
"Kita di mana, Ra?"
"Kapal."
"Kapal? Ngapain?"
"Gue mau buang Lo ditengah laut!" sahut Rama asal.
Pria itu masih kesal dengan perbuatan Mulan yang menjambak rambutnya hingga beberapa helai rambut hitam kecoklatannya rontok seketika.
Menyesal Rama sudah membawa Mulan dalam gendongannya. Jika tahu wanita ini akan membalasnya dengan jambakan, Rama tidak akan capek-capek menggendongnya tadi.
Kesal mendengar jawaban Rama, Mulan berdesis, berbalik menatap suaminya yang duduk di tepi ranjang dengan tangan mengusap-usap kepalanya.
"Emang Lo berani?" goda Mulan mendekat.
"Beranilah."
"Masa?"
"Iya..."
"Bener?"
Rama berdecak, menarik tangan Mulan hingga tubuh mereka sama-sama terjerembab ke atas ranjang.
Mulan yang berada di atas tubuh Rama sontak salah tingkah dengan detak jantungnya yang menggila. Aroma nafas mint dari mulut Rama langsung menyeruak masuk ke dalam indera penciuman Mulan yang memerah.
"Kenapa diem? Tadi kayaknya cerewet banget godain gue." Rama tersenyum, mendekap pinggang Mulan erat.
"Le-lepasin gue, Ra...," ucap Mulan gugup.
"Nggak bakal!" Rama mengangkat tubuh Mulan, memindahkan posisi mereka dengan dia kini berada di atas tubuh istrinya.
"Kepala gue sakit banget asal Lo tahu. Lo harus tanggung jawab sama gue!" ucap pria itu menyeringai.
"Ta-tanggung jawab apaan maksud Lo? Bukannya gue, yah yang harus ngomong begitu sama Lo?!" sahut Mulan tidak terima.
"Tadi, kan gue udah minta maaf dan bilang nggak sengaja tapi Lo malah narik rambut gue sampe rontok. Jadi sekarang, elo yang harus tanggung jawab sama gue!" sahut Rama tidak mau kalah.
"Nggak! Nggak ada tanggung-tanggung jawab. Disini gue yang jadi korban bukan elo, untung kepala gue nggak pecah pas Lo benturin tadi! Udah sana minggir." ucap Mulan mendorong dada Rama.
"Nggak! Tanggung jawab dulu baru gue minggir!" sahut Rama bersikeras.
"Tanggung jawab apaan, sih maksud Lo?"
"Terserah, pokoknya Lo harus tanggung jawab sama gue!" Mulan mendengus, merasa pria di depannya ini sengaja menguji kesabarannya.
"Minggir nggak Lo!" ucapnya mulai kesal.
__ADS_1
"Nggak!"
"Minggir kata gue!"
"Nggak...!"
Frustasi dengan kelakuan Rama, Mulan maju, menggigit bahu Rama dengan kuat hingga pria itu kembali meringis berteriak sakit.
"Aduh ... sakit, Lan! pekik Rama mencoba melepaskan gigitan istrinya.
Mulan tidak peduli dan malah makin dalam menancapkan gigi-giginya di atas permukaan kulit bahu Rama yang kekar. Rama masih terus berteriak sakit dengan tangan memaksa mendorong kepala Mulan menjauh.
"Sakit, Lan. Sakit banget, Lan...!" pekik Rama makin kuat berteriak.
Pria itu akhirnya ikut membalas gigitan Mulan dengan menggigit bahunya juga. Alhasil pasangan suami istri itu sama-sama berteriak menahan sakit.
"Dasar biji kejam!" Mulan mengusap bahunya dengan wajah memerah menahan tangis.
Kepalanya masih sakit ditambah dengan rasa sakit di bahunya, Rama benar-benar tidak punya hati pikirnya.
"Nggak usah ngata-ngatain gue kalo Lo juga begitu, Lan. Ini liat bahu gue sampe luka begini!" kesal Rama membuka kemeja yang dipakainya.
Rasa perih bercampur dengan denyutan hasil gigitan Mulan membuat Rama tidak tahan. Pria itu dengan santainya duduk di dekat Mulan mengipas-ngipas bahunya yang perih.
"Pokoknya abis ini gue mau ke dokter, gue takut kena rabies gara-gara elo!" sambung Rama masih kesal.
