Touch My Body

Touch My Body
Lo Nggak Cemburu?


__ADS_3

Bau aroma nasi goreng yang baru diangkat tercium sampai ke dalam kamar. Rama yang baru selesai mandi buru-buru memakai boxer-nya dengan kaos gandengan yang menutupi tubuh bagian atasnya.


Rama turun dengan cepat menuju dapur tempat di mana bau aroma enak ini makin tercium.


Sampai di sana, pandangan matanya lebih dulu tertumbuk pada seorang wanita berpakaian biasa yang terbilang memang sangat biasa, tengah sibuk membolak balikkan sesuatu di atas konfor listrik yang sedang menyala.


Kaki mulus tanpa alas kaki dengan bokong yang montok dan rambut yang diatas tinggi ke atas membuat Rama refleks menelan salivanya susah.


Bak sedang melihat seorang bidadari turun dari kayangan, mata Rama tidak berkedip sama sekali menikmati bagaimana tangan wanita itu terlihat lihai menggerakkan spatula ditangannya.


Diikuti keringat yang turun membasahi dahinya, Rama membayangkan dirinya tengah berada di samping wanita itu, mengusapnya dengan lembut dan memeluk tubuh seksinya dengan mesra. Bau aroma masakan nasi goreng seketika langsung tergantikan dengan pikiran liarnya yang kini sudah terbang kesana kemari.


"Aaa...! Lo ngapain nggak pake baju, hah?!" pekik wanita di depan Rama menutup mata.


"Apa, sih?! Mata Lo buta, yah? Udah liat gue pake boxer sama gandengan." sahut Rama santai, berjalan mendekati meja makan.


"Tetep aja buat gue Lo nggak pake baju. Bisa nggak, sih Lo ganti baju dulu?!" sahut Mulan masih menutup mata.


"Nggak bisa, gue udah laper! Salah Lo kenapa masak baunya bikin orang nggak nahan." Rama duduk, menarik sepiring nasi goreng di atas meja.


Cepat-cepat Mulan menurunkan tangannya mendekati meja, menarik piring itu kembali dari depan Rama.


"Siapa bilang gue masak buat Lo?! Ini punya gue. Lo kalo mau bikin aja sendiri!" Mulan menjauh, membawa piring nasi gorengnya ke dekat konfor.


"Apa? Wah ... mau belajar durhaka Lo sama lakik sendiri. Nggak takut Lo, gue kutuk?!" Rama beranjak, mengikuti Mulan dari belakang.


"Sejak kapan Lo nganggep diri sebagai suami? Bukannya kemaren Lo masih enteng banget bawa pacar? Minta aja sama dia bikinin Lo makanan!"


Rama berdecak memicingkan mata berdiri di samping Mulan. Wanita itu kembali sibuk dengan kegiatan menggoreng telurnya untuk menyempurnakan nasi goreng spesial yang dia buat.


"Lo cemburu kemaren gue bawa Aurel bareng sama kita?" tanya Rama penasaran.


Hal ini terus dia pikirkan semenjak mereka tiba di Itali. Rama merasa dia harus bertanya secara langsung pada Mulan daripada mati penasaran sendiri.


"Apa...?" Tawa terbahak langsung terdengar dari mulut Mulan.


Entah pikiran dari mana sampai Rama bisa sepercaya diri itu dan mengatakan dia cemburu pada Aurel.


"Kenapa Lo ketawa? Emang ada yang lucu?" Rama melipat tangannya di depan dada, kesal melihat tanggapan Mulan tentang ucapannya barusan.


"Ya jelas luculah, pikiran dari mana Lo sampe ngomong gue cemburu sama pacar lemah Lo itu? Astaga ... nggak abis pikir gue sama Lo." Mulan menggelengkan kepala masih setengah tertawa. Baginya Rama terlalu mengada-ada untuk sesuatu hal yang tidak mungkin.

__ADS_1


"Bener Lo nggak cemburu?" Rama menarik lengan Mulan menghadapnya, menatap dalam manik mata coklat muda Mulan.


"Lo mau gue jawab apa? Iya? Mimpi!" Mulan menepis tangan Rama, kembali fokus menyelesaikan pekerjaannya.


Entah apa yang terjadi pada pria berhidung mancung itu pagi ini sampai tidak ada angin tidak ada hujan, Rama menanyakan hal yang sungguh tidak masuk akal, pikir Mulan.


Cemburu? Mana mungkin dia cemburu pada kekasih Rama. Membayangkannya saja Mulan tidak mau, apalagi sampai benar merasakannya. Sampai kapanpun dia tidak akan mau jatuh cinta dengan pria seperti Rama.


"Yaudah kalo Lo nggak cemburu. Nanti gue bakal bawa dia kerumah ini juga tinggal sama kita!" sahut Rama mundur satu langkah ke belakang.


"Apa? Nggak! Gue nggak mau Lo bawa-bawa orang asing kesini!" tolak Mulan tegas.


