
"Masih sakit nggak?" Mulan mengangguk dibalik bantal yang menutupi wajahnya.
Pagi ini dia bangun dengan tubuh yang terasa sakit dan area pangkal pahanya yang sedikit nyeri. Namun sebenarnya bukan itu yang membuat Mulan sama sekali tidak mau beranjak dari tempat tidur.
Wanita yang masih polos dibalik selimut yang menutupinya terlalu malu berhadapan dengan Rama. Kejadian semalam entah mengapa membuatnya tidak percaya diri untuk sekedar melihat ke arah suaminya yang telah bangun sejak tadi, dan duduk di tepi ranjang dekat dengannya.
"Aku gendong ke kamar mandi aja gimana?" tawar Rama mengusap kepala istrinya lembut.
"Nggak usah, aku masih pengen rebahan dulu. Nanti kalo udah mendingan aku ke kamar mandi sendiri aja," tolak Mulan tidak enak.
Pasangan suami istri itu kini sudah saling berbicara dengan lebih manis. Tidak ada kata-kata kasar ataupun umpatan yang sering terdengar dari mulut masing-masing mereka.
"Tapi ini udah siang, Sweety. Kamu juga belum makan, kan dari pagi. Aku gendong aja ke kamar mandi, yah?" tawar Rama lagi.
"Kalo gitu kamu keluar dulu, biar aku yang ke kamar mandi sendiri."
Rama mengernyit, merasa ada yang aneh dengan gerak gerik yang ditunjukkan istrinya. Pria itu menarik bantal yang masih menutupi wajah Mulan, menatapnya dengan seksama.
"Kamu lagi hindarin aku?" tanyanya memicingkan mata.
"E-enggak, siapa juga yang mau hindarin kamu," sahut Mulan terbata.
"Bener, enggak?"
"I-iya."
Rama makin mendekat, mengikis jarak diantara mereka. "Kalo gitu, aku gendong kamu ke kamar mandi."
"Eh, nggak usah, Ra. Aku bisa...." Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Rama sudah beranjak menarik selimut yang menutupi tubuh polos Mulan dan mengangkat tubuh istrinya ke dalam gendongannya.
"Ya ampun, Ra...," pekik Mulan dengan wajah memerah malu.
Mulan menyembunyikan wajahnya di balik ceruk leher Rama. Tubuhnya yang polos dengan dada dan leher yang penuh dengan tanda keganasan suaminya terpampang jelas di depan mata.
Mulan tidak sanggup melihat tubuhnya sendiri, pergulatan semalam kembali membayangi pikiran liarnya.
"Nggak usah malu, kamu istri aku sekarang. Ini hal yang wajar, Sweety." ucap Rama mengerti dengan apa yang dirasakan Mulan.
Pria itu meletakkan tubuh polos istrinya ke dalam bathtub yang telah diisi air hangat sebelumnya olehnya.
"Berendam bentar bisa bikin tubuh kamu lebih enakkan," sambung Rama menyiapkan sabun untuk Mulan mandi.
__ADS_1
Wanita itu masih diam, tidak berani bersuara ataupun menatap Rama yang sedang sibuk di depannya.
"Aku mandiin, yah?"
"Nggak usah, Ra. Kamu keluar aja, nanti kalo aku udah selesai aku panggil kamu lagi," tolak Mulan masih dengan wajahnya yang merona merah.
"Udah nggak pa-pa, aku seneng kok bisa mandiin kamu. Aku nggak mau kamu makin kelelahan nanti," sahut Rama beralasan.
Pria berkening tebal itu mulai menyabuni tubuh putih mulus Mulan, menggosok punggungnya dengan showerpuff, lembut. Mulan tidak bisa menolak saat Rama dengan telatennya memandikan dia seperti anak kecil.
"Maaf, yah kalo aku bikin kamu sakit semalem. Aku juga heran kenapa aku nggak bisa nahan diri, padahal aku udah berusaha lakuinnya pelan-pelan." Mulan diam tidak tahu harus berkata apa.
Semalam memang cukup lama dan ... menggairahkann. Mulan juga menikmati pergulatan panas mereka hingga tidak sadar dia yang langsung jatuh tertidur saat Rama mendesahh panjang diatasnya.
"Makasih, yah Sweety. Aku bahagia banget bisa milikin kamu seutuhnya...." Rama menarik dagu Mulan, mencium bibir tipis wanita itu dari atas.
Kecupan lembut penuh cinta menghangat dihati keduanya. Rama merasakan dadanya berdebar dengan perasaan penuh di dalam sana. Mencintai seseorang ternyata bisa seindah dan semenyenangkan ini. Rama berharap tidak akan ada penghalang apa-apa lagi depan mereka nantinya.
