
Malam telah larut, tapi kehidupan di kota Tegalasa tetaplah ramai dengan kegiatan malam para lelaki untuk mencari hiburan.
Setelah Erza dan Siva tertidur di atas ranjang yang sama, kini Raynor beranjak dan menyelinap keluar penginapan. Menggunakan ilmu meringankan tubuh, dia melompat dari lantai kedua ke atap-atap rumah penduduk sekitar.
Kemampuan Raynor dalam menyembunyikan aura kehadiran dan ilmu meringankan tubuh yang sudah dia kuasai tidak perlu di ragukan.
Berjalan diatas genting bangunan rumah para penduduk, kemudian menerobos gerbang kota yang di jaga oleh pasukan kerajaan, Raynor mampu melewati semua itu dengan mudah tanpa diketahui oleh siapa pun.
Raynor memasuki hutan Jatilowa lebih dalam untuk mencari sungai Kemisak, energi alam yang terkandung antara pepohonan hutan, aliran sungai dan kesuburan bumi, menjadi poin penting untuk mendapatkan hasil terbaik dalam bermeditasi.
Walau pun energi alam itu tidak cukup mampu membawa Raynor mendapatkan kenaikan tingkat, itu masih lebih baik, dari pada bermeditasi dalam ruang kamar.
Tidak jauh dari tempatnya sekarang adalah danau Cicaban yang masih berada di luar wilayah kerajaan Losborn atau pun kerajaan Soran. Sungai yang mengalir di hutan Jatilowa sendiri menjadi pemisah antara dua wilayah kerajaan.
Raynor bisa mendengar suara kodok dipinggiran danau Cicaban dan kucing hutan yang terus mengeong mencari pasangan untuk kawin.
Dengan kristal energi yang Raynor dapatkan saat melawan binatang iblis di danau Cicaban, raja ikan julung-julung dan juga milik raja ular putih, setidaknya akan mampu memenuhi danau energi yang ada di dalam dunia ilusi.
Raynor menemukan lokasi yang cocok, tepatnya berada di sebelah air terjun sungai dimana dulu Raja ular putih bertarung melawannya.... "Baiklah, sepertinya ini tempat yang tepat."
Bersila kaki dan memusatkan konsentrasi penuh dalam teknik meditasi dunia nirwana, terucap jelas di mulut Raynor bermacam-macam kata dari bahasa kuno untuk memulai bermeditasi.
Batu kristal energi berwarna putih kental dan berwarna biru dongker memiliki kandungan energi murni, kini menyala terang dan menyebarkan semua cahaya di sekitar tubuh Raynor.
Energi alam dari tiga unsur dan energi dua batu kristal berputar, hingga beberapa saat kemudian secara perlahan diserap masuk tanpa sisa.
Di dalam dunia ilusi....
Sebuah gambaran jelas di dunia ilusi yang dimana Davendra sang penguasa tertinggi berada di atas Padang rumput luas dengan berjalan kaki tanpa alas. Tidak jauh dari tempat Davendra terdapat Danau besar dan air terjun mengisi danau hingga penuh.
Penguasa tertinggi dengan perawakan berwajah tampan bermata tajam, berambut panjang, tubuh tinggi sedang namun terbentuk dari otot yang keras.
Davendra kini berjalan melihat sebuah kilauan cahaya yang mulai berdatangan dari atas langit, air terjun pun jatuh semakin deras mengisi danau sedikit demi sedikit.
"Semoga batu energi yang ada, cukup untuk membawa tubuh Raynor ini naik tingkat." Kata Davendra sebagai sosok wujud dari penguasa tertinggi.
Dalam waktu cukup lama, bahkan membuat penguasa tertinggi menikmati waktu untuk berbaring di atas padang rumput, seluruh Dabau terisi penuh dengan energi yang digambarkan seperti air berkilauan.
__ADS_1
"Baiklah, sepertinya sudah selesai, ini waktunya." Gumam penguasa tertinggi yang mengangguk tak lazim.
Sebuah tepukan tangan dari penguasa tertinggi menggetarkan seluruh dunia yang ada didalam jiwa Raynor, dimana dalam beberapa detik air energi yang ada di danau perlahan lenyap.
Dunia ilusi di tubuh Raynor berubah menjadi lebih luas dan indah, termasuk juga danau tanpa dasar itu pun bertambah sepuluh kali lebih dalam.
Ini menunjukkan bahwa penyerapan energi untuk naik tingkat telah berhasil, dimana sekarang Raynor sudah masuk sebagai ahli beladiri tingkat raja tempur tahap akhir.
Hanya saja gambar raut wajah Davendra sedikit tersenyum.... "Sepertinya perjalananku di dunia ini akan sangat panjang."
Dia tidak boleh terlalu sering mengandalkan energi nyata penguasa tertinggi, karena bermacam pertimbangan yang membuat Davendra khawatir.
Energi dewa milik penguasa tertinggi sangatlah luar biasa, bisa dianggap sebagai energi terkuat di seluruh alam semesta, karena itu, jika dia terlalu besar membuka segelnya, maka para makhluk dari alam semesta atas bisa menemukan keberadaan dunia antah berantah ini.
