The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
mundur


__ADS_3

Raynor cukup terkejut dimana kekuatan energi yang dia lepaskan untuk mengunci tubuh Xin Nian di potong oleh saudara perempuan itu.


"Oh, siapa sangka di dunia ini terdapat senjata yang mampu menghapuskan energi." Ucap Raynor tersenyum sendiri.


Xin Nian berhasil lepas, dia pun segera melompat mundur dengan dibawa oleh saudara perempuannya, tapi Raynor tidak mungkin melepas mereka begitu saja.


Segera tangan menarik pedang dan mengayunkannya ke arah mereka berdua, tebasan energi melesat kurus, perempuan itu pun coba menangkis dengan pedang.


Tapi berbeda dari sebelumnya, pedang pemotong energi itu memiliki batasan, jika energi lawan jauh lebih besar dari kemampuan pedang, maka tidak akan berguna untuk menghentikan serangan.


Tubuhnya terdorong mundur cukup jauh, pedang di tangan pun seakan tidak kuat dan terdengar suara retakan.


"Sena, jangan melawannya, segera menghindar." Xin Nian memberinya perintah.


Xin Sena kewalahan...."Aku tidak bisa melepaskan diri, serangannya terlalu kuat, kakak."


Xin Nian tidak punya pilihan lain dan segera datang untuk membantu Sena, adik perempuannya melepaskan diri dari tebasan energi yang mungkin akan membunuhnya.


Tiba-tiba saja keduanya menghilang, dan tebasan melesat lurus hingga membelah dinding perbatasan kemudian hancur menjadi debu.


Di tempat lain ,Xin Nian dan Xin Sena muncul bersama satu saudara lelakinya yang lain, dia menyelamatkan mereka tepat sebelum terbunuh oleh serangan Raynor.


"Terimakasih adik, Tian."


"Kakak Tian, aku takut, aku pikir aku akan mati."


Terhembus nafas berat dengan gelengan kepala dari Xin Tian...."Kakak Nian, adik Sena, kalian berdua membuatku kerepotan, jika aku tidak menggunakan ilmu perpindahan tentu kalian bisa tewas."


"Maafkan aku, aku tidak berpikir jika kekuatan lelaki bernama Raynor itu sangat besar." Kakak pertama


"Baiklah, kita sebaiknya mundur, mustahil mengalahkannya saat ini ."


"Tapi, bagaimana kita menjelaskan kegagalan ini kepada raja Soran ke tujuh." Xin Nian merasa enggan untuk menerima kekalahan.


"Itu tidak penting, selama kita masih hidup ada kesempatan lain untuk membalasnya."


"Kau benar Tian." Tidak ada penolakan lain dari Xin Nian.


Terlebih lagi posisi seluruh pasukan mereka sekarang benar-benar di pukul mundur oleh prajurit dan ketua klan utama dari kerajaan Losborn.

__ADS_1


Begitu pula dengan jendral Zernad, dia terpental dengan tubuh di penuhi luka bakar yang menghitam. Perawannya dengan Regar dikalahkan telak.


Melihat kondisi yang tidak menguntungkan, satu-satunya pilihan adalah mundur, mereka akan dibunuh jika terus melawan, terlebih lagi, sosok Raynor masih memiliki banyak energi untuk bertarung.


Mereka tidak perduli soal prajurit lain yang sudah tertangkap, tanpa perlu menunggu perintah dari Jendral, Xin Nian dan keempat saudaranya itu segera melarikan diri, Raquel pun membawa tubuh Zernad yang harus karena melawan Regar.


"Raynor apa kita harus mengejar mereka." Raja Sura bertanya.


"Sebaiknya tidak raja, sudah beruntung kita mampu mengalahkan mereka untuk sekarang." Balas Raynor.


"Baiklah, jika memang begitu."


Tentu Raynor melihat kondisinya sekarang, setelah membuka segel gerbang pertama langit surgawi, fisiknya sudah mencapai batas dan jika harus mengejar dia tidak yakin akan bertahan lebih lama.


Mampu bertahan selama lebih dari setengah jam dalam penggunaan kekuatan penguasa tertinggi sudah sangat luar biasa, jika harus bertarung kembali melawan lima saudara itu sekarang, Raynor akan mengalami luka berat.


Setelah pertempuran dimenangkan oleh pihak kerajaan Losborn, para tetua dan Raynor segera kembali ke arena pertandingan.


