The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
Sosok lain


__ADS_3

Jika ini bukan karena nyawa Erza di ujung tanduk, Raynor tidak bisa seenaknya saja melakukan teknik meditasi gabungan jiwa dengan seorang wanita. Karena dia seperti merebut kehormatan mereka secara paksa, sehingga Raynor merasa bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.


Berbeda cerita ketika membayar seorang pela*cur untuk dia gunakan, itu adalah pekerjaan yang dimanfaatkan oleh Raynor dengan imbalan berupa uang, tapi syaratnya adalah mereka haruslah masih suci.


Teknik meditasi gabungan jiwa haruslah menyatukan dua tubuh menjadi satu dan melakukan sinkronisasi tenaga dalam satu sama lain melalui organ vital. Antara lelaki atau pun perempuan saling berbagi energi tenaga dalam, tercampur dan berkembang semakin besar untuk mereka bagi sama rata.


Sebuah keuntungan yang setara, meski pun wanita tetaplah dirugikan karena telah hilang Kesucian mereka.


Raynor tidak memiliki waktu untuk ragu-ragu, berharap keajaiban datang pun adalah hal mustahil, jika dia menggunakan kekuatan penguasa tertinggi dipastikan tubuh Erza tidak kuat dan akan hancur, sehingga teknik meditasi gabungan jiwa menjadi satu-satunya pilihan.


Membawa tubuh Erza ke atas ranjang, Raynor menutup luka itu dengan pakaian yang dia ikat untuk memperlambat aliran darah keluar dari luka di punggung Erza.


Melepas satu persatu ikatan tali pakaian yang menutupi tubuh Erza, hingba Raynor bisa melihat keindahan tepat berada di depan mata.


Meskipun jiwanya adalah seorang penguasa tertinggi tapi tetap saja, dia seorang lelaki yang sehat jasmani dan rohani, tentu merasa terkagum ketika melihat sebuah tubuh wanita tanpa busana.


Sejak awal Raynor tahu jika Erza memang cantik, meski tidak seperti kecantikan Sania atau pun Siva, dia tetap memiliki daya tarik yang bisa membuat lelaki bernafsu untuk memakannya.


Tiba-tiba saja Raynor menampar dirinya sendiri dengan keras.... 'Sadarlah, tujuanku adalah menyelamatkan Erza, jangan terbawa nafsu dan jangan bertindak brutal.'


"Erza maafkan aku...."


Secara perlahan Raynor mulai mengarahkan benda pusaka yang mampu mengguncang pengunungan dan membuat lembah bergoyang ke satu tempat milik Erza, aset pribadi dimana harusnya diberikan kepada orang yang dia cintai tapi Raynor ambil.


"Ini sangat sulit, apa karena Erza masih pera*wan atau punyaku terlalu besar."


Sedikit Raynor paksaan hingga akhirnya mampu menembus ujung dari senjata ketika memasuki tubuh Erza, tapi itu belum cukup, dimana dia harus mencapai bagian terdalam dan mulai melakukan teknik meditasi gabungan jiwa.


Seakan ada yang menahan Raynor untuk memasuki tubuh Erza, tidak mungkin berhenti, sekali gerakan dia lepas dan menekan cukup kuat demi menembus pertahanan terakhir.


Aliran darah membasahi senjata, tapi itu tujuan Raynor tercapai dimana hampir semua bagian senjata telah memasuki tubuh Erza di titik terdalam.


"Baiklah aku akan mulai." Raynor memejamkan mata dan aliran energi dilepaskan untuk dia berikan kepada Erza.


Lonjakan kekuatan tenaga dalam semakin pesat dan kuat untuk beberapa nafas itu, Raynor memasuki tingkat pemahaman bumi tahap awal.


Tanpa perlu menunggu lama, Raynor segera mengerahkan energi pengobatan untuk menutup luka Erza dan menyetabilkan kondisi tubuhnya.


Tapi lebih dari itu, tidak hanya sebuah pengobatan saja, energi yang Raynor berikan juga meningkatkan kekuatan tenaga dalam hingga Erza pun mendapat peningkatan setelah melakukan teknik meditasi gabungan jiwa bersama Raynor.


*******


Di dalam dunia spiritual.....


Erza membuka mata, dia terbangun di tengah-tengah padang rumput hijau, langit biru cerah, pohon-pohon tumbuh di sekitar dan suara gemuruh air terjun yang jatuh ke dalam danau, semua itu membuatnya takjub.

__ADS_1


Hati Erza begitu damai dalam suasana tenang disertai angin lembut meniup rambut dari Utara, namun dia segera sadar, jika saat ini tidak ada satu kain pun menutupi setiap bagian tubuhnya.


"Kenapa aku telan*jang, dimana pakaianku."


Melihat sekitar Erza cukup lega karena tidak ada siapa pun selain dirinya.


"Tempah ini sangat indah, apa ada di dalam mimpi ? Atau aku sudah berada di surga."


Erza tertawa, dia menertawakan dirinya sendiri karena ingat kejadian terakhir sebelum terbangun di atas padang rumput yang asing.


"Tidak mungkin aku berada di surga, setelah semua hal buruk yang aku lakukan."


Setiap hal yang terjadi dalam hidupnya masih dengan jelas di kepala, termasuk gambaran terakhir tentang wajah Raynor sebelum dia terbangun di padang rumput asing.


