Touch My Body

Touch My Body
Marah


__ADS_3

"Gimana keadaan istri saya, Dok?" Jacob beranjak dari kursi tunggu depan ruang ICU begitu dokter keluar dari sana memeriksa Anna.


"Anda suaminya?"


"Iya, Dok."


"Mari ikut saya, Pak. Ada yang harus saya bicarakan dengan Bapak."


Jacob mengangguk dan mengikuti wanita berjubah putih yang berjalan mendahuluinya. Mereka masuk ke dalam ruang pribadi dokter wanita itu setelah berjalan melewati lorong ruang ICU.


"Silahkan duduk, Pak." Dokter mempersilahkan Jacob duduk di depannya berbatas meja kerja.


"Gimana keadaan istri saya, Dok?" tanya Jacob lagi tidak sabar.


"Bapak tidak perlu khawatir, secara umum kondisi ibu Anna baik-baik saja. Hanya saja...."


"Hanya saja apa, Dok?"


"Hanya saja ibu Anna membutuhkan perawatan lebih lanjut."


Jacob mengernyit tidak mengerti. "Perawatan lebih lanjut apa maksud Dokter?"


"Secara fisik ibu Anna tidak sampai diperkosa seperti yang Bapak takutkan. Tapi memang ibu Anna sempat dilecehkan, ada beberapa bukti tanda kekerasan ditubuh ibu Anna yang kami temukan. Dan kemungkinan hal ini bukan yang pertama juga menimpa istri Bapak."


Jacob mengepalkan tangan, marah mendengar penjelasan dokter tentang Anna. Bayangan bagaimana dia menemukan Anna tadi di toilet bandara kembali merasuki pikiran Jacob. Dia yakin ini pasti ulah orang brengsek itu.


"Maaf sebelumnya jika saya lancang, Pak. Tapi, apa sebelum ini istri Bapak juga pernah mengalami kekerasan secara seksual ataupun pelecehan?" tanya Dokter memastikan hasil pemeriksaannya.


Jacob mengangguk lemah. "Iya, Dok. Sebelum kami menikah, istri saya memang sempat berpacaran dengan pria yang katanya selalu memperlakukannya kasar dan tidak segan memukulnya."


Dokter menghembuskan nafas panjang, menulis sesuatu diatas kertas depannya.


"Perawatan lebih lanjut yang ingin saya sampaikan yaitu, istri Bapak perlu menemui psikiater demi mengobati trauma yang disebabkan kekerasan yang ibu Anna terima selama ini. Sebenarnya tadi ibu Anna sempat sadar dan mulai berontak mencari Bapak. Mungkin karena masih ketakutan akan apa yang baru menimpanya ibu Anna sampai mengambil sebuah jarum suntik yang kebetulan ada di dekatnya. Saya hanya takut ibu Anna akan bersikap tidak terkendali jika trauma mendalam yang dialami istri Bapak tidak segera ditangani. Saya yakin dengan ibu Anna menemui psikiater, istri Bapak bisa sembuh dari segala rasa trauma yang menderanya selama ini."


Jacob terdiam dengan pikiran berkecamuk. Sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya Anna akan menyimpan rasa trauma yang mendalam atas apa yang sudah menimpanya selama bertahun-tahun ini.


Sempat ditolak karena tidak percaya cinta dan dirinya, Jacob akhirnya mengerti kenapa begitu sulit meyakinkan Anna dahulu untuk menerima dia menjadi kekasihnya.

__ADS_1


Jacob pun keluar setelah disarankan Dokter menemui seorang psikiater hebat yang berada di Singapura.


"Dad?"Jacob terkejut melihat Mike sudah berada di depan pintu ruangan ICU menunggunya.


"Dasar bodoh!"


Plakkk ....


Mike menampar wajah anaknya berang.


"Bego! Nggak berguna!" maki Mike marah.


Jacob tertunduk dengan rasa perih di pipi. Dia memang pantas mendapatkan tamparan saat ini.


