
Siang hari, Arena pertandingan....
Sebelumnya kemenangan untuk Rayos atas perlawanan tidak berarti dari Sang Sizan. Sebagai lelaki dengan bakat tinggi dalam generasi muda di klan serigala hitam dan menunjukkan kepantasannya menjadi murid sekte teratai api.
Rayos mengalahkan Sizan dalam lima gerakan, itu pun hanya menggunakan teknik beladiri dasar yang di ajarkan klan serigala hitam, Teknik beladiri serigala malam.
Feng Rayos adalah kebanggan klan Serigala Hitam, dukungan para anggota keluarga pun dirasakan jelas dengan sorak-sorai para pengikut klan yang datang untuk menonton.
Setelah Feng Rayos...
Kini giliran kandidat terbaik lain yang bertarung, Sang Qian melawan salah satu petarung dari klan Garuda api, tidak ada yang mengejutkan antara mereka berdua, dimana Sang Qian tidak memberi kesempatan untuk melepas satu serangan telak.
Perbedaan kekuatan yang begitu jauh, antara ahli beladiri tingkat raja tempur dan ahli beladiri tingkat pemahaman bumi, sudah menunjukkan tanda kemenangan sang Qian.
Baru awal dimulainya pertandingan mereka oleh wasit, gerakan cepat dan lincah menghindari setiap serangan energi dari petarung klan Garuda api.
Mendapat satu celah kesempatan menyerang, sang Qian sudah menempatkan posisi pedang di depan leher lawan. Tentu sebagai salah satu kandidat pemenang generasi muda terbaik, dia berada dalam bakat yang di atas rata-rata.
Dan salah satu pertarungan yang paling di tunggu oleh para penonton adalah Sania Avya dari klan harimau merah melawan klan serigala hitam, Feng Sui.
Panas pertandingan bukan berasal dari Sania dan Feng sui, melainkan dibangku khusus tamu kehormatan, dimana Klan serigala hitam dan klan harimau merah saling beradu argumen.
Dan satu orang yang paling bersemangat adalah Niger, dia benar-benar menunjukan rasa bencinya terhadap klan harimau merah karena tidak hanya kalah saing perihal bisnis ramuan dan artefak, soal wilayah kekuasaan pun klan serigala hitam ada dibawah klan harimau merah.
"Tuan Regar, apa anda yakin untuk membiarkan putri Sania bertarung melawan anak kami, Sui." Berkata Niger kepada Regar.
Regar bukan orang yang mudah terbawa emosi, dengan santai dia pun menjawab...."Aku tidak melarang apa pun soal Sania, meski dia kalah atau menang anggaplah sebagai pengalamannya."
"Tapi mengingat putri Sania baru memasuki tingkat raja tempur, tentu kekuatan tenaga dalamnya belum stabil secara sempurna, sungguh sebuah keberuntungan untuk kami."
__ADS_1
Ini memang menjadi hal umum dikalangan ahli beladiri, setiap kali mereka mendapat peningkatan maka energi tenaga dalam di tubuh berkembang sedemikian pesat, sedangkan kondisi fisik yang harus menampung energi sebanyak itu haruslah dilatih agar bisa beradaptasi.
Niger dan orang-orang klan serigala hitam tentu percaya diri menang melawan Sania, meski Feng Sui masih setengah langkah lagi mendapat peningkatan ke ranah Raja tempur, tapi pengalaman berlatih di Sekte teratai api sudah jauh melampaui Sania.
Melihat kesombongan Niger yang membanggakan Feng sui, atau pun Feng Rayos memicu kekesalan satu orang, dia adalah Paman Yuran.
Sebenarnya Regar bukan sosok yang hobi menanggapi provokasi orang lain, tapi berbeda dengan paman Yuran, dia bertanggung jawab atas pelatihan para anggota klan harimau merah. Mendengar setiap ucapan Nigar membuatnya tidak tinggal diam.
Yuran membela...."Bagaimana pun Sania masih berusia tujuh belas tahun, sangat wajar dia belum berpengalaman dalam bertarung, tapi lihat Feng sui, di usia yang Minggu depan genap dua puluh tahun, jika kalah, maka aku bisa tertawa di depan wajah kalian."
"Bicara apa kau Yuran, asal kau tahu saja, lebih dari berpengalaman dalam bertarung, Feng sui sudah mempelajari banyak hal di sekte teratai api." Niger tidak terima.
