
Raja Sura mengingat kembali apa yang membawa Raynor datang ke istana kerajaan ketika pagi ini. Dia yang baru saja membuka mata segera dikejutkan oleh ketukan pintu dari seorang penjaga secara tergesa-gesa.
"Tuan, Raynor dari klan harimau merah ingin bertemu dengan anda." Satunya dari luar kamar.
Raja Sura cukup terkejut karena kehadiran Raynor terlalu mendadak...."Kenapa Raynor datang ke istana sepagi ini, aku bahkan belum merapikan diri untuk bertemu dengannya."
"Aku juga tidak tahu raja, dia hanya berkata jika ini menyangkut keselamatan kerajaan Losborn."
Tentu serius Raja Sura berpikir, Raynor bukan sembarang orang yang akan mengatakan suatu kebohongan untuk merugikan kerajaan, terlebih dia juga sudah setuju menjalin hubungan dengan Siva.
"Katakan pada Raynor untuk menunggu di ruang tamu, aku akan menemuinya."
"Baik tuan."
Segera setelah penjaga itu pergi, Raja Sura mengambil pakaian seadanya untuk merapikan diri terlebih dahulu, dia seakan tidak perduli tentang pakaian formal sebagai seorang penguasa, hanya tidak ingin membuat Raynor menunggu lama.
Tapi tepat ketika Raja Sura membuka pintu, Siva pun sedang berjalan melewati kamar dengan wajah lusuh.
"Ayah kenapa sangat bersemangat, sampai keluar kamar dengan pakaian seperti itu." Bertanya Siva ketika melihat penampilan Ayahnya.
"Ada urusan penting, ayah tidak sempat mencari pakaian lain."
"Jika itu perihal kerajaan, jarang sekali melupakan pakaian yang berwibawa." Sindir Siva soal kebiasaan sang ayah.
"Lupakan itu, Siva kau segera berganti pakaian, lalu ikut ayah."
Di tunjukan ekspresi enggan saat menolak keinginan ayahnya.... "Ada apa ?, Ini masih pagi untuk pergi keluar ayah."
"Ada yang orang datang untuk bertemu kita."
"Bagaimana mungkin orang bertamu sepagi ini, apa dia tidak tahu sopan santun."
"Raynor lah orang yang tidak tahu sopan santun itu."
Seketika mata Siva terbuka lebar...."Tunggu sebentar ayah, aku akan bersiap."
"Jika itu berurusan dengan Raynor kau selalu cepat, ayah akan tunggu di bawah."
Raja Sura bergegas turun, dan Raynor pun sudah duduk di atas kursi tamu selagi menunggunya datang.
"Tuan Sura, maaf mengganggu anda sepagi ini."
__ADS_1
"Bukan masalah besar, jadi apa yang ingin kau bicarakan Raynor, penjaga bilang ini soal keselamatan kerajaan Losborn."
Raynor mengeluarkan sebuah karung dan mengeluarkan isi di dalamnya.
Terkejut melihat barang yang Raynor tunjukan...."Artefak peledak... Darimana kau mendapatkan sebanyak ini."
"Sebelumnya....."
Raynor menceritakan tentang kejadian dimana para bandit Taring Hitam yang mencoba membunuhnya, dan satu orang dia paksa bicara mengenai tujuan mereka.
"Artefak peledak ini terpasang di sekitar Arena pertandingan nanti."
"Tapi bagaimana mungkin para bandit itu secara langsung ingin membunuh semua orang di sana."
"Ini ada hubungannya dengan kerajaan Soran, mereka membayar bandit Taring Hitam untuk membantu melakukan serangan besar siang nanti."
Serius wajah Raja Sura berpikir...."Aku sudah menduga jika mereka tidak tinggal diam setelah tahu soal kematian Rezar, tapi ini terlalu mendesak untuk bersiap menghadapi serangan dari kerajaan Soran."
Raja Sura tentu sudah memikirkan dampak atas serangan kali ini, dimana pasukan kerajaan Losborn sekarang kurang dari lima ratus, sebagian besar para prajurit mendapat tugas untuk memberi bantuan ke kerajaan tetangga.
Sehingga dengan kalahnya jumlah pasukan tidak akan mampu mempertahankan wilayah kota. Sekali pun raja memerintahkan orangnya menyampaikan pesan agar para prajurit kembali, itu membutuhkan waktu dua hari untuk mereka datang.
"Benarkah itu, aku sangat terbantu jika kau bisa melakukannya."
