The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
Jiwa Phoenix


__ADS_3

Memang benar tanpa ada yang salah dari mata Raynor, jika di dalam Goa itu tidak ada orang lain dan hanya Sania sendirian.


"Maaf mengganggu, tapi aku penasaran apa yang sedang kau lakukan Sania." Bertanya Raynor dengan senyum seakan tidak memiliki dosa.


Ekspresi wajah Sania berubah drastis, Raynor yang selalu melihat senyum lembut ketika bercakap-cakap dengannya, kini menunjukan sorot mata tajam dan niat membunuh begitu kental.


Belum mendapat jawaban yang Raynor inginkan, seketika kilatan cahaya biru datang mengarah lurus kepadanya, energi dingin memadat seperti sebuah tombak dan Raynor tidak punya pilihan lain kecuali menghantamkan pukulan tenaga dalam untuk menghancurkan tombak es itu.


"Bagaimana mungkin...." Sania terkejut.


"Aku tahu menguping pembicaraan adalah hal tidak baik, tapi aku mengikuti mu karena takut kau mendapat masalah karena keluar tengah malam begini."


"Mati kau...." Ancam Sania.


Satu tombak es kembali datang dan Raynor masih mudah menghancurkannya hanya dengan satu pukulan.


"Hei bukankah berlebihan menginginkan aku mati hanya karena menguping."


Raynor menyadari sesuatu yang Sania sembunyikan, sebuah kekuatan kuno dan sangat langka, bahkan ketika penguasa tertinggi masih berpetualang di alam semesta atas, dia tidak pernah sekali pun bertemu dengan kekuatan seperti milik Sania.


Sania memiliki kemampuan mental yang lebih kuat dari orang lain dan tingkat pertumbuhan tenaga dalam lebih cepat di usia muda, karena ini adalah energi yang berasal dari jiwa nyata Phoenix beku.


Karena hal itu, Raynor merasa beruntung bisa bertemu dengan Phoenix biru, walau hanya kepingan jiwanya saja. Terlebih lagi, penguasa tertinggi tidak menyangka, di dunia antah berantah, lemah dan kecil, menyembunyikan sebuah kekuatan dari binatang dewa.


Dimana menurut cerita yang Penguasa tertinggi ingat. Ketika dewa-dewa masih berkuasa di alam semesta, terdapat bermacam binatang dewa yang di turunkan dari Surga.


Burung Phoenix adalah salah satu makhluk dari zaman awal penciptaan jagat raya.


Ini membuktikan jika percakapan Sania sebelumnya bukan berbicara sendiri, tapi dia sedang melakukan komunikasi dengan jiwa Phoenix di dalam tubuhnya.

__ADS_1


Saat ini Phoenix biru lah yang mengambil alih tubuh Sania, sedangkan jiwa Sania hanya melihat melalui mata batin.


"Nona Phoenix biru jangan terlalu serius, aku hanya kebetulan lewat dan melihat Sania masuk kedalam goa ini sendirian, tentu aku khawatir ." Berbicara Raynor dengan santai.


Tatapan Sania yang tajam, aura dingin dari matanya bisa membuat siapa pun kaku dan menggigil. Sejauh pemahaman Raynor tentang Phoenix biru adalah aura yang dikeluarkan dalam tubuhnya mempunyai energi alam beku murni.


Ekspresi Phoenix biru yang masih mengambil alih tubuh Sania sangat terkejut, karena rahasia dirinya dengan mudah diketahui oleh Raynor.


"Tidak aku sangka, seorang anak kecil yang bahkan belum tumbuh bulu, bisa tahu siapa aku di dalam tubuh Sania." Jawab Phoenix biru itu dengan marah.


"Tunggu dulu, aku memang anak kecil, tapi soal tumbuh bulu, itu urusan lain, setidaknya bulu kaki sudah tumbuh ." Kesal Raynor menjawab.


"Aku tidak perduli dengan bulu kakimu itu."


Meski Raynor dianggap oleh Phoenix sebagai anak kecil, nyatanya di dalam jiwa, dia adalah penguasa tertinggi yang sudah hidup ratusan ribu tahun.


"Baiklah, kita juga tidak sedang membahas tentang bulu kaki, kembali ke masalah utama, apa yang kau inginkan sehingga mengambil alih tubuh Sania." Bertanya Raynor .


