Touch My Body

Touch My Body
Berhak Atas Tubuh Lo!


__ADS_3

Mulan merasakan tubuhnya tidak bisa bergerak seakan sedang ditindih sesuatu yang sangat berat.


Wanita yang masih setengah sadar itu membuka matanya perlahan, menghalau sinar matahari yang masuk dari sela-sela gorden kamar.


Mulan masih belum menyadari siapa yang sedang berada di sampingnya, memeluk tubuh polosnya dari belakang dengan posesif.


Mulan menyingkirkan tangan itu berpikir kalau yang tengah menindihnya adalah bantal guling. Namun begitu menyadari apa yang baru saja dia pegang, Mulan sontak bangun, kaget mendapati Rama tengah berada di belakangnya.


"Aaa...!" pekik Mulan refleks memukul Rama dengan bantal.


"Lo ngapain disini, hah?!" teriaknya lagi masih memukuli Rama.


"Apa-apaan, sih Lo, Lan...." Rama membuka mata, ikut kaget mendengar teriakan Mulan ditelinganya.


"Lo yang apa-apaan, ngapain Lo tidur di kamar gue, hah?! Mana nggak pake baju segala lagi. Lo mau nyari-nyari kesempatan sama gue, yah?!" kesal Mulan tidak berhenti memukuli pria yang masih mengumpulkan kesadarannya itu.


"Siapa yang nyari-nyari kesempatan, sih? Kan, elo yang panggil gue kesini, Lan. Udah berhenti, kepala gue pusing ini!" Rama menarik bantal dari tangan Mulan, melemparkan itu ke sembarang arah.


Mata yang perlahan bisa melihat dengan jelas apa yang ada di depannya, tertumbuk pada dua benda Mulan yang besar tanpa penutup, bergerak kesana kemari mengikuti pemiliknya.


Benda yang kini punya banyak stempel kepemilikan itu, menarik Rama maju mendekati istrinya yang refleks membuat Mulan mundur ke belakang.


"Astaga Mulan ... ini masih pagi. Lo mau godain gue lagi kayak tadi malam, hm?" Mata Rama tidak berpindah menatap benda yang sempat dia sesapp dengan buas semalam.


Tidak sadar dengan tubuhnya yang polos, Mulan membalas tatapan Rama dengan tajam. "Mau apa Lo?!" tanyanya waspada.


"Gue mau daki gunung bisa nggak, sih?"


Mulan mengernyit. "Maksud Lo?"


"Itu...," tunjuk Rama pada dada Mulan. "Gue mau daki dia bisa, kan kayak semalem?" tanya Rama tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari sana.


Mulan yang masih belum sadar mengikuti arah yang ditunjuk Rama. Manik mata coklat mudanya melebar seiring Rama yang makin dekat menghimpit tubuhnya.


"Aaaa...!" teriak Mulan kuat.


Rama bergegas menutup mulut Mulan dengan tangannya, tidak mampu menahan teriakan istrinya lagi ditelinganya.


"Apa, sih. Daritadi teriak-teriak mulu Lo!" kesal Rama.


"Mmm...." Mulan menepuk punggung tangan Rama, meminta pria itu melepaskan tangannya dari mulutnya.


"Gue lepasin asal Lo nggak teriak lagi." Mulan mengangguk cepat, mengiyakan ucapan Rama.


"Bener, yah?" Mulan mengangguk lagi.


"Yaudah, gue lepasin tapi abis itu gue minta ini," tunjuk Rama pada dada Mulan dengan lirikan matanya.

__ADS_1


Mulan sontak membola marah, tidak terima pria itu akan dengan seenaknya menyentuh dia.


"Yaudah, kalo gitu gue nggak bakalan lepas tangan gue dari Lo," goda Rama sengaja membuat Mulan kesal.


Mulan makin kuat memukul punggung tangan Rama dengan gumaman-gumaman yang tidak jelas dari mulutnya. Wanita itu benar-benar dibuat kesal dengan tingkah Rama saat ini.


"Bilang iya dulu baru gue lepasin." Mulan menggeleng marah.


Wanita itu tidak bisa bergerak karena kakinya sengaja ditindih oleh Rama. Mulan baru sadar kalau mereka berdua sama-sama tidak memakai baju. Dalam pikirannya Mulan tengah mengingat-ingat apa yang sudah terjadi pada mereka berdua semalam sehingga bisa dalam keadaan seperti ini.


"Kalo Lo nggak mau bilang iya, yaudah. Kita kayak gini aja sampe siang," sambung Rama tersenyum licik.


Mulan benar-benar sudah marah sekarang, dia tidak akan kalah dengan pria gila ini, pikirnya. Mulan mulai membuka mulutnya lebar, dan menggigit telapak tangan Rama kuat begitu dia berhasil mendapatkannya.


Teriakan Rama langsung memenuhi kamar Mulan, pria keturunan Jerman itu buru-buru menarik tangannya dari mulut Mulan dengan wajah menahan sakit.


"Dasar betina tukang gigit!" maki Rama kesal.


"Lo yang biji nggak tahu diri!" Mulan mendorong tubuh Rama dari atas kakinya, mendorongnya kuat hingga jatuh membentur lantai kamar.


Rama kembali memekik sakit, merasakan bokongnya nyeri karena benturan kuat di bawah sana. "Aduh...," ringisnya.


