Touch My Body

Touch My Body
Nggak Usah Lebay!


__ADS_3

"Lan, Aurel mana?"


"Lan, Lo denger nggak, sih?!"


"Lan! Hei...!"


"Apa, sih?!" sahut Mulan pada akhirnya.


"Lo budek, yah?! Gue tanyain daritadi nggak nyahut-nyahut!"


"Kenapa? Lo mau tanya apa?!" sentak Mulan kesal dengan pria di depannya.


"Ck, Aurel mana? Kenapa dia nggak ada dikursinya?"


"Sejak kapan gue jadi baby sitter-nya? Lo cari aja sendiri!" sahut Mulan tidak peduli.


Wanita itu kembali memasang earphone, mendengarkan musik sembari membaca bukunya dengan tenang.


Rama berdecak, berbalik mencari wanita yang berkata akan menyusulnya ke kamar tadi. Tidur selama beberapa jam dan tidak menemukan keberadaan Aurel di dalam pesawat membuat Rama khawatir.


Tidak tahu Aurel sedang bersembunyi di mana sampai semua bagian pesawat yang tidak terlalu besar itu sudah dia cari seluruhnya, namun tidak ada tanda-tanda sama sekali kehadiran Aurel di sana.


"Hei, kamu!" panggil Rama pada seorang pramugari yang lewat di depannya.


"Iya, Pak?" sahutnya mendekati Rama.


"Wanita yang tadi ikut sama kita kemana? Kok, dia nggak ada disini?" tanya Rama kembali duduk di kursinya.


"Mmm, itu...." Wanita berseragam putih navy itu menggantung ucapannya, ragu mengatakan yang sebenarnya pada Rama.


"Dia udah turun," sela Mulan berbicara dari tempat duduknya.


Mulan baru ingat tadi dia yang membuang Aurel ke tengah laut karena terlalu serius membaca buku.


"Hah? Turun? Maksudnya?" bingung Rama.


"Iya, tadi gue turunin dia pas Lo tidur."


Rama berdesis. "Jangan becanda, Lan. Ini kita lagi di atas pesawat terbang. Lo pikir kita lagi naik angkot bisa turun di mana aja."


"Emang siapa yang lagi becanda. Tadi emang pacar Lo gue turunin pas di tengah laut," sahut Mulan santai.


"What?! (apa?!) jangan mengada-ada Lo Mulan." pekik Rama bangkit dari kursinya.


"Terserah Lo mau percaya ato enggak. Lo bisa tanyain sama pramugari di depan Lo itu," tunjuk Mulan pada pramugari tadi yang membantunya menyingkirkan Aurel dari pesawat ini.

__ADS_1


Rama beralih, menatap pramugari wanita yang mengangguk mengiyakan ucapan Mulan.


"Sinting! Lo nggak serius, kan, Lan?! Gimana ceritanya Lo turunin dia dari pesawat yang lagi mengudara?!" sahut Rama masih tidak percaya dengan ucapan istrinya.


"Tadi gue pakein dia parasut, jadi kalo dia jatuh nggak bakal kenapa-napa, lah. Lagian dia jatuhnya di tengah laut juga, kok," ucap Mulan masih terlihat santai.


"Apa?! Jadi itu bener?" Mulan mengangguk.


Rama mengusap wajahnya kasar, mendekati Mulan yang masih duduk dikursinya. "Dasar kuda liar gila, nggak waras! Lo mau ngebunuh pacar gue, hah?!"


Pramugari wanita yang masih berada disitu bergegas kembali ke tempatnya, menghindari keributan yang pasti sebentar lagi akan terjadi diantara pasangan suami istri itu.


"Dia nggak bakal mati, gue udah suruh pramugari tadi hubungi pihak berwenang di sekitar sana buat nyelametin pacar Lo. Tenang aja, Lo nggak perlu sampe heboh begitu, kali...," sahut Mulan tidak mempedulikan Rama yang seperti ingin memakannya hidup-hidup.


"Bener-bener manusia nggak waras! Lo pikir Lo lagi syuting film action dan dia nggak bakal kenapa-napa?! Gimana nanti kalo parasutnya rusak ato Aurel dimakan hiu sebelum ada yang temuin dia, Lo mau tanggung jawab, hah?!" Suara Rama menggelegar memenuhi ruang dalam pesawat itu.


Rama tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Mulan pada wanita yang dia ajak ikut dengannya ke Itali kemarin.


Rama merasa Mulan seperti orang sakit jiwa dan tidak punya hati memperlakukan Aurel sampai sebegitunya.


"Nggak usah lebay. Tadi pramugari bilang pacar Lo berhasil hidup, dia udah di temuin sama pihak berwenang di sana. Jadi nggak usah marah-marah kayak cewek lagi PMS Lo!" sahut Mulan makin membuat Rama berang.


