The Over Lord : Rise Of New Lord

The Over Lord : Rise Of New Lord
Harta rampasan


__ADS_3

Erza hanya bisa terdiam ketika melihat sosok lelaki yang berdiri diantara genangan darah dan tumpukan mayat, seakan sudah terbiasa bertarung dengan taruhan nyawa, Raynor tidak sedikit pun menunjukkan rasa takut di matanya.


"Kenapa kau melihatku seperti itu, apa yang aneh, Erza ?." Bertanya Raynor karena dia sadar jika sejak tadi Erza hanya diam menatap dirinya.


"Tentu saja kau sangat aneh, bagaimana mungkin kau begitu tenang setelah membunuh mereka semua." Jawab Erza.


"Ini adalah bentuk pembelaan diri, mereka yang berniat membunuh ku, tentu aku tidak bisa pasrah saja sedangkan nyawaku terancam." Balas Raynor sebagai alasan.


Erza tidak bisa membantah jawaban Raynor, apa yang dia katakan adalah benar, tapi tetap saja, melihat sisi kejam dari lelaki seperti Raynor membuat Erza kebingungan.


Setelah Erza tidak memiliki pertanyaan apa pun kepada Raynor, kini giliran Raynor yang bertanya.


"Jadi kenapa kau kembali ke tempat para bandit, apa kau berniat bergabung lagi dengan mereka ?." Raynor bertanya.


Erza merasa berat untuk menjawab..."Tidak bukan itu, ini karena kau yang di cari oleh mereka."


"Ah... Soal aku yang menggagalkan rencana pembunuhan putri Siva, dan mereka memerintahkan mu untuk mencari ku." Raynor sudah menebak tujuan para bandit.


"Ya benar, aku tidak punya pilihan lain, mereka tidak mau melepaskan ku begitu saja, tapi mereka juga memberi kesempatan, jika aku bisa membawamu, aku akan bebas."


"Bukankah itu mudah, kenapa kau tidak mengatakan kepada mereka sejak awal, jika orang yang mereka cari adalah aku." Dengan santai Raynor bicara.


"Kenapa kau bisa menganggap masalah ini sangat mudah, sedangkan aku harus mencari alasan agar bisa menyelamatkan mu, kau tahu itu Raynor." Erza membalasnya dengan marah.


"Tapi memang semua sangat mudah, lihat mereka tewas karena coba membunuhku."


Erza jelas meragukan kekuatan Raynor..."Aku juga tidak berpikir kau mampu melakukannya."


Raynor tidak bisa menyalahkan Erza, dia sedang terdesak, nyawanya terancam dan mustahil untuk melawan, tapi siapa sangka, Erza lebih memilih menyembunyikan kebenaran soal Raynor.


"Jangan khawatirkan aku Erza, aku cukup kuat untuk melindungi diri sendiri. Jika kau menceritakan tentang ancaman mereka sejak awal, aku akan datang dan tidak membiarkan siapa pun melukaimu." Ucap Raynor dengan senyum kepada Erza.


Mendengar pernyataan itu, mata Erza terbuka lebar, menatap lurus ke arah sosok lelaki dimana kini dirinya sedang mencari barang-barang dari setiap mayat bandit yang sudah tewas.


"Mereka ini benar-benar miskin, bahkan tidak ada satu koin emas pun di saku mereka." Mengeluh Raynor sendirian.


Tapi sebelum pergi, Raynor tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menjarah semua harta dan barang berharga yang di simpan di dalam markas para bandit.


Raynor tentu sadar jika di tempat inilah, mereka menyembunyikan hasil rampokan dari para anggota bandit Taring Hitam.


Itu bukan hal sulit bagi Raynor karena dia memiliki kemampuan ruang tanpa batas, salah satu kegunaannya adalah mencari barang yang hilang.


"Hei Erza dari pada kau hanya berdiri diam sambil menatapku dengan aneh, lebih baik kau membantuku menemukan harta yang para bandit ini simpan." Berkata Raynor.


"Ah... Iya." Erza pun segera berdiri dan mengikuti Raynor dari belakang.

__ADS_1


Semakin bingung Erza menggambarkan sosok Raynor, dia bukan orang jahat, tapi membunuh seperti hal yang biasa. Dia juga orang yang dermawan untuk menolong seseorang, meski sebagian besar adalah wanita, tapi dia sangat perhitungan kepada siapa pun.


Bahkan Erza tahu Raynor bukan orang yang hobi mengambil keuntungan orang lain, tapi mengambil harta dari penjahat dia begitu bersemangat.


"Aku tidak yakin kau akan menemukan harta yang mereka simpan di sini."


"Jangan meremehkan aku nona Erza."


Raynor berjalan ke satu ruangan lain, meraba-raba lantai seperti mencari sesuatu dan nyatanya memang benar, jika ada satu celah yang bisa di angkat.


Sebuah ruang rahasia lain yang menjadi tempat para bandit menyembunyikan barang hasil kejahatan mereka.


"Lihat, ini sangat mudah." Raynor tersenyum sombong.


"Bagaimana mungkin kau menemukannya dengan mudah."


"Kau tahu aku punya sedikit kemampuan untuk mencari barang yang hilang."


Nafas berat terhembus di mulut Erza..."Entahlah, aku sudah lelah dan tidak bisa berpikir lagi tentang keanehan yang kau miliki."


