Touch My Body

Touch My Body
Guyuran Air Shower


__ADS_3

Bacanya tepat waktu, yah Pecinta Biji 🤭😆


-------------------------------------------------------------


"Astaga Rama ... kamu kenapa?" Mulan terkejut melihat suaminya masuk ke dalam kamar dengan celana panjang yang basah dan tubuh bagian atas yang polos.


Kaos berwarna hijau mint yang dipakainya tadi dipegangnya di tangan kanan dengan rambut yang sama-sama basah.


Wajah Rama terlihat kesal dan menutup pintu kamar di belakangnya cukup kuat.


"Jatuh di kolam, Yang...," ucap Rama singkat.


"Hah? Kok bisa?"


"Di dorong sama Gober tadi!"


"Astaga...." Mulan menggelengkan kepala, tidak habis pikir dengan kelakukan dua pria dewasa itu.


"Trus Gober gimana, basah juga?" sambung Mulan ingin tahu.


"Ish ngapain tanya tuh biji bengkok sih, Yang ... aku yang di dorong sama dia bukan sebaliknya!" sahut Rama tidak terima.


"Biji bengkok? Hadeh ... ada-ada aja kamu, Ra."


"Udah nggak usah nanya-nanya dia lagi, aku masih kesel sama Gober! Nggak ada sopan-sopannya tuh bangkee mau jadi ipar aku!"


Mulan tersenyum tertahan, beranjak dari ranjang. "Iya, iya ... mandi sana, gih. Nanti keburu masuk angin kamunya. Aku ambilin baju ganti buat kamu, yah...," ucapnya setengah membujuk Rama yang memerah kesal.


Rama pun mengangguk, berbalik masuk ke dalam kamar mandi dalam kamarnya dengan Mulan berjalan mendekati lemari.


Mengambil dalaman, kaos tipis dan celana pendek berwarna hitam, suara Rama memanggilnya tiba-tiba terdengar dari dalam kamar mandi.


"Yang...," panggil Rama kuat.


"Iya, kenapa?" sahut Mulan menutup pintu lemari.


"Handuknya nggak ada, Yang." Mulan mengernyit menatap ke sekitarnya apa di luar sini ada handuk atau tidak.


"Kayaknya diambil sama mbok tadi, deh. Tunggu aku ambilin handuk baru." sahut Mulan kembali membuka lemari di samping lemari pakaian Rama.

__ADS_1


"Cepetan, Yang. Dingin banget ini," keluh Rama dari dalam kamar mandi.


Dengan gerakan cepat Mulan menarik satu buah handuk dari lemari, berjalan cepat membuka pintu kamar mandi.


"Ini, Ra...," ucap Mulan dari pintu yang terbuka sedikit.


"Aku lagi di bawah shower. Masuk aja ke dalam, Yang...."


Mulan mendorong pintu dan masuk mendekati suaminya tanpa curiga. Bayangan dari balik kaca sekat antara shower dan ruangan kamar mandi terpampang jelas di mata sedikit sipit Mulan.


Rama berdiri dibalik kaca dengan tubuh yang polos dan bayangan samar dari kabut yang mengendap di kaca.


"Ini, Ra." Mulan mengulurkan handuk dari tangan kirinya berdiri di balik kaca.


Dengan kekuatan angin Rama menarik tangan Mulan hingga menyambar tubuhnya yang bidang dan berhasil masuk ke dalam bersama Rama.


"Ra...!" pekik Mulan kaget.


"Sstt ... jangan teriak-teriak, Yang. Nanti mommy sama daddy masuk kesini kalo denger kamu teriak-teriak kayak gitu."


"Ish, lagian kamu ngapain, sih narik-narik aku segala?! Kaget tahu, Ra...!" sahut Mulan tidak terima.


"Mandi bareng, yuk?" ajak Rama tersenyum penuh arti.


"Nggak! Nggak mau! Yang namanya mandi bareng sama kamu nggak ada yang namanya mandi beneran!" tolak Mulan mendorong tubuh Rama yang makin kuat menariknya mendekat.


"Yah itu bonus tiap mandi bareng lah, Yang. Lagian aku kedinginan. Tadi katanya nggak mau aku masuk angin," ujar Rama beralasan.


"Ck, kalo kayak gini akunya yang masuk angin bukan kamu, Ra...!" sergah Mulan kesal.


Rama tersenyum sembari menarik baju tidur yang dipakai Mulan, tidak mempedulikan istrinya yang terus menggerutu di depannya.


