
"Lan, jangan...!" pekik Rama geli.
"Apa? Gue cuma mau pegang, doang...."
"Ta-tapi, kita masih di jalan, Lan. Lo jangan aneh-aneh, deh!" sahut Rama gugup.
Jari lentik dengan kukunya yang panjang sedang menerobos masuk di antara celana panjang Rama. Tangan Mulan sedang berusaha menggapai sesuatu yang kini sudah menegang sempurna dan mengusap-usapnya dengan lembut begitu dia berhasil menggapainya.
"Astaga Mulan ... Lo mau bikin gue basah disini?" Rama mulai frustasi menahan serangan demi serangan yang diberikan Mulan di atas pahanya.
Mulut yang tidak berhenti meninggalkan jejak di leher dengan tangan yang terus asik menyentuh benda perkasanya, semakin membuat Rama menggila.
Tinggal sedikit lagi mereka sampai dirumah, Rama membawa mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Beruntung tidak ada polisi yang berjaga disepanjang jalan mereka pulang.
"Lan, turun dulu. Kita udah nyampe."
"Nggak mau, gue masih mau begini!" tolak Mulan mendekati bibir Rama yang basah.
Manik mata coklat muda Rama membola dengan nafas yang tertahan. Mulan sedang mencumbunya tanpa dipaksa, sesapann yang terbilang sangat kaku itu malah berhasil membuat Rama terbuai.
Ini bahaya, jika dia terus membiarkan Mulan begini, bisa dipastikan mereka akan berakhir di ranjang bergoyangg.
Rama mendorong Mulan, memaksa wanita itu berhenti mempermainkan bibirnya. "Jangan, Lan. Lo lagi nggak sadar. Gue bawa Lo turun, ok?!"
"Nggak mau, Ra. Kita disini aja...."
Rama membuang nafas kasar menahan tubuh Mulan sebelum wanita itu kembali mencumbunya. Dengan terpaksa Rama keluar sambil menggendong Mulan masuk ke dalam rumahnya yang terkunci.
"Astaga ... kuncinya mana lagi," keluh Rama masih menahan Mulan yang kini pindah mencumbu telinganya.
"Ada disini, Ra." Mulan mundur, menunjuk dadanya yang menyembul.
"Hah? Kunci rumah Lo taruh disitu?" tanya Rama tidak percaya.
"Iya, tadi gue taruh situ karena gaunnya gak ada saku. Ayo cepet, ambil!" perintah Mulan tidak sabar.
Rama menggeleng. "Lo aja yang ambil, Lan. Tangan gue nggak bisa kan, lagi nahan elo...," sahutnya beralasan.
Rama tidak mau mencoba-coba menyentuh dada Mulan. Sudah cukup dia dibuat gila dengan kelakukan istrinya yang sejak tadi tidak berhenti menggerayanginyaa. Menyentuh benda itu sama dengan cari mati, pikir Rama.
Mulan berdecak kesal, wanita itu dengan sengaja mendorong kepala Rama kuat dari belakang hingga kepala pria itu membentur benda kenyal Mulan dengan cepat.
__ADS_1
"Ambil, dia ada di sebelah kanan!" Mulan masih mendorong kepala Rama, memaksanya terus masuk dari celah gaun bagian dada.
Rama merasa jantungnya akan meledak sebentar lagi. Mulan benar-benar tidak waras, wanita itu memaksanya mengambil kunci rumah mereka menggunakan bibirnya disini.
"Disitu, Ra. Ada disitu...," ucap Mulan setengah mendesahh.
Sapuan bibir dan nafas Rama membuat tubuh Mulan menggelinjangg, Mulan ingin Rama terus berada di sana, bermain-main sedikit lebih lama.
Merasakan benda yang sejak tadi ingin sekali dia mainkan, Rama akhirnya terlena juga. Pria itu memberanikan diri menjilatii setiap sudut dadaa besar Mulan dengan tidak sabar.
Rama menyandarkan tubuh Mulan ke pintu, menahannya agar memudahkan dia menjelajah benda menggemaskan itu. Tidak lupa merasakan ujungnya yang telah mengetatt sempurna, Rama merasakan aroma wangi tubuh Mulan yang menggoda.
