Touch My Body

Touch My Body
Sepenggal Kejadian dan Gerah


__ADS_3

"Questo è il tuo ordine speciale, signore." (Ini Tuan pesanan khusus, anda). Pelayan yang sejak tadi melayani pasangan suami istri itu menyodorkan segelas minuman berwarna merah ke hadapan Mulan.


Wanita itu mengernyit, menatap isi dalam gelas yang tampak berbeda dari biasanya.


"Apa ini, Ra?" tanya Mulan menunjuk gelas di depannya.


"Minuman mahal dari restoran ini. Lo harus rasain biar tahu gimana rasanya minuman mahal."


Mulan berdecak, menatap kesal suaminya. Rama terdengar sombong dengan ucapannya barusan. Mulan memang tidak pernah datang ke restoran mahal seperti ini.


Bertahun-tahun dikurung dan tidak bisa keluar rumah bahkan sekolah, Mulan hanya pernah merasakan enaknya masakan chef luar negeri yang kebetulan saat itu memasak di rumah ayahnya dalam rangka ulang tahun Wati, ibu tiri Mulan.


Itu pun Mulan hanya mencuri-curi makanan saja karena penasaran dengan masakan luar negeri. Baginya berada di Itali adalah sebagian mimpinya yang akhirnya bisa terwujud.


"Cheers." (Bersulang) Rama mengangkat gelasnya bermaksud melakukan tos dengan Mulan.


Wanita yang pernah beberapa kali melihat adegan ini dalam sebuah film, ikut mengangkat gelasnya mendekatkannya ke gelas Rama.


Pria itu tersenyum penuh arti begitu melihat Mulan mulai meminum minumannya dengan wajah yang tidak biasa.


"Rasanya asam," ucap Mulan sedikit menjauhkan gelas itu.


"Tapi enak," sambungnya tersenyum bahagia.


"Namanya juga minuman mahal. Baru sekarang emang Lo minum minuman kayak gini?" tanya Rama mulai melancarkan rencananya.


Mulan mengangguk. "Iya, seumur hidup baru sekarang gue rasain minuman begini. Harganya berapa?" tanya Mulan masih menyesap minuman di tangannya.


"Mahal lah pokoknya. Lo nggak perlu tahu berapa harganya, gue cuma mau Lo nikmatin malam ini aja dengan santai." Rama kembali tersenyum penuh arti, ikut menikmati minumannya.


"Ngomong-ngomong gue belum tahu Lo asalnya dari mana, Lan. Abis kepergok sama mommy dan grandma, gue lupa tanya-tanya mengenai hidup elo."


"Emang Lo mau tahu apa tentang gue?" tanya Mulan tidak peduli.


"Mmm, gimana kalo gue mulai dari awal mula kita ketemu? Waktu itu Lo ngomong lagi dikejar sama seseorang, kan? Kalo boleh gue tahu, siapa orang itu?" tanya Rama perlahan mengulik identitas Mulan.


Wanita yang memiliki freckless diwajahnya terdiam. Bayangan saat malam di mana dia bertemu dengan Rama kembali masuk dalam ingatannya. Momen yang tidak akan pernah Mulan lupakan sampai membawa dia sejauh ini.


"Kita ngapain kesini, No?" tanya Mulan menatap takut ke sekitar mereka.


"Nggak usah banyak nanya. Lo ikut dia ganti baju trus dandan. Nanti abis itu Lo kesini lagi temuin gue!" perintah Deno menunjuk seorang wanita paruh baya di depan Mulan.


"Mari, Nona. Aku bakal bikin kamu jadi paling cantik malam ini," ajak wanita itu menggandeng lengan Mulan yang kebingungan.


"Sebenernya kita mau apa, Tante?" tanya Mulan polos.


"Jangan panggil Tante, panggil aja aku, Miss." Wanita itu membawa Mulan masuk ke dalam ruang persiapan, mendandaninya dengan sangat cantik.


Mulan sampai kaget melihat perubahan yang ada padanya di depan kaca, dengan pakaian yang sangat ketat dan seksi.


"Ini ... aku emang harus pake baju ini, Miss?" risih Mulan menarik turun pakaiannya yang hanya sebatas paha.


"Iya, tadi Pak Deno yang minta aku pakein ini buat kamu." sahut wanita itu menancapkan polesan terakhirnya di wajah Mulan.

__ADS_1


"Ayo, Pak Deno udah nungguin kamu," ajaknya membawa Mulan kembali ke ruangan tadi.


Mulan yang masih belum mengerti dengan apa yang sebenarnya diinginkan kakak tirinya, patuh mengikuti wanita paruh baya itu kembali pada Deno. Pria itu tersenyum sinis begitu melihat Mulan masuk dengan pakaian yang berbeda.


"Kerja bagus, Miss," puji Deno meminta wanita itu keluar meninggalkan dia dan Mulan.


"Gue nggak nyangka Lo bisa secantik ini, Lan...." Deno mendekati Mulan yang sontak merasa ada yang tidak beres disini.


"Kalo aja darah bokap gue nggak mengalir ditubuh Lo, mungkin malem ini bukan tua bangka itu yang bakal ngerasin tubuh Lo ini!" sambung Deno mengusap lengan polos Mulan.


"Maksud Lo apa ngomong begitu?!" sahut Mulan menepis tangan Deno, kasar.


Deno tertawa sarkas dan memberi kode pada satu bodyguard-nya untuk membawa Mulan dari sana.