Semua orang tahu masalah yang sedang di hadapi oleh kerajaan Losborn, karena itulah para penduduk di sekitar wilayah pintu gerbang segera di ungsikan. Tapi mereka yang masih berada di wilayah bagian dalam kerajaan bertanya-tanya, tentang bagaimana mereka menghadapi serangan kerajaan Soran.


Termasuk dengan Sania, dia melihat bagaimana Raynor yang sebelumnya pergi bersama Raja Sura dan para tetua klan kembali dengan perasaan lega.


"Jika belum, tentu aku tidak akan duduk di sini." Balas Raynor.


"Padahal aku juga ingin ikut membantumu."


"Sebaiknya jangan, karena ada beberapa orang yang sangat kuat untuk mu lawan."


"Apa itu benar ?."


Raynor tentu menganggap energi hitam sangat berbahaya.... "Begitulah, bahkan aku harus menggunakan kekuatan penuh untuk mengalahkan mereka."


"Memang siapa mereka yang kau maksud."


"Kalau soal itu aku pun tidak tahu, tapi ada satu orang yang jelas-jelas menggunakan kekuatan seperti milik ras iblis."


Sania tertawa karena tidak percaya perkataan Raynor..."Bicara apa kau Ray, ras Ibis hanya ada di benua hitam, itu pun di segel oleh para penjaga suci agar tidak keluar dan menyerang manusia."


"Siapa yang tahu, jika saja ada manusia yang sengaja menjalin hubungan dengan ras iblis di luar benua hitam."

__ADS_1


Selagi bicara dengan Sania, Raynor masih mengalirkan energi pengobatan karena efek samping pembukaan segel kekuatan penguasa tertinggi masih terasa di tubuhnya.


Hanya saja Sania melihat ekspresi Raynor yang menahan rasa sakit selagi mengusap pinggang.


Sania pun bertanya..."Ray apa kau baik-baik saja."


"Sedikit, hanya saja pinggangku seperti akan lepas."


"Kalau begitu beristirahat saja, biar aku saja yang menang di pertandingan selanjutnya."


Raynor bingung..."Tunggu, apa ?."


Senyum yang Sania tunjukan itu tentu membuat Raynor bertanya-tanya, karena siapa sangka baru beberapa saat dia duduk untuk meluruskan pinggang, wasit mengumumkan nama dari peserta di pertandingan selanjutnya.


"Raynor Avya dari klan harimau merah, melawan Sania Avya dari klan harimau merah juga." Ucap sang wasit.


Sorak penonton penuh antusias, karena semua Orang tahu jika Sania memiliki bakat tinggi dan menjadi kandidat untuk memenangkan festival peringkat generasi muda terbaik ini.


Hampir sebagian besar penonton memasang taruhan untuk tiga nama, Sania, sang Qian dan Feng Rayos, sedangkan apa yang diharapkan oleh Raynor, dia tidak dikenal bagi penduduk kota kerajaan Losborn.


Tapi karena tidak ada yang mengharap kemenangan atas Raynor, itu membuatnya bertaruh atas dirinya sendiri, sehingga di kemenangan nanti, jumlah uang hasil taruhan itu akan menjadi puluhan kali lipat.


Sebuah keuntungan yang ingin Raynor dapatkan.


"Kau duduk saja disini, agar pinggang mu benar-benar tidak lepas." Berkata Sania yang tersenyum mengejek.


"Itu tidak bisa, aku juga menginginkan hadiah sebagai juara pertama, jadi maaf saja." Raynor tidak menerima saran Sania.


"Memang apa yang kau inginkan, bukankah kau sudah mendapat banyak uang Ray."


"Tapi sayangnya itu belum cukup, karena aku memiliki rencana lain di masa depan nanti."


"Bahkan jika kau menikah dengan Siva, masa depanmu bisa terjamin." Sania menyinggung.


"Bukan soal itu juga nona Sania."


Berjalan bersama-sama naik ke atas arena, Sania dan Raynor saling berhadapan untuk pertama kalinya, meski mereka sering berlatih tanding, tapi di dalam pertarungan yang nyata, keduanya belum pernah bertarung secara serius.


(Note : maaf jika cerita kurang menarik, karena beberapa hari ini tidak enak badan, kurang konsentrasi untuk mengarang, jadi maaf dan terimakasih.)

__ADS_1


__ADS_2