Touch My Body

Touch My Body
Pacar Aku


__ADS_3

"Jadi, kalian berangkat sore ini?"


"Iya, Mom. Kata Daddy pesawatnya siap jam empat di bandara," sahut Mulan sibuk mempersiapkan baju-bajunya dan Rama di koper.


"Mommy heran kenapa Rama maksain harus sewa jet pribadi ke Itali. Naik pesawat komersil, kan bisa. Buang-buang duit aja, tuh anak!" gerutu Amanda duduk di samping Mulan.


"Kan, kita mau ngerasin main diudara, Mom." Rama datang, menyela pembicaraan dua wanita itu. Berjalan mendekati Amanda yang memutar bola mata malas mendengar ucapan anak laki-lakinya.


"Main aja di otak kamu!"


"Yah, wajarlah, Mom. Namanya juga pengantin baru," kekeh Rama merasa geli dengan ucapannya sendiri.


Bagaimana mau main, Mulan saja selalu bertindak diluar dugaan setiap kali dia mendekatinya.


"Trus leher kamu kenapa?" Amanda memperhatikan kepala Rama yang tampak bengkok ke kiri sejak tadi.


Mendengarnya Mulan langsung menunduk, kembali sibuk mengatur baju dalam koper, bertingkah seakan tidak tahu apa-apa.


"Tanya aja sama menantu kesayangan Mommy kenapa," sahut Rama menunjuk istrinya dengan malas.


Amanda beralih, menatap ke arah Mulan yang diam seribu bahasa.


"Pasti Rama kasar, yah semalem?" ucap ibu dua orang anak itu pada Mulan.


"Ish, kenapa jadi gue, sih, Mom?!" sela Rama tidak terima.


"Mulan, tuh yang kelakuannya kayak kuda liar dari dulu!" sambung Rama menatap kesal ke arah Mulan.


Semalam setelah lehernya keseleo, Rama tidak bisa tidur dengan nyenyak. Sampai sekarang lehernya masih saja nyeri jika dia tidak sengaja memiringkannya ke kanan. Rama sampai harus menghubungi pihak hotel untuk membelikannya koyo di tengah malam.


"Mulut kamu Rama!" sentak Amanda pada anaknya. "Gini, gini dia juga istri kamu!" sambungnya mengingatkan.


"Istri tapi nggak mau lakuin kewajibannya sama aja boong, Mom!" sahut Rama memilih meninggalkan Amanda dan Mulan.


Pria itu masih saja kesal karena selama ini hidupnya selalu apes dari sejak pertama kali bertemu dengan Mulan.


Dipaksa menikah, dan di bully habis-habisan oleh Mulan sampai benda masa depan dan lehernya menjadi korban, benar-benar membuat Rama frustasi.


Jika saja dia bisa melaporkan perlakuan wanita itu, mungkin sekarang Mulan sudah dibawa ke penjara karena perlakuan tidak manusiawinya padanya.

__ADS_1


"Nggak usah dipikirin apa kata Rama, Lan. Dia emang jadi sedikit kasar setelah Daddy maksain dia harus nikah sama kamu." Amanda bersuara setelah Rama menghilang dibalik pintu.


Walau bagaimanapun dia juga tidak enak melihat Mulan selalu diejek oleh anaknya seperti tadi.


"Nggak pa-pa, Mom. Udah resiko aku juga nikah sama Rama yang nggak cinta sama aku. Mommy tenang aja, aku udah kuat sama hal begituan."


Hati Amanda terenyuh mendengar pembelaan menantunya. Dia tahu Mulan telah melewati masa-masa yang lebih sulit dari ini. Tapi sebagai seorang ibu, Amanda juga ingin bisa melindungi Mulan dari kejamnya dunia. Termasuk melindungi Mulan dari ucapan anaknya sendiri yang menurutnya sangat kasar dan tidak bisa diterima untuk wanita yang punya masa lalu yang berat.


Jika saja Rama tahu apa yang sudah dilewati Mulan selama ini, serta bagaimana kuatnya dia. Rama pasti akan berpikir ribuan kali memperlakukan Mulan seperti ini, pikir Amanda.


"Kamu hati-hati, yah di sana. Kalo ada apa-apa, kabari Mommy sama Daddy. Sampe sekarang Rama masih nggak tahu maksud kalian ke Itali itu sebenernya apa. Kalo Rama masih lagi nyusahin kamu, kasih tahu sama Mommy."


