
Menjelang pagi ...
Cahaya matahari belumlah tampak untuk membangunkan para manusia dari tidur mereka, tapi di tengah hutan, derap langkah kaki ribuan manusia berjalan melewati lembah untuk memasuki wilayah kerajaan Losborn.
Jalur lembah besar tanpa akhir, wilayah perbatasan antara kerajaan Losborn dan kerajaan Soran menjadi jalan pintas melewati hutan Jatilowa yang menembus langsung ke kota kerajaan.
Menggunakan pakaian perang bersimbol tiga senjata yang saling bertemu dan sebuah gambar perisai tepat di tengahnya, itu adalah para pasukan dari kerajaan Soran dimana membawa persenjataan lengkap untuk mulai melakukan serangan.
Tidak hanya itu, tepat di barisan tengah dari pasukan mereka, terdapat sepuluh binatang iblis besar yang sudah di jinakkan dengan artefak khusus, meski masih lebih lemah dari para penguasa hutan Jatilowa, tapi kekuatan sepuluh binatang iblis itu jelas cukup menghancurkan pasukan terdepan kerajaan Losborn.
Satu lelaki yang menggunakan kuda datang dan di ikuti pasukan berkuda lain, dia adalah pemimpin pasukan atau jendral perang untuk melakukan perintah raja.
"Jendral Zernad, kami mendapatkan informasi jika para bandit yang kita sewa sudah memasang semua artefak peledak di tempatnya." Ucap salah satu bawahan dari atas kuda.
"Bagus Requel, kita hanya perlu menunggu waktu tengah hari dan semua artefak akan membunuh orang-orang itu." Terlihat senyum puas di wajah Zernad.
"Itu karena festival yang kerajaan Losborn selenggarakan, pasukan penjaga di setiap titik perbatasan benar-benar longgar, ini sangat mudah bagi kita menerobos ke wilayah mereka."
Requel yang menjadi kapten pasukan dari garis depan jelas sudah memantau rute perjalanan mereka.
"Sesuai dengan perhitungan kita, jika perjalanan ini tidak ada hambatan apa pun, tengah hari nanti kita sudah sampai ke tempat tujuan, dan segera melakukan serangan penuh untuk menembus pertahanan kota kerajaan."
"Tentu saja jendral, kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk artefak penghancur skala besar." Requel itu mengangguk patuh.
"Semua rencana kita harus berhasil, jika tidak maka kegagalan tujuh belas tahun lalu akan terulang kembali." Ucap Zernad penuh keyakinan.
"Tapi jenderal bukankah saat itu kita dikalahkan karena Rezar datang untuk mendorong mundur pasukan kerajaan Soran." Ucap Requel mengubah wajah Zernad.
Sepintas ingatan Jenderal Zernad kembali ke masa dimana dia masih belum menjabat sebagai pemimpin pasukan. Zernad ikut dalam penyerangan terhadap kerajaan Losborn, semua titik sudah di kuasai, orang-orang dalam sandera agar tidak ada perlawanan.
Tapi seseorang datang dari kobaran api, melepas kekuatan tenaga dalamnya dan semua pasukan yang menyandera para penduduk tewas seketika. Tanpa bisa melawan harus bersembunyi untuk menyelamatkan diri.
Itu menjadi aib, bahwa Zernad tidak lebih seorang pengecut.
"Lebih dari sekedar mendorong mundur, Rezar sendiri sudah cukup untuk meratakan kerajaan kita, tapi dia tidak melakukannya." Balas Zernad.
"Apa Rezar itu termasuk orang suci yang tidak ingin membunuh."
__ADS_1
"Bukan, tapi karena Rezar pernah memiliki hutang kepada kerajaan Soran, sehingga dia lebih memilih untuk mendamaikan dua belah pihak."
Itu sangat masuk akal, jika kerajaan Losborn memang berniat menguasai daratan timur harusnya menjadi hal mudah, Rezar adalah ahli beladiri tingkat Sovereign yang dimana satu kerajaan akan rata karena kehadirannya.
"Tapi dari mana jendral tahu jika Rezar sudah tewas." Requel merasa ragu.
"Ada banyak sekali informasi yang diperdagangkan dalam pasar gelap, salah satunya adalah kematian Rezar saat pembantaian desa Maresha."
"Bagaimana jika ternyata informasi itu salah."
"Para informan tentu sudah memastikan kepastian informasi yang mereka jual, jika tidak, para petualang atau orang lain tidak akan mau bertransaksi dengan mereka lagi." Zernad meyakinkan diri.
Pagi sudah datang dan mereka telah sampai di ujung hutan Jatilowa wilayah kerajaan Losborn.