"Tenang saja, separuh hobiku adalah mencampuri urusan orang, bahkan urusan rumah tangga orang sekalipun aku ikut." Tersenyum sombong Raynor mengatakannya.


Tanpa menunggu persiapan, sebuah serangan tingkat tinggi kembali diarahkan kepada Raynor. Tapi bukan penguasa tertinggi namanya, jika dia akan kalah dengan serangan dari jiwa Phoenix yang baru bangkit .


Berulang kali Raynor menahan serangan dan membalas pukulan dari Phoenix biru dengan tangan kosong berisi energi tenaga dalam.


Kemampuan Raynor, membuat sang Phoenix bingung, dimana sikap tenang dan teknik beladiri milik Raynor sangatlah kuat, bahkan terlalu kuat untuk tingkatannya sekarang.


Jika Raynor adalah seorang ahli beladiri dengan tingkat kekuatan raja tempur, tentu Phoenix biru tidak akan terkejut. Akan tetapi, Raynor hanya seorang bocah yang masih berada di tingkat pembentukan jiwa, terlalu jauh perbandingan kekuatan mereka berdua.


Setelah sekian nafas beradu pukul dalam pertarungan melawan Phoenix biru, Raynor mendorong jatuh Phoenix biru dengan satu gerakan dasar dari teknik beladiri milik penguasa tertinggi.

__ADS_1


"Bocah, aku meremehkan mu, tidak aku sangka di dunia tersembunyi ini aku bisa bertemu bakat diantara sampah." Ucap Phoenix biru yang kembali bangkit.


Apa yang dikatakan oleh Phoenix, bisa diartikan kalau Raynor adalah sampah berkualitas, tapi tetap saja, itu adalah sampah.


"Aku merasa itu bukan pujian. " Jawab Raynor tersenyum pahit mendengar perkataan Phoenix dari tubuh Sania.


"Sejak awal aku tidak berniat memujimu."


"Aku tahu jadi jangan khawatir."


Rahasia dari bakat Sania membuat Raynor tersenyum semangat, bagaimana tidak, kehadiran dari jiwa asli Phoenix biru sangat langka, bahkan belum tentu dia dapat menemukannya dalam sepuluh ribu tahun di alam semesta atas.


Phoenix biru memiliki kendali atas energi beku abadi dan Phoenix merah memiliki kendali atas pembakaran api suci.


Walau phoenix bukan satu-satunya hewan mistik yang pernah ada di zaman awal. Tapi setelah jutaan tahun berlalu, sisa jiwa binatang dewa yang nyata seperti lenyap dari seluruh alam semesta dan hanya berada dalam cerita legenda saja.


Penguasa tertinggi memang pernah menemukan Phoenix di tubuh manusia, tapi hanya sebatas sisa ingatan yang binatang dewa itu tinggalkan untuk terus melanjutkan keberadaan mereka.


Suean dan Juana, kedua istri penguasa tertinggi yang entah nomor berapa dia sendiri bahkan lupa.


Suean memiliki ingatan dari Phoenix biru dan Juana pemilik kepingan Phoenix merah,


Kedua istri penguasa tertinggi itu adalah manusia terpilih yang diberi ingatan oleh sang Phoenix dan terus dilanjutkan ke generasi berikutnya untuk menjaga keabadian Phoenix.


Walau hanya sebuah sisa ingatan Phoenix, tapi setelah pembawa ingatan mencapai ketinggian beladiri tingkat dewa. Mereka dapat berubah wujud dan memiliki kekuatan seperti phoenix secara nyata.


Tapi berbeda dari Suean dan Juana, Phoenix yang ada di tubuh Sania adalah sebuah reinkarnasi dari sang Phoenix itu sendiri.


Sebuah takdir membuat penguasa tertinggi bertemu jiwa milik sang Phoenix biru yang memiliki kekuasaan atas tubuh dan pikiran Sania.

__ADS_1


Jika kehadiran sang Phoenix diketahui oleh penguasa alam semesta lain, tentu akan terjadi peperangan demi dapatkan jiwa Phoenix di tubuh Sania. Akan tetapi, tidak ada seorang pun yang bisa merasakan kehadiran dari jiwa Phoenix.


Raynor merasa ada sesuatu yang janggal dari dunia antah berantah ini.


__ADS_2