Touch My Body

Touch My Body
Manis


__ADS_3

Menatap pantulan dirinya di depan kaca besar, Mulan tersenyum pahit. Gaun panjang berwarna putih dengan make up natural yang terpoles indah diwajahnya membuat hati Mulan terasa sesak.


Beberapa hari yang lalu, Mulan masihlah seorang wanita yang dikurung dan tidak diizinkan keluar menikmati indahnya hidup diluar sana.


Bisa bertemu dengan ayah calon suaminya yang mau membantunya membalas perbuatan mereka, sedikit banyak telah memberikan udara segar bagi Mulan.


Yang Empunya Hidup seakan mendengar doa-doa Mulan selama ini. Richard sudah berjanji akan membantunya sampai semua orang yang telah jahat pada dia dan ibunya, mendapatkan balasan yang setimpal.


"Aku bisa membantumu Mulan. Tapi, ada satu hal yang harus kamu setujui terlebih dahulu...," ucap Richard menatap dalam wanita muda di depannya.


"Apa itu, Pak?" tanya Mulan penasaran.


"Kalo kamu emang ingin membalas perbuatan mereka, kamu harus menikah dengan Rama."


"A-apa, menikah?!" sahut Mulan terbata.


"Iya, kalo kamu menikah sama Rama, kamu bisa dapetin status sebagai nyonya Klose dan dianggap punya posisi penting oleh orang lain."


Mulan terdiam dengan pikiran berkecamuk. Bagaimana mungkin dia harus menikah dengan pria yang semalam baru dia kenal dan menolongnya?


Dia tidak mungkin mempertaruhkan masa depannya dengan pria yang terlanjur dianggapnya mesumm itu.


"Tapi, apa nggak ada jalan yang lain, Pak selain menikah sama Rama?" tanya Mulan berusaha bernegosiasi.


"Cuma itu satu-satunya cara agar aku bisa membantumu Mulan. Dengan menjadi menantuku, hidup kamu bakal lebih aman. Aku juga bisa lindungin kamu tanpa perlu takut sama mereka yang bisa bawa kamu kapan aja." Richard mengatur duduknya, masih menatap dalam wanita itu.


"Semua aku serahin sama kamu Mulan. Kalo kamu emang nggak mau, aku nggak akan maksain kamu. Aku juga nggak bisa bantuin kamu," sambung Richard lagi.


Pria blasteran itu tahu Mulan pasti tidak akan bisa menolak permintaannya. Mulan sudah ditutupi rasa dendam yang mendalam, dia pasti akan melakukan apa saja demi untuk ambisinya ini.


"Jadi cuma ini yang bisa aku lakuin dan Bapak bisa membantuku?" Richard mengangguk.


"Kalo gitu, aku terima. Aku akan menikah dengan Rama, putra Bapak!" sambung Mulan tidak punya pilihan lain lagi.


"Mulan...." Suara seorang wanita membuyarkan lamunannya tentang pertemuan pertama dia dengan Richard tempo hari.

__ADS_1


Pengantin wanita itu berbalik, menatap ibu mertuanya yang tersenyum hangat mendekatinya.


"Cantik sekali...," puji Amanda.


"Makasih, Mom. Gaun yang Mommy buat emang cantik banget," sahut Mulan ikut memuji hasil tangan desainer hebat itu.


"Gaun ini bakal terlihat cantik sama orang yang tepat, Lan. Dan kamu adalah orang yang paling tepat memakainya. Mommy seneng bisa gantiin ibu kamu nganterin kamu nikah hari ini."


Mulan tersenyum dengan hati menghangat. Baginya Amanda sudah seperti ibu kandungnya sendiri. Meski hari ini adalah hari yang paling tidak masuk akal untuknya, tapi Mulan berharap dia bisa merasakan kasih sayang keluarga bersama mereka walau hanya sesaat.


"Makasih, Mom. Makasih udah ngizinin aku masuk ke keluarga kalian. Aku bahagia bisa ngerasain apa itu keluarga yang utuh sebenernya."


Amanda mengangguk mengusap lengan Mulan lembut. "Tentu Sayang. Bahagia selalu, yah ... semoga awal baik ini bisa bikin hidup kamu jadi lebih indah lagi kedepannya. Mommy akan selalu doain kamu sama Rama...," sahut Amanda tulus.


Dua wanita berbeda umur itu pun saling memeluk, menumpahkan rasa yang berbeda dihati masing-masing. Meski berharap dia akan terus bersama keluarga ini, namun Mulan tidak mau egois.


Dia akan pergi begitu semua urusannya sudah selesai. Mulan tidak mau menahan Rama yang pantas bahagia bersama wanita yang dia cinta.


Pagi menjelang siang itu berlangsung dengan penuh khidmat. Rama telah selesai mempersunting Mulan di depan para pemuka agama.


Mulan memang cantik dan luar biasa. Pesona wanita berkulit putih dengan tubuhnya yang seksi dan menggairahkan, tidak bisa Rama bohongi. Sejak pertama kali bertemu dengan Mulan, Rama tahu ada sesuatu yang berbeda dengannya.


Entah itu apa, tapi setiap kali bersamanya jantung Rama akan terasa berdetak tidak karuan. Rama merasa ada sesuatu yang salah dengan dirinya. Dia tidak pernah begini sebelumnya bahkan bersama dengan Aurel, wanita yang dia suka.


Tidak ada satu orangpun wanita yang pernah membuatnya berdebar dengan rasa penasaran yang mendalam. Mungkin karena awal bertemu dengan Mulan dia sudah disuguhkan dengan pemandangan memanjakan mata, hingga akhirnya membuat dia sampai kalut begini, pikir Rama.


Melihat Mulan sudah berdiri di depannya dengan wajah malu-malu, Rama baru bisa berkedip dan berdehem pelan. Tenggorokannya mendadak terasa kering dengan dada yang semakin menggila di dalam sana.


"Ra...! Kasih tangan Lo, Ra!" ucap Gober setengah berteriak, berdiri tidak jauh dari Rama.


Pengantin pria itu tersadar, dan buru-buru mengulurkan tangannya ke arah Mulan untuk disalim.


"Fokus, Ra. Tar malem aja baru belah durennya!" sahut Jacob ikut bersuara, menggoda sahabat mereka.


Ruangan itu seketika riuh mendengar ucapan tanpa filter Jacob, dua sahabatnya memang paling hebat dalam hal meledeknya kesal Rama dalam hati.

__ADS_1


Wajah Rama langsung merona diikuti Mulan yang salah tingkah di depannya.


"Wedding kiss-nya mana, Ra?" Keith, sepupu Rama ikut bersuara menggoda pengantin pria itu.


Tampaknya semua orang yang ada di sana senang sekali membuatnya malu, pikir Rama.


"Nanti aja sekalian di kamar," sahut Rama asal, mundur selangkah menjauh dari Mulan yang tertunduk malu.


"Nggak seru, dong, Ra." Keith maju, mendorong Rama dengan sengaja hingga tubuh pria itu membentur Mulan yang refleks mendongak menatapnya.


Manik mata keduanya melebar merasakan tautan bibir yang saling menempel satu sama lain, diikuti riuh suara disekitar yang makin menggila melihat mereka tengah berciuman.


Tubuh Mulan membeku dengan desiran aneh dihatinya. Rama dengan berani menghisapp bibir tipisnya, mengecapi itu dengan lembut dan penasaran.


Manis ... gumam Rama semakin ingin memainkan bibir Mulan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ok, rasa penasaran on the way

__ADS_1


Pasti abis ini penasaran yang lain lagi 🤭🤣


__ADS_2