
Misi kali ini berhubungan dengan permintaan seorang pedagang besar di kerajaan Soran yang mau membayar lima ratus koin emas untuk mencari keberadaan anaknya.
Dimana menurut perkataan pedagang itu, ketika dia melewati jalan hutan Jatilowa, antara kerajaan Soran dan kerajaan Reskna ada banyak bandit yang mencegatnya dan mengambil semua barang-barang.
Anaknya cukup dewasa, dia juga seorang ahli beladiri, berusaha melawan tapi kalah jumlah dan pada akhirnya anak dari pedagang itu kalah yang kemudian di bawa pergi.
"Jadi seperti itu kejadiannya...." Ucap seorang pria buntal yang mengatakan tujuan dari misi untuk Raynor.
Raynor mengangguk paham untuk pekerjaan yang akan diambil oleh perkumpulannya. Nominal dari imbalan pun cukup besar, lima ratus koin emas, setelah di potong oleh sekte teratai api, mereka akan mendapat empat ratus koin.
"Biar aku diskusikan dengan anggota ku terlebih dahulu, karena misi ini berkaitan dengan nyawa seorang manusia dan juga memiliki resiko tinggi terjadi pertarungan, tentu nyawa kami bisa jadi taruhannya." Ucap Raynor.
Raynor membawa semua anggotanya kecuali Du Gong dan Qiu Nan, karena mereka belum menampakkan diri di tempat pertemuan.
Secara langsung Erdan bertanya...."Bagaimana menurutmu Raynor ?."
"Ini cukup menguntungkan, lima ratus koin emas, dia adalah orang kaya mungkin juga bisa mendapatkan lebih setelah misi selesai." Tambah Furan penuh antusias.
Tapi Raynor berbalik melirik ke arah Erza..."Bagaimana menurut mu Erza."
"Kenapa kau malah bertanya kepadaku." Erza tidak nyaman dengan tatapan Raynor.
"Ya kau yang lebih tahu soal ini."
Erza menghembuskan nafas panjang ..."Baiklah, dari apa yang aku tahu, para bandit biasanya hanya tertarik dengan harta, barang bawaan atau pun senjata yang memiliki harga jual tinggi. Soal penculikan manusia hanya dilakukan berdasarkan perintah atasan dan juga berkaitan dengan permintaan seseorang yang menyewa mereka."
"Jadi menurutmu masalah ini terjadi karena adanya persaingan atau pun dendam antar sesama pedagang." Balas Raynor.
Erza mengangguk...."Kurang lebih seperti itu."
"Apa ada kemungkinan anaknya di bunuh ?."
"Tentu saja, para bandit mencari sesuatu yang menguntungkan, antara dia akan di jadikan sandera untuk meminta tebusan atau di jual orang tubuhnya di pasar gelap." Jawab Erza.
Bagi Raynor dia tidak mengkhawatirkan soal resiko terjadi pertarungan melawan para bandit, kekuatan yang dia miliki sekarang sudah cukup menyingkirkan seorang ahli beladiri tingkat lord sekali pun.
Dimana dalam keadaan yang membahayakan nyawa, kekuatan penguasa tertinggi selalu siap sedia digunakan.
"Bagaimana menurut mu ?." Kini giliran Raynor bertanya kepada Zezan.
Zezan lahir di kerajaan Soran, tentu dia mengetahui seluk beluk dari pada bandit yang hidup di sana.
"Mereka hanya sekumpulan penjahat kelas teri yang bertindak dengan mengandalkan banyaknya jumlah anggota, jika pun kita harus melawan, tidak mungkin kita akan kalah." Zezan menjelaskan penuh rasa yakin.
__ADS_1
"Kenapa kau bisa yakin Zezan, apa kau pernah bertemu dengan mereka."
"Beberapa kali, bahkan aku sendiri pernah menjadi target pembunuhan dari bandit Taring Hitam, tapi karena mereka tidak tahu siapa yang sedang di lawan, aku dengan mudah mengalahkan bandit-bandit itu." Ucap Zezan mempertegas dengan kesombongan.
Raynor mengangguk paham, dari kemampuan semua anggota perkumpulan ini, jelas memiliki keahlian beladiri tingkat tinggi, bahkan sekelas Erza yang sekarang dia sudah cukup mampu mengatasi bandit sekuat Dorondo.
"Baik, kita terima misi ini." Jawab Raynor.
Sedangkan dari diskusi setelah mencapai persetujuan, seseorang muncul, dia adalah Qiu Nan yang nyatanya datang sebagai anggota perkumpulan Raynor.
"Kenapa kalian membicarakan tentang misi sebelum aku datang." Ucapnya dengan kesal.
"Aku pikir kau tidak tertarik untuk perkumpulan kecil ini."
"Meskipun benar aku tidak tertarik, tapi karena aku sudah menjadi anggota, tentu aku harus ambil bagian." Qiu Nan jelas menunjukkan senyum tidak senang.
