
Ikrar janji sehidup semati sudah diucapkan Jacob dan Gober setelah mempelai keduanya tiba di samping mereka.
Dengan detak jantung yang bertalu dan rasa gugup luar biasa, pasangan pengantin itu akhirnya resmi menjadi suami istri di depan semua tamu undangan yang hadir.
Dua pemuka agama yang berdiri di depan masing-masing pasangan memberi selamat dan doa restu bagi Jacob dan Anna serta Gober dan Cima agar selalu langgeng dan bahagia sampai maut memisahkan.
"Silahkan memberi ciuman kasih untuk pasangan masing-masing."
Jacob dan Anna berdiri berhadapan dengan di samping kiri mereka berdiri Gober dan juga Cima yang sama-sama berhadapan. Kedua pasangan itu sempat menatap sebelum ciuman pertama mereka sebagai suami istri dilakukan.
Ada rasa yang tidak bisa digambarkan oleh hati keempatnya. Bisa berada di posisi ini sudah menjadi salah satu pencapaian yang luar biasa dalam hidup mereka. Perjalanan baru mereka dimulai hari ini.
"I love you, Beb...," ucap Jacob bahagia.
"I love you too, Jac-jac." Anna tersenyum masih tidak percaya akan apa yang terjadi dalam hidupnya.
Pernah disakiti luar biasa oleh orang lain dan dibuat tidak percaya akan adanya cinta, Anna akhirnya bisa merasakan hari impian semua wanita menikah dengan pria baik yang mencintainya dengan tulus. Jacob sudah memberikannya bukti kalau dia juga pantas bahagia dan dicintai.
Tidak jauh berbeda dengan pasangan itu, Gober dan Cima masih saling berciuman disamping mereka.
Merasakan bibir manis wanitanya pertama kali membuat Gober lupa diri dan tidak melepaskan pagutannya memainkan bibir Cima penuh semangat.
Riuh suara langsung memenuhi ruang pernikahan mereka melihat kelakuan menantu di keluarga Klose yang bertingkah tidak terkendali.
"Woi, Ber. Mo sampe kapan Lo nyium ade gue?!" pekik Rama dari tempat duduknya.
Entah tidak mendengarnya atau memang sengaja menulikan diri, Gober terus menyesapp bibir Cima hingga pria yang mulai beruban beranjak mengambil botol air mineral yang setengah kosong dari atas meja.
"Mau apa, Chad?" tahan Amanda dari kursi sampingnya.
"Sadarin menantu kamu!" Richard berbalik, mengambil ancang-ancang dan melempar botol ditangannya kuat ke arah Gober.
Bukkk...
Botol tersebut tepat mengenai belakang kepala Gober yang setengah menunduk mencium istrinya.
"Aduh...," ringis Gober melepas tautan bibirnya dan Cima.
Suara riuh kembali terdengar memenuhi ruangan itu. Gober mendengus ingin marah namun tidak jadi begitu melihat wajah kesal Richard di depan sana.
__ADS_1
Bibir Richard seakan berkata 'awas' begitu mata Gober tepat menatap pria itu. Astaga ... dia lupa dengan monster berkepala biji itu. Gober mundur perlahan membuang muka sebelum Richard semakin kesal dengannya.
Malu dengan perbuatan suaminya, Amanda menarik suaminya kembali duduk, sedikit mencubit pinggang Richard karena ulah kekanakannya.
"Makanya lain kali tahan diri, Ber...!" ledek Jacob dari samping kanan Gober.
Anna dan Cima yang melihatnya tertawa tertahan antara kasihan dan geli.
Hari bahagia itu pun berlanjut dengan resepsi makan malam yang dihadiri tamu-tamu penting dari keempat keluarga yang tengah berbahagia. Dan seperti kata Donal tempo hari tentang pernikahan mereka yang akan viral, berita pernikahan Jacob Anna dan Gober Cima menjadi berita paling dicari hari ini.
