Touch My Body

Touch My Body
Basa Basi


__ADS_3

"Terima kasih Pak Rama, presentasimu sangat luar biasa bagus tadi. Aku sampai terpukau mendengarnya," puji Deno berbasa basi.


Rama baru saja selesai memaparkan apa saja rencana perusahaan mereka kedepannya jika perusahaan milik Deno mau bergabung dengan mereka.


Keuntungan dan bagi hasilnya pun ikut dijelaskan Rama tanpa kendala sedikitpun dan bantuan dari Bora. Pria itu sedikit demi sedikit mulai mendapatkan kepercayaan dirinya kembali.


"Anda terlalu memuji Pak Deno. Sejujurnya saya sempat merasa gugup sebelum bertemu dengan Anda. Tapi, begitu saya menghubungi istri saya tadi. Rasa gugup saya perlahan bisa teratasi begitu mendengar suaranya."


Bora menggumam mengerti dalam hati, dia tahu sekarang kenapa atasannya ini memaksa meminta ponselnya tadi. Sepertinya Rama sengaja menggunakan ponselnya untuk menghubungi Mulan, karena yakin wanita itu pasti tidak akan mengangkat telponnya jika Rama menggunakan nomor pribadinya sendiri.


Deno sedikit kaget mendengar Rama menyebut kata 'istri'. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu sama sekali tidak menyangka pria yang masih terbilang muda di depannya malah telah menikah.


"Pak Rama sudah menikah?" tanya Deno penasaran.


Rama mengangguk tanpa beban, menunjukkan cincin pernikahannya di jari manis kanan.


"Iya, Pak. Saya baru menikah lima hari yang lalu. Kami langsung kesini begitu pesta pernikahan kami usai diselenggarakan," ucap Rama bangga.


"Wah, saya pikir Pak Rama masih singel. Sama sekali tidak terlihat Pak Rama sudah menikah," canda Deno tertawa pelan.


Rama ikut tertawa mendengar candaan garing dari seorang Menteri yang umurnya mungkin tidak beda jauh darinya. Rama merasa pria di depannya ini hanya ingin terlihat baik dan ramah saja pada orang lain, itu terlihat dari bagaimana cara Deno berbasa basi sejak tadi dengannya.


"Kalau begitu, mungkin lain kali saya bisa bertemu dengan istri Anda, Pak Rama. Mungkin jamuan makan malam akan terdengar lebih menyenangkan," sambung Deno memberi usul.


"Tentu, kita bisa merencanakannya saat Pak Deno berkunjung lagi kesini. Saya tahu sebagai seorang Menteri pasti sangat sibuk untuk Pak Deno mengatur waktu yang pas," sahut Rama tidak ingin terlihat menolak ajakannya.


Rama tidak mau pria yang duduk di depannya ini curiga padanya jika sampai dia menolak usulan dari Deno. Lagipula menolak ajakan dari seorang Menteri seperti Deno akan terasa sangat tidak pantas dan tidak etis.


"Baiklah, asistenku akan menghubungi asistenmu begitu aku punya waktu luang nanti." Deno sedikit melirik pada Bora yang diketahuinya bisa dipercayainya untuk mendapatkan informasi yang banyak dari perusahaan milik Rama.


Pria yang memakai kacamata itu berdiri tidak jauh dari dia dan Rama. Bora sempat tersenyum tipis membalas lirikan mata Deno.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong, saya mau mengucapkan terima kasih untuk bantuan Bapak tempo hari. Berkat Bapak saya tidak perlu berlama-lama menunggu mobil derek waktu itu." Rama mulai mengalihkan pembicaraan, sengaja memancing rekasi Deno tentang apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu.


"Tidak perlu sungkan Pak Rama. Kebetulan saja club itu adalah club milik saya jadi, saya bisa dengan mudah membantu Pak Rama saat itu...," sahut Deno terdengar tulus.


Sama sekali tidak ada hal yang membuat wajah Deno berubah. Rama merasa dia harus menggali informasi yang lebih lagi darinya.


