Touch My Body

Touch My Body
Adonan Kue


__ADS_3

"Ka...!" Wanita berwajah mirip seperti Amanda mendekati Rama begitu dia keluar dari ruang kerja ayahnya.


"Apa?!" sahut Rama setengah kesal.


"Ya ampun, galak amat, sih yang mau kawin...," goda Cima, adik perempuan Rama.


"Berisik Lo, gue mau nikah bukan kawin! Kawin juga udah sering gue!" sinis Rama kembali melangkah meninggalkan adik usilnya.


"Ish, udah jadi bekas orang aja bangga!" sahut Cima sedikit berteriak, sengaja membuat pria itu kesal.


"Taii...! Mau gue sumpal mulut Lo, hah?!" Rama berbalik, mendekati Cima yang tertawa mengejek.


"Coba aja kalo berani." Cima menjulurkan lidah, bergegas kabur dari hadapan kakaknya.


Rama pasti akan menjitak kepalanya karena sudah membuat dia kesal. Cima memang sedikit usil dan suka menggoda Rama sejak kecil.


"Awas Lo kalo gue dapet Cima, abis Lo ditangan gue...!" teriak Rama tidak berhasil mendapatkan adiknya yang sudah lari menjauh.


Pria bertubuh atletis itu hanya bisa mendengus, kembali melangkah mencari wanita yang dalam semalam sudah membuat hidupnya berantakan.


"Mulan!" pekik Rama membanting pintu kamar wanita itu.


"Aaa...!" Mulan berteriak kaget melihat Rama sudah berada di depan pintu, membukanya tanpa mengetuk terlebih dahulu.


"Keluar!" teriak Mulan lagi menunduk, bergegas menarik handuk yang baru dia jatuhkan ke lantai.


Mulan tengah memakai dalaman setelah keluar dari kamar mandi. Dia lupa mengunci pintu kamar dan malah membuat Rama mendapatkan tontonan gratis seperti ini.


Rama merasa bola matanya seakan mau lepas dari tempatnya melihat tubuh putih mulus polos yang menggoda iman kejantanannyaa. Pria itu menelan saliva susah, membeku di depan pintu kamar Mulan.


"Keluar Rama!" teriak Mulan kedua kali, yang sontak membuat Rama tersadar.


"Nggak!" Rama membanting pintu dibelakangnya, masuk ke dalam kamar Mulan dengan santai.


"Ini, kan rumah gue. Kenapa jadi elo yang ngusir gue?!" sambung Rama mendekati Mulan yang gugup.


"Ta-tapi ini, kan kamar yang gue tinggalin. Elo yang nggak sopan main masuk kesini aja," sahut Mulan membela diri.


"Yah siapa suruh Lo nggak kunci pintu. Lo sengaja mau godain orang rumah, yah?!" Rama berhenti di depan Mulan yang hanya menutupi tubuh bagian depannya saja dengan handuk.


"Maksud Lo apa? Jangan gila, siapa juga yang mau godain orang rumah. Sana Lo keluar dulu, gue mau ganti baju!" usir Mulan lagi.


"Ganti aja kalo mau ganti. Emang siapa yang nggak bolehin Lo ganti baju?!"

__ADS_1


"Ya tapi Lo keluar dulu, Ra. Gue nggak bisa ganti baju kalo ada Lo disini," sahut Mulan mulai kesal.


"Lo aja yang keluar! Ini, kan rumah gue. Gue berhak mau kemana aja di dalem sini!" ucap Rama bersikukuh.


Mulan tidak bisa membantah lagi, memang benar rumah ini adalah rumah keluarganya dan dia hanyalah tamu disini.


Mulan mau tidak mau harus mengikuti ucapan Rama, dan memilih mundur secara perlahan menuju kamar mandi dalam kamar, masih dengan handuk yang menutupi tubuh depannya.


Bertingkah tidak peduli dengan apa yang tengah dilakukan Mulan, Rama bersiul rendah sembari duduk di tepi ranjang. Sudut matanya tidak sengaja melihat tubuh bagian belakang Mulan yang terpantul indah dari balik kaca dinding, ketika Mulan sedang berjalan mundur menuju kamar mandi.


Rama sontak menajamkan penglihatannya, menikmati bagaimana bokongg seksi yang sempat dia remass waktu lalu bergerak naik turun bergantian mengikuti langkah kaki tuannya.


Astaga ... itu bokongg apa adonan kue, yah bisa goyang-goyang gitu? Gumam Rama berusaha menahan diri dengan pemandangan indah di depannya.


Lagi-lagi keimanan Rama sebagai seorang pejantann harus terusik dengan tubuh molek Mulan, dan dia harus kuat dengan uji coba kelayakan ini.