"Periksa aja, paling tar malem Lo berubah jadi manusia ijo!" sahut Mulan masih saja sempat menggoda suaminya.
"Bodo!" sahut Mulan menarik tangannya.
Rama menahan tangan Mulan, merapatkan tubuh mereka yang kini sudah duduk di tepi ranjang.
"Minta maaf nggak Lo?"
"Ogah!" Rama memicingkan mata, menarik kuat tangan Mulan hingga bibir mereka berbentur.
Tangan kanannya dengan cepat menahan tengkuk Mulan, menggigit bibirnya hingga bibir Mulan terbuka.
Rama masuk, mengeksplorasi isi dalam mulut Mulan penuh semangat dengan tekanan kuat di bibirnya. Mulan sampai berontak memukul dada Rama karena pergulatan bibir mereka yang membuatnya kesulitan bernafas.
Rama tidak mempedulikan suara tertahan Mulan yang meminta melepasnya, dia terus memainkan bibir dan juga lidah istrinya bergantian.
Rama ingin sedikit memberikan pelajaran pada wanita yang senang menggoda dan membuatnya kesal sejak dulu. Menghisapp dan terkadang menggigit, Rama sengaja membuat Mulan meringis merasakan sakit di bibir tipisnya.
Mulan masih terus memukul dada Rama yang bidang sampai tangannya perlahan berhenti memukul seiring pagutan bibir Rama yang melembut.
Tautan yang tadinya kasar dan menuntut kini mulai dinikmati keduanya, Mulan terbuai merasakan bagaimana bibir Rama sedang memuja bibirnya dengan sangat lihai.
Buaian manis dan permainan lidahh Rama membawa Mulan melayang seakan tidak menapak bumi. Rama paling tahu membuat Mulan lupa diri hanya dengan sesapannyaa saja.
__ADS_1
"Masih nggak mau minta maaf?" Rama melepaskan pagutan mereka, menyandarkan kepalanya di dahi Mulan.
Nafas istrinya terdengar terengah-engah dengan mata yang sayu. Rama tersenyum puas melihat Mulan sepertinya telah terbuai dengan cumbuannya.
"Harusnya Lo nggak ngelawan gue, Lan. Tahu sendiri, kan gimana ganasnya hukuman dari gue?" kekeh Rama mengusap bibir tipis Mulan yang bengkak.
"Tar malem siap-siap, yah? Kita bakal dinner dibawah. Gue udah minta chef ngatur makanan yang enak-enak buat kita." Mulan masih diam, mencoba mengatur detak jantungnya yang seperti akan meledak.
Rama lagi-lagi menghentikan perbuatannya disaat wanita itu mulai menginginkan lebih, Mulan terpaksa harus menata hati dan pikirannya yang terlanjur terbang jauh ke angkasa karena perbuatan Rama padanya.
"Dandan yang cantik juga, yah gue udah siapin gaun buat Lo pake. Gue ke bawah dulu, Bora masih nungguin gue di sana." Rama mundur mengusap pipi Mulan sebelum beranjak dari tepi ranjang.
"Tunggu, Ra." tahan Mulan.
"Kenapa?"
Mulan menggeleng dengan mata yang masih sayu, tidak waras jika dia berharap Rama akan menyentuhnya sekarang.
"Kenapa, Lan?" tanya Rama lagi.
"Nggak pa-pa, nggak jadi...," sahut Mulan melepaskan pegangan tangannya di lengan Rama.
"Kenapa, sih? Lo mo ngomong apa?"
"Nggak jadi, Ra. Tar aja kalo Lo nggak sibuk." Mulan naik ke atas ranjang, mencoba mengusir pikiran aneh di kepalanya. Jangan sampai Rama berpikir yang tidak-tidak padanya karena hal itu.
Melihat tingkah Mulan, Rama menggelengkan kepala sambil menghembuskan nafas panjang. Dasar betina, selalu aja berubah-ubah nggak jelas! Batinnya dalam hati.
"Yaudah gue turun bentar, yah. Lo kalo mau siap-siap, kamar mandinya ada di sebelah kiri. Nanti bakal ada yang manggil Lo turun ke bawah." Mulan mengangguk, tidur menyamping dengan hati yang kosong.
Harusnya dia tidak terbuai dengan permainan pria itu tadi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Manisnya momen Valentine berlanjut besok lagi, yah ...
Happy Valentines day pecinta biji 🤭😆