"Kenapa? Bukannya tadi Lo bilang Lo nggak cemburu? Berarti gue bebas, dong bawa Aurel kesini."


"Nggak! Nggak boleh pokoknya!" sahut Mulan bersikukuh.


"Gue ngelarang Lo bawa dia kesini bukan karena gue cemburu sama dia, yah. Tapi gue nggak tega aja pacar Lo jadi kurus trus sakit karena gue bully terus. Lo mau dia tinggal kulit bungkus tulang nanti? Lo tahu sendiri, kan gimana kejamnya gue sama orang yang nggak gue suka. Jadi, jangan macem-macem kalo nggak mau gue tebas!" ancam Mulan terdengar meyakinkan, diikuti gerakan tangannya menggaris sesuatu di leher.


Rama seketika diam tidak berani bersuara. Mulan memang tidak pernah bercanda dengan apa yang dia ucapkan. Bisa-bisa Aurel-nya benar tinggal kulit bungkus tulang jika dia tetap memaksa membawanya kesini, pikir Rama.


Mulan tersenyum menang melihat Rama tidak bisa membantahnya lagi. Setidaknya pria ini tidak akan lagi menganggapnya remeh, ancamannya sepertinya berhasil. Rama tidak akan berani berbuat macam-macam lagi padanya setelah ini.


"Kalo gitu, gue minta ini aja." Rama menarik piring berisi nasi goreng dari depan Mulan, berlari cepat meninggalkan wanita itu menuju kamarnya di lantai dua.


"Kurang ajar! Itu makanan gue Rama! Kembaliin...!" pekik Mulan sambil membawa spatula di tangan.


Pasangan suami istri itu saling kejar mengejar hingga Rama akhirnya berhasil masuk ke dalam kamarnya, mengunci itu dengan rapat sebelum Mulan sempat masuk.


"Buka pintunya Rama! Gue potong biji Lo kalo sampe makan sarapan gue!" ancam Mulan menggedor-gedor pintu kamarnya.


"Bodo amat, yang penting gue kenyang pagi ini sebelum ke kantor. Makasih sarapannya, yah istriku tersayang...," sahut Rama dari balik pintu, tidak peduli dengan suara teriakan penuh amarah Mulan.


"Bangkee...! Awas Lo nanti, gue bales Lo!"


Sejam setelah pertengkaran karena nasi goreng, Rama bersiap dengan setelan jas berwarna hitam dan rambut yang disisir rapi.


Pria itu akan menemui seorang klien bisnis mereka yang akan ikut bekerja sama dengan perusahaan properti miliknya.


Bora sudah menunggu dia diruang tamu. Pria yang kini telah resmi menjadi asistennya duduk manis ditemani segelas teh yang dibuatkan Mulan untuknya.


Wanita itu ikut duduk bersama Bora dan tengah membahas sesuatu yang sepertinya sangat penting sampai keduanya terdengar berbisik satu sama lain.

__ADS_1


Rama memperhatikan mereka dari depan kamarnya dan bergegas turun mendekati Mulan dan juga asistennya Bora.


"Ngapain Lo bedua bisik-bisik udah kayak orang lagi selingkuh?!" sentak Rama tidak suka.


Mulan berdecak, kesal pembahasan misi balas dendamnya terganggu dengan Bora. "Lo bilang selingkuh? Bukannya elo yang begitu?" sahut Mulan santai.


"A-apa?! Hati-hati kalo ngomong, Lan!" sahut Rama gugup.


Bora sedikit meliriknya begitu mendengar perkataan Mulan. Jangan sampai pria ini curiga tentang Aurel yang ikut dengan mereka di pesawat dan melaporkannya pada daddy, gumam Rama.


"Udah sana kerja. Kerja yang bener dan jangan malu-maluin. Inget kata Daddy soal tanggung jawab!" ucap Mulan mengingatkan.


Rama setidaknya bisa bernafas lega karena Mulan tidak meneruskan pembahasan mereka tentang selingkuh-selingkuh itu.


"Iya, iya. Bawel amat!" Rama beranjak, melangkah meninggalkan Mulan yang masih duduk ditempatnya.


"Oh, yah." Rama berbalik. "Lo mau gue bawain apaan nanti? Anggap aja buat gantiin nasi goreng Lo tadi," sambung Rama terdengar membujuk.


Mulan menggeleng. "Nggak usah, Lo cukup pulang aja dengan selamat. Tar malem nanti gue bikinin Lo kuah biji, deh spesial buat Lo!"


Rama refleks menutup area pangkal pahanya melihat seringai aneh dari wajah Mulan. Wanita ini memang tidak pernah waras, gumamnya berlalu cepat dari sana diikuti Bora.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ada yang mulai membahas status niyeee 🤭😆

__ADS_1


Awas, yah, Lan. Jangan durhaka sama lakik 😂


__ADS_2