"Kalo orang Daddy nggak telpon Daddy dan ngasih tahu hal ini, kamu nggak bakal ngasih tahu Daddy juga, hah?!" tunjuk Mike pada anaknya.


Jacob memang belum memberitahukan semua keluarganya tentang keadaan mereka. Terlalu fokus dengan Anna sampai membuat Jacob lupa ada keluarganya juga yang ikut khawatir memikirkan keadaan Anna.


"Mike, udah...," tahan Richard yang ternyata juga ada di sana.


"Enggak, Chad. Dia harus belajar gimana bertanggung jawab sama anak orang. Gimana ceritanya istrinya sendiri disakiti orang pas lagi sama dia?! Bego, nggak berguna itu namanya!" marah Mike berapi-api.


Jacob hanya bisa tertunduk membenarkan ucapan ayahnya. Dia memang bodoh dan tidak berguna karena tidak bisa menjaga istrinya sendiri.


Perasaan bersalah langsung memenuhi hatinya. Jacob terduduk, mengusap wajahnya kasar.


"Bangun, Cob! Kamu harus kuat buat Anna!" Richard menarik pria yang sudah dia anggap seperti anaknya sendiri dari lantai rumah sakit.


Seakan memberi kekuatan pada pria yang dia tahu sangat terpukul, Richard menepuk-nepuk punggung Jacob lembut.


"Maafin aku, Pi...," lirih Jacob tidak berani menatap Mike.


"Ngapain kamu minta maaf sama Papi?! Emang Papi minta kamu minta maaf?! Minta maaf sana sama istri kamu! Dia yang lebih pantes denger permintaan maaf kamu dibanding Papi!" sentak Mike masih kesal dengan anaknya.


Jacob diam tidak berani menyahut lagi. Richard menariknya duduk di kursi tunggu, menunggu Anna dipindahkan ke ruang perawatan.


"Nggak usah nyalah-nyalahin lagi Mike. Ini juga bukan salah Jacob sepenuhnya. Nggak ada yang tahu si brengsek itu bisa berhasil keluar dari Malaysia. Ternyata skandal yang kita kasih ke dia nggak berhasil nahan dia di sana. Mungkin kita musti cari jalan lain buat mastiin tu brengsek membusuk di penjara."

__ADS_1


Mike diam berpikir, rencana yang sudah dia susun dengan sangat rapi untuk menjebak Josh ternyata gagal.


Sepertinya pria itu tidak bisa dianggap enteng. Josh punya banyak koneksi dan kekuasaan sebagai keturunan keluarga ningrat. Mereka harus memikirkan rencana yang lebih baik jika mau menjebloskan Josh ke penjara.


"Cuma satu jalannya," ucap Mike membuka suara.


"Apa itu?"


"Buka masalah ini ke publik!"


Jacob sontak mengangkat kepala menatap ayahnya kaget. "Maksud Papi?!"


"Kalo kamu mau bales dendam sama pria itu, masalah dia sama Anna harus dibuka ke publik, Cob. Kita nggak bisa asal nyulik dia. Si brengsek itu punya koneksi kuat. Bisa-bisa kita yang kena hukum kalo kita asal nyari perkara sama dia!" terang Mike panjang lebar.


Dua pria berbeda usia yang tengah duduk di depannya diam berpikir, mereka tahu konsekuensi apa yang akan mereka terima jika sampai masalah ini menyeruak ke publik.


Jacob harus berpikir baik-baik mengingat kondisi Anna yang masih syok dan trauma hingga saat ini. Jacob takut hal ini malah akan memperburuk keadaan istrinya.


"Semua kembali ke kamu, Cob. Kalo kamu pengen bales dendam, cuman ini satu-satunya jalan buat mastiin tu brengsek dipenjara." Richard menepuk pundak Jacob, setuju dengan usul Mike.


Dia tahu anak sahabatnya pasti bisa memutuskan apa yang terbaik untuk keluarganya ke depannya.


.


.


.


.


.


.


.


Sabarr yah, guys

__ADS_1


ini cuman rintangan kecil buat keluarga baru Jacob dan Anna 🤭


__ADS_2