"Tentu saja, terlebih aku sangat ahli dalam merusak rencana orang lain."
Raynor mengatakan rencana yang harus dilakukan oleh raja Sura, dimana dia meminta agar seluruh penduduk di sekitar jalanan utama kota di kosongkan. Membuka pintu masuk bagian barat secara terang-terangan dan menutup jalan lain yang mungkin di gunakan oleh musuh.
Dari rencana Raynor adalah untuk memastikan para pasukan kerajaan Soran melewati gerbang di sebelah barat, mengurung mereka di jalan yang akan terpasang semua artefak peledak sebagai jebakan.
Setelah semua pasukan itu memasuki kota, maka ledakan artefak tentu mampu membunuh separuh dari kekuatan perang kerajaan Soran.
"Ada pun jumlah yang tersisa dari para prajurit kerajaan Soran, itu sudah cukup untuk orang-orang kita membersihkan mereka." Ungkap Raynor atas semua rencananya.
"Tapi bagaimana dengan para bandit Taring Hitam, tentu mereka akan membantu pasukan kerajaan Soran."
"Aku cukup paham bagaimana bandit Taring Hitam bergerak, mereka akan memastikan kondisi, ketika tidak ada kepastian untuk menang, bandit-bandit itu jelas memilih mundur."
"Jadi kita harus mengurangi sebanyak-banyaknya pasukan musuh, agar keuntungan berpihak kepada kita."
"Itu benar....."
__ADS_1
Selagi Raynor masih membahas banyak hal kepada Raja Sura dengan serius, Siva barulah menampakkan diri untuk sekian banyak waktu berdandan dan memilih pakaian.
Siva tersenyum cerah selagi menyapa.... "Raynor apa kau lama menunggu."
"Oh, Siva.... Menunggu ?, Menunggu untuk apa ?."
Melihat wajah bingung Raynor, Siva pun ikut bingung...."Memang apa yang kau lakukan disini ?."
"Aku sedang membahas tentang penyerangan kerajaan Soran ke tempat ini."
Kini lemas Siva dengan senyum pahit di wajahnya...."Aku merasa bodoh karena terlalu bersemangat untukmu."
Raynor menjadi tidak enak hati ketika melihat seorang wanita berusaha menunjukkan diri dengan penampilan terbaiknya, meski pun bukan waktu yang tepat.
"Itu tidak benar, setelah semua selesai, aku juga ingin bertemu denganmu." Sedikit Raynor merayu.
"Benarkah ?."
"Untuk apa aku berbohong." Meskipun perkataan Raynor memanglah sebuah kebohongan.
Sedangkan Raja Sura yang masih belum tenang karena pembahasan rencana Raynor harus berhenti ketika Siva datang.
"Jika kalian memiliki waktu luang untuk bermesraan, sebaiknya kita selesaikan dulu masalah ini, tentu kalian tidak mau kerajaan Losborn hancur dan kalian tidak jadi menikah." Tegas ucapan raja Sura.
"Ayah jangan mengganggu waktu ku." Kesal Siva karena sang ayah memotong pembicaraannya dengan Raynor.
Siang hari setelah Raynor memenangkan pertandingan.....
Raja Sura tentu tahu kenapa Raynor membuat ledakan besar dalam pertarungan melawan Sang Durna, sebuah tanda palsu agar pasukan kerajaan Soran memulai gerakan.
Tatapan Raynor dan Raja Sura saling mengangguk, keduanya segera meninggalkan tempat pertandingan untuk memastikan rencana yang di persiapkan berjalan dengan baik.
Dari atas dinding perbatasan wilayah tengah, Raynor, raja Sura dan beberapa orang empat klan utama melihat ribuan pasukan kerajaan Soran memasuki perangkap yang dipersiapkan oleh Raynor.
Tapi ada kekeliruan dari rencana Raynor, dimana jumlah musuh lebih banyak, sehingga tidak mungkin mereka melewati jalan masuk utama semuanya.
Raynor memberikan tanda untuk penjaga yang bersembunyi di atas dinding perbatasan luar segera menutup pintu gerbang.
Ledakan demi ledakan tercipta secara beruntun, ada lebih dari tujuh ratus prajurit musuh tunggang langgang pergi untuk menyelamatkan diri ketika ledakan dagang.
Artefak peledak yang dia dapatkan sebelumnya telah di modifikasi menjadi lebih kuat, tentu bisa dipastikan tidak akan ada satu pun selamat di dalam jangkauan ledakan itu.
__ADS_1