Touch My Body

Touch My Body
Hak Mutlak!


__ADS_3

"Ngapain Lo pake masker, Lan?" cicit Rama begitu Mulan kembali berdiri disampingnya.


"Nggak pa-pa, hidung gue sakit. Kayaknya AC disini terlalu dingin," sahut Mulan beralasan.


Wanita yang sempat mendapatkan sebuah masker di dalam kotak P3K dalam tolilet, buru-buru menggunakannya dan kembali ke ruang rapat dengan cepat.


Beruntung dengan adanya masker ini, Deno sama sekali tidak mengenalinya. Pria itu tetap duduk dengan tenang di depan layar laptop, sembari mendengarkan presentasi yang diputar oleh Rama di layar LCD.


Hingga sampai rapat itu selesai diadakan, Deno hanya menyapa Rama sebentar dan mengakhiri panggilan zoom tersebut tanpa beban.


Mulan setidaknya bisa bernafas lega dan kembali bertingkah biasa dengan melepaskan masker yang dia pakai.


"Lan...," panggil Rama meminta istrinya mendekat.


"Kenapa?" tanya Mulan tanpa curiga.


"Duduk." perintah Rama menunjuk kursi di dekatnya.


Mulan mengernyit, namun tetap mengikuti ucapan pria itu. "Kenapa, sih?" tanya Mulan lagi.


"Lo kenal cowok yang di zoom tadi, kan?" tanya Rama tanpa basa basi.


Mulan diam mencoba berpikir kenapa Rama sampai tahu tentang hal itu. Dia lupa kalau Deno pernah bertemu dengan suaminya sesaat setelah Rama memutuskan menolongnya malam di mana dia akan dijual oleh kakak tirinya sendiri.


"Kenapa diam? Deno itu, kan cowok yang lo hindarin malam itu, kan?" sambung Rama membuat Mulan seketika mengerti kenapa suaminya tahu tentang siapa Deno.


"Dia ... iya, dia emang cowok yang gue hindarin malem itu...," sahut Mulan tidak bisa berbohong lagi.


"Kenapa, dia Menteri Pariwisata di Negara kita, kan? Lo punya hubungan sama dia?" Suara Rama terdengar tidak sabar. Pria itu terlalu penasaran dengan hubungan keduanya.


"Itu ... gue rasa Lo nggak perlu tahu, Ra. Pokoknya intinya gue cuma mau bilang Lo jangan terlalu deket aja sama dia!" sahut Mulan bergegas beranjak dari duduknya, berusaha menghindari Rama sebelum ditanya macam-macam lagi.


"Tunggu, Lan. Gue belum selesai ngomong," tahan Rama.

__ADS_1


"Mo ngomong apalagi? Lo nanya gue kenal sama cowok itu, kan? Yaudah, gue udah jawab. Mendingan Lo nggak usah nanyain apa-apa lagi kalo cuman karena terlalu kepo sama hubungan gue dan, tuh cowok!" Mulan menepis tangan Rama, kembali meneruskan kesibukannya mengatur berkas-berkas di atas meja.


Baginya Rama tidak perlu tahu tentang hubungan mereka. Selain karena Deno bisa melakukan apa saja untuk menyingkirkan lawannya, juga karena Mulan tidak mau Rama terlalu banyak tahu tentang latar belakangnya.


Lagipula setelah semua misinya selesai, Mulan sudah berjanji dalam hatinya akan pergi dari kehidupan Rama selamanya dan tidak akan pernah menunjukkan wajahnya lagi di depan dia maupun semua keluarga Rama.


Mulan hanya ingin melindungi pria ini dari ancaman yang bisa datang kapan saja dari keluarga ayahnya jika sampai mereka tahu dia sudah menikah dengan Rama.


Tidak puas dengan jawaban yang diberikan Mulan. Rama ikut beranjak, menarik lengan istrinya kuat hingga tubuh Mulan membentur dadanya yang bidang.


"Kenapa emangnya kalo gue kepo sama hubungan Lo dengan Deno?! Gue ini suami elo, Lan. Gue berhak tahu segala hal tentang Lo!"


Mulan seketika tertawa miris mendengar ucapan Rama. Pria di depannya ini semakin sering menyebutkan kata 'hak', pikirnya.