Ini gila, Mulan pasti akan memukulnya jika besok Mulan sadar dia telah menyentuhnya. Tapi, naluri kejantanann Rama tidak bisa dia tahan lagi. Sejak pertama bertemu dengan Mulan, Rama sudah tergoda dengan tubuh seksinya yang selalu tampak menggairahkan.
Rama ingin sekali saja malam ini dia bisa menyentuh tubuh Mulan meski tidak sampai bercinta.
Masuk ke dalam rumah mereka yang susah payah dibuka oleh Rama. Pria itu membawa Mulan naik ke kamarnya. Keduanya sedang asik mencumbu satu sama lain, Mulan perlahan mulai lihai memainkan bibir dan lidahnyaa.
Tiba di kamar, Rama meletakkan tubuh Mulan ke atas ranjang. Adegan berbahaya ini harus segera berakhir. Nuraninya sebagai pria dewasa tidak akan pernah melakukannya tanpa atas dasar kesadaran.
Rama tahu Mulan bertingkah begini hanya karena pengaruh obat yang diminumnya tadi. Rama tidak mau membuat wanita itu menyesal ataupun nanti membencinya.
"Mau kemana, Ra?" tahan Mulan.
"Gue mau ke kamar mandi dulu. Lo harus berendam di bak. Lo lagi mabuk, Lan."
"Gue nggak mau mandi, Ra. Gue maunya Lo sentuh gue, peluk gue juga, Ra...." Mulan menarik tangan Rama memaksanya naik ke atas tubuhnya.
Mulan membuka kancing kemeja Rama dan menyentuh dadanya yang bidang. Celana yang telah terbuka sejak mereka masih berada di mobil, memudahkan Mulan masuk menyentuh benda berharga Rama sekali lagi.
"Jangan, Lan. Lo bakal nyesel ngelakuin ini...!" tahan Rama.
Manik mata Mulan yang sayup dengan wajah memerah menatapnya ingin. Wanita itu telah diliputi nafsuu, pikir Rama.
"Gue nggak bisa, Ra. Gue nggak bisa nahan ini. Tolong bantuin gue...," pinta Mulan memelas.
"Tapi, Lan—"
"Gue cuma mau ini...." Mulan turun ke bawah, menarik keluar benda perkasa Rama dari balik pelindungnya dan dengan sigap mencumbu dan memainkan benda itu dengan bibirnya.
"Astaga, Mulan...!" pekik Rama menegang.
__ADS_1
Wanita yang sedang tidak sadar dengan apa yang tengah dia lakukan, memaju mundurkan kepalanya di bawah sana. Mulan tengah memuja benda tegak berdiri itu dengan lihai.
Rama hanya bisa mencengkramm sprei, menahan gejolak nikmat basah mulut Mulan. Dia akan meledak jika Mulan terus begini, tapi hampir tiga Minggu tidak pernah memanjakan benda perkasanya lagi, Rama memang butuh pelepasan.
Rama akhirnya refleks mendorong kepala Mulan agar makin cepat bergerak. Persetan dengan Mulan yang akan membencinya setelah ini, benda kebanggaannya harus bisa bahagia terlebih dahulu, pikir Rama.
"Terus, Lan. Jangan berhenti...," desahh Rama menatap puas wajah Mulan yang tampak cantik dengan mulutnya yang penuh berisi miliknya.
Wanita itu terlihat sangat menikmati kegiatan memuja benda perkasanya dengan penuh semangat. Jika tahu akan seenak ini, Rama sejak tadi sudah memasukkannya ke mulut Mulan saja, gumamnya.
Mulan terus memacuu bibirnya tidak berhenti, Rama merasa sesuatu di bawah sana akan meledak. Rama mendorong Mulan sedikit menjauh darinya dan memancarkan benih-benih miliknya ke wajah Mulan.
"Enak, Ra...," bisik Mulan menjilatii bibirnya yang terkena benih Rama.
Rama hanya tersenyum geli dan menggelengkan kepala melihat kelakuan istrinya. Mulan wanita pertama yang merasai benihnya dan berkata seperti itu.
"Sekarang giliran gue...." Mulan naik ke atas lagi, menarik gaunnya hingga terlepas dari tubuhnya.
Manik mata Rama kembali membola melihat dua benda besar Mulan tanpa penutup yang tampak sempurna dengan dalaman berenda merah di bawah sana.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sabar,,
Yang biji dulu yang basah, yah 🤣
__ADS_1