
"Lan, jangan gini. Gue nggak mau apa-apain elo...." Rama masih menolak saat Mulan mendekatinya dengan dada yang terbuka tanpa penutup.
Meski ingin sekali lagi membenamkan diri di dua bukit itu, namun Rama masih punya sedikit kewarasan di kepalanya.
Rama tahu setelah ini Mulan akan berteriak marah dan memukulinya jika tahu mereka sudah sejauh apa saling menyentuh satu sama lain.
"Lo nggak boleh egois, Ra. Tadi gue udah bikin Lo enak, kan. Sekarang giliran Lo bikin gue enak!" Mulan bangkit, mendekati Rama yang masih menekuk lututnya di atas ranjang dengan benda menggelantungnya tanpa penutup.
Mulan dengan cepat merangkul leher Rama, menyodorkan dadanya menyentuh bibir suaminya yang basah. Rama merasa mereka akan benar-benar bercinta jika Mulan terus saja menggodanya seperti ini.
"Isepp, Ra. Isepp kayak yang Lo bikin tadi...," pinta Mulan menggosok-gosokkan dadanya di wajah Rama.
Pria yang kembali on itu akhirnya lagi-lagi harus mengalah dengan nafsuu yang menyelimutinya dan terlena dengan dua benda menggemaskan milik Mulan. Kali ini Rama akan mengikuti kemana arah permainan mereka akan berakhir.
Jika Mulan akan membencinya karena hal ini, Rama siap. Rama akan bertanggung jawab, toh mereka sekarang adalah suami istri. Apa yang mereka lakukan adalah hal yang wajar, pikirnya.
Rama merapatkan tubuh mereka, dan mulai memainkan benda kenyal padat Mulan seperti yang diinginkan wanita itu.
Bunyi kecapan diikuti desahann yang terus keluar dari bibir Mulan terdengar bergantian memenuhi dalam kamar. Rama telah membaringkan Mulan kembali ke atas ranjang dan menyapu tubuh mulusnya dengan lembut.
Jari lentik Mulan ikut memainkan rambut tebal Rama seiring makin kuatnya sesapann pria itu di dadanya.
Sesekali Rama memutari ujung merah muda Mulan, memainkannya dengan lidah bergantian dengan bibirnya mengulumm itu layaknya permen loli.
"Ahh...." Tubuh Mulan melengkung seiring permainan Rama di atas dadanya yang nikmat.
Rama sepertinya masih belum mau beranjak dari sana hingga dia puas menjelajahi dua bukit Mulan dan meninggalkan jejak-jejaknya di atas sana.
Tangan kekar Rama yang sedikit kasar perlahan turun menyentuh area pangkal paha Mulan yang sudah lembab. Rama tersenyum dalam hati, bangga melihat wanita itu bisa basah hanya dengan sentuhan dan permainannya di dada Mulan.
Jari telunjuk Rama sedikit menekan tubuh inti Mulan, memutari itu dengan pelan. Rama bisa merasakan Mulan semakin blingsatan di bawah kungkungannyaa menginginkan Rama segera menyentuhnya di bawah sana.
Rama tahu ini tidak benar. Nuraninya terus berkata Mulan tidak sadar dan hanya dibawah pengaruh obat. Dia tidak ingin mereka bercinta karena obat gila itu.
Walau bagaimanapun dia seorang pria dewasa, pantang baginya mengambil kesempatan seperti ini, pikir Rama.
__ADS_1
"Udah, yah, Lan? Kita nggak boleh lanjutin ini lagi...." Rama memilih berhenti, menarik diri dari atas dada Mulan.
"Belum, Ra. Gue masih belum...." Mulan menahan Rama, menatapnya masih dengan matanya yang sayu.
"Tapi kita bakal ngelakuin hal yang pasti bikin Lo nyesel, Lan. Lagian gue nggak mau kita lakuin hal itu disaat Lo lagi nggak sadar begini. Kalo Lo mau, kita bisa lakuinnya nanti pas Lo sadar," ucap Rama terdengar bijak.
Meski dia sendiri ingin, tapi Mulan wanita baik-baik. Rama ingin Mulan bisa merasakan nikmatnya bercinta dengan sadar tanpa pengaruh obat-obatan apapun. Dia masih bisa menunggu sampai waktu itu tiba.
