
Ledakan terjadi antara benturan dua kekuatan formasi milik Raynor dan Qiu Nan. Dimana tombak ciptaan Qiu Nan hancur menjadi partikel-partikel cahaya dan lenyap di tiup angin.
Sedangkan kubah emas yang melindungi Raynor masih utuh tanpa ada lubang terbentuk dari serangan Qiu Nan. Tentu hal ini membuat seluruh penonton terkejut bukan main.
Dari atas balkon istana, tergambar jelas wajah Juminem yang melongo menatap ke arah Raynor.
"Tunggu, bagaimana mungkin kubah pelindung dari rangkaian formasi dasar mampu bertahan melawan Formasi kelas atas dari seorang Shaman jubah biru." Ucap Juminem tidak percaya.
"Itulah sebabnya kau harus memahami bagaimana Raynor membentuk rangkaian formasi." Balas Gundira menggeleng kepala.
"Apa kau tahu sesuatu kakak Gundira ?."
"Jumi, kau sudah belajar ilmu rangkaian formasi prasasti selama lima puluh tahun bahkan lebih, kau juga sudah menjadi Shaman jubah hijau saat usia muda. Tapi kau tidak pernah peduli dengan kemampuan orang lain. Itulah kenapa kau tidak lagi berkembang." Jawab Gundira.
"Katakan saja kenapa rangakaian formasi dasar milik Raynor bisa sekuat itu."
"Santai saja, jangan terbawa emosi."
Kesal Juminem untuk sikap santai Gundira...."Kakak Gundira lah yang membuatku emosi."
"Baiklah biar aku jelaskan....."
Gundira menunjuk ke bentuk rangkaian formasi yang melayang di depan Raynor. Juminem melihatnya dengan teliti dan juga fokus. Tapi seketika matanya terbuka lebar dan wajah terkejut tidak bisa di sembunyikan.
"Raynor sudah merubah struktur rangkaian formasi dasar pertahanan menjadi lebih kuat. Meski bentuknya sama, tapi kekuatannya mungkin sepuluh kali lipat."
"Tidak mungkin...." Ucap Juminem seakan tidak percaya.
"Itulah kenyataannya."
"Mustahil, seorang anak muda yang belum berusia dua puluh tahun, bahkan belum juga mendapat gelar sebagai Shaman berjubah, mampu membuat rangkaian seperti keinginannya sendiri." Juminem masih belum mengakui kemampuan Raynor.
"Dan kau harus tahu Jumi, anak muda yang kau sebut itu adalah Raynor, aku tidak akan membawanya masuk secara khusus ke sekte teratai api tanpa ada alasan." Tapi jelas Gundira mempertegas pernyataannya.
"Jadi kenapa kakak tahu bahwa Raynor bisa melakukan itu. Apa yang sebenarnya terjadi saat pertama kali bertemu dengan Raynor." Kini Juminem bertanya.
__ADS_1
Gundira tertawa selagi mengingat kejadian di tugu artefak pengukuran klan harimau merah.
"Bocah itu, mengubah rangkain yang ada di dalam tugu artefak pengukuran tanpa perlu mengukir rangkaian formasi secara langsung."
Jumiem kini tertawa, dia seakan menyadari bahwa dirinya yang seorang Shaman jubah hijau masih terlalu kecil untuk menyombongkan diri, sedangkan kemampuan Raynor berada jauh diatasnya.
"Ini gila, aku tidak habis pikir, aku yang sudah tua pun merasa ingin belajar lebih banyak lagi darinya." Ucap Juminem.
"Jangan merasa gagal dulu, Raynor belum menunjukan rangkaian formasi ketika dia harus menyerang." Balas Gundira.
"Ya kakak Gundira, aku pun penasaran."
Selagi Juminem dan Gundira saling berbicara, tombak terakhir serangan Qiu Nan kembali hancur tanpa sedikitpun menggores kubah pelindung yang Raynor bentuk.
Qiu Nan tidak percaya melihat rangakaian formasi serangannya tidak mampu menembus pertahanan Raynor, sedangkan disisi lain Raynor berdiri seakan tidak tahu jika kesempatan Qiu Nan menyerang telah habis.
"Apa sudah selesai ?, Aku pikir tiga serangan saja tidak membuatmu puas untuk hasilnya, tapi percuma putri Qiu Nan, meski kau membuat rangkaian seratus tombak, itu masih belum cukup." Berkata Raynor dengan senyum mengejek.
Qiu Nan menolak percaya tapi kenyataannya dia sudah dikalahkan. Sekarang adalah giliran Raynor menyerang dan Qiu Nan bertahan.
