Touch My Body

Touch My Body
Salah Paham


__ADS_3

"Kamu?"


"Oh, hai...," sapa Cima. "Kamu pasti calon istrinya Ka Jacob, yah?" tanyanya tersenyum hangat.


Anna mengernyit, bingung kenapa wanita yang sempat dia cemburui juga ada di sana berdiri dengannya memakai gaun pengantin.


"Ka Jacob?"


"Iya, Ka Jacob. Kamu Anna, kan?"


Anna mengangguk. "Kamu tahu nama aku?"


"Iya. Mas Gober yang ngasih tahu. Katanya kita mau nikah bareng hari ini."


"Apa, nikah bareng?" kaget Anna.


"Iya. Emang Ka Jacob nggak ngasih tahu kamu?"


Anna mendengus, marah mendengar kata mereka akan menikah bersama. Bisa-bisanya Jacob juga ingin menikah dengan wanita ini?! Apa dia pikir pernikahan mereka hanya main-main?


Anna menggeram, membuang bunga tangan yang dia pegang begitu saja.


"Eh, mau ke mana, Na? Kok, bunganya dibuang?" kaget Cima.


Salah satu pegawai WO yang berdiri di dekat mereka juga ikut kaget melihat Anna mengangkat gaunnya bersiap berjalan meninggalkan depan pintu tempat diadakannya pernikahan dua pelanggannya.


"Maaf, Bu. Ibu mau ke mana?" tahan pegawai itu cepat.


"Bilang sama laki-laki nggak tahu malu itu, nikah aja sama dia! Aku nggak sudi dimadu!"


Cima mengernyit, merasa ada yang tidak beres di sini. "Siapa yang mau dimadu, Na?" tanyanya tidak mengerti.


"Diem Lo! Gue nggak ngomong sama Lo!" sentak Anna menunjukkan taring keganasannya.


Cima sontak membola, kaget dengan sikap Anna yang tiba-tiba berubah. "A-aku...."


"Lo aja yang nikah sama cowok egois nggak mikirin perasaan perempuan! Kalo Lo suka dimadu, Lo aja yang nikah sama dia!" sentak Anna lagi menarik gaunnya setinggi mungkin demi memudahkannya pergi dari sana.

__ADS_1


Kecewa dan sakit hati menyatu di dalam hati Anna. Bagaimana mungkin dia tidak tahu apa-apa tentang pernikahan yang akan diselenggarakan secara bersama-sama dengan mantan kekasih calon suaminya?


Jacob benar-benar keterlaluan menjadikannya wanita bodoh yang mau saja jatuh terjebak dalam pusaran permainannya.


"Loh, Anna. Kok, belum masuk?" Mulan datang mendekati wanita yang sudah berjalan beberapa langkah dari depan pintu bersama Rama.


Mereka sedikit terlambat karena baru saja selesai bersiap setelah bermandi peluh beberapa menit yang lalu.


"Gue nggak mau nikah!"


"Hah?!" Mulan dan Rama kompak bersuara.


"Kenapa?" tanya Mulan lebih dulu.


"Gue nggak mau nikah sama cowok yang maunya punya dua istri! Gue nggak sudi!"


"Hah?!" Mulan menyahut bingung diikuti Rama.


"Dua istri? Dua istri dari mana, Na?" tanya Mulan lagi.


"Itu!" tunjuk Anna pada Cima yang diam membatu ditempatnya.


"Astaga...." Mulan dan Rama kembali kompak bersuara.


Sepertinya Anna sudah salah sangka dengan konsep nikah bersama ini. Rama menggelengkan kepala, ingin sekali tertawa melihat kesalahpahaman yang sepertinya tidak diketahui calon istri sahabatnya.


"Kamu salah paham, Na. Kalian emang mau nikah bareng, tapi bukan Cima nikahnya sama Jacob juga," terang Mulan tersenyum geli.


"Maksudnya?"


"Jadi gini, Na. Cima itu adik gue. Dia nikahnya sama Gober sahabat gue dan Jacob. Kalian emang dibikin nikah bareng sama papi Mike dan papi Donal hari ini. Konsepnya emang kayak gitu, double wedding." Rama melanjutkan penjelasan istrinya mencoba memberi pengertian pada wanita yang sudah siap dengan gaun pengantinnya.


"A-apa? Jadi gue—"


"Iya, Na. Kamu tetep nikah sama Jacob dan Cima sama Gober. Mereka berdua nungguin kalian di dalem," potong Mulan ikut memberi penjelasan.


Anna sontak terdiam, teringat pembicaraan terakhirnya dengan Jacob tempo hari.

__ADS_1


"Aku beneran, Beb. Cima itu adiknya Rama sahabat aku. Dia sama sekali bukan mantan aku."


"Boong, kamu pasti boong sama aku! Nggak mungkin adik sahabat trus punya foto berdua sama kamu! Mana fotonya mesra banget lagi. Kamu pikir kamu bisa boongin aku?!" sahut Anna bersikeras, teguh pada kecurigaannya sendiri.


"Ya ampun Bebeb ... aku nggak boong. Sumpah, Cima itu adiknya Rama. Dia juga bakal nikah sama Gober sahabat aku yang lain. Tadi aku juga dianterin sama Gober nggak cuman dia doang." Terlanjur percaya dengan rasa curiganya Anna berlalu dari hadapan Jacob tidak peduli.


Jacob pusing sendiri harus menjelaskan bagaimana lagi waktu itu. Alhasil selama seminggu sebelum hari ini tiba, Jacob dan Anna lebih banyak bersitegang dan berdebat untuk masalah kecil karena Anna sudah melabeli calon suaminya pembohong dan tidak jujur padanya tentang siapa itu Cima.


"Jadi kamu mikirnya aku juga bakal nikah sama Ka Jacob, Na?" Cima mendekati ketiga orang tersebut, ikut mendengar pembicaraan mereka.


Dia tersenyum-senyum geli tahu kenapa Anna terlihat tidak senang melihatnya berdiri disampingnya tadi. Ternyata alasan ini yang membuat Anna langsung marah dan berbicara sedikit kasar padanya.


"Gu-gue...."


"Udah nanti aja bahasnya. Kasian dua biji di dalem lagi nungguin kalian. Mereka pasti udah was-was nunggu kalian nggak masuk-masuk daritadi." Rama menyela, tahu bagaimana hebohnya sahabatnya jika sampai wanita yang mereka cinta tidak jadi menikah dengan mereka.


"Iya bener apa kata Rama. Nanti aja kalo kalian mau ngebahas soal itu. Lebaran masih lama buat maaf-maafan," timpal Mulan sengaja menggoda Anna yang menunduk malu.


Sempat menghabiskan waktu semalam dengan Anna, Mulan sedikit banyak mulai mengenal sifat dan sikap wanita itu. Mereka sempat bertemu dan dikenalkan Jacob di restoran hotel tempat mereka menginap sebelum Mulan tidur bersama Cima tadi malam.


"Iya, kita masuk dulu kalo gitu." Cima menarik Anna, menyodorkan bunga tangan milik Anna yang sempat dia buang ke arahnya.


Dua wanita yang kini sudah siap menjalani hidup baru saling melempar senyum, sebelum pegawai WO membuka pintu di depan mereka lebar.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Astaga ... hampir aja biji Jacob nangis kejer ditinggal pergi, yah? 🤭🤣


__ADS_2