"Apa? Lo bilang apa tadi?!"


"Cewek PMS! Mau gue ulangi lagi? Ce-we-k P-M-S!" ucap Mulan sengaja mengeja huruf-huruf itu, diikuti tatapan mata remeh darinya.


Sepertinya mereka akan landing sebentar lagi. Pilot meminta agar semua penumpang dan awak pesawat untuk kembali duduk di kursi dan menggunakan sabuk pengaman.


"Maaf, Pak. Silahkan kembali duduk di kursi." Pramugari wanita yang tadi pergi meninggalkan mereka, kembali mendekati Rama dan Mulan yang sedang menatap tajam satu sama lain.


"Awas Lo kalo kita udah turun!" tunjuk Rama kesal, tidak jadi mengeluarkan unek-uneknya pada Mulan


"Apa, Lo pikir gue takut?!" sahut Mulan setengah meledek pria bertubuh atletis itu.


"Iya, tunggu. Gue bales Lo sampe nangis-nangis minta ampun!"


"Coba aja kalo bisa." Mulan mengeluarkan lidahnya, tertawa sinis menatap Rama yang kembali diminta duduk ditempatnya oleh pramugari.


Mendarat dengan sempurna di Bandar Udara Milan Malpensa, Itali. Mulan lebih dulu turun meninggalkan Rama yang masih mencari tahu di mana tepatnya Aurel berada saat ini pada pramugari tadi.


Rama berpikir lebih baik dia mencari tahu dulu di mana Aurel berada, sebelum membalas perbuatan Mulan pada wanita yang dia suka.


"Kamu yakin dia ada di daerah ini?" tanya Rama pada pramugari itu.


"Iya, Pak. Kami sudah mendapatkan informasi nona Aurel sudah berada di kedutaan Jerman di negara tersebut."

__ADS_1


"Baiklah, jadi aku bisa menghubungi nomor ini untuk memastikan kepulangannya ke Jerman?"


Pramugari mengangguk. "Iya, Pak. Bapak tenang saja, nona Aurel telah ditangani dengan baik oleh pihak Kedubes."


"Baik. Terima kasih kalau begitu." Rama mengantongi secarik kertas yang diberikan pramugari, bersiap turun dari pesawat pribadi yang dia sewa.


"Mmm, Pak," panggil pramugari itu sebelum Rama sempat keluar dari sana.


"Iya?" sahut Rama berbalik menatapnya.


"Maaf jika saya lancang dan mencampuri urusan Bapak dan Ibu. Tapi, ada satu hal yang perlu Bapak tahu. Sebenarnya tadi Ibu lebih dulu diganggu oleh nona Aurel. Beliau sempat mengata-ngatai dan juga mendorong Ibu dikursinya. Ibu tidak pernah mencari masalah dengannya, saya mendengar dan melihat semuanya sendiri, Pak. Sebagai istri sah dari Bapak, Ibu pasti akan bertindak seperti itu apalagi jika sudah sampai direndahkan oleh orang lain. Ibu hanya membela dirinya saja, Pak. Lagipula, tidak ada satupun wanita yang rela suaminya duduk dan bermesraan dengan wanita lain di depan matanya sendiri. Ibu pasti cemburu dan sakit hati melihat Bapak begitu. Yah, walau Ibu sama sekali tidak menunjukkannya di depan Bapak. Tapi meski begitu, Bapak seharusnya tidak menyalahkan Ibu atas perbuatannya. Semua ini terjadi karena memang nona Aurel lah yang lebih dulu mencari masalah dengan Ibu." ucap pramugari itu panjang lebar.


Dia memang sempat mendengar dari ruangannya bagaimana Aurel menjelek-jelekkan Mulan dan bersikap kasar padanya.


Pramugari wanita itu hanya ingin Rama tahu jika apa yang dilakukan Mulan lebih kepada membela dirinya dan menjaga daerah teritorialnya dari musuh yang mengincar.


Rama diam tidak menanggapi ucapan pramugari itu. Fokusnya hanya kepada kata 'cemburu'.


Rama dibuat dilema dengan satu kata tersebut. Dalam pikirannya dia berpikir, apa benar Mulan cemburu pada Aurel dan tidak suka melihat dia dekat dengan wanita lain?


Jika memang benar, apa Mulan sudah mulai jatuh cinta padanya? Rama merasa ada setitik perasaan bahagia di hatinya memikirkan ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Gimana, gimana ... udah kayak Tom and Jerry belum, sih ini 🤭


Dasar Rama, yah


Dijelasin lain nanggepinnya lain ...

__ADS_1


Serah Lo ajalah Rama 😆


__ADS_2