"Lo bisa punyak hak sama gue, kalo kita nikah emang karena cinta Rama. Lo nggak lupa, kan gimana kerasnya elo nolak pernikahan kita dulu? Bahkan waktu kita kesini aja Lo masih sempet-sempetnya bawa betina Lo satu pesawat sama kita. Trus sekarang nggak ada angin nggak ada ujan Lo tiba-tiba ngomongin hak sama gue? Astaga ... kepala Lo nggak kepentok, kan kemaren?" sahut Mulan mencibir.


"Udah lepasin gue, jangan bertingkah nggak waras! Geli gue tiap kali denger Lo bilang hak, hak sama gue!" Mulan mendorong Rama yang dengan cepat merangkul pinggangnya, menahan Mulan agar tidak bisa bergerak lagi.


"Gimana kalo gue bilang gue emang udah nggak waras semenjak kejadian kemarin malem?" ucap Rama setengah berbisik, menatap manik mata coklat muda Mulan, dalam.


"Iya, gue jadi nggak waras gara-gara elo, Lan. Dari pertama kali gue sentuh tubuh Lo, gue tahu Lo cuma milik gue. Dan yang namanya udah jadi milik gue, gue punya hak mutlak sama kepunyaan gue sendiri!" Rama langsung menyambar bibir tipis merah muda Mulan yang sontak membuat wanita itu membola kaget.


Ciuman sepihak Rama dengan kasar dan sedikit menuntut memaksa masuk mengecapi isi dalam mulut Mulan yang sempat berontak namun segera terdiam begitu Rama menahan tengkuknya.


Rama menghisapp, menggigit dan memainkan bibir dan juga lidah Mulan bergantian yang refleks membuat Mulan mencengkram jas suaminya, kuat.


Mulan dibuat terbuai dengan kelihaian Rama memainkan bibirnya yang perlahan mulai lembut dan memabukkan. Matanya ikut terpejam menikmati bagaimana ciuman yang tadinya kasar dan cenderung menuntut berubah menjadi hal yang juga diinginkannya.


Rama tengah membawa keduanya menikmati rasa manis dari bibir mereka masing-masing. Tangannya yang kekar mulai mengusap punggung dan bokongg Mulan seiring ciuman mereka yang makin panas.


Saat nafas Mulan mulai terasa tersengal, Rama melepaskan pagutan mereka memberi jeda beberapa detik untuk istrinya menghirup udara yang banyak dan kembali menyambar bibir Mulan dengan ganas.


Rama mengangkat tubuh istrinya, mendudukkannya ke atas meja untuk memudahkan pria itu mencumbu dan membuka kancing kemeja Mulan tanpa disadari oleh istrinya.

__ADS_1


Jari-jari tangan Rama yang lihai dengan cepat membuka semua kancing, hingga dada Mulan yang disukainya menyembul indah dari balik penutup putih berendanya.


Telapak tangan Rama yang sedikit kasar mulai menggelitik leher jenjang Mulan yang perlahan turun mengusap atas dada wanitanya.


Mulan berdesir, merasakan tubuhnya menegang hanya dengan sentuhan biasa yang diberikan Rama. Sentuhan-sentuhan yang kini telah dia ingat sepenuhnya membuat Mulan penasaran akan sentuhan Rama selanjutnya ditubuhnya.


Rama mulai berani meremass benda yang masih tertutup rapat itu, memberikan pijatan-pijatan enak ditubuh bagian atas Mulan yang sontak membuatnya mendesah dari balik ciuman panas mereka.


"Ehmm...."


Jari-jari Rama kini telah masuk, memainkan ujung merah muda Mulan yang mengetatt sempurna seiring permainan jari lihai Rama.


Mulan merasa dirinya akan meledak sebentar lagi. Nafasnya yang mulai tersengal dengan permainan jari Rama yang semakin kuat memainkan ujung dadanya, makin membuat Mulan gelisah. Hingga saat tangan Rama yang lain menyentuh area pangkal pahanya, Mulan membuang nafas panjang dengan sesuatu terasa menghangat di bawah sana.


Rama tersenyum dari balik ciuman panas mereka. Dia tahu Mulan sudah basah hanya karena ciuman dan sapuan lembut tangannya di tubuhnya.


Pria itu perlahan melepaskan tautan bibir mereka, mengusap bibir Mulan yang sedikit bengkak karena permainannya.


"Jangan pernah ngomong gue nggak punya hak apa-apa lagi sama Lo, Lan. Lo milik gue sejak Lo basah sama permainan gue. Kita tinggal nunggu momen yang pas buat kita benar-benar bercinta abis ini."


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Astaga ... jurus Rama bikin basah dulu baru nanya-nanya kali, yah 🤔😆


__ADS_2