"Lo mau apa?" Mulan keluar setelah berpakaian lengkap. Wanita itu duduk di depan meja rias menghadap ke arah Rama.


Rambut yang digulung tinggi dengan wajah segar selalu bisa membuat perhatian Rama teralihkan. Mulan memang cantik dan ... menggairahkan.


"Woi...! Ditanya malah ngelamun Lo!" sentak Mulan setengah berteriak, membuyarkan pikiran liar Rama.


"Ck, gue nggak budek!" kesal Rama berusaha bersikap biasa.


"Kalo nggak budek, yah dijawab pertanyaan gue!" sahut Mulan ikut kesal dengan kelakuan pria itu.


"Gue mau Lo batalin pernikahan kita! Gue nggak mau nikah sama Lo!" ucap Rama to the point.


Mulan diam, tidak memberi tanggapan apa-apa pada ucapan Rama.


"Gue punya pacar dan mau gue kenalin sama keluarga gue bulan depan. Gue nggak mungkin ninggalin dia trus nikah sama orang yang nggak gue kenal!" sambung Rama lagi masih ditanggapi dingin oleh Mulan.


"Gue mau Lo ngomong sama bokap nyokap gue tentang ini. Kita nggak mungkin bakal nikah sampe kapanpun!"


Mulan diam, menatap dalam pria yang punya kening sedikit lebat itu. Pikirannya melayang mengingat pertemuan pertama dia dengan ayah Rama.


Jika bukan karena sebuah rencana yang sudah lama dia susun, Mulan pun tidak akan mau menikah dengan Rama seperti apa yang diminta Richard tempo hari.


Mungkin hanya dengan mengiyakan permintaan Richard, Mulan bisa menjalankan semua rencananya.


"Udah?"


Rama mengernyit. "Maksud Lo?"

__ADS_1


"Gue nggak bisa ngomong begitu sama bokap Lo." sahut Mulan bangkit berdiri.


"Hah? Kenapa?" Rama ikut berdiri, mendekati Mulan yang berjalan menuju jendela kamar.


"Bukan gue yang minta nikah sama Lo, Rama. Tapi bokap Lo, dia yang nyuruh gue nikah dan temenin Lo ke Itali. Jadi, kalo Lo mau minta batalin pernikahan kita. Lo ngomong aja langsung sama bokap Lo, gue nggak punya hak apa-apa nyuruh-nyuruh dia batalin nikahan kita!" sahut Mulan berhenti di depan jendela.


Rama berdecak, menarik lengan Mulan kasar. "Nggak usah boong. Bokap gue nggak mungkin asal nikahin anaknya sama orang nggak dikenal. Gue yakin ini pasti rencana Lo sengaja ngejebak gue dan bikin gue nikah sama Lo, kan?!" tuduh Rama berapi-api.


Dia tidak mau asal tertipu begitu saja dengan ucapan Mulan. Pasti ada sesuatu hal yang membuat ayahnya memaksa dia menikah dengan wanita ini, pikir Rama.


"Terserah Lo mau percaya ato enggak, yang pasti bukan gue yang ngemis-ngemis minta nikah sama Lo!"


"Halah, bilang aja Lo ngincar harta keluarga gue. Nggak mungkin Lo mau-mau aja diminta nikah sama orang nggak dikenal. Ato jangan-jangan Lo cewek bayaran, yah? Dibayar berapa Lo sama bokap gue? Gue bisa bayar Lo lebih mahal asal Lo tahu!" sinis Rama menatap jijik wanita di depannya.


Mulan mendengus, menepis tangan Rama dari lengannya. "Gue nggak butuh duit Lo! Minggir!" sentak Mulan mendorong tubuh Rama kuat.


"Nggak!" Rama kembali menarik tangan Mulan, membuat tubuh wanita itu menghantam tubuhnya.


Dua benda yang cukup besar dan menantang lebih dulu terasa di dada Rama begitu tubuh mereka saling menempel.


Rama bisa merasakan tubuhnya seakan tersetrum listrik saat benda kenyal milik Mulan tersandar pas di dadanya. Hanya sentuhan biasa seperti ini saja, sudah bisa membuat sesuatu milik Rama dibawah sana mengerass.


Otak dan tubuhnya benar-benar tidak beres setiap kali berdekatan dengan Mulan. Cepat-cepat Rama membuang jauh pikiran anehnya, dan berbisik di telinga Mulan.


"Kalo Lo tetep bersikeras nikah sama gue, siap-siap aja tubuh Lo bakal abis gue gerayanginn tiap malem!" ancam Rama tersenyum penuh arti.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Yang tanya-tanya siapa Mulan ini, nanti kita cari tahu sama-sama yah, guys 🤭😆


Cek IG author @adamvanda untuk visual Rama dan Mulan


__ADS_2