The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
Penolakan


__ADS_3

Pertemuan dua energi dingin dan energi petir, terlihat saling beradu kekuatan, tidak kalah satu sama lain, Sania atau pun sang Qian berusaha keras demi memenangkan pertandingan.


Ledakan besar terjadi, sekali lagi keduanya terdorong mundur dan hampir jatuh ke luar arena, Sania menggunakan dinding es untuk menahan tubuhnya dan Sang Qian menancap pedang agar bisa bertahan.


Sang Qian menunjukkan senyum kepada Sania, dia tentu menyadari betapa tingginya kekuatan lawan, tapi Sang Qian seakan tidak berniat untuk bertarung kembali, dia menaruh pedangnya masuk kedalam sarung.


"Nona Sania, bisa aku bertanya satu hal." Bertanya sang Qian .


"Apa yang ingin kau tanyakan." Sania mempersilahkan sang Qian bicara .


"Bagaimana pendapatmu tentang ku ?."


"Huh ?, Untuk apa kau bertanya tentang dirimu sendiri." Sania tidak mengerti perkataan Sang Qian.


"Karena aku ingin tahu apa aku termasuk dalam kriteria untuk menjadi lelaki mu." Balas Sang Qian dengan arti dari pertanyaannya.


"Maaf, tapi aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu itu."


"Begitukah, tapi jika aku bisa mengalahkan mu nona Sania, apa boleh aku mengenal mu lebih dekat."


"Sepertinya itu permintaan yang tidak bisa aku berikan." Secara terang-terangan Sania menolak.


Namun mendengar perkataan Sania, sang Qian tidak terlihat marah, hanya sekilas senyum yang ditunjukkan langsung kepada Sania.


"Mendapatkan sesuatu yang sulit untuk di miliki, itu membuatku bersemangat." Ucap Sang Qian.


"Aku mohon untuk kau jangan banyak berharap, saudara Qian. Aku tidak sedang memikirkan tentang hal-hal seperti percintaan." secara langsung Sania tetap menolak keinginan Sang Qian .


"Semua bisa diatur, pepatah mengatakan 'Cinta akan datang jika kita selalu bertemu', kurang lebih begitu."


"Pepatah itu harusnya mengurusi urusannya sendiri."


"Bagaimana putri Sania."


sedikit kesal Sania untuk menjawab...."Maaf, sekali lagi aku minta maaf, tapi jika harus memilih untuk menerima mu atau tidak, aku memilih tidak."


Jika itu adalah wanita lain, pernyataan yang diucapkan oleh sang Qian tentu membuat mereka semua akan berteriak-teriak seperti orang kesurupan.


Sang Qian memiliki segalanya, dia menjadi generasi muda berbakat tinggi, putra kedua dari Sang Sursanto kepala klan naga langit, bertanya soal kekayaan, dia tidak kurang sedikit pun untuk warisan tujuh turunan depalan tanjakan.


Tapi Sania tidak membutuhkan semua yang di miliki sang Qian dan tidak pula tertarik soal ketampanan wajahnya, karena Sania sendiri hanya ingin mendapat peringkat pertama demi saudaranya, Furan.

__ADS_1


"Sungguh di sayangkan, padahal aku menolak banyak wanita yang tidak memenuhi kriteria sebagai pasangan ku, hanya kau saja putri Sania pantas untuk aku dapatkan. Apa mungkin kau sudah memiliki kekasih ?." Tentu Sang Qian penasaran.


"Tidak juga, tapi aku memiliki merasa tertarik untuk satu lelaki." Jawab Sania.


"Siapa itu." semakin dibuatnya penasaran.


"Aku tidak bisa mengatakannya."


Setelah banyak hal mereka bicarakan, Sania tidak bisa menunggu lebih lama, mengambil inisiatif untuk menyerang, Sang Qian sendiri sudah bersiap melawan.


Melepaskan duri-duri es tajam ke arah sang Qian, Sania berlari di belakang, satu persatu duri es dia tangkis dan tebasan lurus di depan mata mampu dihindari.


Tanpa berhenti sampai disitu, ketika sang Qian melompat mundur setelah menghindari pedang Sania, dari tangannya muncul cahaya putih kebiruan yang di lempar lurus ke arah Sang Qian.


Tidak ada kesempatan untuk sang Qian menghindar, menempatkan posisi pedang sebagai perisai, kedua tangannya menerima energi dingin hingga membeku.


Gerakan kaki Sang Qian pun menjadi goyah akibat licinnya lantai arena yang sengaja di buat oleh Sania agar menghambat pergerakan lawan.


Tapi ini adalah taktik yang Sania buat demi memenangkan perlawanan atas sang Qian, tepat di depan wajah Sang Qian yang terjatuh, pedang biru Sania seperti siap membunuhnya.


"Aku kalah...." Ucap sang Qian dengan senyum pahit.


Wasit pun mengumandangkan nama pemenang... "Sania Avya dari klan harimau merah menang dan menjadi peringkat pertama dari generasi muda terbaik di kerajaan Losborn ini."


Tepuk tangan diberikan oleh para penonton, dia yang mampu mengalahkan sosok kandidat kuat juara pertama menjadi kebanggaan bagi klan harimau merah.


