Touch My Body

Touch My Body
Pasangan Pengantin


__ADS_3

"Lo yakin dia anaknya Pak Cokro, Nal?"


"Iya, detektif gue nggak mungkin salah kasih info. Liat aja ini," tunjuk Donal pada sebuah lembaran kertas di atas meja.


"Itu bukti DNA mereka berdua, hasilnya seratus persen cocok. Mulan itu anaknya Pak Cokro, Wakil Presiden sebelumnya," sambung Donal menjelaskan.


"Tunggu, tunggu ... bukannya anak Pak Cokro cuman Deno, menteri pariwisata dan ekonomi kreatif sekarang, yah?" sela Mike ikut bersuara.


"Iya, publik emang tahunya cuma dia, doang. Tapi sebenernya, Pak Cokro juga punya anak perempuan sama selingkuhannya dulu."


"Hah? Yang bener?!" sahut Richard dan Mike bersamaan.


"Iya, gue aja sampe kaget. Nggak nyangka astaga ... padahal kemarin gue juga ikut milih dia," sambung Donal sama tidak percayanya.


Pasalnya Pak Cokro adalah pria yang dikenal rukun dengan keluarganya dan jauh dari berita miring ataupun skandal. Selama menjabat sebagai wakil presiden, Pak Cokro juga sering disebut sebagai Bapak terbaik sepanjang masa.


"Jadi kemaren Mulan dibawa Deno ke club-nya sendiri?" tanya Richard kembali pada topik pembahasan mereka.


"Iya, jadi kemaren katanya Mulan mau dijual sama salah satu rekan politiknya yang suka main perempuan muda. Kayaknya kakak tiri Mulan itu diiming-imingi sesuatu, deh sama rekannya itu...," jawab Donal lagi.


"Ya ampun ... ada, yah orang begitu. Ade sendiri mau dijual." Mike kembali bersuara, tidak habis pikir dengan manusia model seperti Deno.


"Dari info yang gue dapet, istri sama keluarganya emang nggak suka sama Mulan dari dulu. Waktu ibunya meninggal, Mulan dibawa Pak Cokro ke rumah dia. Mulai dari situ Mulan selalu disiksa dan nggak diizinin keluar sama mereka. Mulan dianggap aib buat keluarga Pak Cokro."


"Astaga ... kasian banget nasib si Mulan, yah? Bapaknya yang ganjen, malah anaknya yang kena getahnya."


Richard diam mendengarkan pembicaraan kedua sahabatnya. Mungkin kejadian yang menimpa Mulan bisa dia gunakan untuk membuat menteri pariwisata dan ekonomi kreatif itu kapok, pikirnya.


"Lo masih inget nggak, Chad. Awal Deno jadi menteri, dia pernah nolak investasi Lo di Bali, kan gegara Lo nggak mau ngasih dia uang lima puluh persen dari dana awal buat kantong pribadi dia sendiri?" Donal menatap Richard yang masih diam di depannya.


"Eh, iya bener. Gue inget, Lo sampe maki-maki, tuh orang karena nggak bener dan demen korupsi, kan?" sambung Mike membenarkan.


"Iya. Gue nggak pernah lupa sama hal itu. Gara-gara dia juga perusahaan batu bara gue ampir kolaps," sahut Richard mengingat kejadian yang hampir membuatnya kehilangan perusahaan kebanggaan ayahnya Tommy.


Deno sempat mengancam beberapa pemegang saham di perusahaan untuk menarik saham mereka dari sana. Untung saja disaat itu ada dua sahabatnya yang selalu setia membantu Richard melewati masa-masa sulit tersebut.


"Hadeh, ternyata dia emang nggak cocok jadi menteri. Baru jadi menteri aja udah berani korupsi, apalagi jadi wakil presiden kayak bokapnya. Bisa abis duit negara kita dicuri sama dia!" Mike bergidik membayangkan jika sampai Deno menjadi wakil presiden di tahun selanjutnya.


"Nggak bakal! Dia nggak bakal jadi wakil presiden atopun jadi menteri lagi selanjutnya."

__ADS_1


Donal mengernyit. "Kenapa? Emangnya Lo mau apa, Chad?" tanyanya merasa ada yang tengah direncanakan pria blasteran itu.


"Kita bakal bantuin Mulan ngebales keluarga nggak tau diuntung itu!" sahut Richard tersenyum penuh arti.


****************************


"Ngapain Lo disini?!" risih Mulan menjauh dari suaminya.


"Lo lupa kamar ini dibooking pake nama gue?! Minggir, gue mau tidur!" Rama naik ke atas ranjang hotel, tidak mempedulikan Mulan yang kesal disampingnya.


"Trus ngapain Lo tidur disini?!"


