
Sore sudah menjadi malam.
Raynor dan Sania beranjak pulang ke klan harimau merah karena sudah mendapatkan tujuan mereka, namun setelah melihat keadaan dari tuan Lamo dan Sisha, Sania lebih banyak diam.
Sania menunjukan rasa iba untuk kehidupan yang dijalani oleh ayah dan anak itu, termasuk penyakit di tubuh Lamo seakan sudah menjadi ujung dari takdirnya.
Sania yang tidak tahu apa pun mengenai ilmu pengobatan, dia mulai bertanya... "Apa keadaan ayah Sisha seburuk itu Ray, apa tidak ada yang bisa kau lakukan."
"Buruk, sangat buruk Sania, tepat di jalur tenaga dalam yang menuju jantung Tuan Lamo sangat parah, sudah seperti keajaiban karena tuan Lamo mampu hidup sampai sekarang."
"Bagaimana jika aku memanggil tabib dari klan harimau merah, mereka mungkin bisa mengobatinya."
"Itu percuma, karena mustahil bagi siapa pun memperbaiki jalur tenaga dalam di bagian jantung manusia, karena satu kesalahan saja, nyawa jadi taruhan." Serius Raynor mengatakannya.
Sebenarnya Raynor memiliki cara yang mampu menyembuhkan Lamo, tapi untuk keberadaannya di dunia ini adalah hal mustahil, karena Raynor harus membuat satu ramuan tingkat tinggi dan bahan-bahannya hanya ada di alam semesta atas.
"Lantas apa yang akan kau lakukan untuk tuan Lamo."
"Harapan hidupnya hampir habis, aku rasa tidak lebih dari satu bulan dan aku hanya bisa memperpanjang hidupnya untuk dua bulan kedepan."
"Jadi bagaimana dengan Sisha, apa kau akan membiarkannya begitu saja."
"Karena itu aku akan membayar tiga ratus koin emas untuk tuan Lamo mengajarkan ilmu tempa, dan tuan Lamo bisa memberikannya kepada Sisha agar dia bisa hidup sedikit lebih baik."
"Aku tidak berpikir jika dengan uang itu akan menggantikan kehadiran ayahnya."
"Kita tidak bisa berbuat apa pun Nia, jangan beri harapan jika kita tidak bisa mewujudkannya."
Sania tidak bisa menganggap bahwa perkataan Raynor adalah hal kejam, karena dia sendiri menyadari semua itu, seperti halnya dengan Furan, kondisi yang kakaknya alami seakan sudah menjadi takdir, selama bertahun-tahun pula tidak ada satu orang pun mampu menyembuhkan Furan dari penyakitnya.
Memasuki kediaman Klan harimau merah, Raynor melihat paman Regar bersama dengan lelaki asing yang bukan dari keluarga utama sedang membicarakan sesuatu.
__ADS_1
"Begitukah, jadi klan serigala hitam ingin menggunakan berita kematian Rezar agar orang menganggap klan harimau merah akan kalah." Cukup tenang Regar menanggapi obrolan itu.
"Memang ini sangat memalukan untukku, tapi klan serigala hitam ingin menghancurkan bisnis anda."
"Tapi bagaimana denganmu, apa kau tidak merasa bersalah karena menceritakannya kepadaku."
"Aku memang berharap kemakmuran klan serigala hitam tapi jika cara ini yang mereka gunakan aku tidak bisa melakukannya, terlebih lagi Rezar adalah penyelamat ku."
Langkah Raynor dan Sania semakin dekat, keduanya pun membungkuk memberi salam.
"Selamat malam paman Regar." Ucap Raynor.
"Selamat malam ayah dan juga paman Oigur." Begitu juga dengan Sania, namun dia mengenal lelaki asing yang bersama ayahnya.
"Selamat malam juga, Sania, apa kau dan Raynor pergi keluar ?."
"Ya ayah, aku mengantarkan Raynor pergi untuk mencari senjata di tempat perdagangan."
Oigur terkejut ketika Regar memperkenalkan Raynor, karena sosok yang sedang mereka bicarakan adalah Rezar dan Raynor anak dari Rezar.
"Aku sudah mendengar berita tentang kejadian di desa Maresha, aku yakin ini sangat berat untukmu Raynor karena kematian ayah dan ibumu."
