The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
ASKAR


__ADS_3

Raynor tidak menerima mentah-mentah alasan Zezan Soulland dan Regun, mereka berdua adalah putra dari dua orang yang melakukan serangan kepada kerajaan Losborn.


Bisa dipastikan, ada niat tersembunyi dibalik tindakannya mendekati Erdian dan Furan dimana mereka ingin ikut bergabung ke dalam perkumpulan yang hendak Raynor buat.


Meski pun Raynor tidak khawatir soal kekuatan bertarungnya, tapi jika tujuan Zezan dan Regun membuat orang-orang di dekatnya celaka, dia akan mengambil tindakan, bahkan tanpa perlu ragu membunuh mereka berdua.


Orang lain yang memiliki pemikiran sama adalah Siva dan Erza, mereka tentu tahu jika saat festival peringkat generasi muda terbaik diadakan, kerajaan Soran menyerang dan itu sudah menjadi alasan kenapa Siva atau pun Erza tidak ingin Regun ada di perkumpulan nanti.


"Apa kau yakin dengan ini Raynor, mengajak mereka bergabung dengan perkumpulan kita. Jelas sekali jika Regun dan Zezan itu memiliki niat lain." Bisik Siva dengan kebencian untuk mereka berdua.


"Jangan khawatir Siva, aku pun memikirkan hal yang sama denganmu. Tapi kita tidak tahu tujuan sebenarnya dari mereka." Jawab Raynor.


"Jadi apa yang akan kau lakukan."


"Hmmm untuk sekarang biarkan saja mereka bersama dengan kita. Kita ikuti permainan mereka seperti tidak menaruh curiga, hingga aku akan memastikannya sendiri."


"Bagaimana kalau mereka berniat mencelakai kita semua."


"Apa kau pikir aku akan tinggal diam ?." Balas Raynor tersenyum kepada Siva.


"Baiklah jika itu yang kau inginkan Raynor." Siva pun percaya kepada Raynor.


Tangan Raynor perlahan mengusap rambut Siva dan tidak ada penolakan darinya...."Kau tenang saja, tidak akan aku biarkan siapa pun melukai kau atau pun Erza."


Nyatanya bisikan Raynor dan Siva di dengar juga oleh Erdian. Dia pun angkat bicara untuk dirinya sendiri ...."Lalu bagaimana denganku, apa hanya aku yang sendirian di sini ?."


"Kau tidak termasuk, kau bukan wanitaku." Jawab Raynor.


Erdian tidak terima dan membalasnya kembali. ..."Aku juga perlu perlindungan."


"Bukankah ada kakakmu."


"Tolong jangan bahas dia." Wajah Erdian berubah pahit.


"Tapi jika kau ingin putri Erdian, aku bisa memasukan mu kedalam antrian untuk menjadi wanitaku yang selanjutnya." Balas Raynor sedikit menggoda.


"Jangan harap." Erdian tetap keras kepala seperti biasa.


Sedangkan Erza yang mendengar ucapan Raynor kepada Erdian merasa kesal sendiri, tanpa perlu ragu Erza pun menarik pipi Raynor dengan penuh emosi.


"Kenapa kau bisa dengan mudahnya menggoda wanita lain." Bisik Erza di telinga.


Raynor yang hanya tertawa tanpa berkata apa pun.


Sesampainya di ruangan milik guru besar Gundira, Raynor sendirilah yang masuk untuk meminta persetujuan sebagai salah satu syarat membuat perkumpulan.


Hadirnya seorang guru di dalam perkumpulan adalah untuk mengawasi aktivitas semua kelompok dibawah naungan mereka. Juga secara khusus menjadi penanggung jawab jika ada anggota yang melanggar aturan ketika melakukan tugas di luar sekte.


Gundira duduk bermeditasi dengan dua orang muridnya, Du Gong dan Serin Sua. Mereka terbilang sangat rajin karena di hari libur seperti sekarang masih menyibukkan diri untuk tetap berlatih.


"Oh, ada keperluan apa kau di sini Raynor ?." Ucap Gundira yang sudah membuka mata karena merasakan aura kehadiran Raynor.

__ADS_1


"Aku ingin menanyakan apa guru Gundira bisa menjadi pengawas untuk perkumpulan yang akan buat." Jawab Raynor mengatakan tujuannya.


"Oh, jadi kau ingin membuat perkumpulan."


"Itu benar guru."


"Tapi kenapa ?, Bukankah ada banyak perkumpulan lain yang cukup besar."


Tanpa perlu beralasan Raynor mengatakan isi pikirannya...."Aku merasa kurang cocok untuk diatur oleh orang lain, tapi bukan berarti aku akan seenaknya sendiri, tidak bukan itu. Hanya saja, aku lebih senang melakukan apa yang aku inginkan."


"Hmmm aku mengerti." Gundira pun mengangguk paham.


"Jadi apa guru Gundira mau ?."


"Ya, tapi ada satu syarat."


"Apa itu ?."


"Kau harus mengajak Qiu Nan dan Du Gong bergabung bersama mu." Ucap Gundira.


Ini jelas menjadi pertanyaan bagi Raynor, dua murid pilar utama yang tentu banyak dilirik untuk masuk ke perkumpulan, tapi Gundira menyerahkan kepadanya.


"Kenapa guru ?, Bukankah mereka bisa menjadi anggota perkumpulan yang lebih kuat."