Berjalan naik melewati wilayah tambang batu angkasa, beberapa orang dengan jubah hitam sudah menunggu di atas. Tapi satu dari mereka berlima datang menghadap Zernad.
"Jenderal Zernad, bagaimana perjalanan anda apa semua lancar." Sebuah pertanyaan basa basi.
"Tidak juga, karena jalanan di bawah lembah cukup sulit di lewati."
"Mau bagaimana lagi, kita akan melakukan serangan dadakan, hanya jalur lembah besar tanpa akhir saja yang tidak di jaga oleh pasukan penjaga perbatasan." Balasnya dengan alasan.
"Tentu saja jendral, kami sudah memastikan jika kerajaan Losborn akan runtuh siang ini."
"Baguslah, aku percaya dengan pekerjaan kalian."
"Kalau begitu mari ikuti aku, tuan Dorondo sudah menunggu." Satu orang itu berjalan memasuki hutan bersama Zernad dan Requel.
Di antara bayangan pohon dalam hutan Jatilowa, ada lebih dari seratus sosok yang mengawasi setiap gerak gerik dari pasukan mereka.
Para lelaki berjubah itu adalah anggota kelompok Taring Hitam yang mereka sewa untuk mengamankan semua rencana dalam penyerangan terhadap kerajaan Losborn.
Hubungan kerja sama antara kerajaan Soran dan bandit Taring Hitam tentu terjalin karena ada keuntungan di dua belah pihak.
Kerajaan Soran tentu membayar mahar cukup banyak untuk semua bantuan yang diberikan, dan kelompok bandit Taring Hitam tidak akan membiarkan uang di depan mata pergi begitu saja.
Secara khusus jendral dibawa ke belakang bukit tidak jauh dari dinding pembatasan kota, dan itu terdapat pintu masuk rahasia dimana menjadi salah satu persembunyian markas bandit Taring Hitam.
__ADS_1
Seseorang duduk dengan tatapan mata serius kepada Zernad dan Requel, aura membunuh yang mereka rasakan tentu terasa hingga membuat tenggorokan terasa gatal.
Zernad mengambil kursi dan duduk saling berhadapan.... "Tuan Dorondo, terimakasih atas bantuan anda untuk melancarkan urusan kami."
"Ini sudah menjadi perjanjian, termasuk motto kami adalah 'kami tidak akan meragukan siapa yang membayar meski permintaannya aneh-aneh'."
"Sungguh kelompok Taring Hitam bisa sangat diandalkan."
"Karena itulah kami mendapat penghargaan sebagai kelompok bandit terhebat di wilayah timur."
Hingga beberapa wanita datang dengan membawa hidangan kecil, tapi alur pembicaraan seakan berganti ketika Dorondo mengeluarkan selembar gulungan ke atas meja.
"Jendral Zernad, ada satu hal yang bisa aku minta kepada anda."
"Tentang apa itu." Zernad bertanya serius.
"Jika jendral bertemu dengan lelaki di dalam gambar ini, jangan bunuh dia, aku memiliki urusan pribadi yang harus di selesaikan."
Zernad mengambil gambar poster dari tangan Dorondo, dia hampir tertawa, tapi cepat tangannya menutup mulut.
"Apa ada masalah jenderal." Dorondo bertanya.
"Tuan apa kau tidak salah memberikan gambar."
"Tentu saja tidak, lelaki di gambar ini adalah orang yang menjarah semua harta markas ku, dan juga hampir membunuhku." Balas Dorondo dengan tatapan marah.
"Sungguh mengejutkan, orang dengan wajah seperti kera ini bisa membuat anda sebagai seorang maling, kemalingan juga."
"Apa jendral sedang bercanda." Dorondo merasa tersinggung untuk ungkapan Jendral Zernad.
Melihat tatapan mata serius dari Dorondo, itu menunjukkan kebencian besar antara dia dan lelaki dalam gambar, meski pun Zernad tidak yakin akan menemukannya.
"Kalau begitu bagaimana cara kami menemukan lelaki ini, jika hanya dengan gambar, tentu ada banyak kera yang sama rupanya." Sedikit lelucon yang Zernad ucapkan.
"Orang itu memiliki hubungan dengan klan harimau merah."
Zernad memasukan gambar wajah lelaki itu kedalam saku ...."Baik, jika aku bertemu dengan orang ini akan aku bawa dia kepada anda tuan Dorondo."
__ADS_1
"Tidak perlu, aku sendirilah yang akan datang untuk membunuhnya." Ucap Dorondo yang mengepal erat tangan.
Zernad dan Requel bergegas pergi dia masih harus mempersiapkan semua pasukan dimana waktu penyerangan akan tiba.