Double wedding yang digelar dua keluarga terpandang di Indonesia menarik perhatian khalayak ramai. Sejak pagi tadi para awak media sudah berkumpul, memenuhi halaman hotel Ritz Carlton demi mencari informasi tentang pernikahan dua pasangan biji tersebut.
"Cobe-cobe ponakan Tante...." Wanita yang dipenuhi emas di sana sini sedikit berlari mendekati pria yang dia panggil ponakan.
Memeluk dan mencium hampir setiap sudut wajah Jacob, Malo tersenyum mencubit pipi Jacob gemas.
"Sakit, Tante...," keluh Jacob mengusap pipinya yang berdenyut.
"Ck, gitu aja kau bilang sakit. Kalo main beronde-ronde tidak pernah kau bilang sakit!" cibir Malo, kakak ibunya.
Pandangan Malo beralih pada wanita cantik yang sejak tadi tersenyum manis melihatnya.
"Kau di kasih apa sama Cobe, Na? Biji lima belas centi juga?" Wajah Anna sontak memerah, malu mendengar ucapan gamblang bibi suaminya.
"Ish, ngomong yang bener, Tante!" sela Jacob.
"Diam aja kau! Tante tidak bicara sama kau!" sentak Malo pada ponakannya.
"Bijinya standar aja, Tante...," sahut Anna malu-malu.
"Hah? Yang bener, Na?"
"Iya, Tan."
"Ya ampun ... kalah berarti kau sama bapak kau Cobe-cobe!" Tawa menggelar langsung terdengar dari mulut Malo.
Jacob berdecak, kesal karena istrinya malah membahas masalah biji standarnya. "Anna masih belum tahu aja gimana besarnya biji aku kalo lagi menegang, Bou. Nanti juga teriak-teriak kalo aku udah masuk trus goyang," ucapnya percaya diri.
Tawa makin terdengar dari mulut Malo. Wanita itu langsung menjadi pusat perhatian tamu yang berdiri tidak jauh dari mereka.
__ADS_1
"Malo...!" pekik pria dengan perut buncitnya mendekati mereka.
"Tawa kau sudah macam guntur saja!" sambungnya malu diperhatikan orang banyak.
"Ish, kau diam saja Tondi-tondi (sayang). Aku lagi bicara sama ponakanku!"
"Iya, tapi tawa kau bikin semua orang menatap kau geli Malo!" Pria berperut buncit itu adalah Simbolon.
Suami yang sempat pergi dan tidak kunjung memberi kabar pada Malo karena mencari kerja di luar daerah. Simbolon akhirnya kembali setelah membuktikan ucapannya yang akan mencari kerja bagus demi keluarganya dan Malo.
Pria itu kini menjadi orang kepercayaan salah satu bos perusahaan kelapa sawit dan menjadi suami kesayangan juga kebanggaan Malo.
"Tapi aku—"
"Sudah, ikut aku saja. Jangan buat tamu yang lain menunggu memberi salam pada ponakan kita." Simbolon sempat menyapa Jacob dan Anna sebelum menarik Malo yang masih saja bersuara keras tidak ingin beranjak dari dekat keponakannya.
"Kakak kamu berulah lagi, Nis." Mike berbisik, melihat kehebohan yang diciptakan kakak iparnya di acara pernikahan anak mereka.
Sejak dulu Malo seperti tidak pernah berubah, pikirnya.
"Udah biarin aja. Nanti juga diem sendiri kalo disodorin biji sama lakiknya," kekeh Manis tidak mau ambil pusing.
"Hadeh, kamu malah bikin akunya yang nyut-nyutan denger omongan kamu, Nis." Manis memutar mata malas, lupa kalau biji disampingnya juga tidak bisa mendengar hal sensitif seperti itu.
.
.
.
.
.
.
.
Yang rindu sama kakaknya Manis, Malo ...
__ADS_1
Hari ini udah nongol, yah bareng sama bijinya juga 🤭😄