Touch My Body

Touch My Body
Sepi dan Dingin


__ADS_3

"Yang...."


"Apa?"


"Malem ini kita nggak usah pulang dulu, yah?"


Mulan mengernyit. "Kenapa? Bukannya malem ini ada tamu yang mau datang ke rumah, Ra?"


"Ya itu, kan tamunya Cima bukan tamu kita. Pokoknya malem ini kita jangan dulu pulang ke rumah, yah?" sahut Rama bersikeras.


"Trus kamu mau ke mana malem-malem gini? Aku capek pengen tidur, Ra." Pasangan suami istri itu sedang berada dalam mobil yang melaju dengan Rama duduk di belakang kemudi.


Rama ternyata sengaja membawa mobil sendiri karena ingin mengajak istrinya ke suatu tempat.


"Kalo gitu kamu tidur aja dulu, nanti aku bangunin kalo udah nyampe," usul Rama.


"Emang kita mau ke mana, sih? Jauh, yah?"


"Nggak juga, tapi kalo kamu tidur ... pasti nggak bakal terasa jauh kayak hati aku padamu," sahut Rama setengah menggoda wanitanya.


Mulan mencebikkan bibir mengambil posisi nyaman bersandar di kursi mobil suaminya. Perjalanan yang memakan waktu hampir dua jam ditambah macet yang cukup lama, membuat mereka tiba di sebuah cottage mewah milik ayahnya.


Suasana yang tenang dan udara yang dingin menyambut keduanya begitu Rama memberhentikan mobil di depan cottage.


Seorang penjaga mendekati Rama yang keluar lebih dulu menyapanya, yang terakhir kali bertemu dengan Rama saat dia masih berumur remaja.


"Selamat malam Den, Rama...," sapa pria yang memakai jaket tebal dengan topi berbahan dasar wol dikepalanya.


"Malam Kang Aer. Udah dari tadi, yah nunggunya?" sapa balik Rama hangat.


"Nggak juga, Den. Aku abis bersih-bersih juga tadi. Semua kamar udah rapi, kalo Aden butuh sesuatu telpon Kang-nya aja, yah...."


Rama mengangguk tersenyum hangat. "Ok, Kang. Makasih yah, Kang."


Kang Aer yang dipanggil Rama pun pamit pulang ke rumahnya yang berjarak beberapa meter dari cottage. Pria itu sudah lama menjadi penjaga di cottage keluarga mereka, dari sejak Rama masih berusia tiga tahun.


Rama memutari mobil dan membuka pintu di mana Mulan masih tertidur dengan pelan. Udara yang dingin dan tubuh yang lelah membuat Mulan tidak menyadari kalau mereka sudah sampai di tempat tujuan.


Rama membuka seat belt yang dipakai Mulan dan menggendongnya masuk ke dalam cottage dengan hati-hati.


Wanita itu diletakkan Rama di atas ranjang dan masih sempat menciumnya sebelum pergi menutup pintu depan cottage.

__ADS_1


"Capek banget, yah?" Rama tersenyum, sembari mengganti baju memperhatikan Mulan yang tidur seperti bayi di atas ranjang.


Dengan telaten Rama membuka sepatu Mulan dan ikut naik merebahkan dirinya dengan nyaman di samping istrinya.


"Eh, udah sampe, Ra?" kaget Mulan melihat ke sekeliling.


"Iya." Rama menarik Mulan mendekat membaui wangi aroma tubuh Mulan yang masih saja wangi meski seharian beraktifitas.


"Kok nggak bangunin aku sih, Ra?"


"Nggak tega, Yang. Kamu tidur pulas banget tadi."


"Trus kamu gendong aku sampe kesini?" Rama mengangguk dari balik ceruk leher wanitanya.


"Astaga ... emang nggak berat?" tanya Mulan lagi.


"Nggaklah, tubuh kamu ringan begitu. Kamu semaleman di atas aku aja aku mampu nahannya," canda Rama tertawa kecil.


"Ish, yaudah aku mau bersih-bersih dulu. Tubuh aku udah pada lengket semua."


"Nanti aja, aku masih pengen meluk kamu, Yang...." Rama makin mendekap tubuh Mulan, mengecup leher jenjang wanitanya beberapa kali.


"Abis kamu wangi banget, sih ... jadi pengen akunya, Yang."