Mulan ikut turun, menarik bantal dari atas ranjang dan kembali memukuli Rama dengan tubuh yang bergantian menindihnya.


Mulan tidak mempedulikan tubuh mereka yang polos karena kesal dengan perbuatan Rama, rasa kesal dihatinya jauh lebih penting harus dia keluarkan untuk pria tidak tahu malu ini.


"Mau kemana Lo, hah?!" Rama menahan kaki Mulan sebelum wanita itu sempat berdiri dari atas tubuhnya. Kesempatan ini akan dia gunakan untuk membalas perbuatan Mulan, pikirnya.


"Lepasin gue biji mesumm!" pekik Mulan berontak.


"Lo yang macem-macem sama gue dari semalem, Mulan. Sekarang giliran gue ngebales perbuatan Lo!" Rama bangkit, menahan tubuh Mulan diatasnya dan membawa wanita itu kembali ke atas ranjang.


Mulan terus berteriak, berontak berusaha melepaskan diri dari kungkungan Rama yang menahannya.


"Dasar gila! Lepasin gue Rama...! Lo mau apa sama gue?!" teriak Mulan mulai ketakutan.


Rama benar-benar tidak waras memaksanya seperti ini, kesal Mulan dalam hati.


"Tadi, kan gue bilang gue mau daki gunung. Udah Lo diem aja, nikmatin apa yang bakal gue kasih sama Lo!" Rama membaringkan Mulan ke atas ranjang dengan dia kini berada di atasnya.


Pria itu menarik dua tangan Mulan ke atas kepalanya, menahannya agar tidak bisa bergerak dengan kaki ikut menahan kaki Mulan di bawah sana.


Mulan sama sekali tidak bisa bergerak dan memberontak lagi karena kekuatan Rama yang tidaklah sebanding dengannya. Mulan mulai frustasi, takut Rama akan melakukan hal yang tidak-tidak dengannya.


"Lepasin gue, Rama. Lo mau apa, hah?!"


Rama tersenyum, menatap penuh damba wanita yang tampak putus asa dibawahnya.

__ADS_1


"Tenang aja, gue nggak bakal ngapa-ngapain elo, Lan. Kalo gue mau, udah dari semalem gue nyari kesempatan sama Lo."


Mulan mengernyit, bingung dengan maksud ucapan Rama. Dia sama sekali tidak mengingat apa yang sudah mereka lalui semalaman tadi.


Mulan tidak sempat memprotes saat Rama dengan beraninya membenamkan dirinya di atas dada besar Mulan, yang sejak tadi terus menguji iman kelelakiannya.


"Apa yang Lo, ah...." Mulan mendesahh merasakan sesapann bibir Rama yang kini tengah berada di puncak bukit merah mudanya.


Mulan merasakan tubuhnya menegang dengan desiran aneh di sekujur tubuhnya. Rama tengah mempermainkan dirinya membawa dia melayang.


Rasa ini, seperti pernah dia rasakan sebelumnya. Kilasan kejadian pergulatan mereka semalam perlahan masuk ke dalam ingatan Mulan.


Mulan ingat sekarang, mereka berdua sudah melewati malam yang cukup panas dengan dia yang sempat memuja tubuh bagian bawah Rama dengan gila. Belum lagi dengan dia yang sempat merasakan cairan lengket itu, Mulan seketika malu dan ingin membenamkan dirinya jauh ke dasar laut.


Astaga ... apa yang udah gue lakuin? Batin Mulan mulai bergejolak, seiring merasakan sesapann Rama di dadanya yang makin kuat.


Mulan dipaksa masuk dalam buaian lembut bibir dan lidah Rama yang bergantian memutari ujungnya dengan satu tangan asik meremass dadanya yang lain.


Mulan merasakan tubuhnya melayang dengan kedutan aneh dibawah sana. Ini gila, apa setelah ini mereka akan bercinta?


Mulan tidak bisa membayangkan jika memang benar mereka akan melakukannya. Meski batinnya menolak keras, namun tidak dengan tubuhnya. Mulan terus mengerangg dengan tubuh menggelinjangg menginginkan hal yang lebih.


Ditengah rasa yang tidak biasa itu, Rama berhenti, mengangkat kepalanya dari atas dada Mulan sembari tersenyum menang menatap manik mata Mulan yang mulai sayu.


"Gimana, enak, kan? Ini baru permulaan, Lan. Kita bakal ngelakuin ini lagi nanti. Anggap aja sekarang kita lagi tahap perkenalan," ucap Rama bangga.


"A-apa?" Mulan terbata dengan rasa menggantung. Rama sepertinya sengaja mempermainkannya, pikir Mulan.


Pria berdada bidang itu melepaskan tangan Mulan yang sejak tadi dia tahan, beranjak dari atas tubuh istrinya yang polos.


"Lo cukup siapin diri Lo aja, Lan. Kita suami istri, gue berhak atas tubuh Lo. Meski Lo bilang Lo nggak cinta sama gue, tapi cinta itu bakal tumbuh seiring berjalannya waktu. Lo cuma perlu percaya sama gue." Rama pergi, berjalan meninggalkan Mulan yang terdiam dengan berjuta kegundahan dihati.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Aduh ... kalo udah minta jatah kayak gini, nih yang bahaya 🤭😆


__ADS_2