The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
pedang dewa penghakim


__ADS_3

Raynor masih berdiri tanpa sedikitpun bergeser setelah menerima serangan bola energi gelap yang meluluhlantakkan segalanya di maskas bandit Taring Hitam.


Menggunakan rangkaian prasasti pertahanan tingkat tinggi tidak ada satu luka yang diterima oleh Raynor, meski pun dinding lapisan luar dipenuhi retakan, karena memang serangan iblis Xin Nian jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Raynor mengangkat pedang Asarc Rex spatium mengayunkannya kedepan dan melepas sayatan energi yang diterima langsung oleh tubuh iblis Xin Nian.


Terdorong mundur selagi berusaha untuk menahan sayatan energi yang dimana dia lempar ke atas langit kemudian pecah menyingkirkan awan hitam.


Balasan dilakukan dengan tembakan bola-bola hitam yang beruntun dari mulut Xin Nian, Raynor menangkis satu persatu melemparkan ke segala arah dan meledak di antara luasnya hutan Jatilowa.


Jika ada orang lain yang melihat dan beranggap sedang terjadi kiamat, itu tidaklah salah, dimana cahaya hitam dan emas saling berbenturan dengan gelombang energi penghancur tidak main-main.


Raynor mengambil langkah maju, serangan jarak dekat di hantaman langsung ke depan dada Xin Nian, energi di dalam batu kristal pedang Asarc Rex spatium dia lepaskan,


Berbeda dari biasanya, energi yang sekarang Raynor simpan dalam kristal energi adalah kekuatan penguasa tertinggi, dimana memiliki kualitas energi suci milik para dewa.


Sebuah luka terbentuk setelah lurus yang membuat iblis Xin Nian jatuh berguling-guling, terdapat nyala api emas mulai mengelupas kulit hitam bersisik itu, mustahil untuk para iblis meregenerasi bagian luka dari energi suci.


Dua kehadiran yang saling berlawanan, antara energi suci milik para dewa dan energi gelap milik para iblis. Masing-masing bertolak belakang. Jika energi gelap mampu meleburkan segala bentuk tenaga dalam, maka Energi para dewa adalah kekuatan yang menghancurkan energi para iblis.


Xin Nian tergeletak di tanah, Raynor melompat jatuh di atas dada Xin Nian, hentakan kaki dengan keras semakin mendorong tubuh iblis tenggelam.


Raynor meletakkan telapak tangan di atas kulit Xin Nian, rangkaian formasi prasasti seketika terbentuk melingkar meliputi setelah bagian tubuh dibawahnya.


Rangkaian formasi pun Raynor aktifkan, rantai-rantai emas muncul dari bawah dan mengikat tubuh iblis Xin Nian agar tidak lagi mampu bergerak.


"Siapa kau sebenarnya, bagaimana mungkin aku yang sudah membangkitkan darah iblis dengan sempurna masih kalah melawanmu." Gelegar suara Xin Nian bertanya dengan marah.


"Aku adalah orang yang berdiri di puncak kekuatan di alam semesta."


"Kau hanya bicara omong kosong." Xin Nian coba memberontak.


Tapi ikatan rantai formasi yang Raynor gunakan bukanlah sembarangan, dia menggunakan kata 'Dewa', dimana tidak akan ada satu makhluk pun lepas dari ikatan itu, kecuali mereka memiliki pengetahuan dalam rangkaian formasi tingkat dewa.


"Omong kosong ?, Kau sudah membuktikannya sendiri, apa perkataan ku hanya dianggap kesombongan tanpa dasar. Pada kenyataannya aku jauh lebih kuat dari semua orang di dunia ini." Balas Raynor.


Tangan Raynor terangkat ke atas dan langsung saja di tariknya turun ke bawah. Meski tidak terlihat dia melakukan serangan dan pergi meninggalkan Xin Nian.

__ADS_1


Raynor berkata seorang diri.... "Pedang sang dewa penghakim dari surga."


Tapi beberapa saat kemudian, dari atas langit sebuah pedang besar muncul, bahkan sangat besar untuk para manusia bayangan, kini jatuh dan mengarah tepat di tempat Xin Nian berada sekarang.


Pedang yang turun perlahan-lahan, membuat Xin Nian terdiam seketika, dia seakan sedang menyaksikan bagaimana akhir dari hidupnya di tangan Raynor.


Dan ketika ujung dari pedang menyentuh kepala Xin Nian, getaran hebat mengguncang seluruh hutan Jatilowa dan juga setiap kerajaan di wilayah timur benua angin biru.


Tubuh iblis melebur menjadi partikel debu hitam yang di telan habis oleh cahaya keemasan, ketika semuanya usai, pedang dewa penghakim lenyap dan hanya menyisakan garis lurus dimana sebelumnya pedang itu tertancap di sana.


*******


Dua saudara Xin melihat kejadian itu dari bukit yang cukup jauh.


Meski tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi mereka berdua seakan memiliki ikatan batin sebagai sesama saudara.


