Touch My Body

Touch My Body
Tidak Pernah Puas


__ADS_3

"Sweety...," bisik Rama memeluk Mulan dari belakang.


"Apa?"


"Main disini mau nggak?" tanya pria itu asik mencium ceruk leher wanitanya.


"Ish, aku lagi masak, Ra. Nanti aja!" sahut Mulan risih


"Kita belum pernah cobain main disini, Ty. Kan, nggak pa-pa sambil kamu masak aku 'sayang' kamu dari belakang...," bisik Rama lagi masih mencium ceruk leher Mulan.


"Astaga, Ra ... kalo kayak gitu kapan aku selesai masaknya? Kamu, kan mesti ke kantor," tolak Mulan mulai merasa geli di sekujur tubuhnya.


"Bentar doang, Ty ... mau, yah?" bujuk Rama dengan tangan yang sudah masuk ke dalam kaos oversize Mulan.


Tangan yang sedikit kasar itu menyapu perut rata Mulan dan naik perlahan menuju dua benda kenyal kesukaannya.


"Dosa, loh nolak suami...." Rama masih berbisik, mencium ceruk leher hingga berpindah ke belakang telinga istrinya.


Mulan tidak bisa menolak saat tangan dan bibir Rama menyentuh tubuh bagian atasnya dengan lembut dan memabukkan.


Ah, Mulan bisa gila punya suami seperti Rama yang bahkan tidak pernah ada kata puas untuk hal yang satu itu. Baru saja beberapa jam yang lalu mereka tidur tanpa busana setelah semalaman Rama berada di atasnya, kini pria yang tengah asik meremass dadanya itu kembali meminta jatahnya sebagai suami.


Mulan benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa. Rama yang selalu penuh nafsuu itu menarik turun dalaman merahnya dengan tidak sabar, dan perlahan menyentuhkan benda perkasanya ke bokongg padat Mulan.


"Ra...," ucap Mulan geli.


Rama yang selalu mendapatkan apa yang dia mau memposisikan diri, masuk menyentuh kelembutan Mulan dengan sekali hentakan kuat.


Mulan sempat memekik sebelum Rama menutup bibirnya dengan tangan dan mulai memaju mundurkan tubuhnya penuh semangat.


Acara masak memasak pagi Mulan hari itu berlangsung dengan Rama yang berdiri di belakangnya, mendesahh dan menyemburkan miliknya seiring helaan nafas panjang dari bibir Rama.


"Ah ... kamu emang selalu enak, Sweety." bisik Rama lagi mengecup bahu Mulan, puas.


"Dan kamu emang nggak ada capek-capeknya!" sahut Mulan dengan kaki yang mulai bergetar.


Hampir dua puluh menit berdiri dengan posisi dia berada di depan Rama membuat Mulan harus bisa menguatkan otot paha dan betisnya agar mampu mengimbangi permainan Rama yang buas.


Mulan bahkan harus berpegangan pada tepi meja dapur, sembari memperhatikan makanan yang dia masak agar tidak gosong. Wanita itu ingin mengeluh tapi malah hanyut ke dalam permainan suaminya yang lihai.

__ADS_1


"Namanya juga lagi pengen, Sweety. Nggak ada yang bisa nahan hal begitu." Rama tertawa, menarik diri dari kelembutan istrinya.


"Lagian punya istri aku emang enak sih ... Nagih, kan jadinya." Rama tertawa geli, masih sempat mengusap kelembutan Mulan dengan tangannya dari belakang.


Mulan berjengkit, berbalik menatap Rama yang masih polos di bawah sana.


"Ish, geli tau, Ra...!" kesalnya mendorong Rama menjauh.


"Kalo nggak geli mana enak, Ty. Aku pasti nggak bisa bikin kamu basah kalo nggak kayak gitu," goda Rama menaik turunkan alisnya.


"Terserah! Udah sana siap-siap, aku mau bersih-bersih dulu. Bau punya kamu, aku sekarang!" Mulan menarik dalamannyaa, memakainya kembali dan berjalan cepat menuju kamar mereka.


Makanan yang dia masak sudah selesai, Mulan berpikir akan mandi terlebih dahulu sebelum menyajikan sarapan untuk mereka berdua.


Rama memilih mengikuti Mulan yang sedikit berlari naik ke lantai dua kamar mereka. Kaos oversize sebatas paha atas Mulan membuat kaki wanitanya yang mulus menjadi pemandangan yang sangat disukai Rama.