Mulan mengangguk dengan hati menghangat. Rindu seketika menyelimuti hati Mulan pada ibunya yang telah lama pergi. Memiliki orang yang selalu peduli pada kita ternyata bisa sebahagia ini, gumamnya.


"Pasti, Mom. Mommy doain aja biar semua urusan aku bisa selesai dengan baik."


Amanda tersenyum, membawa menantunya dalam pelukan hangatnya. Semoga saja setelah ini hanya akan ada kebahagiaan untuk Mulan, pikir Amanda.


Tepat pukul empat sore pasangan suami istri yang tidak saling mencintai itu tiba di bandara. Diantar oleh keluarga dan dua sahabatnya yang lain, Rama melangkah lebar menuju tempat jet pribadi yang dia sewa berada.


Mulan berjalan dibelakangnya sambil menenteng sebuah tas yang dikatakan Rama berisi dokumen-dokumen penting yang tidak bisa dititipkan pada orang lain.


"Ini isinya apa, sih?! Kok, berat banget, Ra?" protes Mulan dengan keringat di dahinya.


"Udah dibilangin itu dokumen penting! Udah bawa aja, nggak usah banyak mulut!"


Mulan berdecak, kesal sendiri melihat Rama yang malah makin cepat berjalan di depannya. Rama memang sengaja mengerjai Mulan untuk membalas semua perbuatannya.


Misi balas dendamnya pada wanita itu baru saja dimulai. Rama akan memastikan membuat Mulan menyesal mau menikah dengannya.


"Rama!" Seorang wanita berpakaian ketat dan seksi berlari menuju pria bertubuh atletis itu dengan cepat.


Rama menyambutnya dengan pelukan bahagia, mengangkat tubuh wanita itu tinggi ke atas.


"Aku kangen, Ra...," ucapnya manja mencium bibir Rama tanpa permisi.


Melihatnya Mulan mengernyitkan dahi mencoba mengingat-ingat siapa wanita itu. Setahu Mulan yang akan pergi dengan pesawat ini hanyalah dia dan Rama. Tidak ada siapa-siapa lagi selain mereka berdua, lalu kenapa ada wanita lain juga disini?


"Aku juga Sweetie. Maaf bikin kamu lama nunggu." Rama menurunkan wanita itu, beralih menatap Mulan yang berjalan santai melewati mereka.

__ADS_1


"Kuda liar! Kenalin ini pacar gue, Aurel." Mulan yang dipanggil hanya mengangguk, meneruskan langkahnya naik ke atas tangga pesawat.


"Sekretaris kamu nggak sopan banget, sih, Ra," protes Aurel, wanita yang akan ikut dengan mereka dalam perjalanan kali ini.


"Udah nggak usah dipeduliin. Orangnya emang begitu, ayo naik." Rama membawa Aurel masuk ke dalam jet pribadi sambil merangkul pinggangnya.


Mengatakan mereka akan berlibur ke Itali, Aurel sama sekali tidak tahu Rama sudah menikah dengan Mulan, wanita yang dikatakan Rama sebagai sekretarisnya.


Aurel yang keturunan Jerman baru saja tiba di Indonesia kemarin. Kenal selama setahun dengan Rama membuat Aurel mulai terbiasa berbicara bahasa Indonesia, termasuk dengan logat mereka. Rama selalu sempat mengajarkannya di setiap kesempatan.


"Eh, jangan duduk disini Lo! Pindah sana ke belakang!" Rama mengusir Mulan yang terlanjur duduk di tempat dia dan Aurel akan duduk.


"Banyak tempat duduk, kan disini. Ngapain Lo ngusir gue dari sini?!" sahut Mulan kesal.


"Nggak usah protes. Kalo nggak gue turunin Lo dari pesawat gue!" ancam Rama dengan sombongnya.


Mulan membuang nafas kasar, mengalah dan pindah duduk di kursi bagian belakang. Dia sama sekali tidak menyangka Rama akan ikut membawa pacarnya bersama mereka.


Mulan yakin Rama pasti tidak memberitahukan yang sebenarnya pada wanita itu tentang hubungan mereka, pikirnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Kayaknya bakal ada kejutan, yah dari Mulan

__ADS_1


Tungguin nanti, yah 🤭😁


__ADS_2