Mandi yang benar-benar hanya mandi itu berlangsung tidak lama. Rama kembali menggendong Mulan keluar, mendudukkannya ke atas ranjang yang telah dibersihkan oleh pelayan kapal pesiar dengan cepat.
"Aku ambilin baju bentar, yah?" Rama berlalu mengambil terusan pendek berwarna peach di lemari kamar.
Semua pakaian mereka disiapkan oleh Bora, pria itu menyiapkan pakaian yang cukup terbuka untuk Mulan demi menyenangkan hati atasannya. Bora tahu Rama pasti akan sangat berterima kasih padanya karena hal ini.
"Nggak ada, semua pakaiannya cuma model begini semua." Mulan menghembuskan nafas panjang, mau tidak mau memakai terusan itu.
Jika begini, pria yang tampak tidak pernah puas itu akan kembali memakannya hidup-hidup seperti semalam, batin Mulan.
"Tenang aja, kamu selalu cantik pake baju apapun Sweety. Nggak pake baju juga malah lebih cantik," goda Rama mengerti dengan keterdiaman istrinya.
"Ish, maunya kamu itu bukan aku!"
Rama tertawa, mencubit pipi Mulan gemas. "Nanti kita satu hari bakal nggak pake apa-apa yah, Sweety. Aku pengen banget seharian itu kita main tanpa penghalang apapun," ucapnya mulai membahas fantasi-fantasii yang dia mau.
"Astaga, Ra. Pikiran kamu emang nggak pernah jauh dari hal-hal begitu, yah?!" kesal Mulan dalam hati malu-malu.
"Yah namanya juga suami istri, Ty. Kalo aku nggak punya fantasi begitu, hidup kita bakal datar-datar aja, kan?" canda Rama makin tertawa geli di samping Mulan.
Mulan hanya bisa menggeleng, mengusap rambut basahnya dengan handuk. Leher jenjang yang penuh tanda kepemilikan itu sontak kembali menggoda iman Rama.
Pria itu tanpa sadar mengusap leher Mulan, menatapnya penuh damba.
__ADS_1
"Aku cium yah, Ty?" tanya Rama ingin.
"Ish, jangan macem-macem, Ra. Aku masih capek!"
"Nggak macem-macem, Ty. Cuman satu macem aja." Rama mendekat, menjatuhkan bibirnya ke leher Mulan yang wangi aroma sabun segar.
Mencium dan terkadang menjilatinyaa, Rama kembali meninggalkan tanda cintanya di sana. Tangannya yang sedikit kasar mulai turun, mengusap dada tanpa penghalang Mulan yang menantang, meremasnyaa gemas dengan bibir yang masih asik berdiam di leher jenjang Mulan.
Jantung keduanya berdetak semakin cepat seiring hasrat mereka yang makin memuncak. Mulan larut dalam permainan bibir dan tangan Rama yang lihai.
Perlahan Rama membaringkan Mulan ke ranjang, menyingkap gaun yang hanya sebatas paha Mulan saja. Tangannya mulai naik, menggapai penutup inti tubuh Mulan dan menariknya hingga terlepas.
Rama menopang tubuhnya di atas tubuh Mulan dan mulai membenamkan diri di dua benda kenyal yang dia suka. Jari-jari tangannya mengusap paha dalam Mulan, membuat wanita itu menggelinjangg tidak tenang.
"Ra," desahh Mulan menahan tangan Rama.
"Tenang aja, aku cuman pengen ngusap dia doang...." Rama mengusap celah lembut Mulan yang ditumbuhi bulu-bulu halus, memberikan sensasi tidak biasa ditubuh Mulan yang mulai menegangg.
Rama perlahan turun, menyapu perut dan pusar Mulan hingga berhenti di tubuh intinya. Masih sempat membaui itu dan mengecupnya lembut, Rama membenamkan bibir dan lidah basahnya bergantian mencari sesuatu yang dia inginkan di bawah sana.
Rasa manis dan wangi harum menyeruak dari celah lembut Mulan, Rama makin kuat menyesapp masuk menembus rongga kenikmatan itu penuh semangat.
Mulan memekik tertahan saat Rama menahan pahanya, sedikit mengangkat pinggul Mulan agar memudahkannya mencari apa yang dia mau.
Dalam tarikan nafas panjang yang hampir habis, Mulan mendesahh menyebutkan nama suaminya berulang kali.
Kenikmatan ini hanya bisa dia rasakan bersama Rama, semua kesedihan dihatinya seakan sirna menghilang entah kemana. Jika bisa menghentikan waktu, Mulan hanya ingin bisa terus bersama Rama ditengah rasa penuh kebahagiaan seperti ini.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Pengantar malam sebelum bobo, yah Pecinta biji 🤣🤣