Touch My Body

Touch My Body
Tunggu dan Lihat!


__ADS_3

"Jadi sekarang Lo udah ngikutin jejak wanita nggak tahu malu itu deketin cowok kaya yah, Lan?! Emang, yah buah itu jatuh emang nggak pernah jauh dari pohonnya. Sikap murahan dia ternyata beneran turun ke elo! Gue nggak nyangka Lo pake cara murahan kayak gini biar bisa jadi cewek kaya! Jijik banget gue liat Lo tahu nggak?!" cibir Deno duduk di depan wanita berpakaian serba mahal itu.


Mulan tersenyum santai menanggapi ucapan kakak tirinya sembari memperhatikan laporan keuangan yang diberikan Aman padanya.


"Lo pake pelet apa sama Rama sampe dia bisa nikah sama Lo, Lan? Gue penasaran, sumpah! Masa cewek dekil nggak tahu apa-apa kayak Lo bisa duduk di sini dan jadi istrinya Rama, sih? Gue bener-bener kaget dan nggak percaya pria seganteng Rama bisa suka sama cewek murahan kayak Lo!" cibir Deno lagi tidak puas merendahkan anak selingkuhan ayahnya.


Mulan lagi-lagi hanya tersenyum, tidak peduli dengan Deno yang kesal sendiri karena ucapannya tidak digubris olehnya sejak tadi.


"Woi...! Udah budek, yah Lo sekarang. Mentang-mentang nikah sama cowok kaya jadi sombong, nggak mau Lo ngomong lagi sama gue?!" sentak Deno menarik paksa laporan keuangan perusahaannya dari tangan Mulan.


Mulan mendengus, melipat tangannya di depan dada duduk bersandar dengan nyaman di kursi depan Deno.


"Udah selesai Lo ngomel kayak emak-emak kompleks?!" ledeknya tersenyum sinis.


"Apa?! Lo bilang apa tadi?!" sahut Deno terpancing emosi.


"Kenapa, nggak terima? B aja kali, No. Gue aja yang sering Lo maki dan ledek dari dulu B aja. Nggak usah lebay, Lo cowok bukan bancii kaleng-kaleng, kan?" ledek Mulan sengaja membuat pria bermata sama dengannya geram.


"Bangkee! Mau gue sumpal mulut lo, hah?!" bentak Deno menggebrak meja rapat di depan mereka.


Pria itu mulai emosi dengan wajah memerah. Bisa-bisanya Mulan melawannya sekarang. Sepertinya karena adanya dukungan kuat dari belakang Mulan sampai dia mulai berani menunjukkan kesombongannya, pikir Deno.


"Kenapa jadi elo yang marah-marah, sih?! Lo nggak lagi PMS, kan? Hati-hati kena serangan jantung, No. Kasian mami nggak ada yang jagain kalo Lo mati!"


"Brengsek! Bener-bener cari mati, yah Lo!" Deno bangkit dari kursi, mendekati Mulan yang tersenyum mengejek menatapnya.


Belum sempat mendekati adik tirinya, Deno langsung di tahan oleh Rama yang sejak tadi mendengar ucapan kasar Deno untuk istrinya.


"Anda mau apa, Pak Deno?!" tanyanya marah.


"Pa-pak Rama?" kaget Deno mundur satu langkah.


"Ada hak apa Pak Deno memaki-maki istri saya?! Pak Deno lupa siapa yang kini paling berkuasa di perusahaan ini? Saya bisa dengan mudah mengambil alih seluruh perusahaan Pak Deno kalau saya mau! Jangan bertingkah tidak tahu diri dan membuat anda malu sendiri Pak Deno!" telak, Rama menatap tajam Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu.

__ADS_1


Deno sontak mengepalkan tangan, kesal tidak terima mendengar ucapan rekan bisnisnya. Sial! Sepertinya pria ini mendengar semua ucapan kasarnya pada Mulan, batin Deno.


"Ma-maafkan saya, Pak Rama. Sebenarnya saya adalah—"


"Saya tidak peduli anda siapa Pak Deno!" potong Rama cepat. "Sekalipun anda adalah kakak tiri istri saya, bukan berarti anda bisa seenaknya memaki dan membentak istri saya! Sekali lagi saya katakan, anda tidak punya hak apa-apa untuk itu!" sambung Rama mulai menunjukkan taringnya.


Sudah sekian lama memendam kemarahan untuk Deno, kali ini Rama tidak akan berbaik hati lagi. Sudah cukup dia mendengar langsung bagaimana Deno menghina dan menjelek-jelekkan Mulan. Rama tidak suka siapapun termasuk Deno merendahkan istrinya lagi.


