The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
terkesima


__ADS_3

Setelah transaksi jual-beli senjata selesai, Raynor dan Serin Sua berjalan menyusuri jalanan kota Tegalasa yang ramai oleh para pendatang dari wilayah-wilayah lain di wilayah kerajaan Losborn. Sebagian besar para pendatang itu berasal dari kerajaan Balasumpang, Reskna dan Soran, karena kota ini menjadi tempat persimpangan jalan bagi para pengembara dan pedagang keliling untuk mengisi perbekalan.


Begitu juga dengan setiap klan yang membuka bisnis di kota ini, mereka adalah klan harimau merah, klan serigala hitam, klan Naga langit dan klan Garuda api . Keempat klan utama itulah yang mendominasi wilayah kota dalam sektor perdagangan.


Tapi sekali pun keempat klan utama berkuasa, serikat perdagangan masih berdiri kokoh sebagai pengawas para pedagang di seluruh benua angin biru.


Sisha tidak lagi mengikuti Raynor karena harus kembali ke temppaman Endru setelah tengah hari.


Raynor tidak tahu kemana Serin Sua akan pergi, dia hanya minta untuk menemaninya berjalan-jalan berkeliling. Bukan berarti dia merasa khawatir jika ada yang berbuat jahat.


Karena memang tidak akan ada satu orang pun di kota Tegalasa ini berani memberikan masalah untuk para murid sekte teratai api, terlebih dia adalah pilar utama.


"Raynor apa aku mengganggu waktumu untuk meminta pergi bersama denganku." Bertanya Serin Sua yang melirik kearah Raynor.


"Tentu saja tidak, karena aku sudah berjanji untuk menemani mu berjalan-jalan di kota ini, dan juga siapa yang akan menolak ajakan seorang gadis secantik anda, nona Sua." Jawab Raynor dengan sedikit menggoda dan tersenyum.


Serin Sua membalas senyuman Raynor, mereka berjalan perlahan, tidak terburu-buru, membicarakan hal-hal sederhana dan menikmati langkah demi langkah untuk sesekali memperhatikan bermacam-macam toko disekitar.


"Raynor, kenapa kau memasuki sekte teratai api ?." Serin Sua bertanya kepada Raynor.


Tidak menyenangkan jika mereka pergi bersama namun tidak berbicara satu sama lain.


"Tidak ada alasan khusus, bahkan lebih seperti untuk mengisi waktu luang saja." Jawab Raynor dengan santai.


"Waktu luang kah ?, apa kau tidak ingin mendapat kekuatan lebih tinggi dan pergi jauh ke tempat antah berantah." Serin Sua balik bertanya, karena merasa bingung atas alasan yang Raynor berikan.


Dari sekian banyak para ahli beladiri yang bersaing untuk masuk kedalam sekte teratai api dengan segala macam alasan. Ketenaran, kekuatan, nama baik, kedudukan, kewibawaan, hasrat bertarung dan masih banyak lagi.


Tapi Raynor hanya ingin mengisi waktu luang. Jika alasan ini di dengar oleh para guru besar mereka akan semaput untuk menerima kenyataan.

__ADS_1


'Mencari kekuatan yang lebih tinggi di tempat ini. Bagiku, ibarat mencari jarum di tumpukan jerami, dan jarum itu tidak ada.' Ingin Raynor mengatakan hal tersebut.


Hanya saja, dia tidak ingin terdengar sombong dan itu membuat reputasinya buruk di depan seorang wanita.


"Kekuatan ?, Tentu semua orang inginkan hal itu. Tapi, percuma jika kita memiliki kekuatan hanya untuk menyakiti seseorang, aku benci hal itu." Kata Raynor dengan bijaksana.


Padahal, apa yang Raynor katakan hanya alasan saja, dimana selama menjadi penguasa tertinggi yang tidak tertandingi, sudah banyak raja-raja di alam semesta lain yang dihajarnya untuk mengisi kebosanan, hingga mereka meminta ampun kepada penguasa tertinggi.


(Jika itu bukan menyakiti orang lain, maka akan di sebut apa ?, Olahraga ?. Tentu saja bukan.)


Penguasa tertinggi tidak memiliki lawan dan bertarung menjadi satu-satunya kegiatan mengisi waktu luang. Walau sudah banyak menyakiti orang lain dia tidak akan berhenti.


"Ya kau benar Raynor, aku pun tidak menyukai hal itu, kekuatan bisa menjadi masalah ketika digunakan oleh orang yang salah." Dia menanggapi perkataan Raynor dengan senyum menawan dari wajahnya.


"Tapi.... Untuk pergi ke tempat antah berantah lain, aku sudah memikirkan hal itu, karena aku tidak mungkin berdiam diri tempat seperti ini selamanya." Jawab Raynor.


