
Pernyataan dari raja Sura membuat semua orang di aula pertemuan terkejut, bagaimana tidak, mendengar bahwa Siva akan menikah saja itu sudah menjadi berita besar. Di tambah lagi, orang yang akan menikahinya adalah anak kampung, meski ayah Raynor sosok pahlawan besar, tapi tetap saja Rezar memutuskan pergi dari klan dan sudah tewas, Raynor bukan lagi siapa-siapa kecuali anak yatim pintu.
Satu orang berjalan menuju Raja Sura dia adalah salah satu petinggi di keluarga utama klan harimau merah, Ayah dari Darnu, ketua Egiel.
Jelas dia salah satu dari orang yang menganggap bahwa Raynor adalah pengganggu di klan harimau merah, bagaimana tidak, saat setelah Raynor datang, dia mempecundangi Darnu hingga kehilangan harga diri sebagai generasi muda paling berbakat.
"Maaf tuan Sura, ini adalah berita mengejutkan jika putri Siva harus menikah dengan Raynor, bahkan kami tidak tahu jika mereka sudah di jodohkan."
"Tidak, aku dan Rezar tidak menjodohkan mereka, tapi ini seperti sebuah janji yang aku buat sendiri, jika nanti waktunya tiba aku akan menikahkan Siva dengan Raynor, dan nyatanya takdir benar-benar membuat mereka saling terhubung." Raja Sura tertawa bahagia dengan semua kejadian yang mereka alami.
"Meski pun begitu, ada banyak pemuda dari klan utama dan bahkan kerajaan tetangga ingin melamar putri Siva, apa anda tidak merasa khawatir jika itu akan memperburuk keadaan kerajaan Losborn."
"Untuk apa aku merasa khawatir soal itu, Siva adalah putriku dan aku hanya ingin memberi yang terbaik kepadanya."
"Aku tidak berpikir itu adalah hal baik."
"Kenapa kau bicara begitu." Ada satu tekanan emosi yang dimunculkan raja Sura kepada Egiel.
"Ini adalah soal Rezar, berita kematian Rezar tentu menjadi hal buruk untuk klan harimau merah dan kerajaan Losborn, karenanya, jika anda menikahkan Raynor dengan putri Siva, kerajaan Losborn tidak mendapatkan untung apa pun karena Rezar sudah tiada."
"Aku mengerti apa yang kau maksud."
"Oleh karena itu...."
Tangan Egiel memanggil Darnu untuk mendekat, dia jelas ingin memperkenalkan kepada sang Raja Sura tentang prospek masa depan yang di miliki Darnu.
"Bukankah lebih baik anda menikahkan putri Siva dengan anakku, Darnu, selain Darnu adalah keluarga utama klan harimau merah, dia juga akan menjadi penerus klan Wu zang dari kerajaan Sunfall."
Tentu semua orang di klan harimau merah tahu, kenapa Egiel menyombongkan diri perihal anaknya kepada raja Sura. Istri Egiel adalah putri pertama klan Wu zang, Xiu Wu Zang, jadi secara otomatis di masa depan Darnu akan menggantikan posisi kakeknya yang tidak memiliki anak lelaki.
Meski di kerajaan Sunfall klan Wu zang bukan klan terkuat, tapi tetap saja, mereka jauh lebih kuat dari pada klan harimau dan memiliki reputasi besar di wilayah tengah.
"Ingat Raja, jika klan Wu Zang membantu kerajaan Losborn, tentu kerajaan Soran, atau kerajaan tetangga yang lain tidak akan mau bermusuhan dengan kita." Egiel pun menambahkan keuntungan yang diperoleh Raja jika menikahkan Siva dengan Darnu.
Ini terlihat seperti Egiel menawarkan barang dagangan kepada pembeli dengan semua kelebihan yang dimiliki agar berminat untuk membelinya.
"Ini adalah janjiku, janji yang aku buat untuk bayar hutang kerajaan Losborn kepada Rezar, tapi tetap saja, semua keputusan ada ditangan Siva."
Raynor, Siva, Sania, Regar dan hampir semua orang mendengar ucapan Raja Sura, meski dirinya ingin menikahkan Siva dengan Raynor tapi tetap saja, sebagai ayah dia tidak ingin membuat putrinya menderita karena paksaan.
__ADS_1
"Jadi bagaimana denganmu Siva, ayah tidak akan memberi paksaan apa pun, kau ingin menikah dengan Raynor, atau orang lain, kau yang memilih." Ucap Raja Sura kepada Siva.
Dilihatnya situasi begitu rumit, setiap orang menatapnya serius bahkan suasana canggung antara dirinya dan Raynor terlihat jelas.
"Aku tidak tahu ayah."
Raja Sura merasa paham atas sikap Siva, jika awalnya Siva keberatan dan ingin menolak pernikahan yang diatur olehnya, tapi sekarang Siva menjadi ragu, itu menunjukkan bahwa ada perasaan khusus kepada Raynor.
Berbeda dari semua lelaki yang datang untuk mengajukan lamaran kepada Siva. Entah mereka pemuda berbakat klan utama, pangeran kerajaan tetangga atau seorang petarung dengan reputasi besar, Siva tidak menunjukkan sedikit pun minat, tanpa perlu berpikir terlebih dahulu, dia akan menolaknya.