*******


Di kediaman Klan harimau merah....


Perayaan puncak festival peringkat generasi muda terbaik begitu meriah, meski pun di wilayah barat kota kerajaan masih dalam perbaikan setelah perang melawan kerajaan Soran.


Semua kerusakan bangunan ditanggung oleh raja Sura, termasuk kompensasi karena kejadian itu membuat banyak orang harus memperbaiki rumah-rumah mereka.


Tapi di sisi lain, Sania tidak berniat untuk mengikuti perayaan besar atas kemenangannya meski dia adalah juara pertama, karena saat ini Sania memilih untuk pulang bersama Raynor demi membuat Ramuan untuk Furan.


Di gudang pembuatan ramuan milik klan harimau merah, Raynor menyelinap masuk dengan mudah karena semua orang di liburkan selama perayaan festival.


Setelah Sania mendapatkan tiga tetes air dari bunga Rensa malam, Raynor pun mengumpulkan segala bahan lain dari ruang penyimpanan dari bahan baku pembuatan ramuan.


Dengan segala pengetahuan yang dimiliki sebagai seorang penguasa tertinggi, ada ribuan jenis resep ramuan tingkat tinggi yang bisa menyembuhkan Furan. Tapi bahan-bahan dari resep yang ingin Raynor buat sangat langka, bahkan hampir tidak bisa didapatkan didunia ini.

__ADS_1


Ketika tahu jika dia bisa mendapatkan air dari bunga Rensa malam dengan menjadi juara pertama, Raynor dengan segala kecerdasan mencoba berinisiatif untuk membuat resep baru yang sesuai dari bahan lain.


Salah satunya adalah ramuan perbaikan tubuh.


Bahannya cukup sederhana, sepuluh kilo bunga merah darah, inti kristal binatang iblis kualitas tinggi, air bersih lima liter dan tiga tetes air dari bunga Rensa.


Berjalan santai Raynor membawa satu karung penuh dari semua bahan yang dia dapat dari tempat penyimpanan dan juga kuali platinum untuk memproses pemasakan.


"Nia, kau bisa duduk selama aku membuat ramuan." berkata Raynor.


"Baiklah, tapi jika kau memerlukan bantuan katakan saja."


"Tidak perlu, semuanya sudah siap."


Mempersiapkan kuali dan semua bahan baku untuk memulai peracikan. Kobaran api panas membakar kuali, Raynor menuangkan darah semua air hingga mendidih.


Dalam pembuatan ramuan ada beberapa faktor yang menjadikan kemurniannya berkurang, dari mulai panas kuali, besar api, lama pembuatan dan cara meracik.


Jika setiap alkemis langsung memasukan bunga merah secara langsung, tapi Raynor berbeda. Bunga merah darah, dia haluskan dan memerasnya hingga menyisakan satu cangkir sari pati.


Dimasukan setelah air mendidih dan menunggu kedua bahan tercampur sempurna hingga mengental. Raynor segera mematikan api, kemudian memasukan inti kristal binatang iblis tingkat tinggi yang sudah dihancurkan sampai menjadi serbuk.


Cairan yang berwarna merah itu kini berubah menjadi lebih terang, merah pudar dan menghasilkan energi murni dari peleburan batu kristal binatang iblis.


Namun dari semua proses pembuatan, langkah selanjutnya menjadi yang tersulit, karena dibutuhkan konsentrasi tinggi saat melepas energi tenaga dalam sedikit demi sedikit demi mendapatkan ramuan sesempurna mungkin.


Sebelum itu, Raynor menuangkan tiga tetes air dari bunga Rensa, aroma wangi menyebar ke seluruh ruang, bahkan Sania merasakan sendiri seberapa kuat ramuan hanya dengan menciumnya saja.


Raynor membuka segel kekuatan penguasa tertinggi untuk digunakan dalam proses pemurnian.


"Baiklah, mari kita mulai." Raynor yang sudah membuka sedikit kekuatan penguasa tertinggi, meletakan telapak tangan di pinggir kuali.


Mengalirkan kekuatan tenaga dalam masuk memenuhi kuali, keringat membasahi baju. Mengeluarkan kekuatan penguasa tertinggi selama satu jam penuh, tentu membuat tubuhnya yang masih lemah itu berada di ujung batas.


Sinar merah terang terlihat dari dalam kuali, Raynor tersenyum bahagia karena ramuan yang dia buat menujukan sebuah kemurnian hingga 98%.


Di kerajaan Losborn, jika ada yang melihat seorang anak tujuh belas tahun, membuat ramuan peningkatan dengan kemurnian 98%, itu akan membuat alkemis terbaik kerajaan ini seketika mu'tah darah.


Bagaimana tidak, sebagian besar ramuan hanya memiliki kemurnian dibawah 90%, semakin rendah kemurnian ramuan itu, semakin rendah pula keefektifan nya, terlebih lagi jika terlalu lama dipakai akan meninggalkan kotoran yang mungkin merusak tubuh.


Ini lah sebabnya efek samping jika menggunakan terlalu banyak ramuan dalam satu waktu, bisa saja menyebabkan kelumpuhan, cacat permanen hingga kematian.

__ADS_1


__ADS_2