"Gue tampung air dulu di bak mandi biar Lo lekas sadar, ok?" sambung Rama bersiap beranjak dari atas tubuh Mulan.
"Nggak, pokoknya gue nggak mau. Lo harus disini sampe gue selesai!" Mulan yang tertutupi keinginan duniawi itu menarik Rama lagi, dan mencumbu bibirnya dengan tidak sabar.
Tubuhnya masih menginginkan hal yang lebih, Mulan sendiri tidak tahu kenapa dia bisa begini. Yang pasti saat ini dia hanya ingin mereka melakukannya sembari menuntaskan hasrat yang dia rasa.
Rama tidak bisa menolak, Mulan kembali menyentuh benda perkasanya membuatnya menegangg sempurna. Memainkannya dan terkadang meremasnyaa gemas, Rama menggerutu tak berdaya dalam hati.
Sial, otak Rama seakan sedang di masuki virus begitu merasakan Mulan mempermainkan benda tegaknya dengan lihai. Pria itu harus terbuai lagi dan membalas ciuman Mulan dengan sama panasnyaa.
Rama ikut menyentuh tubuh Mulan seiring kesadarannya yang pelan tapi pasti menghilang. Sapuan telapak tangan yang sedikit kasar itu kembali menyentuh dada dan perut Mulan yang perlahan turun menarik celana berenda wanita itu dari sana.
Rama pun melepaskan tautan bibir mereka, mengusap sudut bibir Mulan yang memerah karena sesapannyaa.
"Lo harus inget apa yang udah kita lakuin malam ini, Lan. Inget sama rasanya dan juga inget gimana servis gue ke elo." Rama tersenyum, mengecup bibir Mulan sekali lagi.
Pria itu turun dengan lidah membasahi tubuh Mulan dari leher, memutari dua bukit Mulan, menggelitik perutnya, dan berhenti di atas rambut-rambut halus istrinya di bawah sana.
Rama sedang memperhatikan dengan seksama benda inti Mulan yang indah dan wangi. Mulan menggelinjangg tidak sabar melihat Rama hanya menatap tubuh intinya cukup lama.
"Kita mulai, Lan...." ucap Rama membenamkan dirinya di bawah sana.
"Mmm...." Suara tertahan seketika keluar dari bibir Mulan.
Rama tengah memainkan tubuh bawahnya dengan nikmat. Benda yang masih sangat sempit dengan tepi berwarna merah muda itu menarik Rama ikut hanyut merasakan rasa manis dari dalam sana.
Tangan Rama menahan kaki Mulan yang terbuka dengan lidahh mencoba menerobos masuk dinding sempit Mulan, mencari sesuatu yang dia inginkan.
__ADS_1
Mulan memekik seiring lidah panjangg Rama terus menggelitik tubuhh intinya dengan lihai. Mulan sampai mencengkramm sprei dengan nafas yang menderu.
Rama sedang memujanya dengan sangat enak dan memabukkan. Mulan bisa merasakan sesuatu dibawah sana telah keluar membasahi bibir Rama yang masih asik menyentuhnya dengan sangat lembut.
Rama seketika tersenyum puas, mengecapi rasa manis Mulan sampai habis tak bersisa. Rama bahkan tidak memberikan jeda sama sekali untuk Mulan bisa mengatur nafasnya, hingga dalam lenguhann panjang yang entah ke berapa kalinya Mulan berhasil mendapatkan pelepasannya lagi.
"Udah?" tanya Rama menarik diri dari bawah sana, sembari mengusap bibirnya.
Mulan mengangguk dengan mata yang berat. Rasa ngantuk langsung menerpanya begitu pergulatan bibir Rama selesai memberi kenikmatan untuk tubuh intinya.
"Mau peluk nggak?" tanya Rama lagi.
"Boleh," sahut Mulan dengan suara yang nyaris tak terdengar.
Dua manusia yang sama-sama sudah lelah itu akhirnya tertidur dengan tubuh yang sama polosnya.
Rama sempat mengecup dahi Mulan hangat dan berbisik. "Met bobo istriku. Besok kita bakal ngulangin ini dengan bener."
.
.
.
.
.
.
.
.
Ok, udah yah
__ADS_1
Nggak ada yang di ghosting lagi 🤭😆