"Ya baiklah, aku juga bertanggung jawab karena kau adalah anggota ku."
Sikap Qiu Nan benar-benar tidak bisa di ajak kompromi, dia tipe orang yang lebih mementingkan dirinya sendiri daripada mengurusi orang lain.
Memang tidak salah untuk hal itu. Tapi sekarang dia berada di sebuah kelompok, jika Qiu Nan menolak bekerjasama tentu hanya akan menjadi masalah di kedepannya.
Beberapa saat kemudian, satu orang lain muncul kembali. Lelaki bertubuh besar yang menunjukkan aura kuat kepada siapa pun di sekitarnya.
Melihat ekspresi orang lain, kecuali Raynor dan Qiu Nan, jelas Furan yang notabenenya masih belum terbiasa menerima tekanan aura dari Du Gong sudah membuatnya keringat dingin.
"Maaf, aku terlambat Raynor, banyak hal yang harus aku lakukan." Sapa Du Gong akrab.
"Tidak apa-apa senior, kami juga baru selesai membicarakan tentang misi ini."
"Syukurlah, aku pikir kau akan marah karena aku terlambat." Du Gong tertawa sendiri meski orang lain tidak tahu letak lucunya di mana.
"Bagiku, lebih baik terlambat dari pada tidak tahu diri, sudah terlambat, ngotot lagi." Gumam Raynor sedang menyindir Qiu Nan.
"Kenapa kau melihatku seperti itu." Balas Qiu Nan tidak nyaman.
"Hanya perasaanmu saja putri Qiu Nan." Jawab Raynor dengan tersenyum.
Raynor menjelaskan semua hal tentang misi untuk menyelamatkan seseorang dari bandit kepada Du Gong, dia tidak keberatan atau pun menolak.
*******
Raynor dan kelompoknya kini diantarkan ke lokasi terakhir para bandit itu menyerang. Jaraknya sekitar dua kilometer dari perbatasan wilayah kerajaan Soran dan bertempat di hutan Jatilowa yang menjadi tempat tanpa kekuasaan kerajaan mana pun.
__ADS_1
Karena setiap kejahatan yang terjadi di wilayah tanpa kekuasaan, masing-masing kerajaan tidak mau bertanggung jawab. Sehingga pedagang itu pun meminta bantuan kepada Sekte teratai api.
Pria buntal itu terlihat takut sesekali melirik ke kiri dan kanan .... "Apa mungkin kalian bisa menemukan anakku."
"Ini cukup sulit, jika bicara soal bandit Taring Hitam, ada kemungkinan sudah membunuh anak anda tuan." Balas Raynor.
"Apa benar begitu."
"Semoga saja tidak, tapi dalam beberapa kasus mereka tidak segan-segan membunuh seseorang dan menjual organ dalamnya di pasar gelap." Seperti yang di katakan Erza.
"Tolong jangan mengatakan hal buruk."
"Aku hanya menyampaikan kondisi terburuknya saja. Karena masih ada kemungkinan anak anda di sandera untuk meminta tebusan."
"Aku mohon temukan anakku."
"Aku akan berusaha, tentu karena ada upahnya." Raynor benar-benar jujur.
Sebelum Raynor memulai pencarian, ada beberapa hal ingin diketahui olehnya dan orang yang bisa menjawab adalah Erdan.
"Aku ingin bicara denganmu." Panggil Erdan untuk mengikutinya.
Raynor tentu merasa aneh dengan misi mereka sekarang, dimana Erdan adalah orang yang mengambilnya. Sedangkan ada banyak perkumpulan lain tentu tertarik untuk hadiah terbilang cukup banyak, tapi kenapa Erdan bisa mendapatkannya.
"Ada apa Raynor ?." Dia bingung melihat bagaimana Raynor ingin berbicara tanpa ada orang lain tahu.
"Katakan kepadaku, darimana kau mendapatkan misi ini."
"Sebenarnya Regun lah yang memberitahu kepadaku, aku merasa ini tidak terlalu sulit, dan juga para bandit di sekitar kerajaan Soran bukan lawan yang kuat." Ucap Erdan.
"Ah jadi begitu..."
Melihat ekspresi Raynor serius, Erdan bertanya.. "Apa ada yang salah Raynor ?."
"Tidak, kau tidak salah apa pun, jadi jangan khawatir."
"Jadi bagaimana apa kita tetap akan melakukannya ?."
"Tentu saja, untuk apa ragu-ragu."
Raynor membagi semua anggota menjadi tiga grup, dimana mereka akan menyebar demi mempermudah proses pencarian.
Raynor bersama dengan Erdian dan juga Siva. Erza, Furan dan Qiu Nan, Du Gong dan Erdan, terakhir Zezan dan Regun. Secara sengaja Raynor berniat memisahkan Zezan dan Regun karena ada hal lain yang Raynor pikirkan tentang mereka berdua.
__ADS_1