Serin Sua melihat sesuatu yang berbeda dari lelaki seperti Raynor, tampak kagum dan memukau, dari caranya menatap ke arah Raynor.


Sedangkan Raynor hanya berpikir, jika mungkin sudah banyak lelaki di kerajaan Sunfall dan sekitarnya datang ke rumah Serin Sua, mereka menujukan segala yang dimiliki untuk mendapatkan hati Serin Sua, tapi tidak sedikit pun dia peduli.


"Kalau begitu, jika nanti kau akan pergi, bolehkah aku ikut denganmu Raynor ?." Serin Sua bertanya demikian.


Raynor bisa menebak alasan dari cara Serin Sua dengan keinginannya itu, mungkin ada banyak masalah didalam keluarga sehingga membuat dia ingin pergi.


Masalah perjodohan, tuntutan keluarga, menjaga nama baik, persaingan dengan orang lain dan ada banyak hal yang begitu merepotkan.


Bagi orang lain, mereka mungkin hanya melihat sosok Serin Sua sebagai wanita beruntung yang hidup didalam gelimang harta dan kekuasaan, tapi tidak untuk Serin Sua.


"Aku tidak bisa menjanjikan hal itu, karena apa yang akan aku lakukan, mungkin akan sangat panjang dan berbahaya." Kata Raynor dengan nada suara serius.

__ADS_1


Sekilas tangan lembut Serin Sua datang menggenggam tangan Raynor dengan cepat, diletakan di depan dadanya, sensasi lembut dan aduhai, membuat Raynor tersenyum.


"Aku tidak perduli, aku hanya ingin pergi dari tempat ini, tapi klan serigala hitam selalu menahan keinginanku itu." Jawab Serin Sua menujukan wajah melas dan memohon.


Raynor tidak berdaya melihat ekspresi gadis cantik muda dan aduhai itu memohon kepadanya, tapi dia tidak ingin menjanjikan sesuatu untuk Serin Sua.


"Aku tidak bisa menjanjikannya, tentu keluargamu akan marah jika mereka tahu, kalau putri cantiknya dibawa oleh lelaki sepertiku." Kata Raynor yang masih mencari alasan untuk menolak permintaan sua.


Ekspresi Serin Sua semakin rumit, wajahnya menunduk layu, dan lemas, sejenak kemudian, tatapan tajam diarahkan kepada Raynor.


"Kau tidak perlu khawatir dengan keluargaku, karena aku hanya sebatang kara." Ungkap Serin Sua.


Ini jelas membuat Raynor terkejut, bagaimana tidak, melihat dari segi penampilan, keanggunan, dan sikap sopan santunnya. Dia menganggap Serin Sua berasal dari keluarga berada.


"Meski pun kau meminta, aku tetap tidak bisa." Balas Raynor.


"Kalau begitu, jadikan saja aku sebagai istrimu, dengan hal itu, aku bisa mengikuti kemana pun kau pergi." Serin Sua serius mengatakannya dan membuat Raynor kembali terkejut.


Raynor tersenyum kecut melihat sikap Serin Sua yang begitu kuat ingin pergi dari tempat ini dan menjelajah dunia. Memang Raynor bisa saja mengabulkannya dengan mudah, tapi bagaimana dengan wanita-wanita lain.


Pertanyaan sulit untuk Raynor, karena dia tidak bisa sembarangan memutuskan jika pada akhirnya hanya menjadi konflik di dalam rumah tangga.


"Hmmm, tawaran yang menggiurkan, orang lain pasti saling berebut mendapatkan kecantikan sepertimu nona Sua, tapi kenapa aku yang dipilih olehmu." Bertanya Raynor kepada Serin Sua.


"Apa kau percaya, setelah melihatmu membela pak tua pandai besi itu, aku jatuh cinta." Kata Sua dengan tersenyum merah merona.


Raynor tidak tahu harus menanggapi perkataan Serin Sua akan seperti apa. Memang kehidupan sebagai penguasa tertinggi selalu dipenuhi wanita-wanita dengan kecantikan tingkat dewa yang suka rela menyerahkan jiwa, raga dan cinta untuk menjadi pendampingnya.


Walau hanya sebatas menjadi seorang selir, mereka tidak akan menolak, Raynor selalu menanggapi perasaan setiap wanita itu secara serius, bersikap adil untuk mencintai mereka semua tanpa ragu, dan tanpa menyakiti siapa pun.

__ADS_1


Tapi dari pengalaman Raynor dalam urusan wanita. Dia merasa ada suatu tujuan lain kenapa Serin Sua mendekatinya begitu serius.


__ADS_2