Mulan berdecak, masih berusaha mendorong Rama yang menempel seperti ulat bulu di sampingnya.


"Jangan macem-macem, Ra. Tadi pagi, kan udah. Aku masih capek!"


"Nggak macem-macem, Yang. Aku orangnya cuman suka satu macem aja sama kamu." Rama naik ke atas tubuh Mulan, mencumbu bibir wanitanya yang belum siap menerima serangan pria yang selalu saja 'on' ditiap kesempatan.


Tangannya yang kekar membuka kancing kemeja kantor Mulan dengan cepat, menyingkap rok sebatas paha Mulan dengan tangan mengusap benda lembut yang dia suka di bawah sana.


Mulan sempat berjengkit kaget merasakan sapuan tangan Rama membelai benda intinya dari balik dalamann tipis yang dia kenakan.


Udara yang dingin dan suasana yang sepi malah membuat Rama bertingkah liar tidak terkendali. Tangannya yang lain menopang tubuhnya dengan bibir yang masih setia mencumbu memainkan bibir tipis Mulan dengan semangat.


Lenguhan tertahan terdengar keluar dari bibir Mulan yang tertutup, Rama sedang menggosokk tepian lembut Mulan di bawah sana dengan jarinya, memberi gelanyar aneh kesekujur tubuh Mulan.


Rama melepaskan pagutan mereka, turun menyentuh dada Mulan yang mengetatt sempurna dan terlihat menggemaskan di mata Rama.


Lidah panjangnya memutari ujung puncak Mulan, sengaja membuat wanita itu menggelinjangg tidak tenang. Bibirnya mengulumm menarik ujung puncak itu dengan lembut, memainkannya dengan tangan yang masih diam bermain-main dibawah sana.

__ADS_1


Ah ... Mulan bisa gila. Rama selalu saja berhasil mempermainkan tubuhnya dan membuat dia ikut hanyut masuk ke dalam permainan memabukkan pria yang dengan mata yang sudah berkabut itu.


Rama menarik celana tipis yang masih menutupi area hangat istrinya tidak sabar, dan mengeluarkan benda panjang yang telah mengerass sempurna di depan Mulan.


"Aku masuk, yah Sayang...." Mulan memekik pelan saat benda perkasa Rama masuk memenuhi kelembutannya.


Rasa sesak dan penuh menghantamnya lagi. Hentakann yang pelan dan perlahan berubah cepat, membawa Mulan memejamkan mata menikmati setiap gesekan lembut keduanya di bawah sana.


Mulan sampai mencengkram seprei menahan dorongan tubuh Rama yang membuatnya tidak lagi menapak bumi. Rama bahkan tidak membiarkan dada Mulan terbebas begitu saja dan asik memainkan itu dengan bibirnya yang sesekali menarik ujung puncaknya dengan lembut.


"Kamu enak banget, Yang...." bisik Rama setengah mendesahh.


Sempit dan mencengkram sempurna adalah sensasi menggairahkann yang selalu Rama dapatkan dari tubuh inti wanitanya. Rama selalu ingin dan ingin lagi berdiam diri memastikan benda perkasanya dimanja dengan enak di dalam sana.


Tidak puas mengentakk Mulan dari depan, Rama menarik istrinya duduk di pangkuannya dengan tangan melingkar di bokongg padat Mulan.


Tangannya ikut membantu mengangkat pinggul Mulan, bermain naik turun di atasnya. Bibir mereka kembali bertemu dengan gerakan yang makin cepat menautkan tubuh inti mereka.


Rama mengerangg panjang saat cairan kental dan lengket menyembur membanjiri Mulan dengan nafas yang memburu. Mulan ikut melenguhh merasakan benda panjang Rama menyentuh hingga kedalamannya.


Ah ... rasanya puas sekali saat hantaman kenikmatan menerpa tubuh keduanya seperti ini. Baik Rama maupun Mulan sama-sama menyukai hal yang selalu saja tidak pernah ada kata puas untuk dua orang yang saling mencintai itu.


"Lagi, Yang?"


.


.


.


.


.


.


.


Mandi dulu, ah ... 🤣


Yuk, yang Mau gabung WAG pecinta biji, bisa DM IG author yah 🥰

__ADS_1


__ADS_2