The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
membakar batu hingga empuk


__ADS_3

Raynor sudah mendapatkan seribu batu angkasa yang dibutuhkan untuk membuat senjatanya. Tapi sebelum itu dia harus melebur semua batu hingga mendapat bijih logam pamor.


Menyewa sebuah kereta kuda untuk mengangkut barang bawaan dari atas tebing lembah besar tanpa akhir menuju pondok diatas bukit, tempat dimana Raynor akan mulai penempaan.


Semua batu mulai di turunkan dari atas kereta kuda, pembelian langsung dari penambang jelas sangat menguntungkan, karena untuk satu kilo batu angkasa hanya diberikan harga 10 koin perak dan mendapat potongan harga 2 koin perak setelah Raynor membantu mereka.


Erza mengikuti, dia masih bertanya-tanya tentang tujuan Raynor, meski sudah dikatakan bahwa batu angkasa akan menjadi senjata, tapi Erza belum pernah melihat ada orang yang melakukannya.


"Dengan semua batu ini, berapa banyak senjata yang ingin kau buat."


"Satu senjata." Singkat saja jawaban Raynor.


Erza terkejut..."Hanya satu ? Bukankah terlalu berlebihan untuk semua batu yang kau beli."


"Aku pun tidak yakin jika batu ini akan cukup." Karena Raynor sendiri tidak bisa menebak isi dalam batu.


"Bagaimana mungkin dengan seribu kilo masih kurang."


"Karena aku harus membakar semua batu ini hingga menyisakan logam yang ada di dalamnya."


"Apa kau gila." Teriak Erza.


"Hei, kenapa kau memanggil bos mu sebagai orang gila." Raynor tersinggung.


"Tapi kau benar-benar gila, bagaimana bisa kita membakar sebuah batu, memang kau pikir batu ini akan empuk jika sudah matang."


"Sudahlah jangan ributkan hal sepele."


"Sepele dari mana, sedangkan berapa lama kita harus membakar batu ini."


"Mungkin lima jam." Itu barulah spekulasi.


Erza hanya bisa tersenyum pahit, dia benar-benar membayangkan selama lima jam membakar sebuah batu hingga empuk.


Setelah semua batu selesai di turunkan, hari sudah sore dan tidak mungkin untuk memulai peleburan sekarang, Raynor memberikan sedikit uang kepada Erza karena bantuannya.


"Kau bisa mengambil ini Erza." Raynor melemparkan 5 koin emas di dalam kantong.


Merasa bingung untuk menerima pemberian Raynor..."Ternyata kau benar-benar membayarku."


"Memang kau pikir aku orang yang tidak tahu berterimakasih."


Seakan enggan menerimanya, Erza ingin memberikan kembali kantong uang itu kepada Raynor.


"Tapi untuk sekarang anggap saja sebagai membalas hutang karena kau memberi jaminan agar aku keluar dari penjara." Ucap Erza.

__ADS_1


"Itu tidak perlu, kau bekerja untukku dan aku harus membayar mu dengan layak, terimalah."


"Aku sangat menghargainya, terimakasih."


Senyum Erza tampak cerah dengan lima koin emas di tangannya, setelah meninggalkan dunia bandit, ini pertama kalinya dia mendapat uang secara jujur.


"Jadi kau tinggal dimana sekarang Erza."


"Sebuah penginapan kecil di pinggiran kota."


"Kita akan bertemu lagi besok siang di pondok ini."


"Baiklah aku mengerti."


Keduanya pun kembali ke kota bersama-sama, tapi tujuan mereka jelas berbeda, Raynor menuju klan harimau merah, dan Erza pergi ke penginapan yang dia tempati sekarang.


*******


Sekembalinya Raynor dari petualangan mencari batu angkasa, dia melihat Sania diluar gerbang klan harimau merah dengan wajah kebingungan, melirik ke kiri dan kanan seakan sedang mencari sesuatu.


"Apa kau kehilangan uangmu Nia ?." Ucap Raynor menyapa Sania.


"Kenapa kau baru kembali Raynor, memang sesulit itu mencari batu angkasa."


"Mencarinya tidak sulit, tapi pertarungan melawan iblis yang membuatku kerepotan."


"Sudah lupakan saja, memang kenapa kau terlihat begitu kebingungan."


"Itu dia, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu."


"Siapa ?."


"Cepat masuk, kau akan tahu sendiri."


Sania menarik tanganku dengan kuat dan terburu-buru, di dalam ruang pertemuan seorang lelaki paruh baya duduk bersama paman Regar dengan tertawa-tawa. Ditambah lagi cukup banyak orang ada di ruangan, selain keluarga utama klan harimau merah, ada pula pengawal menggunakan amor lambang Garuda api.