"Lepasin gue! Lo mau bawa gue kemana, Deno?!" pekik Mulan takut.


"Diem! Malam ini tubuh Lo harus berguna buat keluarga kita. Udah saatnya Lo ngebales kebaikan keluarga gue karena udah urus Lo dari kecil!" Deno tersenyum licik menatap jijik adik tirinya.


"A-apa? Maksud Lo apa, Deno? Lo mau ngejual gue?" tanya Mulan tidak percaya.


Deno menyeringai, berjalan melewati Mulan menuju pintu. "Anggap aja begitu!" ucapnya jahat.


"Bawa dia! Pastiin dia ada di sana sampe tua bangka itu selesai sama urusannya!" perintah Deno pada bodyguard-nya.


"Nggak! Gue nggak mau! Lepasin gue...!" Mulan berteriak, memberontak di tangan pria berbadan jauh lebih besar darinya.


Mulan dibawa dan diseret menuju ruangan lainnya yang berjarak beberapa meter dari ruangan di mana Deno berada.


Sembari memberontak, Mulan memperhatikan keadaan disekitarnya untuk mencari cara kabur dari sana. Matanya tidak sengaja mendapati pintu keluar yang berada sangat dekat dengan mereka.


Di tengah rasa takut dan paniknya, Mulan menggigit kuat tangan bodyguard itu hingga pegangannya terlepas. Kesempatan itu digunakan Mulan untuk lari, keluar dari sana hingga tidak sengaja bertemu dengan Rama.


"Lan, hei...!" Suara berat Rama membuyarkan lamunan Mulan tentang kejadian pahit dalam hidupnya malam itu.


Wanita itu tersentak, menatap pria yang tampak khawatir melihatnya. "Kenapa?" tanya Mulan.


"Lo yang kenapa, daritadi gue ajakin ngomong malah diem aja kayak patung. Mikirin apaan, sih?!" kesal Rama.


"Nggak mikirin apa-apa. Lo nanya apa tadi?"


"Ck, jangan boong. Pasti ada yang lagi Lo pikirin, kan? Pas gue nanya siapa yang ngejar lo malam itu, Lo langsung diem kayak mayat hidup. Jujur sama gue Lo lagi mikirin apaan, Lan...," pinta Rama penasaran.


Rasa ingin tahunya semakin besar melihat Mulan seketika bungkam seribu bahasa saat dia membahas pertemuan pertama mereka tempo hari. Rama merasa ada yang tengah Mulan sembunyikan darinya.


"Gue nggak mikir apa-apa, Ra. Gue cuma...." Mulan menggantung ucapannya, tiba-tiba merasa sekujur tubuhnya panas diikuti detak jantungnya yang berdetak kencang.


Mulan mulai duduk dengan gelisah dengan tangan mengibas-ngibas di depan dada besarnya.


"Cuma apa, Lan?" tanya Rama tidak sabar.


"Gue cuma ngerasa ... ngerasa panas, Ra. Ini, kok panas banget, sih? Mereka matiin AC, yah?"


"Hah?" Rama seketika dibuat melongo dengan perkataan Mulan.

__ADS_1


Wanita itu ikut mengangkat gaunnya tinggi dengan tangan mengusap-usap tengkuknya. Rama dibuat salah fokus dengan tingkah dan gaya Mulan yang tampak sedang menggodanya.


"Lo kenapa, sih?" risih Rama.


"Panas, Ra. Badan gue tiba-tiba gerah banget ini...."


"Hah? Ada-ada aja Lo. Disini dingin begini, Lo bilang panas!" sahut Rama menggelengkan kepala.


"Tapi emang beneran panas, Ra. Gue...." Mulan menggantung ucapannya lagi, bangkit berdiri dari kursinya mendekati Rama yang kebingungan.


"Mau apa Lo?!"


"Ra, peluk gue, dong?" pinta Mulan sudah duduk di paha Rama.


"A-apa?!"


"Peluk, Ra. Gue butuh Lo peluk," pinta Mulan setengah merengek.


Tangan wanita itu mulai meraba-rabaa paha dan dadanya yang membuat tubuh Rama menegangg seketika.


"Lan, Lo apa-apaan, sih?!" sentak Rama menepis tangan Mulan.


"Peluk, Ra. Peluk gue...." Pasangan suami istri itu seketika menjadi perhatian beberapa tamu di sana karena suara Mulan yang cukup kuat meminta.


Seorang pelayan yang tadi melayani mereka pun buru-buru mendekati Rama yang mulai kelimpungan mengurus tingkah laku Mulan yang makin menggila di pangkuannya.


"Mi scusi signore. È stata colpa mia. Ho dato il drink sbagliato alla moglie, tu." (Maaf, Pak.


Ini salah saya. Saya memberikan minuman yang salah pada istri, anda), ucap pelayan itu takut-takut.


"Cosa intendi?" (Apa maksudmu?), tanya Rama tidak mengerti.


"In realtà il drink era per l'ospite laggiù, ho sbagliato a dare il drink che hai ordinato a tua moglie, tu." (Sebenarnya minuman itu untuk tamu disebelah sana, saya salah memberikan minuman yang anda pesan pada istri, anda).


"Che cosa?!" (Apa?!)," sahut Rama murka.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jadi penasaran sama minuman yang dikasih pelayan,

__ADS_1


Apa, yah kira-kira? 🤔


Tebak-tebakan, yuk 🤭😆


__ADS_2