"Kenapa setiap orang yang merasa dirinya lebih hebat, selalu menganggap ku curang. Apa tidak ada alasan lain ?."
"Tidak perlu beralasan, kau pasti sudah menyimpan artefak untuk pembentukan rangkain pertahanan agar bisa bertahan melawan ku." Coba Qiu Nan menuduh Raynor.
"Sungguh mengecewakan, harusnya kau bisa menerima kekalahan mu putri Qiu Nan, jika kau tidak percaya, apa perlu aku membuka pakaian ku untuk mencari bukti."
Tidak ada keraguan dari perkataan Raynor, jika pun dia menggunakan artefak, tentu ada sisa benda yang tertinggal di dalam bajunya.
Guru pengawas memberi isyarat untuk memulai pertandingan di ronde kedua.
"Awas kau Raynor, aku pastikan kau tidak akan mampu melawan formasi pertahanan Ku."
Qiu Nan mulai membentuk rangkaian formasi di lantai arena, dan muncul perwujudan sebuah tempurung kura-kura menjadi pertahanan yang siap menghadapi serangan Raynor.
"Baiklah kini giliran ku."
__ADS_1
Raynor kembali menggoreskan tangan di udara, wujud rangakaian formasi aneh dengan begitu banyak tulisan kuno berbentuk melingkar, sedangkan di bagian tengah dia tulis kata 'Raja', meski pun orang lain tidak tahu arti kata itu.
"Sebenarnya aku tidak ingin menggunakan rangkain formasi ini, tapi agar kau bisa sadar, bahwa kemampuan mu masih terlalu kecil jika dibandingkan dengan ku."
Sesosok makhluk besar berwarna emas muncul di atas tubuh Raynor, dia memiliki empat wajah bermacam ekspresi, empat tangan dengan masing-masing menggenggam senjata.
Kejutan lain semakin membuat orang-orang bingung, ini pertama kalinya ada yang mampu memunculkan wujud sesosok makhluk dari sebuah rangkaian formasi.
Qiu Nan hanya melongo menatap sosok makhluk yang wujudkan oleh Raynor. Terlihat begitu kuat dan sangat menakjubkan.
Tapi Raynor tidak memiliki niat membunuh Qiu Nan, karena jika itu terjadi maka seluruh sekte teratai api akan hancur hanya dengan satu serangan senjata rangkaian formasinya.
Hanya dengan sebuah jari, Raynor memerintahkan makhluk itu untuk bergerak, satu dari keenam tangan yang menggenggam pedang melepas serangan.
Tapi barulah ujung pedang menyentuh tempurung kura-kura milik Qiu Nan, cahaya emas meledak menghancurkan pertahanan yang dia bentuk.
Qiu Nan jatuh hampir tidak sadarkan diri, energinya habis untuk menciptakan rangkaian formasi dan Raynor segera menghapus rangakaian formasi Raja sebelum dia pingsan.
Sebenarnya Raynor pun sama. Karena membuat rangkaian formasi tingkat Raja, membutuhkan hampir separuh energi di dalam tubuh, tapi dia bisa mengatur jumlah energi yang keluar selama perwujudan rangakaian miliknya, Raynor masih mampu bertahan.
"Jadi Putri Qiu Nan, apa sekarang kau mau mengakui kekalahan mu." Ucap Raynor bertanya.
"Ya, aku.... Jangan harap aku mau mengatakannya."
"Terserah kau saja, tapi ingat janjimu, saat libur nanti sebaiknya kau berdanan yang cantik, agar aku nyaman melihatmu." Balas Raynor dengan tertawa.
Berjalan pergi meninggalkan Qiu Nan. Siva, Erza dan kawan-kawan datang menghampiri dengan wajah kesal. Memang benar, sebuah tamparan melayang dan bersarang tepat di pipinya.
"Apa kau tidak bisa sedikit lebih lembut. Aku sudah kehabisan energi setelah pertandingan tadi." Ucap Raynor.
"Aku tidak habis pikir, aku dan Siva khawatir jika kau kalah, tapi ternyata kau berniat menang demi bisa pergi dengan Qiu Nan, dasar lelaki, apa kami berdua kurang untukmu."
"Kau terlalu berlebihan Erza, aku memiliki tujuan lain soal Qiu Nan."
"Tujuanmu hanya alasan, pada akhirnya kau memang berniat melakukan banyak hal, ini dan itu dengan wanita itu." Erza benar-benar kesal untuk sikap Raynor.
__ADS_1
Raynor tersenyum sendiri melihat sikap Erza sekarang, dia yang sudah terbuka dengan Siva, benar-benar menunjukkan sikap cemburu. Dan itu membuat Raynor senang.