"A-anda sudah tahu, Pak Rama?" kaget Deno.


"Tentu saja, dan kehancuran anda baru saja dimulai! Tunggu dan lihat bagaimana saya menghancurkan anda sampai habis tak bersisa!" Rama mengambil tangan Mulan, mengajak wanitanya pergi dari sana.


Sudah cukup dia menghabiskan waktu menunggu reaksi Deno melihat kedatangan Mulan sendiri ke perusahaannya.


Sejak tadi pria itu bersembunyi dan sengaja ingin mendengarkan apa yang akan dikatakan Deno pada Mulan. Siapa yang menyangka jika semua ucapan menyakitkan Deno menghancurkan harga dirinya sebagai suami Mulan.


Rama menggeram kesal, melangkah keluar meninggalkan ruang rapat perusahaan milik kakak tiri Mulan bersama wanitanya dan asistennya Bora.


Deno dengan cepat menyusul mereka, mencoba mencari perhatian Rama dengan terus menerus memohon maaf.


"Minggir! Jangan buat saya makin marah dengan anda Pak Deno!" sentak Rama tidak suka.


Mulan berdiri di samping Rama, tersenyum sinis melihat kakak tirinya yang mendadak berubah seperti tikus basah di depan Rama. Belum apa-apa dan Deno sudah bersikap memalukan seperti ini, pikirnya.


"Tolong maafkan saya Pak Rama. Saya tidak bermaksud berkata begitu pada adik saya. Saya hanya kesal karena semenjak Mulan menghilang, dia tidak pernah mencoba menghubungi kami keluarganya. Padahal kami sudah meminta orang-orang kami mencarinya sampai sekarang. Itu sebabnya saat melihat dia tiba-tiba ada di sini kemarin dan sudah menikah dengan Pak Rama, saya syok dan kaget. Ucapan saya murni hanya karena saya kesal saja pada Mulan. Tolong maafkan saya jika ucapan saya tadi sungguh tidak pada tempatnya. Tolong Pak Rama jangan marah dan menyimpannya dalam hati...," pinta Deno memelas.


Mulan dan Rama ingin sekali muntah di depan wajah Deno saat ini. Pria licik itu memang sangat pintar bersandiwara gumam keduanya kompak dalam hati.


"Anda sungguh sangat lucu Pak Deno. Jelas-jelas saya mendengar sendiri ucapan menghina Pak Deno pada istri saya. Dan sekarang, anda mengatakan saya jangan menyimpannya dalam hati? Anda pikir saya bodoh? Anda membuat saya muak Pak Deno!" Rama kembali melangkah, meninggalkan Deno yang tidak mau menyerah begitu saja membujuk rekan bisnis hebatnya.


Tinggal Mulan satu-satunya harapan dia untuk membantunya keluar dari masalah yang semakin banyak mendera hidupnya. Walau bagaimanapun caranya Deno akan tetap memohon pada Rama.


"Tolong Pak Rama, maafkan ketidaksopanan saya. Tolong jangan pergi dulu, Pak." tahan Deno berdiri di depan Rama dan adik tirinya lagi.

__ADS_1


Rama berdecak, makin muak melihat sikap tidak tahu malu Menteri itu. "Anda mau minggir, atau tangan saya yang akan melayang membuat anda minggir dari sini?!" ancamnya penuh keseriusan.


"Ta-tapi, Pak Rama—"


"Pak Deno, tolong!" potong Bora ikut kesal melihat tingkah pria itu sejak tadi.


"Tolong minggir, Pak. Anda tidak tahu bagaimana atasan saya jika sedang marah. Tolong minggir demi tangan Bapak yang masih bisa utuh," sambung Bora setengah menggertak Deno.


Deno mau tidak mau mundur, berhasil termakan ucapan Bora yang bercanda namun terlihat sangat serius.


Rama tersenyum tipis, merasa ada gunanya Bora ikut dengannya hari ini. Dia pun kembali menarik Mulan dan masuk ke dalam pintu lift yang terbuka.


"Jika saya jadi anda, saya akan bersiap-siap menjadi gelandangan dan dibenci banyak orang Pak Deno," ucap Rama sebelum pintu lift tertutup.


Dari balik pintu lift yang tertutup, Deno seketika berteriak, memaki kesal dan membanting barang apa saja yang ada di depannya.


"Brengsek...!" pekiknya marah.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Keren nggak, sih pasangan ini? 🤭🤩


__ADS_2