"Kakak Nian sudah kalah, dia tewas." Ungkap Xin Sena menunjukkan emosi penuh kemarahan.


Xin Sena berniat pergi untuk kembali ke tempat dimana Xin Nian bertarung melawan Raynor. Tapi segera saja dihentikan oleh Xin Salim.


"Jangan lakukan apa pun, kita sebaiknya pergi adik Sena."


"Aku tahu itu, tapi kakak Nian sudah tewas, memang apa yang bisa kita lakukan ?. dan juga kekuatan Raynor terlalu tinggi hingga mampu membunuh wujud sempurna iblis dari kakak Nian, mustahil untuk kita melawannya sekarang."


"Aku tidak akan pernah melupakan perbuatannya."


"Ya aku pun begitu, tapi lebih baik kita kembali dan menceritakan semuanya kepada raja Greedan, di masa depan nanti ketika raja iblis Azarto bangkit, kita mohon bantuannya demi membalas kematian kakak Nian."


"Ya kakak." Sania mencoba patuh kepada ucapan Xin Salim.


Tapi barulah mereka berniat untuk pergi, sosok Raynor sudah berdiri di belakang dengan menunjukkan senyum di wajahnya. Tidak mungkin bagi siapa pun yang sudah mencari masalah dengan Raynor bisa pergi begitu saja.


Sena, Salim dan juga Zenan terkejut bukan main, karena jelas jarak antara tempat pertarungan Raynor dan Nian sangatlah jauh, tapi sekarang dia sudah berdiri menghadang mereka.


"Bukankah terlalu cepat untuk pergi, kalian bahkan tidak berpamitan terlebih dulu."


"Sena, kau pergi dengan tuan Zezan, biar aku menahan Raynor di sini."

__ADS_1


"Baiklah kakak." Sena pun berlari cepat bersama Zezan demi menyelamatkan diri.


Raynor tidak terlalu masalah untuk membiarkan seorang wanita pergi. Tapi jelas tidak seorang lelaki seperti Zenan. Karena sejak awal semua masalah ini adalah rencana dari Zenan dan Raynor benar-benar marah untuk perbuatannya.


"Jangan harap, kau bisa pergi begitu saja Zezan."


Raynor melepas pedang Asarc Rex spatium dengan melemparkan ke arah Zenan, dua kaki terpotong dan membuatnya jatuh tersungkur.


"Sena... Sena, tolong aku..." Panggil Zezan merintih kesakitan.


Sena tidak menghentikan langkah dan menghiraukan panggilan tolong itu, terus berlari meninggalkan Zezan karena dia tahu mustahil menang melawan Raynor.


Tapi cepat Salim bergerak menghadang langkah Raynor dimana dia mendekati Zenan dengan niat membunuh.


Salim menarik senjata...."Jangan mendekat."


"Kenapa kau melarangku, apa kau pikir bisa menghentikan aku untuk membunuhnya." Ucap Raynor.


"Aku tahu, meski aku akan terbunuh, paling tidak aku bisa membiarkan Sena pergi." Balas Salim yang mengeluarkan batu darah iblis.


"Kau kakak yang cukup baik, aku puji keberanian mu." Balas Raynor tersenyum sendiri.


Salim berniat menelan batu itu seperti Xin Nian untuk menyempurnakan kekuatan iblis di dalam tubuhnya.


"Jika boleh aku mengusulkan, lebih baik kau mati tetap sebagai seorang manusia, bukan menjadi iblis." Berkata Raynor.


"Tidak perlu kau menceramahi ku, entah aku mati menjadi manusia atau pun iblis, keduanya memiliki akhir hidup yang sama." Tegas Salim menolak mentah-mentah nasihat Raynor.


Tapi belum sempat menaruhnya di dalam mulut, Raynor dengan gerakan cepat mematahkan tangan Salim. Tidak ada kesempatan baginya melawan, dia termenung menatap batu merah yang jatuh dan di ambil oleh Raynor.


"Meski kau berubah menjadi iblis, hasilnya akan sama saja seperti Xin Nian. Mustahil untuk mengalahkan ku."


"Si*alan kau Raynor." Teriak Salim mencoba menggunakan kepalanya sendiri untuk melawan.


Hanya saja keras kepala Raynor yang di rasakan Salim seperti dia membentur sebuah besi. Nyatanya kekuatan Xin Salim jauh dibawah Xin Nian sehingga bukan hal aneh jika Raynor dengan mudah membunuh Salim.


Tanpa sedikitpun keraguan Raynor mencengkram kepalanya dan mengeluarkan energi tenaga dalam hingga kepala itu hancur.

__ADS_1


Raynor melihat tubuh Salim kini jatuh tanpa nyawa.


Hanya tersisa Zenan yang dimana menyerat tubuhnya pergi agar bisa bersembunyi dari Raynor, tapi itu mustahil, karena belum sempat dia masuk ke dalam semak-semak, kaki Raynor menginjak tubuhnya agar tidak bisa bergerak.


__ADS_2