
Lenguhan panjang yang entah ke berapa kalinya terdengar dari bibir Mulan. Wanita yang sedang dibuai dibawah sana sudah beberapa kali mendapatkan pelepasannya. Rama masih saja berdiam, sengaja berlama-lama memuja tubuh inti istrinya yang manis.
Entah kenapa rasa penasarannya akan setiap sudut sempit itu lebih membuat Rama ingin terus di sana bermain-main dengan bibirnya, mengecapinya dengan lidah yang tidak berhenti bergerak menggelitik kelembutan Mulan. Rama seakan lupa diri dengan rasa candu dan memabukkan wangi aroma tubuh inti Mulan.
"Ra ... udah, Ra." lirih Mulan dengan nafas yang berat.
Rama masih menahan pinggulnya dengan kaki yang mulai terasa kram. Entah sampai kapan Rama akan mengakhiri kenikmatan lidahnya ditubuh intinya.
"Kenapa? Gue masih belum, Lan." sahut Rama mendongak, mengusap sudut bibirnya.
"Udah, Ra. Kaki gue udah kram." Rama tersenyum, kembali naik ke atas tubuh Mulan yang polos.
"Tapi kita baru aja mulai, Lan. Biji gue masih belum masuk, kan? Kita mulai dari awal lagi, yah?" Rama mengusap dahi Mulan, perlahan menyentuh bibir istrinya sekali lagi.
Rama sedang berusaha membawa permainan mereka menuju puncak tertinggi. Ini saat yang tepat untuk merengkuh kenikmatan bersama, pikirnya.
Nafas yang semakin memburu diikuti keinginan tubuhnya yang ingin dimanja membawa Rama perlahan mengarahkan miliknya ke dalam kelembutan Mulan.
Wanita itu sempat menggelinjangg tidak tenang saat Rama menggosok-gosokkann miliknya, sengaja membuat Mulan perlahan basah di bawah sana tanpa melepaskan pagutan mereka.
Rama ingin membuat Mulan rileks terlebih dahulu sebelum akhirnya dia masuk menerobos dinding sempit itu.
Pagutan lembut antara bibir dengan bibir, lidah dengan lidahh perlahan membuat Mulan terbuai. Rama mulai masuk, menyentuh ke dalam kelembutan istrinya yang refleks membuat Mulan menutup kedua kakinya.
__ADS_1
"Mmmpp...." Mulan meringis merasakan sesuatu dibawah sana tengah menyakiti tubuh intinya.
Rama berhenti, mencari cara agar tidak menyakiti Mulan berlebih. Pria itu melepaskan pagutan mereka, mencium dahi Mulan untuk memberi rasa tenang dihatinya.
"Tahan bentar, yah sweety. Yang pertama ini emang sakit, tapi setelahnya Lo nggak bakal ngerasa sakit lagi."
Rama memberikan jeda waktu untuk Mulan bisa bernafas lega sebelum dia kembali menerobos dinding sempit istrinya.
Beberapa kali mencoba dengan ringisan yang yang terus keluar dari bibir Mulan, Rama sempat merasa tidak tega. Namun setiap kali mengingat Mulan harus menjadi miliknya seutuhnya, Rama akhirnya mengabaikan perasaan itu karena cepat atau lambat, momen yang dia tunggu-tunggu ini memang harus mereka lewati.
Tidak ada waktu yang lebih tepat lagi selain malam ini, walau harus terluka karena cakaran kuku panjang Mulan yang menancap di punggungnya, Rama tidak peduli. Menjadikan Mulan satu-satunya wanita terakhirnya lebih penting dibanding luka bekas cakaran Mulan ditubuhnya.
"Tahan yah, Lan. Tinggal dikit lagi." Rama memposisikan dirinya dengan baik, bersiap memasuki kelembutan Mulan sekali lagi.
Pekikan kesakitan terdengar dari bibir Mulan begitu pria itu memasuki tubuh intinya dalam sekali hentakan kuat. Mulan merasa ada sebagian tubuhnya yang koyak saat ini, butuh setidaknya lima menit untuk Mulan beradaptasi dengan rasa sakit dan juga rasa perihnya di bawah sana.