Pria itu memutuskan ikut masuk ke dalam kamar mandi bersama Mulan setelah melepaskan pakaiannya dan menarik Mulan mendekat ke bawah shower.


"Astaga Rama ... kamu mau apalagi, hah?!" ucap Mulan frustasi.


"Yah, mau mandi lah, Sweety. Emang mau apalagi," sahut Rama santai.


"Ck, kamu, kan bisa nunggu abis aku mandi, Ra!" ucap Mulan lagi tidak habis pikir dengan apa yang diinginkan suaminya.


Mulan lagi-lagi dibuat tidak bisa menolak dengan permintaan suaminya yang selalu saja bisa mengambil kesempatan dalam setiap apa yang dia lakukan.


Mandi yang katanya mandi itu akhirnya berakhir dengan kegiatan panas seperti sebelumnya. Rama menghimpit tubuh Mulan ke dinding bilik shower, mengarahkan benda perkasanya dari depan dengan satu kaki Mulan yang dia angkat melingkar di pinggangnya.


Air yang mengalir dengan permainan lembut dari Rama dan posisi yang sedikit sulit membuat kegiatan panas mereka terasa penuh tantangan. Mulan merasa kedua kakinya mungkin sebentar lagi akan lepas karena sekian lama berdiri sejak tadi.


Rama tidak membiarkan sejengkal tubuh polos wanitanya lepas dari sapuannya. Beberapa kali Rama menyesapp ujung dada Mulan, memutari dan meninggalkan jejaknya di sekitar situ tanpa menghentikan permainannya di bawah sana.


"Ra ... udah, Ra."


"Bentar lagi, Ty. Bentar, yah? Ini enak banget." Rama mengangkat tubuh Mulan ke dalam gendongannya, masih menyandarkan tubuh Mulan ke dinding dengan kedua kaki yang kini sudah melingkar di pinggangnya.


Mulan memekik saat benda perkasa Rama terasa memenuhi miliknya dengan tekanan kuat di dalam sana. Rama menggunakan kesempatan itu untuk mencium bibir tipis wanitanya, memberi sensasi enak untuk keduanya.


Jari-jari lentik Mulan menarik rambut basah Rama seiring rasa basah yang perlahan keluar bersama tekanan Rama yang makin dalam menggerogoti tubuh intinya.

__ADS_1


Rama berhasil menyemburkan miliknya lagi dengan nafas yang tersengal dan wajah penuh kepuasan.


"Aku nggak mau lagi mandi bareng sama kamu!" Mulan menepuk kesal lengan Rama yang menggendongnya keluar dari kamar mandi.


Pergulatan yang tidak ada habisnya itu berimbas pada kedua kaki Mulan yang langsung lemas. Mulan tidak bisa menopang tubuhnya lagi hingga Rama harus menggendong istrinya bahkan sampai memandikan Mulan di kamar mandi.


"Sekali-sekali, kan nggak pa-pa, Sweety. Kita juga mesti nyari suasana baru biar nggak itu-itu mulu gayanya," kekeh Rama mendudukkan Mulan ke tepi ranjang.


"Ish, emang gayanya mau kayak gimana lagi, hah?! Tetep aja, kan punya kamu diisi bukan disedott!" kesal Mulan yang membuat tawa Rama pecah.


"Tapi punya kamu emang bikin aku kayak kesedott, Ty." sahut Rama tidak puas menggoda Mulan.


Wanita yang digoda memutar matanya malas, merebahkan dirinya ke ranjang dengan cepat.


"Udah sana ke kantor, aku capek mau tidur! Siang ini aku nggak bawain kamu makan siang!"


"Iya, iya nggak pa-pa. Sweety tidur trus istirahat aja, yah? Aku makan siang diluar aja nanti." Rama mendekat, menarik selimut menutupi tubuh Mulan yang hanya memakai terusan pendek.


"Tidur yang banyak biar nanti malam kuat main bareng aku sampe pagi," canda Rama yang langsung mendapatkan cubitan maut dari Mulan.


"Aww ... sakit, Ty." ringis Rama mengusap lengannya.


"Coba aja kamu macem-macem, aku gigit punya kamu biar nggak bisa bediri sekalian!" ancam Mulan yang ditanggapi santai oleh Rama.


"Enak, dong kalo digigit, Ty...." sahut Rama tertawa terbahak di samping Mulan.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Udah, yah


Takut digigit Mulan 🤭😆


__ADS_2