"Aku sudah mati, aku bahkan belum sempat menebus kebaikan Raynor." Senyum Erza tampak berat.


"Aku benar-benar menyesal." Gumamnya bersama setitik air mata jatuh.


Erza membaringkan diri kembali, seakan tubuh begitu lelah ketika bayangan Raynor datang di pikirannya


"Kenapa setelah semua hal buruk yang aku lakukan dalam hidup ini kau baru datang Raynor, andai saja kita bertemu lebih cepat, aku yakin, aku bisa hidup bahagia jika bersamamu."


Selagi Erza mencoba melepaskan diri dari penyesalan, suara langkah kaki terdengar mendekat.


"Sepertinya karena teknik meditasi gabungan jiwa, kau bisa memasuki dunia spiritual di dalam tubuhku Erza." Ucap lelaki yang berdiri di belakang.


"Tapi ini sangat luar biasa hanya dengan percobaan pertama sudah membawaku ketingkat pemahaman bumi tahap tengah." Gumamnya sendiri.


Erza segera bangkit dan melihat ke belakang, nyatanya itu bukan sosok lelaki yang ingin dia lihat..."Ray.... Siapa kau !!!."


"Kenapa kau terkejut, apa kau sudah lupa dengan wajahku untuk beberapa saat." Balasnya.


Menutupi setiap bagian dari aset pribadi yang dia miliki, tentu menunjukan tubuh telan*jang dihadapan orang asing menjadi hal tidak menyenangkan.


"Bukan begitu, hanya saja aku benar-benar tidak tahu, kau itu siapa ?."


"Ini aku Raynor, apa kau hilang ingatan."


"Aku tahu siapa Raynor, kau terlalu tampan untuk mengaku-ngaku sebagai Raynor, walau pun dia tidak kalah tampan denganmu, tapi jelas itu bukan kau."


"Oh, terimakasih kalau begitu."


Raynor baru sadar, jika di dalam dunia spiritual dirinya akan kembali menjadi wujud Davendra. Karena di sini adalah ruang jiwa, dan jiwa Raynor adalah sang penguasa tertinggi, sehingga dia mengerti kenapa Erza terkejut dan membantah kalau lelaki yang ada di hadapannya bukan Raynor.


Di pandangan mata Erza jelas sosok lelaki yang kini ada di depannya bukanlah Raynor, dia jauh lebih tampan dengan kulit putih dan hidung mancung, sosok sempurna dengan wajah jantan hingga mampu mempesona semua wanita.

__ADS_1


Seakan menganggap dirinya berada di alam surga setelah di bunuh oleh orang-orang berjubah, tapi untuk sekarang, bukan lelaki ini yang di harapkan Erza.


"Tapi aku adalah Raynor, lihat ini."


Davendra menggunakan kekuatan tenaga dalam dimana dia bisa mengubah wajahnya seperti yang diinginkan.


Semakin Erza terkejut setelah melihat sendiri perubahan wajah lelaki yang dia tidak kenal kini menjadi Raynor, tidak ada yang salah, karena bentuk wajah itu sangat mirip.


"Kau pasti mencoba menipu ku dengan berpura-pura sebagai Raynor, apa yang sebenarnya kau inginkan." Erza marah.


"Hmmm, sejak awal aku adalah orang yang kau panggil Raynor, sedangkan. Raynor yang kau kenal, bukan Raynor sebenarnya."


"Apa maksudmu, aku tidak mengerti."


Menggeleng kepala Davendra untuk menjelaskan tentang kejadian yang dia alami sehingga kini menempati tubuh Raynor.


"Aku bingung, bagaimana harus menjelaskan kepadamu."


"Harusnya disini aku yang bingung, kenapa kau juga ikut bingung."


Davendra menghembuskan nafas berat...."Ini sangat rumit karena kau tidak bisa memahaminya."


"Baiklah, coba kau jelaskan sekali lagi."


"Begini ... Raynor yang sebenarnya sudah lama mati, dan aku mengambil jasadnya sebagai wadah dari jiwaku, awal pertemuan kita di kota Tegalasa dan di dalam penjara adalah aku, jadi bukan Raynor yang sebenarnya."


Mendengar cerita dari Davendra Erza berpikir keras dan mulai paham, meski pun itu dianggapnya seperti hal yang mustahil terjadi.


"Jadi selama ini kau bukan Raynor ?." Bertanya Erza.


"Iya itu benar."


"Lantas siapa kau ?." Kembali Erza bertanya.


"Sebenarnya aku adalah orang yang bukan berasal dari dunia ini, melakukan renkarnasi dan mengambil jasad Raynor sebagai wadah serta menggunakan nama itu." Jawab Raynor seperti apa adanya.


"Ah jadi begitu...."


"Kau paham ?."


"Sedikit."


"Sedikit itu seberapa banyak."


"Aku tahu kau bukan Raynor, tapi kau yang menggunakan tubuh dan nama Raynor untuk hidup." Erza menjelaskan lebih detail dari pemahamannya.

__ADS_1


"Seperti itulah." Raynor merasa lega karena Erza bisa memahami penjelasannya.


Tapi tetap saja, Erza masih berpikir bagaimana dia akan menerima Raynor sekarang, akankah Erza bersikap seperti biasanya atau harus berubah setelah tahu kenyataan jika lelaki yang dia kenal adalah sosok lain.


__ADS_2