Ada rasa yang tidak bisa digambarkan begitu miliknya masuk memenuhi dinding sempit itu. Cengkraman kuat dari milik istrinya membuat Rama tidak bisa menahan diri untuk mulai memacu tubuhnya.
Rasa akan cengkraman yang tidak biasa ini sungguh membuat Rama lupa diri. Dia mulai bergerak, memaju mundurkan tubuhnya di atas tubuh Mulan yang perlahan mengerangg merasakan keperkasaan Rama tengah menggerogoti tubuh intinya dengan sangat nikmat.
"Ahh...." Mulan merasa tubuhnya seakan melayang tidak menapak bumi.
Hentakann dan permainan pinggul Rama membawanya lupa diri, Mulan semakin kuat mendesahh diikuti gerakan tangannya menarik rambut lebat Rama.
__ADS_1
Dua orang itu sedang memuja satu sama lain dengan peluh yang membanjiri. Rama bahkan tidak membiarkan seinci pun tubuh Mulan lepas dari pengamatannya. Manik mata coklat tuanya merekam dengan jelas bagaimana wajah cantik istrinya sedang mengerangg di bawah kungkungannya.
Bagi Rama, Mulan terlihat jauh lebih seksi dan menggairahkann. Rasa puas dan bangga menyelimuti hatinya karena bisa membuat Mulan memekik puas dengan permainannya.
"Sebut nama gue, sweety." bisik Rama masih mengentakk kuat.
Mata yang sempat terpejam itu perlahan terbuka seiring nafas Mulan yang tersengal. Pandangan mata mereka bertemu dengan jantung yang sama-sama berdebar di dalam sana.
Mulan mengamati wajah tampan suaminya di bawah pencahayaan lampu dengan peluh menghiasi dahi sampai ke pipi Rama. Dadanya yang bidang dengan perut kotak-kotaknya menjadikan Rama tampak sempurna.
Rama memang sangat tampan, Mulan merasa beruntung bisa mendapatkan pria setampan dan sebaik Rama. Sekali saja dia ingin bersikap egois dengan menjadikan pria itu milik dia seutuhnya dan mengesampingkan semua beban yang dia rasa selama ini.
Malam ini Mulan hanya ingin bercinta, melepaskan semua rasa dan keinginan dihatinya yang sejak lama dia inginkan bersama Rama.
"Jangan tinggalin gue, Ra...," ucap Mulan tanpa sadar.
Tangannya yang halus mengusap peluh Rama, menarik kepalanya mendekat untuk dia cumbu. Perasaan tidak ingin ditinggalkan dan ingin dilindungi oleh pria ini memenuhi hati dan pikiran Mulan. Kali ini Mulan membiarkan dirinya jatuh dalam pesona dan kehangatan tubuh Rama, menikmati setiap sentuhan dan desahann mereka yang saling menyahut.
Rama semakin mempercepat gerakan tubuhnya saat mendengar ucapan Mulan. Hatinya membuncah bahagia dengan perasaan yang sulit digambarkan.
Cinta memang terkadang membuat orang lupa diri, mungkin itu yang dirasakan Rama saat ini hingga tanpa merasa lelah sedikitpun terus memacu dirinya di atas tubuh Mulan yang memejamkan mata, menggigit bibir tipisnya menahan gejolak kenikmatan yang sebentar lagi akan menghantamnya.
Rama tersenyum tipis mendekati Mulan dan berbisik. "Sampe kapanpun Lo cuma milik gue sweety. Tetep sama gue dan kita bakal menua bersama...."
__ADS_1
Dua manusia yang tengah larut dalam kenikmatan dunia melenguhh, membuang nafas panjang mendapatkan pelepasan mereka. Bercinta tidak pernah seenak ini sebelumnya, batin Rama. Mulan miliknya dan hanya akan jadi miliknya saja.
"Makasih sweety, I love you...."