Gundira menjawab...."Jika kau bertanya alasannya, aku ingin mereka belajar denganmu, aku yakin itu bisa membuat mereka berkembang."


"Baiklah, tapi aku tidak ingin mereka bersikap buruk kepada teman-teman ku."


"Terimakasih guru." Hormat Raynor karena urusannya tidak terlalu rumit.


Raynor memberikan lembar kertas yang harus mendapat cap dari Gundira, dia melihat seksama anggota-anggota lain di perkumpulan itu.


"Mereka semua adalah murid bagian luar, apa kau yakin dengan ini." Kembali Gundira bertanya dan ada ekspresi tidak nyaman di wajah.


"Tentu saja."


"Jika mereka hanya berlindung di balik bayang-bayang mu, itu hanya akan menghambat perkembangan mereka."


Tapi sorot mata Raynor memberi keyakinan...."Akulah yang akan membuat mereka berkembang dengan caraku sendiri. Dari pada harus menjadi an*jing pesuruh di perkumpulan lain."


"Aku paham maksud mu." Gundira memberi tanda persetujuan dan menambah dua nama lain yang menjadi anggota.


Surat pendaftaran pun di berikan kembali kepada Raynor, dia segera keluar untuk menyerahkan ke bagian administrasi sekte teratai api.


Di luar Erdan dan Furan harap-harap cemas, mereka lah orang yang sangat berantusias menunggu hasil persetujuan guru Gundira.


Melihat Raynor keluar, Erdan segera mendekat dan bertanya... "Bagaimana ?."


"Tentu saja semuanya lancar." Jempol diacungkan dengan tegas.


"Syukurlah."

__ADS_1


"Tapi ada sedikit perubahan yang di minta langsung oleh guru Gundira."


"Apa itu ?." Erdan merasa khawatir.


"Kita mendapat tambahan dua anggota baru." Jawab Raynor.


Erdan dan Furan mengambil kertas di tangan Raynor, mereka membaca setiap nama yang tercantum di dalamnya, dan memang benar ada dua nama di tulis dengan gaya berbeda.


"Senior Du Gong dan putri Qiu Nan, apa kau serius Raynor ?." Furan bertanya dengan bingung.


"Jangan bertanya kepadaku, guru Gundira sendirilah yang memasukan mereka berdua."


Ada rasa khawatir di benak Erdan dan Furan, mereka tahu seperti apa dua sosok nama yang menjadi pilar utama sekte teratai api itu.


Du Gong adalah senior dengan aura intimidasi kuat ketika berada di dekatnya. Dan putri Qiu Nan adalah senior dengan mulut paling tajam untuk menghina siapa pun di dekatnya.


Terbayang untuk Furan dan Erdan seperti apa hari-hari dalam perkumpulan jika dua pilar utama muncul.


"Bukankah ini keberuntungan, jika ada dua pilar utama dalam perkumpulan kita, maka tidak perlu takut jika ada senior lain coba menindas kita." Ucap Zezan yang ikut membaca.


"Ya kau benar saudara Zezan. Tapi tetap saja, aku merasa tidak nyaman." Erdan setuju dengan pendapat Zezan.


"Anggap saja ini sebagai bentuk latihan." Tapi Raynor mencoba meyakinkan Erdan dan Furan.


"Awalnya aku berharap jika di perkumpulan nanti, aku bisa sedikit bersantai. Tapi nyatanya tidak." Lemas hembusan nafas berat keluar dari mulut Erdan.


Raynor menyerahkan surat yang sudah di setujui oleh Gundira ke ruang administrasi, dimana mereka juga harus memberi seratus koin emas untuk biaya pendaftaran.


Setelah beberapa waktu, sebuah lencana yang menjadi simbol perkumpulan pun diberikan kepada Raynor. Namanya adalah ASKAR (ASosiasi pendeKar kurAng keRjaan).


Walau pun tidak ada yang tahu makna nama itu sebenarnya.


"Ini bagus, aku tidak menolaknya." Ucap Erdan setuju.


"Terdengar estetik." Furan memberi tanggapan.


"Hanya sebuah nama, aku tidak peduli." Balas Erdian.


"Memang apa artinya Raynor ?." Bertanya Erza.


"Sebaiknya kau tidak tahu, Erza." Jawab Raynor.


"Yang jelas itu cukup nyaman di dengar." Tambah Siva.


Setelah perkumpulan dibentuk, mereka bisa mengambil misi pekerjaan ke luar sekte, 20% dari hasil pembayaran akan masuk ke dalam Sekte teratai api dan Sisanya bisa dibagikan kepada setiap anggota.


Semua tergantung kesulitan dalam pekerjaan mereka, semakin berbahaya misi yang di ambil, semakin besar pula keuntungan yang di dapat.


Sekte teratai api tidak terikat oleh apa pun, semua kerajaan dan semua orang bisa meminta bantuan selama harga yang diberikan sesuai.


Tapi ada beberapa misi yang jelas di tolak oleh Sekte, seperti melakukan misi berkaitan dengan pembunuhan tanpa alasan atau hal-hal jahat dimana akan merugikan banyak orang tidak berdosa.

__ADS_1


Jika pun ada misi yang berhubungan dengan peperangan antara dua pihak. Sekte teratai api hanya bertindak sebagai penjaga, dan boleh membunuh ketika nyawa terancam.


__ADS_2