"Cara berburu binatang, cara mencuci pakaian senior, cara memasak tanpa api, atau cara menjadi penjilat yang baik dan benar ?." Balas Yuran.
Dia juga alumni sekte teratai api, tentu dia tahu apa saja yang murid bagian luar lakukan selama masa pelatihannya. Niger tidak bisa berkata-kata, sebagai sesama alumni dia sadar, jika memang itulah yang dilakukan Feng sui.
"Sudahlah, Yuran, jangan dianggap serius." Regar coba menengahi keributan antara Niger dan Yuran.
"Aku paham perasaanmu tapi tetap saja, yang bertarung itu Sania dan Feng sui, bukan kau dan Niger."
Saat ini Sania berdiri saling berhadapan dengan Feng Sui, keduanya sudah memegang senjata yang akan mereka gunakan, ketika Wasit memulai pertandingan.
Feng sui segera melakukan teknik beladiri serigala malam, gerak lurus mengarahkan pedang yang cepat ke bagian pinggang. Sania menangkis, dibalasnya dengan langkah ke lima dari teknik sepuluh langkah harimau merah.
Keduanya sangat piawai memainkan pedang dari setiap langkah teknik beladiri andalan klan mereka masing-masing, perbedaan pengalaman antara Feng sui dan Sania terlihat jelas. Meski Sania memiliki bakat diatas rata-rata, tapi soal pertarungan yang nyata dia cukup tertinggal.
Sebuah celah didapatkan oleh Feng sui, dimana ketika langkah Sania terlalu melebar ke samping, membuat dirinya masuk ke wilayah jangkauan ayunan pedang Feng sui.
Cepat refleks gerakan Sania menghindar, tapi cepat pula serangan Feng Sui untuk memberi satu luka di tangan Sania. Secara otomatis energi dingin muncul di pijakan kaki, dinding es terbentuk dan itu membuat Feng Sui melompat mundur agar tidak terkena dampak pembekuan.
__ADS_1
"Meski teknik beladiri pedang anda masih belum sempurna, tapi dengan adanya energi dingin, itu sudah cukup menutupi kekurangan anda putri Sania." Feng Sui memuji kemampuannya.
"Terimakasih, tapi salah jika anda menganggap aku mudah untuk dikalahkan."
Sania tidak menahan diri untuk sekedar menggunakan permainan pedang saja, energi dingin yang dia keluarkan kini menyelimuti pedangnya.
Ketika pertarungan dilanjutkan, setiap sayatan pedang Sania yang menebas udara, menghasilkan duri-duri es tajam merambat lurus ke tempat Feng sui.
Menghindar dan menunggu kesempatan adalah satu-satunya pilihan Feng Sui, tapi Sania tidak berniat untuk menghentikan serangan dingin yang kini menyelimuti seluruh arena dengan duri-duri es.
Beberapa orang terpana saat tahu kemampuan Sania adalah energi dingin, karena memang sangat jarang bagi ahli beladiri mengembangkan kekuatan dari Es.
"Yang aku tahu, jika klan harimau merah mengajarkan anggota keluarganya dengan energi api, tapi kenapa putri Sania pengguna energi dingin."
Itu jelas menjadi pertanyaan besar untuk para tetua klan lain yang baru pertama kali melihat Sania bertarung.
Kembali ke Sania dan Feng Sui.
Meski setiap ujung arena adalah jangkauan serangan Sania, tapi Feng Sui mensiasati keterbatasan gerak dengan satu teknik lain andalan klan serigala hitam.
Feng Sui berlari memutar, dia mengandalkan lima ekor serigala bayangan yang datang ke tempat Sania dari segala arah, itu adalah pengalih perhatian agar Sania sibuk melepas energi dingin dan hilang konsentrasi.
Hingga satu kesempatan Feng sui melepas serangan dari titik buta belakang punggung Sania, ini adalah bukti jika pengalaman bertarung bisa menjadi suatu keuntungan.
Tapi sayangnya serangan Sania tidak hanya dari apa yang dia lihat saja, ketika pedang Feng Sui mendekati punggung, energi dingin milik sania muncul dan menghasilkan bunga Es yang menghantam tubuhnya.
Sania muncul di depan Feng sui dengan sebilah pedang lurus di wajahnya.
"Aku kalah." Feng Sui secara tegas menyerah.
__ADS_1
Sorak kemenangan terdengar di tempat para pengikut klan harimau merah, termasuk senyum mengejek Yuran yang membuat wajah Niger terlihat pahit.