Touch My Body

Touch My Body
Tingkah Mulan


__ADS_3

"Ibu Mulan kenapa, Pak?" Bora tergopoh-gopoh mendekati anak atasannya yang tampak berantakan dengan rambut dan baju yang tidak lagi rapi seperti tadi.


Pria itu belum lama tiba setelah sempat ke minimarket membeli air mineral untuk melepas dahaganya.


Tidak sampai satu jam Bora menunggu dia sudah dihubungi oleh Rama untuk segera menjemput mereka di lobby restoran.


"Cepet bukain pintunya, Bor!" perintah Rama masih menahan dua tangan Mulan agar tidak semakin menyentuhnya lagi di sana sini.


Buru-buru pria yang memakai kacamata membuka pintu dan menutupnya kembali, lalu memutari mobil dengan cepat menuju pintu kemudi.


"Kita pulang, Pak?" tanya Bora dari kaca spion.


"Iya. Tancap gas kalo perlu!"


Bora mengangguk, mulai melajukan mobil meninggalkan lobby restoran. Di belakang sana Mulan mulai meracaukan hal yang tidak jelas. Bora merasa ada yang sedang tidak beres dengan istri Rama itu.


"Ra ... panas, Ra." Wajah Mulan semakin memerah dengan nafas yang berat.


Kaki wanita itu sudah naik ke atas paha Rama, mengusap-usap pangkal pahanya dengan ujung jari kakinya.


"Astaga, Mulan...," ringis Rama geli. "Kamu bisa diem nggak, sih?" sentaknya menjauhkan kaki Mulan dari atas sana.


Gaunnya yang terangkat menunjukkan paha putih mulusnya, makin membuat Rama tidak tenang. Wanita ini akan semakin menggila jika dia biarkan, pikirnya.


"Berhenti, Bor!" perintah Rama lagi pada asistennya.


Pria itu dengan sigap menginjak pedal rem, berhenti di tepi jalan yang cukup ramai.


"Ada apa, Pak?" tanya Bora.


"Lo turun, biar gue yang bawa mobil sendiri pulang kerumah!"


"A-apa, Pak? Turun?" tanya Bora lagi tidak percaya.


"Iya, cepet! Gue nggak bisa liat Lo semobil sama bini gue disaat dia lagi begini."


Bora mengernyit, memperhatikan Mulan yang memang tampak berbeda dari sejak mereka berpisah tadi. Bora merasa dia sudah meminta pelayan restoran tidak memasukkan apa-apa lagi ke minuman Mulan seperti perintah Rama sebelumnya. Lalu, kenapa wanita berambut panjang itu terlihat seperti sedang mabuk? Apa pelayan itu lupa dengan perintahnya?

__ADS_1


"Bora...! Lo denger nggak, sih?! Cepet turun!" pekik Rama tidak sabar.


"I-Iya, Pak." Bora bergegas membuka seat belt, keluar dari dalam mobil Rama.


"Lo telpon taksi aja buat pulang!" Rama bersuara sebelum membawa mobilnya sendiri pergi dari hadapan Bora.


Pria itu sepertinya harus bertanya pada pelayan restoran yang dia perintahkan tadi mengurus makan malam Rama dan Mulan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada keduanya.


Bora curiga Rama benar-benar memberikan minuman beralkohol tinggi pada istrinya sendiri untuk membuat Mulan mabuk.


"Nanti Lo campurin minuman beralkohol tinggi ke minuman Mulan, yah, Bor...," ucap Rama tadi sore.


"Kenapa, Pak? Memangnya Bu, Mulan jago minum?" tanya Bora tidak tahu.


"Udah nggak usah banyak nanya! Lo ikut aja apa kata gue. Nanti Lo sewa satu waiters (pelayan) buat campurin minuman itu ke minumannya Mulan. Inget dan jangan sampe lupa!" Begitulah perintah Rama pada Bora tadi sore.


Bora bingung kenapa tiba-tiba Rama memintanya mencampurkan minuman beralkohol tinggi ke dalam minuman Mulan pada saat makan malam mereka.


Dalam hati dia terus bergumam apa Rama ingin bisa tidur dengan Mulan agar bisa menahan wanita itu dengannya? Atau, karena Rama sudah jatuh cinta dengan Mulan sampai harus melakukan hal serendah ini?


Bora tahu Mulan pasti akan sangat marah dan membenci Rama maupun dirinya jika sampai melakukan hal seperti itu padanya.


"Ra ... panas, Ra. Gue nggak tahan...." Mulan masih mengeluh di tempat duduk.


Wanita itu mulai menaikkan gaun yang dipakai sampai ke batas pahanya, sembari mengibas-ngibaskan tangannya mencari udara sejuk.


"Bentar lagi kita sampe, Lan. Tunggu bentar lagi...." Rama tidak mau sedikitpun melihat ke kursi belakang.


Bahkan kaca spion depan di sampingnya dia tarik ke atas agar tidak membuat fokusnya teralihkan. Rama harus tetap fokus membawa mobil agar mereka bisa segera sampai.


Rama tidak mau dibuat gila sendiri hanya dengan melihat sebagian tubuh Mulan yang indah.


"Ra, peluk gue, Ra...." Mulan maju mendekati Rama di depannya, melingkarkan tangannya ke leher pria itu.


"Ra...," bisik Mulan di telinga Rama.


Nafas yang terasa menggelitik belakang telinga Rama sontak membuatnya menegang. Tangan halus dan jari lentik Mulan ikut mengusap leher dan dadanya.

__ADS_1


Mulan benar-benar sudah gila membuat dia ikut gila dengan kelakuan wanita yang tidak sadar ini. Entah obat apa yang pelayan itu masukan ke minuman seorang pelanggan lain sampai membuat Mulan begini, gumam Rama dalam hati.


"Jangan gangguin gue, Lan. Gue lagi bawa mobil!" ucap Rama menepis tangan Mulan.


Wanita yang sedang dibawah pengaruh obat itu tidak menggubris ucapan Rama sama sekali. Mulan malah pindah ke kursi depan, merobek gaunnya yang terasa menghalangi dia bergerak.


"Ya ampun Mulan...," pekik Rama kaget melihat kelakuan istrinya.


Mulan sudah berada di sampingnya dan terlihat bersiap menerkam dia. Rama berpikir mereka tidak akan berhasil sampai dirumah dengan selamat jika melihat tingkah Mulan yang makin liar. Terbukti dari bagaimana Mulan malah ikut pindah duduk di atas Rama yang tengah membawa mobil, dan mulai menyentuh menggoda iman kelelakiannya.


"Eh, Lan. Jangan gini, Lo nggak boleh duduk disini Mulan...," ucap Rama frustasi.


"Tapi gue maunya begini, Ra. Lo bawa mobil aja, gue nggak bakal gangguin elo," sahut Mulan dengan suara parau.


"Astaga, Lan. Kita bakal celaka kalo Lo kayak gini." Rama berusaha melihat kedepan dari celah rambut panjang Mulan.


Wanita itu sudah mencium, mengigit, dan menghisapp lehernya meninggalkan jejak-jejaknya di sana dengan tangan yang perlahan turun menyentuh benda perkasanya.


Benda kebanggaan Rama sejak tadi sudah menegang karena sentuhan Mulan yang kini semakin menyesakii celana panjangnya.


Rama hanya bisa mendengus dengan nafas yang berat, dia harus bergegas cepat sampai ke rumah sebelum Mulan makin membuat dia menginginkan hal yang lebih.


.


.


.


.


.


.


.


Ujian dimulai, yah Rama 🤭😆

__ADS_1


__ADS_2