Tangannya dengan cepat melepaskan semua kain yang menempel di tubuh putih mulus Mulan dan menyapukan tangannya perlahan dari bawah sampai ke atas.


Rama lalu mencium ceruk leher Mulan dan membauinya penuh semangat. "Wangi banget, sih istri aku...."


Nafas yang terasa berat dan panas terasa menyentuh setiap sudut leher Mulan yang sensitif akan sentuhan-sentuhan manja dari suaminya.


Satu tangan Rama masih merangkul pinggang polosnya dengan tangan yang lain meremass bokong padat Mulan. Perlahan bibir Rama naik, mengecup bibir tipis Mulan yang tertutup.

__ADS_1


Tidak mau tergoda begitu saja, Mulan dengan sengaja menutup rapat bibirnya tidak memberikan akses bagi Rama masuk, menjelajah mulutnya seperti biasa.


Namun bukan Rama namanya jika tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau. Dengan sengaja Rama mencubit gemas ujung dada merah muda Mulan, yang membuat wanita itu merintih dengan mulut yang terbuka secara spontan.


"Mmm...," rintih Mulan tertahan.


Rama menggunakan kesempatan itu masuk menerobos ke dalam mulut Mulan dan menekan kepalanya untuk memperdalam ciuman mereka.


Dalam hati Mulan memekik kesal meneriaki suaminya yang kurang ajar. Dasar biji!


Rama menyandarkan tubuh polos Mulan ke dinding shower, membuka kran air dengan air hangat yang langsung mengalir membasahi tubuh keduanya.


Di bawah guyuran air hangat, Rama mencium, mengulumm, memainkan bibir Mulan yang dia suka dengan tangan meremass dada kenyal wanitanya.


Mulan mulai dibawa lagi oleh Rama masuk ke dalam permainannya. Puas mencumbu bibir Mulan, Rama turun perlahan mengecup leher dan berhenti sejenak di dada istrinya. Dengan air yang masih mengalir, Rama memainkan ujungnya dengan lidah panjangnya yang berputar mengitari sudut sensitif Mulan di sana.


Mulan sempat mengerang merasakan gelanyar aneh yang dia suka begitu tangan Rama turun, menyentuh area inti Mulan yang dipenuhi bulu-bulu halus.


Pria yang menginginkan sesuatu dibawah sana membungkuk, meminta Mulan melakukan apa yang dia suruh.


"Angkat bentar kakinya, Yang." Rama membantu Mulan mengangkat kaki mulusnya menggantung di pundaknya yang bidang.


Satu kaki yang terangkat memudahkan Rama menyentuh area hangat istrinya yang dia suka. Bibir bawah yang berwarna merah muda dan punya bau yang khas lebih dulu Rama temukan di tubuh inti Mulan.


Rama suka itu. Dia maju mencumbu pelan dan perlahan berganti memainkan lidahnya mencari benda kecil yang selalu membuat Mulan nya memekik tertahan dengan tubuh menggelinjangg tidak tenang.


Rama mendorong bokongg Mulan demi memudahkannya mendapatkan apa yang dia mau. Mulan merasa tubuhnya bereaksi seiring desakan lidah panjang Rama yang makin dalam menyentuh kelembutannya.


Mulan bisa gila. Tangannya dengan cepat menarik rambut tebal Rama, mencoba bertahan diantara serangan demi serangan Rama yang dia beri di bawah sana.


Cukup lama Rama membiarkan wanitanya hanyut dalam permainan lidahnya yang lihai hingga sesuatu yang terasa manis menerpa indera perasanya.


Ini dia, ini yang Rama cari. Pria itu dengan penuh semangat menghisapp apa yang dia mau dari kelembutan Mulan hingga habis tak bersisa.


Nafas yang terdengar melemah dengan kaki yang mulai lemas menandakan Mulan baru saja basah dibawah sana. Rama menarik diri mengusap sudut bibirnya sebelum memposisikan tubuh mereka untuk memanjakan benda tegaknya yang sejak tadi sudah menegang sempurna.


Rama mengangkat tubuh Mulan ke dalam gendongannya dengan kaki melingkar di pinggang. Rama masuk mengarahkan keperkasaannya dalam sekali hentakan kuat.


Mulan mengerang merasakan benda panjang dan kekar Rama memenuhi tubuh intinya yang sesak. Butuh setidaknya tiga menit untuk Mulan beradaptasi hingga Rama mulai memaju mundurkan tubuhnya membawa permainan dibawah guyuran air shower terasa panas dan memabukkan.

__ADS_1


__ADS_2