"Ngapain? Yah, mau tidur lah. Masa mau ngajakin Lo main," sahut Rama santai.


"Ya, Lo, kan bisa tidur di mana aja ato minta tambahan ranjang sama pihak hotel, Ra. Nggak perlu seranjang juga sama gue."


"Nggak, gue nggak mau buang-buang uang cuman buat hal yang nggak penting. Lagian, kalo Lo nggak mau gue tidur disini, Lo bisa tidur di luar ato cari kamar yang lain!" sahut Rama bersikukuh, membaringkan dirinya di atas ranjang dengan nyaman.


Jika pasangan pengantin yang lain sedang menikmati malam pertamanya dengan mesra, berbeda halnya dengan dua pasangan ini. Mulan tidak bisa memprotes dan memilih mengambil bantal lalu pindah ke lantai. Lebih baik dia tidur dibawah daripada harus seranjang dengan pria mesumm seperti Rama.


"Yakin Lo mau tidur disitu?" Rama sedikit mendongak menatap Mulan yang pindah dari atas ranjang.


Wanita itu hanya diam, menepuk bantal dan mulai mencari posisi enak.


"Berisik! Gue mau tidur!" Mulan berbaring, membelakangi Rama yang masih menatapnya.


Rama berdecih, kesal malah dikatai begitu oleh wanita yang telah sah menjadi istrinya. Kembali merebahkan dirinya ke atas ranjang, Rama tidak sengaja melihat remote air conditioner di atas nakas samping ranjang.


Pikiran membalas perbuatan Mulan padanya tadi siang seketika terbesit dalam kepala Rama. Sepertinya remote itu bisa dia gunakan untuk menaikkan suhu ruangan kamar, dan membuat wanita itu kedinginan di bawah sana.


Buru-buru Rama mengaturnya ke suhu paling rendah, menarik selimut dan menyimpan remote AC itu dibawah bantal agar tidak bisa ditemukan oleh Mulan.


Rama tersenyum licik, menutup mata dengan hati yang tidak sabar menunggu Mulan akan bereaksi dengan suhu kamar yang dingin.


Sejam menunggu dan hampir membuat Rama tertidur, suara dari bawah ranjangnya terdengar. Sepertinya Mulan sudah bangun dan mulai kedinginan, pikirnya.


Terbukti saat Mulan beranjak dan mulai mencari-cari sesuatu di atas nakas samping ranjang di mana dia berada.


"Mana, sih?!" ucap Mulan lebih kepada gumaman yang masih terdengar oleh Rama.

__ADS_1


Ingin sekali pria itu tertawa melihat Mulan yang mengusap-usap lengannya dari balik selimut yang dia pakai.


Rama yakin sebentar lagi Mulan akan naik ke atas ranjang dan tidur dengannya, karena tidak adanya selimut lain di dalam kamar yang mereka sewa.


Melihat Rama tidur dengan selimut yang menutupi sampai ke kepalanya, Mulan merasa pria gila ini pasti sengaja mengerjai dia. Mulan yakin Rama pasti menyimpan remote AC dan tidur menggulung di atas ranjang seperti kepompong agar tidak kedinginan sepertinya.


Liat aja apa yang bakal gue lakuin sama Lo! Mulan mendengus dan naik perlahan ke atas ranjang.


Dibalik selimutnya, Rama merasa dadanya mulai berdebar tidak karuan. Upayanya membuat Mulan tidur dengan dia malam ini sepertinya akan berhasil.


Tanpa paksaan Mulan naik, dan mulai menarik selimut yang dia pakai perlahan. Rama merasa sekujur tubuhnya membeku merasakan kehangatan tubuh Mulan yang semakin terasa dekat ditubuhnya.


Aduh, kok jadi gue yang deg-degan begini, sih? Gumam Rama berusaha tidak bergerak dan membuat Mulan curiga.


Merasakan tangan Mulan tengah mengarah padanya, Rama menahan nafas dengan detak jantung yang makin menggila.


Baru saja membayangkan dia akan memeluk tubuh seksi Mulan sampai pagi, Rama dikejutkan dengan Mulan yang tiba-tiba menarik bantal kepalanya kuat, hingga membuat kepalanya menggantung di tepi ranjang.


"Aduh," ringis Rama merasakan lehernya keseleo.


"Rasain!" ucap Mulan beranjak dari atas ranjang.


"Dasar kuda liar nggak punya otak!" maki Rama memegang lehernya yang sakit.


.


.


.


.


.


.


Maafin author baru sempat Up,


Author lupa ngatur waktu published kemarin 🤭😆

__ADS_1


Yang masih punya sisa vote, yuk vote untuk pasangan ini...


Terima kasih 🌹


__ADS_2