Raynor barulah kembali ke dunia nyata, sebuah pemandangan luar biasa dia lihat secara langsung. Raynor pikir Erza akan melepaskan diri ketika sadar, tapi sekarang wanita itu bergerak naik turun perlahan-lahan.

__ADS_1


"Aku pikir kau akan pergi setelah semua selesai."


"Diam kau." Kesal Erza menutup mata Raynor.


"Kau menyuruhku untuk diam tapi tubuhmu tidak bisa diam, bukankah itu tidak adil."


Tersenyum Raynor selagi melihat ekspresi wajah Erza yang begitu menikmati setiap dorongan masuk ke dalam tubuhnya.


"Jangan melihatku, ini memalukan."


"Hei tidak ada yang memalukan darimu Erza."


"Kau hanya mengolok-olok ku, aku tahu aku tidak secantik Sania, tapi aku ingin tetap seperti ini." Ucap Erza tanpa berani menatap mata Raynor.


Tangan Raynor bergerak maju, membelai rambut Erza yang pendek dan mengusap pipi merah ketika menahan rasa nikmat. Semakin kebawah hingga sentuhan langsung di dua daging kenyal yang sedang bergoyang.


Hanya dengan sentuhan tangan Raynor sudah membuat tubuh Erza gemetar dan semakin membasahi ranjang. Tapi seakan tidak ada niat untuk berhenti, Raynor memutar tubuhnya hingga kini Erza berada di bawah.


"Apa kau ingin melanjutkannya atau berhenti sampai di sini." Bertanya Raynor.


"Diam, kau hanya membuatku malu."


"Untuk apa merasa malu, sedangkan kau menikmatinya."


"Terserah kau."


"Baiklah." Raynor menarik senjatanya hingga lepas.


Wajah Erza terlihat menyesal, tapi Raynor sedang menggoda Erza agar lebih jujur dengan apa yang dia inginkan.


"Kenapa kau berhenti Raynor."


"Kau tidak memintanya, jadi untuk apa kita lanjutkan." Raynor tersenyum mengejek.


"Tidak, tolong, lakukan lagi aku ingin kau memasukannya di dalam tubuhku, aku ingin merasakan kenikmatan ini lebih lama." Erza memohon.


"Jika itu yang kau inginkan."


Gerakan tubuh Raynor perlahan namun pasti, dia tidak mungkin memaksakan nafsu dengan cara kasar karena ini pertama kali Erza melakukannya, meski begitu wajah Erza benar-benar kacau hingga lupa berapa kali dia mengerang ketika mencapai puncak kenikmatan.


Pagi akan menampakkan diri, tubuh Erza berbaring lemas tanpa tertutupi kain, setelah menghabiskan malam cukup panjang antara hidup dan mati, kenikmatan dan rasa penyesalan, Erza memberikan semua, tubuh dan juga jiwanya.


Tidak ada rasa bersalah untuk Raynor meski dia sudah bertunangan dengan Siva, Karena di kehidupan sebagai penguasa tertinggi, dia memiliki banyak istri hidup berdampingan dengan harmonis.


Erza atau pun Siva hanya satu dari mereka semua, dia menyukai kecantikan dan bagi penguasa tertinggi memberi kebahagiaan kepada setiap wanitanya adalah kewajiban.


Di dunia ini tidak ada larangan memiliki istri lebih dari satu, atau hidup bersama para selir yang menemaninya tidur, jadi tidak ada salahnya membawa Erza meski Raynor sudah dipastikan menikahi Siva.

__ADS_1


__ADS_2