Entah kejadian apa yang dialami oleh mereka berdua ketika tersesat dalam hutan Jatilowa, tapi semua itu membuat perubahan besar bagi Siva dan mulai membuka perasaan terhadap seorang lelaki.
"Raynor, bagaimana denganmu, apa kau memiliki perasaan terhadap Siva."
"Perasaan kah ?, Sebagai seorang lelaki yang sehat jasmani dan rohani, aku tidak akan menolak untuk menikah dengan wanita secantik Siva, bahkan orang lain akan menganggap ku gila jika menolaknya, tapi bicara soal perasaan, biarkan Siva sendiri yang menentukan."
Cara Siva menatap kepada Raynor menunjukkan rasa kesal setelah mendengar jawabannya. Tanpa perduli dengan semua orang, Siva menarik tangan Raynor dan membawanya pergi keluar.
Tidak ada satu pun melihat, memberikan waktu untuk mereka berdua bicara empat mata, bahkan Regar dan raja Sura melarang siapa pun mengikuti.
"Dimana kamarmu." Ucap Siva marah dan menarik tangan Raynor secara paksa.
"Di sana dekat tangga." Tunjuk Raynor yang pasrah saja seperti keinginan Siva.
"Jadi nona Siva kenapa kau mengajakku ke kamar." Awalnya Raynor ingin bercanda, tapi dilihatnya Siva begitu serius.
Siva pun mulai bicara.
"Kenapa kau memberatkan ku Raynor, jika kau lelaki harusnya bisa memberi jawaban yang jelas." Siva kesal kepada Raynor.
"Hei jangan asal bicara, jika aku mengatakan 'bersedia' dan kau menjawab 'kau terlalu baik untukku, lebih baik kita berteman saja', aku yang akan malu." Balas Raynor yang sama kesalnya.
"Memang kau punya malu huh ?."
'Tentu saja aku punya, besar pula.'
'Apa perlu aku tunjukan ke'malu'anku padamu.'
Raynor melihat sikap Siva yang begitu ngotot dan emosi, tapi dia pun tidak bisa asal menjawab karena semua ini akan berlaku hingga masa depan nanti.
__ADS_1
"Kenapa kau sangat mempermasalahkan hal ini Siva, jika kau tidak senang atas keputusan ayahmu, kau bisa menolaknya."
"Bukan begitu." Siva bingung harus menjawab apa.
Jelas ini menjadi tekanan batin untuk Raynor dan Siva, karena tahu jika Siva adalah korban atas janji dari ayahnya sendiri. Dan untuk Raynor, tubuh memang milik Raynor sedangkan jiwanya hanya orang lain.
Sang penguasa tertinggi tidak ingin merebut kebahagiaan orang lain, meski pun Raynor yang nyata telah tewas tertimpa bangunan dalam tragedi desa Maresha.
"Siva jangan merasa terbebani, katakan saja jika kau ingin menolak pernikahan kita." Ucap Raynor sedikit tersenyum agar Siva bisa lebih tenang.
"Seenaknya sendiri kau memutuskan."
"Eh, padahal aku coba memahami perasaanmu."
"Memang apa yang kau tahu, lagian juga, semua ini karena ayahmu yang menyelamatkan kerajaan, membuat ayahku ingin menikahkan ku denganmu, sebagai anaknya kau juga harus bertanggung jawab." Siva mengatakannya dengan ekspresi hampir menangis.
"Lah kenapa kok seperti aku yang salah."
"Tetap kau yang salah, dan juga, jika bukan karena kau menyelamatkan ku, aku sudah mati di hutan Jatilowa menjadi makanan serigala, itu juga harus kau pertangungjawabkan."
"Tunggu soal itu kenapa harus aku yang bertanggung jawab." Raynor tidak tahu kenapa Siva bicara begitu.
"Kemarin, aku harusnya terbunuh, tapi kau muncul tiba-tiba dan kembali menyelamatkan ku, kau harus bertanggung jawab." Siva semakin keras bicara meski ada tetesan air mata jatuh.
'Entah kenapa aku seperti orang yang dipaksa mengakui kejahatan sedangkan aku tidak pernah berbuat salah.'
"Tapi itu...." Raynor hendak menjawab tapi berubah ragu-ragu saat melihat ekspresi wajah Siva.
Semua yang Siva katakan, seperti alasan tidak masuk akal untuk Raynor pahami.
"Aku tidak peduli, intinya kau harus bertanggung jawab untuk menikah dengan ku." Keras perkataan Siva bersama satu tamparan melayang di wajah Raynor.
Setelah Siva merasa puas bicara, Raynor tersenyum sendiri, dia tahu bahwa ini terdengar seperti lelucon, karena dia telah membuat Siva menangis untuk mempertanggungjawabkan perasaannya.
"Baiklah, aku akan bertanggung jawab untukmu." Ucap Raynor meyakinkan Siva.
"Benarkah ?."
"Ya tentu saja." Dengan tiba-tiba Siva melingkarkan tangannya di tubuh Raynor, semakin dekat hingga bisa dirasakan sesuatu yang lembut menyentuh dadanya.
__ADS_1
'Maafkan aku Raynor yang asli, aku menggantikan kebahagiaan mu dengan wanita cantik ini.'
Ada penyesalan untuk hidup Raynor yang penguasa tertinggi telah rebut.