Touch My Body

Touch My Body
Beraksi


__ADS_3

"Pak."


"Gimana, Bor? Dia jadi lewat sini, kan?"


"Iya, Pak. Lima menit lagi mobilnya bakal lewat."


Rama mengangguk, tersenyum tidak sabar. "Semua udah Lo atur, kan?"


"Udah, Pak. Semua udah beres seperti perintah Pak Rama."


"Bagus. Pokoknya gue nggak mau ada saksi mata. Pastiin cowok gila itu nggak bisa kabur sebelum kita bikin dia nangis minta-minta ampun!" Dua pria itu duduk bersama dikursi depan dengan Jacob dan Gober dikursi belakang.


Sahabat-sahabatnya hanya diam mendengarkan pembicaraan Rama dan asistennya yang mereka tahu paling bisa diandalkan dalam melakukan satu pekerjaan.


Mereka tengah diam menunggu di pinggir jalan, bersama beberapa mobil yang diperintahkan Gober mengikuti mereka.


"Nanti siapa yang turun lebih dulu, Ra?" Jacob bertanya.


"Gue aja, gue aja...," jawab Gober cepat. "Gue lagi pengen gebukin orang sekarang," sambungnya penuh semangat.


"Halah ... sok jagoan Lo! Diantara kita, kan elo yang paling penakut!" sinis Rama dari kursi depan.


"Ish, penakut bukan berarti nggak bisa gebukin orang, kan, Ra. Gini-gini gue juga dulu pernah bantuin elo pas dikeroyokin cowok-cowok labil di club," sahut Gober membela diri.


"Udah nggak usah berdebat. Kita turun aja sama-sama. Nanti kalo tuh, brengsek nantangin kita baru, deh Gober maju lebih dulu," sela Jacob menengahi dua sahabatnya.

__ADS_1


Gober mengernyit, beralih menatap pria disampingnya. "Lah, emang lakiknya Anna siapa, sih? Kok jadi gue yang musti maju nantangin dia, Cob?!" ucapnya tidak terima.


"Ck, ngomong sama Lo emang nggak pernah bener. Selalu aja ngeselin!" Jacob mendengus, membuang muka kesal.


Disisinya Gober tertawa terbahak dengan suara keras memenuhi mobil. Rama sontak melemparkan kotak tissue ke arah sahabatnya, ikut kesal dengan tingkah suami adiknya.


Candaan mengesalkan mereka tidak lama terhenti saat Bora menunjuk sebuah mobil BMW hitam baru saja terlihat masuk di ujung lorong di mana mereka menunggunya. Suasana seketika hening seiring mobil itu mendekat ke arah mereka.


"Itu mobilnya Pak Rama," tunjuk Bora. "Bentar lagi orang yang kita bayar akan mulai beraksi," ucapnya memberitahukan rencana mereka selanjutnya.


"Gue serahin sama Lo, Bor. Lakukan dengan cepat dan jangan sampe ada yang liat ato curiga."


Bora mengangguk dan turun dari mobil, dia pindah ke mobil yang lain. Di dalam sana Bora menghubungi orang-orang yang dia bayar untuk mulai menjalankan rencana mereka.


Orang-orang itu sudah siap ditempat mereka masing-masing dan akan keluar begitu Bora memberikan tanda melalui headphone yang dipakai oleh mereka.


Tangannya mulai dingin diikuti rasa gelisah dihati. Entah apa rencana sahabatnya ini sudah benar atau tidak, pikir Jacob.


"Udah tenang aja. Semuanya bakal baik-baik aja. Lo duduk yang tenang dan biarin orang-orang itu lakuin tugas mereka."


"Tapi, Ra—"


"Udah nggak usah bawel, Cob!" potong Gober gemas dengan sahabatnya. "Inget kita udah sejauh ini. Lo jangan setengah-setengah lagi, Cob. Inget apa yang udah tuh, brengsek lakuin sama bini Lo!" sambungnya mengingatkan.


Jacob menghembuskan nafas panjang membenarkan perkataan Gober. Kali ini dia memang tidak boleh ragu-ragu lagi. Kalaupun akan terjadi hal yang tidak diinginkan, Jacob siap menerima segala konsekuensinya demi bisa membalas semua rasa sakit yang sudah diterima Anna selama ini dari pria brengsek itu.

__ADS_1


Dalam hati Jacob meyakinkan diri dan bergumam, 'ini demi Anna...'


"Ayo keluar, mobilnya udah berhasil dicegat sama mereka!" Rama membuka pintu lebih dulu, turun dengan kacamata hitam bertengger di hidungnya.


Gober ikut turun diikuti Jacob yang paling terakhir. Pria yang mereka incar sedang berdiri dengan tubuh bersandar di pintu mobil dan tangan yang diangkat tinggi ke atas.


Orang-orang mereka sudah berkumpul di sisi mobil, memastikan agar tidak ada yang bisa kabur dari sana.


"Itu mangsa Lo, Cob. Gunain kesempatan ini biar bisa bikin dia kapok udah macem-macem sama Lo!" Gober berbisik sebelum mereka tiba di dekat mobil Josh.


.


.


.


.


.


.


.


Malam ini pendek, yah guys

__ADS_1


Author sibuk beneran 😩


__ADS_2