Touch My Body

Touch My Body
Tidak Suka


__ADS_3

"Jac, kamu di mana?" panggil Anna begitu masuk ke kamar pria bertubuh tinggi itu.


"Aku di kamar mandi, Beb. Bentar!" sahut Jacob setengah berteriak.


Anna menjatuhkan tubuhnya ke tepi ranjang empuk pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.


Selama berada dirumah orang tua Jacob, Anna belum pernah menginjakkan kakinya masuk ke dalam kamar Jacob.


Pajangan dan beberapa foto tampan Jacob tampak menggantung di hampir tiap sudut kamar bernuansa hitam putih tersebut. Anna tidak tahu jika pria yang sejak awal senang memaksanya adalah pria yang suka membaca juga.


Di sudut dekat ranjang di mana dia duduk terdapat rak buku yang dipenuhi buku-buku tebal yang tersusun rapi dan terawat. Anna jadi penasaran dengan buku apa saja yang dibaca Jacob selama ini.


Melangkah pelan mendekati rak buku, Anna tidak sengaja menyambar bingkai foto 4R yang kebetulan berada di dekat rak.


Bunyi kuat benda itu mengagetkan Anna yang refleks mundur, melihat apa yang baru saja jatuh menyentuh lantai kamar Jacob.


"Ya ampun...," ucapnya menutup mulut.


Cepat-cepat Anna mengambilnya, memeriksa jika ada yang rusak atau tidak. Anna tidak mau disaat dia baru saja masuk ke kamar Jacob, Anna malah merusak barang yang ada di sana.


Rasa gugup yang perlahan berubah penasaran, mengalihkan perhatian Anna. Bingkai foto yang tengah dia genggam berisi foto Jacob yang tengah merangkul seorang wanita asing.


Siapa wanita ini? Gumam Anna penasaran. Dalam foto itu Jacob tampak sangat mesra dengan senyum sumringah terlukis diwajahnya, bersama seorang wanita yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.


Apa ini mantan kekasih Jacob? Anna menatapnya dengan seksama dan dengan hati yang mendadak kesal di dalam sana. Hatinya terasa panas dan terbakar. Entah apa maksud perasaannya, tapi yang jelas Anna tidak suka melihat foto yang ada di depannya.


"Lagi liat apa, Beb?" Suara berat Jacob mengagetkan Anna yang tengah fokus dengan pikirannya sendiri.


Anna sama sekali tidak mendengar langkah kaki Jacob yang berjalan mendekatinya begitu keluar dari kamar mandi.


"Ish, ngagetin aja, sih?!" ucapnya kesal.

__ADS_1


Jacob tersenyum tidak bersalah. "Kaget, yah? Abisnya serius amat, sih ... lagi liat apaan emang?" tanyanya penasaran.


Anna sudah menyembunyikan bingkai foto yang tidak sengaja dia jatuhkan tadi di punggungnya.


"Nggak ada!" jutek Anna. "Minggir, aku mau keluar!"


Jacob mengernyit, bingung dengan sikap calon istrinya. "Mau ke mana? Kan, aku udah ada di sini," tahannya.


"Nggak jadi! Udah males ngomong sama kamu!" tepis Anna.


Dia masih sempat meletakkan bingkai foto berisi gambar Jacob bersama seorang wanita, sebelum mendorong Jacob dari depannya.


Jacob dibuat garuk-garuk kepala dengan sikap Anna yang tidak biasa. Ada apa dengannya? Bukannya tadi pagi mereka masih akur-akur saja saat memilih tempat pernikahan mereka? Apa ada sesuatu yang terjadi yang tidak aku tahu? Gumam Jacob bingung dalam hati.


"Tunggu, Beb. Tadi katanya mau ngomong sama aku." Jacob masih menahan Anna, berusaha mencari tahu apa yang sedang terjadi padanya.


"Ish, udah aku bilang nggak jadi! Maksa amat, sih jadi orang!" marah Anna.


"Ck, siapa yang marah-marah, sih?! Udah dibilang daritadi nggak jadi. Kamu yang maksa-maksa aku nggak jelas!" sahut Anna dengan suara meninggi.


Astaga ... Jacob memendam dengan mulut yang refleks terkunci. Anna seperti singa betina yang tengah bersiap menerkamnya sekarang. Entah apa yang membuat wanitanya bisa berubah seratus delapan puluh derajat seperti ini.


"Minggir! Lama-lama aku eneg liat kamu!" dorong Anna lagi menarik pintu kamar Jacob.


Jacob mendengus tidak terima diperlakukan begitu oleh Anna. Tangannya yang kekar dengan cepat menarik pinggang Anna, menggendongnya dengan kepala yang tergantung ke bawah.


"Aaaa...!" pekik Anna kaget. "Lepasin aku, Jacob...!" sambungnya meronta dalam gendongan Jacob.


Kesal karena tingkah Anna, Jacob melemparkan tubuh ramping calon istrinya ke ranjang dengan kuat, naik ke atas tubuhnya dan mengunci pergerakan Anna.


"Lepasin aku Jacob...!" pekik Anna lagi kesal.

__ADS_1


"Nggak!"


"Lepas...!"


"Enggak! Nggak ada yang lepas-lepas sebelum kamu ngomong sama aku!" ucap Jacob bersikukuh.


Tangannya dengan kuat menahan pergelangan tangan Anna, menahannya agar tidak bisa bergerak lagi.


"Udah aku bilang nggak ada yang mau diomongin, Jac ... lepasin aku! Tangan aku sakit ini," keluh Anna setengah meringis.


"Bilang dulu kenapa kamu marah-marah gini sama aku. Kita baik-baik aja tadi, Beb."


"Ish, siapa yang marah-marah, sih?! Udah lepasin aku. Kalo nggak aku teriak!" ancam Anna tidak main-main.


"Emang berani?" tantang Jacob.


"Beranilah. Kamu pikir aku takut...!"


"Yaudah, teriak aja kalo mau teriak. Besok kita pasti langsung nikah kalo mami tahu," sahut Jacob santai.


Semakin kesal dengan pria berhidung mancung ini, Anna menarik napas dalam-dalam. Bersiap mengeluarkan suara sekencang mungkin untuk membuat Jacob kapok.


Jika calon mertuanya menangkap basah mereka, Jacob pasti akan langsung ditimpuk oleh Manis, pikir Anna.


Membuka mulut lebar dengan suara yang bersiap keluar, Anna tidak sempat berteriak karena Jacob sudah membungkam bibirnya dengan mulut.


Manik mata coklat tua Anna membola seiring lidah Jacob yang mulai bermain di dalam sana, menggelitik setiap sudut mulut Anna yang terbuka.


Sialan...! Pekik Anna dalam hati marah. Tangannya masih ditahan Jacob dengan dua kaki yang ikut ditahan olehnya. Anna tidak bisa bergerak dan berontak menerima serangan pria yang seenaknya mencumbu dan dengan sengaja menghisapp bahkan mengulumm bibir tipisnya.


Jacob tersenyum menang karena Anna tidak bisa menolaknya lagi sekarang. Serangan demi serangan enak dibibir Anna terus dia mainkan dengan buas sampai wanitanya terdengar terengah karena mulai kehabisan nafas.

__ADS_1


Jacob menarik diri, memberi kesempatan pada Anna menarik napas sebelum kembali membenamkan diri dibibir tipis yang mulai bengkak itu.


__ADS_2