Ketika Sania membawa Raynor masuk, semua mata tertuju kepadanya, tentu hal seperti ini membuat Raynor tidak nyaman, seakan-akan dia telah berbuat salah atau melakukan sesuatu yang menyinggung perasaan mereka.


"Nia siapa orang tua itu, kenapa dia melihatku terus." Raynor agak risih dengan tatapan mata dari lelaki di samping Regar.


"Apa kau tidak mengenalnya.". Balas Sania.


"Memang harus aku mengenal orang tua seperti dia."


"Kau itu.... Dia adalah raja kerajaan Losborn, tuan Sura Elvord."

__ADS_1


"Eh dia raja ?." Ini membuat Raynor terkejut.


"Kau itu sudah satu bulan di kerajaan ini tidak tahu soal raja Sura." Sania pun merasa aneh.


"Hei aku disini bukan untuk mengurusi orang tua seperti dia, jadi maaf saja... Aku bahkan baru tahu kalau tempat ini punya raja ?."


Sania tidak habis pikir dengan perkataan Raynor, jika mereka bukan dari klan harimau merah tentu mengatakan hal itu di depan Raja akan mendapat hukuman berat.


Sedikit ke sebelah kiri dari tempat duduk Raja Sura, Raynor melihat seorang gadis yang cukup menyamai kecantikan milik Sania, tapi jika Sania memiliki kecantikan sebagai sosok lembut dan baik hati.


Gadis di sebelah Raja Sura memiliki kecantikan yang keras, tajam dan merepotkan. Rasa merepotkan itu bisa di rasakan dari tatapan matanya ke arah Raynor.


"Raynor." Gadis itu beranjak dari kursi dan mendekat.


Setiap orang yang hadir di aula ini melihat dan terkejut, dimana mereka semua tahu jika gadis itu memiliki status penting di kerajaan Losborn, sebagai putri mahkota.


Tapi dengan mudahnya menunjukan senyum lembut kepada Raynor, sedangkan semua orang tidak terpikir jika mereka saling kenal, terlebih Raynor baru satu bulan kemarin datang di klan harimau merah.


"Siapa kau ?." Balas Raynor dengan tatapan datarnya.


"Aku Siva, kenapa kau lupa denganku ." Gadis yang mengaku sebagai Siva dengan kesal atas sikap Raynor.


"Jangan bercanda nona, Siva yang aku kenal itu, wajahnya kotor, tidak tahu diri dan merengek seperti anak kecil dengan sombong."


Raynor yang menggambarkan Siva sesuai dengan ingatan, ketika mereka bertemu di dalam hutan Jatilowa dan sama-sama tersesat. Meski pun kenyataannya Raynor hanya ingin menggoda Siva.


Dengan sengaja gadis itu memukul perut Raynor dengan keras dan terlihat wajah pahit Siva karena menahan rasa sakit.


"Kau memang selalu membuatku kesal."


"Maafkan aku, karena kau benar-benar berbeda."


"Padahal baru kemarin kita bertemu."


Raynor memang sudah menyadari jika Siva adalah anak orang kaya, tapi putri mahkota kerajaan Losborn, itu jauh dari ekspektasinya. Ini pun sudah menjelaskan, bagaimana dulu Siva bersikap sombong untuk melindungi harga dirinya sebagai seorang putri kerajaan.


Sikap Siva merebut perhatian semua orang, sejak awal kedatangannya di klan harimau merah, dia menunjukkan diri dengan anggun dan tatapan mata dingin. Tapi kini diperlihatkan wajah tersenyum ceria dan penuh semangat, itu semua karena seorang lelaki bernama Raynor.


"Bagaimana mungkin seorang anak kampung bisa mengenal putri Siva.


"Aku sendiri tidak dianggap apa pun ketika berkenalan dengannya."


"Dia bahkan tidak tahu cara menghormati raja Sura, tapi kenapa putri Siva sangat akrab dengan anak itu."


Semua percakapan itu terdengar tidak nyaman kepada Raynor.

__ADS_1


Sebagian keluarga utama sejak awal tidak menyukai kehadiran Raynor, mereka menganggapnya tidak lebih seperti sampah yang lupa dibuang dan dibawa ke klan harimau merah.


Salah satu dari mereka adalah Darnu serta keluarganya, dia melihat penuh dengan emosi dan rasa benci, karena bagi Darnu, semua yang dia miliki hancur oleh Raynor.


__ADS_2