Erza ternganga ketika melihat tumpukan koin emas yang jumlahnya satu peti besar, dan juga ada bermacam-macam barang lain seperti senjata kualitas tinggi, senjata sihir, artefak kelas tinggi, batu jiwa binatang iblis tingkat tinggi, serta gulungan penting berisi ilmu beladiri.


Tentu semua itu adalah harta berharga yang memiliki nilai jual mahal, bahkan Raynor bisa menghitung jika dimasukkan dalam pelelangan, harganya akan jauh lebih tinggi lagi.


Erza pun bertanya...."Jadi bagaimana kita bisa membawa semua harta ini keluar."


Dia adalah sang penguasa tertinggi, segala ilmu pengetahuan susah dipelajari olehnya, tentu untuk membuat hal mustahil menjadi nyata itu tidaklah terlalu sulit, meski pun saat ini kekuatannya cukup terbatas.


Dunia spiritual dari teknik meditasi dunia nirwana adalah satu tempat penyimpanan yang Raynor gunakan untuk membawa banyak hal.


Hanya dengan menyentuh setiap benda dan berkonsentrasi penuh untuk memasuki alam bawah sadar, maka semua benda itu akan tersimpan di dalam dunia spiritual.


"Baiklah semua sudah selesai, sekarang waktunya kita untuk pulang."


"Tapi bagaimana dengan mayat-mayat ini, jika kita biarkan maka akan membusuk dan itu tidak pantas." Pandangan Erza ke semua mayat yang berserakan terlihat tidak nyaman.


"Kau benar." Raynor pun setuju.


Satu hal yang terpikirkan oleh Raynor adalah membakar semua mayat beserta tempat persembunyian ini. Meski para bandit sudah melakukan banyak keburukan dalam hidup, tapi kematian mereka sudah menjadi balasan atas perbuatannya.


Ketika Raynor dan Erza berjalan pulang.


Suasana canggung membuat Erza diam tanpa bicara sepatah kata pun. Raynor menyadari jika Erza masih terpikir soal masalah yang dia hadapi sebelumnya.


"Erza, jika kau dalam masalah, katakan kepada ku, aku pasti akan membantumu." Ucap Raynor demi melelehkan suasana berat yang ada di hati Erza.

__ADS_1


Erza hanya mengangguk, dia tersenyum kecil tanpa ingin Raynor melihat.


Kini Erza kembali menunjukkan sikap seperti biasanya...."Jadi apa yang ingin kau lakukan dengan semua harta rampasan itu."


"Aku tidak terlalu membutuhkan, pedang dan gulungan ilmu beladiri, kita bisa kirim ke tempat lelang untuk mendapatkan banyak uang."


"Bukankah gulungan beladiri itu sangat berharga, sangat di sayangkan kalau kau menjualnya."


"Jangan khawatir, di dalam kepalaku, ada banyak ilmu beladiri yang jauh lebih luar biasa dari ini semua." Balas Raynor.


Raynor benar-benar puas dengan semua harta dia dapatkan dari para bandit, untuk sekarang tidak perlu khawatir soal kehabisan uang saku.


*******


Di tempat lain..


Tiga sosok lelaki muncul dari balik batu, salah satunya adalah Dorondo, ketua kelompok bandit Taring Hitam cabang kerajaan Losborn. Sedangkan dua orang lain yang membawanya keluar adalah kaki tangan Dorondo.


Kaki tangan Dorondo masih bisa dibilang tidak terluka sama sekali, karena sejak awal hanya Dorondo saja yang menjadi incaran.


Sedangkan ketua mereka hampir mati lemas karena cengkraman tangan dari lelaki yang menyusup dan ingin membunuhnya.


"Aku tidak habis pikir bagaimana mungkin ada seorang ahli beladiri muda yang bisa membunuh orang-orang kita dengan mudah." Ucap salah satu kaki tangan Dorondo.


"Dia jelas bukan orang biasa, aku merasakan niat membunuh begitu kuat dari sorot matanya." Satu kawannya pun setuju.


"Untung saja kita bisa pergi, jika tidak, kita semua akan tewas ditangan anak itu."


Dorondo yang duduk lemas mulai bermeditasi untuk mengalirkan tenaga dalam dan menyetabilkan kondisi tubuhnya.


"Ketua apa yang harus kita lakukan sekarang, apa kita perlu melaporkan kejadian ini kepada markas besar."


"Aku berniat untuk melaporkan ini, tapi jangan sampai ada yang tahu kalau kita dikalahkan oleh seorang bocah." Jawab Dorondo.


"Memangnya kenapa ketua ?."


Dengan penuh kemarahan Dorondo menjawab ... "Apa kau mau markas besar tahu jika kita kalah oleh seorang bocah, ini akan membuat nama kita terhina."


"Aku mengerti, tapi bagaimana cara kita membuat alasan."


"Bilang saja, kalau raja Sura membawa banyak pasukan untuk menyingkirkan semua bandit dan satu orang dari kita berkhianat menunjukkan jalan menuju markas rahasia."


"Kami mengerti ketua." Jawab mereka dengan patuh.


Kuat kepalan tangan Dorondo, dia benar-benar marah untuk semua penghinaan dari Raynor, dihantamkan pukulan ke sebuah batu besar hingga retak.

__ADS_1


"Aku akan mengingat wajah bocah itu, dan akan aku habisi dengan tanganku sendiri." Itu menjadi sumpah yang Dorondo ucapkan.


Mereka segera pergi untuk meninggalkan kota kerajaan Losborn, menuju ke satu tempat yang menjadi wilayah kekuasaan markas besar kelompok Taring Hitam.


__ADS_2