"Semua sudah terjadi aku tidak bisa berbuat apa pun, hanya berharap di masa depan nanti aku mampu membalaskan dendam mereka."
"Kau benar-benar kuat, aku yakin Rezar bangga memiliki anak seperti mu."
"Terimakasih paman."
Raynor memang memiliki penilaian buruk kepada klan serigala hitam karena saat pertemuan dengan Niger menunjukan kesombongan untuk memprovokasi paman Endru. Tapi berbeda dengan Oigur, dia terlihat begitu tulus, sehingga tidak mungkin Raynor membalasnya dengan buruk.
Tidak banyak hal yang mereka bicarakan, Raynor dan Sania pun pergi ke kamar untuk beristirahat.
__ADS_1
Pandangan mata Oigur menatap kepada Raynor penuh perhatian, semua ingatan tentang perang besar saat itu dan kehadiran Rezar sebagai penyelamatnya muncul ketika dia melihat Raynor.
"Apa yang kau pikirkan tentang Raynor." Regar bertanya.
"Aku merasa dia berbeda dari ayahnya."
Regar mengangguk paham..."Jadi kau merasakan hal yang sama denganku."
"Aku masih mengingat, jika Rezar memiliki tatapan mata yang lembut dan ketulusan hati untuk dirasakan siapa pun, sedangkan Raynor sangat berbeda, aku merasa jika dia memiliki sesuatu yang sangat besar, sangat dalam dan terlalu kuat untuk usianya." Itu menjadi penilaian dari Oigur.
"Kemungkinan besar perbedaan sifat Raynor dengan Rezar karena dia telah mengalami kejadian buruk yang menimpa desa Maresha dan juga kematian keluarganya, setiap orang bisa berubah karena dampak besar muncul dalam hidup mereka."
Tapi Oigur membalas dengan gelengan kepala, seakan tidak setuju untuk ungkapan yang dikatakan oleh Regar.
"Tidak seperti itu tuan Regar, jika memang Raynor memiliki keinginan untuk balas dendam begitu besar, aku harusnya bisa merasakan ada kebencian tersembunyi, sedangkan Raynor hanya seperti ingin melakukan sesuatu di hidupnya saja."
"Jadi apa kau bilang Raynor hanya ingin memiliki tujuan agar tahu seperti apa harus hidup." Regar menyimpulkan.
"Itu benar, tapi biarkan dia menjadi seperti yang diinginkannya, walau pun aku berharap jika Raynor bisa melanjutkan hidup tanpa perlu melakukan hal bahaya. Bukankah itu yang Rezar inginkan, pergi menjauh dan memilih tinggal di desa Maresha." Oigur cukup paham tipikal orang seperti apa sosok Rezar.
"Walau pada akhirnya, hidup yang Rezar inginkan harus berakhir dengan begitu kejam." Mengepal kuat tangan Regar dengan kebencian.
Regar pun masih ingat dengan semua yang dilakukan adiknya dulu, bertarung sebagai pembela kebenaran dan menjunjung tinggi keadilan. Rezar digambarkan sebagai sosok sempurna dari idealisme seorang pahlawan.
"Jadi tuan Regar, apa menurutmu Raynor memiliki bakat beladiri seperti ayahnya."
"Kau tidak perlu meragukan itu, karena aku melihatnya sendiri, jika Raynor memiliki bakat seperti Rezar, tidak... Bahkan jauh lebih tinggi dari ayahnya." Ada kekaguman besar untuk Raynor di mata Regar.
"Jika tuan Regar yang mengatakan demikian, maka aku hanya perlu mempercayainya."
Nyatanya ketika Raynor berhadapan dengan Darnu saat latih tanding, Regar melihat secara langsung, dia takjub, bahkan merasa yakin untuk bakat milik Raynor diatas rata-rata.
__ADS_1
Antara dirinya dan Rezar, menguasai teknik sepuluh langkah harimau dibutuhkan waktu satu Minggu penuh, sedangkan Raynor mempelajarinya untuk satu kali latihan saja. Itu jelas melampaui bakat Rezar yang dikatakan sebagai sosok ahli beladiri terkuat di kerajaan Losborn.