Sedangkan Wilea, Phoenix biru di dalam tubuh Sania mengatakan jika dunia ini sengaja di sembunyikan oleh dewa penciptaan sebagai tempat perlindungan untuk makhluk-makhluk yang menjadi pengikutnya.
Raynor kembali ke alam nyata.
******
Raynor membuka matanya dengan perasaan senang setelah mendapatkan kenaikan satu tingkat setelah bermeditasi untuk waktu cukup lama.
Belum sempat Raynor melompat untuk kembali, dia terlihat kebingungan...." Aku lupa jalannya."
Raynor tersenyum lemas.
Inilah yang menjadi kelemahan penguasa tertinggi, dia buta arah, misalkan sedang berjalan-jalan ditengah hutan, pastinya akan tersesat dan membawanya entah kemana.
Tapi, jika bukan karena kebiasaannya tersesat, dia tidak akan menjadi penguasa tertinggi, dimana kisahnya akan diceritakan untuk masa depan dengan judul 'Karena tersesat aku menjadi penguasa tertinggi.'.
Raynor menjilat jari dan mengangkatnya, merasakan arah angin berhembus..."Baiklah ke sana."
Berjalan dengan santai tanpa perduli arah yang ditunjukan oleh angin berhembus akan membawa kemana dia pergi.
Setelah beberapa lama berjalan melewati pepohonan dan setiap monster yang datang menyerang, Raynor merasakan adanya kekuatan tinggi tidak jauh dari tempatnya sekarang.
Berlari sekencang mungkin untuk mencari keberadaan atas kemunculan dua energi itu dan Raynor melihat ke atas, dimana ada sosok lelaki dan perempuan yang memiliki kekuatan sangat tinggi untuk seorang ahli beladiri dari wilayah kerajaan Losborn atau pun kerajaan Soran.
__ADS_1
Dua kekuatan bertarung secara sengit diatas langit malam, cahaya kuning keemasan dan merah darah, energi mereka berdua yang besar mulai menyebar hingga terasa oleh Raynor.
"Kenapa mereka berdua bertarung ditengah malam seperti ini." Gumam Raynor menatap keatas langit.
Kedua kekuatan berwarna merah dan biru itu saling bertabrakan, langit hitam pun terbagi menjadi dua sisi, gelombang energi pecah dan menghasilkan ledakan besar di atas langit. Membuat seluruh monster penghuni hutan Jatilowa berhamburan pergi dari wilayah mereka.
Raynor yang duduk tenang di atas dahan pohon mulai memperhatikan secara seksama...."Pertengkaran suami istri kah ?, Atau saling berebut harta Gono gini."
Berpikir Raynor mencoba menebak masalah apa yang terjadi kepada mereka berdua.
Sebuah kilatan cahaya biru dari pedang yang dibawa lelaki itu menyerang kepada sosok gadis beraura merah darah. Ditahannya oleh sang gadis dengan sebuah pedang, benturan serangan membuat gelombang ledakan yang menyebar ke segala arah.
"Kau tidak akan bisa lolos."
"Hazard Lue kau tidak akan lolos aku ampuni, aku akan membalaskan dendam keluarga dan orang-orang dari desa ku." Teriak gadis merah dengan emosi yang kuat.
"Liana, putri merah darah, aku bahkan tidak ingat jika keluargamu menjadi salah satu korbanku." Jawab sosok lelaki bernama Hazard Lue yang berulang kali menyerang dengan kekuatan pedang kuning keemasan.
"Dosa yang sudah kau lakukan telah membuat sengsara banyak orang, ratusan nyawa dari pembantaian itu tidak akan tenang sebelum kau mati." Sekali lagi keras suara Liana.
Raynor yang duduk diatas dahan pohon menyaksikan bagaimana pertarungan mereka berlangsung dengan santai, bahkan sembari memakan beberapa buah duku yang tumbuh disampingnya.
"Ah, jadi bukan pertengkaran suami istri tentang masalah harta Gono gini. Kalau masalah balas dendam mah sudah biasa terjadi, aku bahkan sudah bosan melihatnya." Gumam Raynor yang mulutnya penuh dengan buah duku.
Raynor turun dari pohon duku dengan kantong penuh buah, tanpa perduli soal mereka berdua, dimana masih bertarung sengit menggunakan jurus-jurus tingkat tinggi.
Sebagai penguasa tertinggi sudah merasa malas untuk melihat pertarungan itu, karena selama perjalanan menjadi penguasa tertinggi, dia sudah biasa menyaksikan pertarungan tentang balas dendam ribuan kali.
Tapi siapa sangka, sebuah ledakan tenaga dalam super besar terjadi diatas langit.
Raynor yang sedang santai melanjutkan perjalanan untuk kembali ke sekte teratai api, sesosok tubuh terjatuh dengan keras didepannya.
Dia adalah Liana putri merah darah yang tadi bertarung di atas langit melawan Hazard Lue, terlihat jelas kalau dia sudah dikalahkan telak.
Raynor kebingungan melihat Liana yang tergeletak penuh luka dan menatap kearahnya dengan merintih kesakitan.
"Duku mau ?." terucap dari mulut Raynor untuk menawarkan buah duku kepadanya.
__ADS_1
"Pergi dari sini." ternyata itu yang dia ingin katakan kepada Raynor.