"Jadi benar club itu milik Pak Deno?" tanya Rama yang mendapatkan anggukan iya dari Deno.


"Wah, dulu sebelum menikah saya dan teman-teman saya sering kesana, Pak. Pelayanan di sana juga sangat memuaskan, kebetulan kami adalah pengguna layanan VVIP di club Bapak," sambung Rama sengaja membuat Deno di atas awan.


Pria itu terlihat tersenyum sumringah dengan wajah penuh kebanggaan, Rama mulai tahu bagaimana caranya menarik perhatian seorang Deno.


"Terima kasih Pak Rama. Sejauh ini club saya memang adalah salah satu club terbaik di ibu kota dan jauh dari berita miring. Saya benar-benar meminta manajemen untuk menjaga nama baik club dan juga keanggotaannya. Saya senang jika Pak Rama dan teman-teman Bapak puas dengan pelayanan kami di sana."


Pembicaraan mereka pun berlanjut sampai Deno yang mulai membangga-banggakan beberapa club miliknya yang lain. Satu hal yang Rama pelajari dari pertemuan singkat mereka ini adalah, Deno senang dipuji dan disanjung.


Setidaknya untuk menjadikan seseorang menjadi rekan bisnisnya, Rama harus tahu bagaimana sifat dan sikap rekannya dalam bersosialisasi. Walau masih belum bisa mendapatkan informasi yang lebih, tapi pertemuan kedua mereka ini sedikit banyak bisa memberikan gambaran untuk Rama kedepannya.


"Pak." Bora membuka suara setelah melihat anak bosnya lama terdiam di kursi belakang mobil sambil melihat ke luar jendela.


Rama mengalihkan pandangannya, menatap Bora dari kaca spion depan. "Kenapa?"


"Bapak pernah bertemu dengan Pak Deno sebelumnya?"


"Iya, kenapa?"


"Tidak apa-apa, Pak. Aku hanya tidak menyangka saja Bapak sudah pernah bertemu dengan beliau. Setidaknya pertemuan pertama ini bukan yang pertama kalinya untuk Bapak dan Pak Deno. Pak Richard pasti senang mendengar Bapak berhasil meyakinkan Pak Menteri itu untuk menjalin kerja sama dengan kita." Rama diam tidak memberikan tanggapan apa-apa.


Fokusnya saat ini hanyalah mencari tahu ada hubungan apa Mulan dengan pria yang senang dipuji itu. Jika dipikir-pikir, dia sama sekali tidak tahu apa-apa tentang wanita yang kini telah resmi menjadi istrinya. Mungkin ini waktu yang tepat untuk dia mulai mencari tahu siapa sebenarnya Mulan, pikir Rama.


"Bor...," panggil Rama pada orang kepercayaan ayahnya.

__ADS_1


"Iya, Pak?"


"Lo tolongin booking-in tempat buat gue sama Mulan makan malam, yah? Gue mau tempatnya jangan terlalu rame. Kalo bisa cuma ada beberapa orang aja di sana," pinta Rama tiba-tiba.


"Makan malam, Pak?" tanya Bora memastikan.


"Iya. Malam ini, yah. Kalo dapet view yang bagus juga lebih baik," sahut Rama bersemangat.


Bora memperhatikan wajah tidak biasa yang ditunjukkan pria itu di belakang sana. Entah apa yang sedang direncanakan Rama, pikirnya.


"Woi! Lo denger, kan kata gue?!" sentak Rama menendang kursi di depannya.


"I-Iya, Pak. Nanti aku cari begitu kita sampai dirumah Pak Rama."


Rama mengangguk senang, langkah pertamanya untuk mencari tahu hubungan Mulan dengan Deno akan dimulai malam ini. Rama tidak sabar membuat wanita itu terkesan dan perlahan mau terbuka padanya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Rama bener-bener pengen cari tahu, atau karena punya maksud yang lain, yah?


Author jadi penasaran 🤔🤭


__ADS_2